
Setelah kejadian Persidangan di ruang Kepsek aku dan Kak Mira sekarang sedang berada di tengah kota Jakarta. Sesuai janji Kak Mira padaku dia membawaku mengunjungi Monumen Nasional (MONAS). Aku bukanya tidak pernah ke MONAS tapi karena aku jarang mengunjungi INDONESIA jadi aku juga jarang sekali mengunjungi MONAS ini.
Aku memperhatikan Monumen bersejarah di hadapanku itu dari dasar lantainya sampai ujung tugu emas nya. Aku takjub melihat perubahan yang sedrastis ini, dari kecil aku selalu di ajari Umi tentang sejarah INDONESIA. Bagaimana INDONESIA merdeka, perjuangan para pejuang revolusi, dan tidak terlewat sejarah yang membekas adalah sejarah pembunuhan 6 Jendral 1 Perwira di Lubang Buaya. Dan sekarang tempat kematian 6 Jendral 1 Perwira tersebut telah menjadi sebuah Monumen yang megah. Coba bayang kan yang dulunya kebun dan gubuk tempat dimana pembantaian yang menewaskan 7 pahlawan yang hanya 6 jam dalam satu malam. Sekarang berubah menjadi bangunan besar dan indah dengan tugu emas yang ada di puncak MONAS ini. Bahkan tempat ini sudah menjadi tempat wisata.
Tiba-tiba aku merasakan seseorang menepuk bahuku. Aku menoleh dan mendapati Kak Mira yang berada di sampingku.
"Lo kayak pertama kali aja lihat MONAS sampai melongo kayak gitu. "Kata Kak Mira.
"Ya gimana lagi Kak, Star kan dari kecil tinggal di India jadi Star jarang ke Indonesia." Ucapku sambil terus menatap bangunan besar di hadapanku.
Kak Mira menatap ku sambil tersenyum "Lo pasti penasaran kan sama ini tempat. " Ucapnya.
"Banget Kak, Star penasaran banget sama dalamnya Kak. " Ucapku antusias.
"Ya udah kita masuk mumpung kita udah beli tiketnya. " Ajak Kak Mira.
"Ayo Kak!! " Jawabku.
******
Aku dan Kak Mira sudah masuk ke dalam gedung MONAS. Aku langsung melangkahkan kakiku menuju tempat-tempat yang menarik dan sangat bersejarah itu.
Tapi menurutku ada suatu tempat yang lebih menarik di Monumen ini.
"Kak, Star mau ke atas, Star mau lihat kota Jakarta dari atas kak pasti indah ya. " Ucapku sambil menunujuk lift di hadapanku.
"Kayaknya lo aja deh Star gue takut ketinggian Star, gue pernah ngalamin trauma sama ketinggian nanti kalau gue pingsan di atas gimana?? Lo mau ngangkat gue?" Kata Kak Mira dengan raut wajah gelisah.
"Kak Mira nggak perlu lihat ke bawah. Kak Mira tinggal lihat pemandangannya aja kak." Ucapku untuk membujuk Kak Mira.
"Tapi... " Kata Kak Mira yang terpotong.
"Ayo kak. "Ucapku sambil menarik Kak Mira menuju lift lalu kami pun masuk bersama pengunjung yang lain. Jujur aku tipikal orang yang tidak suka di bantah, Jadi aku akan melakukan apa pun demi mendapatkan yang ku mau, walaupun aku harus memaksa.
Lift sudah mulai naik ke atas, setelah beberapa menit pintu lift pun terbuka. Aku langsung keluar bersama Kak Mira.
"Wah indah banget Kak pemandangannya." Ucapku setelah sudah berada di balik kaca yang memperlihatkan kota Jakarta.
Tidak ada jawaban. Aku merasakan sesuatu menempel di punggung ku, aku pun kaget dan langsung membalikan badan sambil mengambil ancang-ancang untuk menyikut orang yang berada di balik punggungku. Saat aku berbalik hendak menyikut dengan keras, ternyata orang di balik punggung ku itu adalah Kak Mira yang sedang menyembunyikan wajahnya di punggungku. Aku pun langsung mematung dan mengurungkan niatku karena aku kira orang yang menempel di punggungku adalah orang lain bahkan aku yang aku takutkan adalah seorang pria.
"Kak Mira kenapa nempel-nempel di punggung Star Kak? Geli tahu. " Kataku.
Kak Mira mendongak dan membuka matanya. "Kan lo tahu Star gue takut ketinggian. Gue ngeri lihat ketinggian kayak gini bisa sakit jantung gue. "Ucap Kak Mira sambil sesekali melirik ke bawah.
Aku terkekeh geli. Ternyata di balik sikap Kak Mira yang galak dia mempunyai kelemahan yaitu takut ketinggian. Walau pun takut ketinggian itu bisa terjadi kepada setiap orang.
