
Saat ini pukul 06:15 WIB. Dan sekarang aku sedang memakai sepatu di kamarku.
Tok.. Tok.. Tok..
Seseorang mengetuk pintu kamarku.
"Sayang, ayo turun Nak, kita sarapan bareng. Umi udah buatin sarapan kesukaan kamu." Ucap Umi dari balik pintu kamarku.
Aku yang di panggil pun lantas bergegas membawa tas punggung ku dan segera membuka pintu. Saat aku membuka pintu aku langsung mendapati senyuman hangat lalu pelukan dari Umi. Dan aku yang mendapatkan semua itu sangat senang. Rasanya aku tidak ingin lepas dari dekapan Umi.
Umi melepas pelukannya dan menatapku masih dengan senyuman hangatnya.
"Anak Umi cantik banget hari ini kayaknya semangat banget ya mau sekolah. "Ucap Umi.
"Iya dong Umi kan sekolah itu harus diawali dengan Niat, Basmalah, dan juga semangat." Ucapku.
Umi terkekeh. " Pinter banget anaknya Umi. Ya udah kita ke bawah yuk. Abi udah nungguin kita. "
Aku dan Umi pun turun ke bawah menuju ruang makan dan menemui Abi.
"Asaalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh Abi. "Salam ku pada Abi.
Abi pun menoleh dan tersenyum. "Waalaikum Salam Warohmatullohi Wabarokaatuh. Morning sayang. "
Aku pun hanya tersenyum. Dan Umi pun memberiku sandwich dan susu, karna itu makanan kesukaanku jika sarapan. Kami sarapan dengan makanan masing-masing dalam diam hanya suara sendok dan garpu Umi, Abi yang terdengar karna mereka memakan nasi goreng.
Aku pun selesai dengan makananku dan meminum susu. "Mmm... Abi,Umi. boleh gak pulang sekolah Star pergi jalan-jalan sekalian lihat-lihat aja. "
Umi dan Abi pun menoleh "Kamu belum tahu Indonesia sayang. "Kata Umi.
"Tapi ini Star jalan-jalan nya sama temen Star kok Mi namanya Kak Mira. "
"Ya udah kamu boleh pergi tapi hati-hati ya, Abi bakalan nyuruh pengawal buat jagain kamu. "Kata Abi.
"Ya udah makasih ya Abi, Umi. Oh iya Bay The Way Bang Asa sama Bang Langit nggak ke sini Star udah rindu Mi, Bi. "
"Katanya sih nanti mereka bakalan pulang sayang. " Ucap Umi.
"Beneran? " Aku kembali bertanya.
__ADS_1
"Iya beneran " Ucap Umi lagi.
"Ya udah Star kamu berangkat gih nanti kasiangan loh atau mau Abi antar? "
Aku menggeleng cepat "Nggak usah Bi, Star sama Mang supir aja. assalamualaikum Mi, Bi" Ucapku sambil mencium tangan Abi dan Umi.
******
Aku sampai di sekolah dan bertemu dengan Kak Mira di jalan koridor. "Kak Mira!!" Aku memanggil Kak Mira yang benerapa meter di depan ku.
Kak Mira menoleh dan tersenyum. Aku pun menghampiri Kak Mira.
Sekarang aku sudah mengimbangi Kak Mira dan berjalan bersama. "Assalamualaikum Kak." Salamku.
"Waalaikum salam Warohmatulloh. Star gimana entar lo mau jalan kan sama gue." Tanya Kak Mira.
"Iya Kak Umi sama Abi udah ngizinin. " Kataku.
"Ya udah entar kita lihat-lihat ibukota deh sekalian kan di sini itu nggak terlalu jauh dari Monas. " Kata Kak Mira.
Aku hanya tersenyum menanggapinya.
"Haduh Bu Inez lagi gimana nih!! Males Gue!! " Gumam Kak Mira.
Aku pun yang mendengar hanya diam.
"Selamat Pagi anak-anak dua menit lagi kita mulai pelajarannya. " Ucap Bu Inez sembari duduk dan merapikan buku-buku yang beliau bawa.
Aku melihat teman-teman tampak lesu dengan muka pucat.
"Ok. Kita mulai pelajaran Seni Budayanya." Ucapnya. " Hari ini Ibu ingin membahas tentang seni. Seperti yang telah Ibu jelaskan Seni adalah suatu keahlian membuat karya yang bermutu. Seperti tari, ukiran, lukisan. " Ucap Bu Inez lalu terdiam kembali.
"Mau bahas yang aneh apalagi si Ibu. " Gumam Kak Mira.
"Sekarang Ibu akan membahas yang sebaliknya sesuatu yang menurut kalian tidak bermutu. " Ucapnya. Aku sangat penasaran apa ada seni tapi tidak bermutu?
"Ibu mau membuat seni yang tidak berguna itu menjadi ilmu yang berguna. Ibu tantang kalian buat lelucon tetapi isi dari lelucon tersebut harus memiliki ilmu yang memiliki logika. "Tutur beliau dengan muka songong menatap ke arah kami.
Tantangan? Wah si Ibu nantangin Star Bu.
__ADS_1
Aku melihat kanan dan kiri, semuanya menunduk dan ada juga yang pura-pura memcatat bahkan ada pula yang menutupi wajah dengan buku. Memang konyol dengan apa yang di sampaikan Bu Inez tapi Star tahu cara nya supaya muka songongnya tidak dia tampakkan lagi.
"Bagaimana ada yang bisa? Memang setiap tantangan Ibu kalian tidak bisa, gimana tidak ada yang bisa kan? Haha payah." Katanya menatap kami dengan tatapan mengejek.
Perkataanya bagaikan tamparan keras bagiku. Dan aku tidak suka di sebut payah apalagi hanya tantangan kecil seperti itu.
Ini guru apa politikus sih. Batinku
Tapa pikir panjang aku mengacungkan tanganku. "Saya bisa Bu karna saya bukan orang yang payah." Ucapku dengan suara lantang dan sedikit menekan kata 'payah' sambil menahan marahku.
"Ouh.... Kamu siswi pertama yang berani mengangkat muka dan mengacungkan tangan apalagi sambil berkata seperti itu. Cepat maju kedepan!! "Perintah Bu Guru sungguh dia telah membuat sikap permusuhanku kambuh.
Tidak ada senyuman yang ku perlihatkan kepada Bu Inez karna sekarang mood ku sedang tidak bagus.
Aku berdiri di depan menatap seisi kelas. Dan mulai berbicara."Saya memang tidak pandai membuat lelucon tapi saya bisa membagi sedikit ilmu saya. " Aku menghela nafas.
"Ada-ada aja ya, kelakuan makhluk yang bersemayam dari tata surya ketiga Galaksi Bima sakti yang memiliki satu satelit alam bernama bulan dan berlapis 5 atmosfer dan 71% planetnya adalah lautan, dalam suatu Negara Maritim 71.503 pulau yang berkoordinat di 6°LU-11°LS dan 95°BT-141°BT yang di lewati garis ekuador dan hanya memiliki 2 musim dan memiliki gunung berapi aktif terbayak di dunia. Bekas jajahan Portugis, Jepang, Belanda yang merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, antara samudra Pasifik dan Hindia dalam sebuah Benua Asia yang berkode (+62). Masa makhluk tersebut minta lelucon tapi harus beradu argumen?"
Entah sengaja atau tidak dalam argumenku ternyata tersirat sindiran keras untuk Bu Inez. Karna makhluk yang ku maksud adalah Bu Inez sendiri yang telah meremehkan seorang Seses Starla Mazumdar.
Aku berbicara dengan wajah datar karena aku masih kesal dan aku melampiaskannya dengan berbicara dengan kecepatan 4G.
Seisi kelas hanya bisa melongo dan mereka langsung bertepuk tangan dengan tatapan takjub. Samua tampak tersenyum dengan tatapan terima kasih padaku.
Lalu aku melirik Bu Inez yang masih belum sadar dari kemelongoannya. "Bu, kenalin saya Seses Starla Mazumdar Bu, saya pindahan dari India. "
Ucapku sambil tersenyum terpaksa, sumpah ini bukanlah diriku yang selalu tersenyum tulus kepada semua orang. Tapi walau pun aku kesal terhadap Bu Inez tapi dia tetap Guruku dan aku harus menghormatinya.
Aku sudah sopan mengenalkan diriku kapada Bu Inez tapi siapa sangka dia malah marah dan berkata bahwa aku berani melawanya aku hanya bisa tersenyum agak mengejek menanggapinya. Biarlah dia semakin marah aku tidak peduli tapi aku tidak akan melawanya. Cukup seperti ini saja aku puas. Biasanya aku akan terus berdebat dengan siapapun yang memulai problem dengan ku. Terserah akan dilaporkan ku Guru BK dan Pak Kepsek sekalipun No Problem. Toh, aku juga punya argumen pembelaan diri dan juga banyak saksi juga bahwa aku tidak bersalah.
Haha... Senjata Makan Tuan Bu. Star tahu betul sikap kayak gini mencirikan apa. Niat mau bikin murid-murud down dan takut sama Ibu dengan tantangan-tantangan aneh dan ngira nggak akan bakalan bisa. Eeh.. Malah sekarang Star bisa penuhi tantangan Ibu. Pokoknya mah Bu, Ibu jual Star borong lah Bu. Batinku.
Tapi tiba-tiba...
><
>< scsj...
><
__ADS_1
Jangan lupa klik LIKE oleh jempolmu dan ketik KOMENTAR di kolom Koment. VOTE aku dan Kasih BINTANG LIMA juga. Karna sesuatu yang simple menurut kalian tapi berpengaruh besar bagi authooor. Salam SCSJ.