"Emang siapa juga yang nyuruh kakak lihat ke bawah? kan Star bilang juga pemandangan kotanya Kak. Lihat deh indah benget kan Kak!! " Ucapku antusias sambil menunjuk pemandangan kota dari balik kaca.
Kak Mira terlihat memberanikan diri melihat ke arah jendela. "Iya juga sih indah tapi tetep ngeri gue. " Ucap Kak Mira sambil bergidik ngeri.
Aku hanya bisa menepuk dahi karena Kak Mira.
"Ya udah Star kalau lo mau disini, lo bisa puas-puasin diri lihat pemandangan kota dari sini. Gue mau lihat-lihat yang lain, bisa jantungan gue lama-lama disini." Ucap nya sambil berlalu.
Aku hanya tersenyum menaggapi Kak Mira. Aku pun sibuk memandangi kota Jakarta dari atas MONAS.
Dan seketika aku mengingat siswa yang mengantarku ke Ruang Kepsek.
Flashback On
Saat semua problem ku dan Bu Inez terselesaikan aku sudah diperbolehkan keluar. Aku mencium tangan Bu Inez dan menelungkupkan tangan ku di depan dada kepada Pak Kepsek dan siswa laki-laki yang menjadi saksi persidangan ku dan Bu Inez dengan Hakim nya yaitu Pak Kepsek.
Aku segera keluar karena sekarang sudah masuk waktu istirahat. Aku berlari di koridor menuju kelas karena aku sudah mempunyai janji dengan Kak Mira. Tapi samar-samar aku mendengar seseorang seperti memanggil namaku, aku tidak menghiraukannya karena aku tidak ingin sampai ingkar janji. Kata Umi janji yang tidak di tepati itu artinya ingkar sedangkan ingkar itu munafik dan tempat orang yang munafik itu ada di Neraka Jahannam. Aku tidak mau sampai masuk Neraka apalagi Neraka Jahannam, Neraka yang paling panas.
Aku segara masuk kelas dan langsung disambut dengan Kak Mira dan Kakak-Kakak sekelas.
"Lo nggak papa kan Star? Lo diapain sama Bu Inez disana Star?" Tanya Kak Mira saat aku sudah berada di kelas.
"Star nggak papa kok, Star baik-baik aja." Ucapku menjawab pertanyaan Kak Mira.
"Yakin lo?? " Tanya Kak Mira memastikan.
"Iya kak, Star nggak papa kok lagian Star nggak di apa-apain sama Bu Inez." Kataku.
Kak Mira terlihat lega. "Ya udah syukur deh."
Tiba-tiba salah satu siswi disana merangkulku dari belakang. Aku pun terhenyak kaget dengan perlakuan itu.
__ADS_1
Dia tersenyum penuh makna tapi sayangnya aku tidak mengerti. "Lo tadi ngapain aja di ruang kepsek Star? "Tanya nya.
"Cuma ngelurusin masalah aja Kak. " Jawabku jujur.
"Beneran nggak ada hal lain?" Pertanyaanya membuatku bingung.
Tiba-tiba Kak Mira menyela percakapan kami. "Udah lah Ca diakan baru balik ke kelas mana kita belom makan lagi, kita ke kantin yuk Star! " Ajakan Kak Mira seperti sedang mengisyaratkan bahwa aku harus segera ikut dengannya. Aku pun yang mengerti langsung mengangguk karena memang aku sudah lapar dan percakapan ini pun tidak penting menurutku.
"Gue duluan ya Ca ." Ucap Kak Mira kepada siswi yang merangkulku tadi sambil menarikku.
Sesampainya di kantin aku dan Kak Mira segera memesan makanan. Saat makanan sampai ternyata ada orang yang juga datang ke meja tempat kami makan dan dia adalah siswa yang tadi. Siswa yang memanggil dan mengantarku ke Ruang Kepsek. Dan tiba-tiba dia duduk di hadapan kami tanpa permisi.
Is creazy!! Ni kakak kelas satu nggak punya sopan santun apa? masa main duduk aja nggak ngomong nggak permisi kayak jelangkung aja!! Batinku kesal.
Aku tidak menghiraukannya tapi seseorang yang duduk di sebelah ku malah terlihat salah tingkah dan bahkan meremas tanganku yang berada di sambing tubuhku.
Innalillahi... Ini kenapa Kak Mira sampe remes-remes tangan Star? Emang tangan Star ini slem apa atau squishy sampe jadi bahan remesan gini? Ini pasti gara-gara kakel ini nih yang duduk di depan Star sama Kak Mira. Batinku sambil sedikit meringis.
Aku mengedarkan pandangan ku ke sekelilingku dan ternyata semua murid perempuan memperhatikan kami.. Eh bukan maksudku kakak kelas yang duduk tanpa permisi itu. Mereka seperti sedang mencari-cari perhatian bahkan ada yang bercermin merapikan rambut dan make up nya benar-banar menggelikan.
"Hai. " Sapa siswa itu. Singkat..tapi membuat para murid perempuan di sana histeris bahkan Kak Mira pun semakin kencang meremas tangan ku.
Aww... Sakit... Ini Kak Mira gimana sih gemesan banget sama Anggi. Ucapku sambil meringis.
Lalu siswa itu mengulurkan tangan nya kedepan sambil tersenyum. Aku yang bingung hanya menatap nya bahkan aku tidak tahu uluran itu untuk siapa.
"Aku Briyant, kelas XII, anak IPS. " Ucapnya memperkenalkan diri sambil masih tersenyum.
Aku mengerti sekarang dia pasti mengajaku berkenalan karena aku murid baru di sekolah ini.
Aku lantas balas tersenyum dan menangkupkan telapak tanganku di depan dada. Karena aku tidak mungkin bersalaman dengan cara berjabat tangan.
"Aku Seses Starla Mazumdar Kak panggil aja aku Star. " Ucapku memperkenalkan diri.
Lalu dia menurunkan uluran tanganya sambil terkekeh dan itu membuatku bingung tapi aku seperti pernah melihatnya, tapi dimana?
"Kamu memang tidak pernah berubah ya Star ." Pernyataanya membuatku bingung setengah mati. Dari ucapanya aku menangkap fakta bahwa dia pernah mengenalku.
"Kamu bingung? "Tanya nya dan aku hanya mengangguk.
Dia lantas tertawa dan itu sontak membuat para murid perempuan histeris entah apa yang spesial dengan tawanya.
"Kakak ..... yang manggil Star ke ruang Kepsek itu kan?" Kataku.
"Yakin cuma inget itu aja? "Tanya nya.
Aku membolak balikan otakku supaya aku bisa mengingat sesuatu yang mungkin sudah aku lupakan.
Tapi tiba-tiba aku merasa bahwa aku harus ketoilet, bahkan aku pun belum memakan makananku.
"Eumm... Maaf ya Kak tapi Star kayaknya harus ketoilet dulu. "Kataku pada Kak Briyant dan Kak Mira. Setelah itu aku berdiri dan mulai melangkahkan kakiku untuk menjauhi meja tapi setelah beberapa langkah aku di kejutkan dengan suara berisik dan membuatku menoleh lagi kebelakang. Dan aku pun tersentak saat melihat Kak Mira sedang dimarahi oleh 3 murid perempuan di sana. Eh, bukan, tapi Kak Mira dimarahi oleh salah satu siswi dari ketiga siswi itu. Dan dua siswi yang lain hanya menonton disamping yang memarahi.
Aku hanya memperhatikan apakah Kak Mira akan membela diri atau malah.....Ya ternyata Kak Mira hanya menunduk saja, dan aku menyimpulkan bahwa pelaku yang memarahi Kak Mira itu adalah kakak kelas mungkin kelas 11 or 12. Tapi aku mengenal seseorang di antara ketiganya dan itu adalah Kak Angel kekasih dari Kak Nathan yang waktu itu sempat salah faham kepadaku. Tapi bukanya dia masih kelas X ? Apa dia hanya pembokat? Pikiranku berkecamuk memikirkan kejadian ini. Tapi untuk apa aku memikirkannya? hanya akan menjadi beban.
Melihat Kak Mira terus diam aku menjadi geram.
Ih...Kak Mira kok diem aja sih bukanya Kak Mira itu KM galak ya? Kok dimarahin kayak gitu masih diem aja. Bikin termos es aja sih, jadi esmosian kan Star sekarang. Batinku geram.
Aku langsung mendekat tapi sebelum aku sampai aku tidak sengaja mendengar percakapan mereka.
"Oh...Jadi ini PHO yang udah ganggu pacar gue? "Ucap salah satu murid yang sedang memarahi Kak Mira.
"Iya Kak,, dia siswi belagu kelas X-IPA 1 itu." Ucap Kak Angel mengompori.
"Apa-apaan ini? Kalian sedang apa disini memarahi orang lain?" Tanya Kak Briyant terlihat marah atas kelakuan 3 siswi itu. Aku ingin tertawa mendengar Kak Briyant berbicara dengan kata baku.
"Sayaaang.... Kamu kenapa sih sampe marah kayak gitu? harusnya kan aku yang marah sama kamu karena kamu malah disini sama PHO ini, kan aku cemburuuuu... Wajar kan kalau aku marah-marah sama PHO belagu ini." Ucap nya manja. Rasanya aku jijik mendengarnya.
Oweak.....Idih....jijik banget Star dengernya, rasanya Star mau muntahin isi perut Star ke muka songong nya....Tunggu-tunggu, Star kan belum makan apa-apa dari tadi, berarti kalau Star mau ngeluarin isi perut Star, Star ngeluarin apa dong? Usus 12 jari sama lambungnya Star alias sistem pencernaan Star dong... No, no, no Star nggak mau Star tarik ucapan Star deh. Batinku.
"Dea!! Hentikan semua omong kosong ini!! Saya sudah bilang berapa kali saya tidak memiliki hubungan dengan kamu. Jadi berhenti menghakimi orang. "Ucap Kak Briyant mulai marah.
Aku yang berada di belakang mereka hanya jadi penonton saja karena aku ingin tahu sejauh mana mereka saling memarahi. Tapi ketenangan ku terusik saat aku melihat Kak Angel yang ada di samping siswa yang bernama Dea itu membawa botol air mineral dan membukanya lantas dia hendak menyiram Kak Mira dan dalam keadaan itu aku bingung harus melakukan apa untung saja di sana ada nampan yang tadi di bawa Ibu Kantin untuk mengantar makanan entah ketinggalan atau sengaja yang jelas aku langsung mengambilnya dan..
Byuurr...
Seseorang telah tersiram dan basah kuyup di bagian wajah dan pakaian depannya.
__ADS_1
Aku pun terkejut karena tidak menyangka bahwa air itu akan menyiram..
Kak Angel!!
Saat Kak Angel menyiramkan air dari botol itu aku sengaja menghalau air itu dengan nampan. Aku memukulkan nampan itu ke air yang persekian detik lagi akan membuat Kak Mira basah kuyup. Dan air itu otomatis berbalik dan malah menyiram Kak Angel. Alhasil Kak Angel basah kuyup.
Aduuuh Kak Angel maafin Star, Star beneran nggak sengaja. Suer deh Star cuma mau ngelindungin Kak Mira biar nggak kena semprot. Tapi salah siapa juga Kak Angel mau buat jahat.... Jadi intinya salah Kak Angel sendiri. Batinku sambil nyengir kuda.
Seluruh penghuni kantin yang dari tadi memerhatikan kami, seketika tercengang. Tidak terkecuali dengan teman Kak Angel yang langsung menutup mulut.
"Lo!!" Ucap Kak Angel membentakku sambil memperhatikan pakaiannya.
"I-iya Kak? "Jawabku.
"Heh!! Lo pasti anak baru itu kan yang sok pinter dan sok cantik itu dan sekarang lo berani nyiram temen gue!! " Bentak Kak Dea.
"Eit, Bentar ada yang perlu Star koreksi. Star bukan anak baru, Star itu murid baru, kalau Star anak baru berarti Star baru lahir dong." Kataku mengoreksi kata-kata Kak Dea.
"Lo jangan kurang ajar ya jadi adek kelas!! Gue ini kakak kelas lo!" Kata Kak Dea makin membentak.
Apaan ini main bentak-bentak Star, emang Star punya salah apa sama dia kan Star punya salah nya sama Kak Angel. Batinku.
"Kak, Star itu kurang ajar apa lagi kak? Star kan selalu rajin belajar. Emang di sini ada pelajaran apa yang nggak Star pelajarin?" Kataku sambil terus menatapnya.
"Ngejawab aja lo ya!!" Kata Kak Dea.
"Dea!! Jangan kamu berani-berani nya membentak dia!! " Bentak Kak Briyant kepada Kak Dea.
"Sayang, kok kamu malah bentak aku sih kan dia yang salah. " Ucap nya sambil menggelayut manja di tangan Kak Briyant tapi langsung di tepis oleh Kak Briyant.
Saat Kak Dea hendak berbicara bel masuk berbunyi dan itu menjadi kesempatanku untuk melarikan diri dengan Kak Mira yang hanya diam seribu bahasa sedari tadi.
Aku pun menggandeng tangan Kak Mira dan segera pergi dari Kantin tidak lupa aku pun meminta maaf pada Kak Angel sekilas karena aku lihat Kak Angel sangat marah dan masalah kedepanya biar menjadi urusanku. Karena aku yakin entah pulang sekolah atau besok Trio wek-wek ini akan membalasku.
Flashback off
Sedari tadi aku terus melamun sampai seseorang membuyarkan lamunanku.
"Lo kesini mau lihat pemandangan, apa mau ngelamun aja sih Star? " Ucap Kak Mira setelah kami berhadapan karena Kak Mira masih saja takut jika harus dekat kaca.
"Nggak Kak, ini loh Star masih penasaran sama Kak Briyant. Sebenernya siapa sih dia kok Star ngerasa pernah lihat deh. " Ucapku jujur.
"Ouh itu kirain apa. Udah lah Star kita kesini kan mau have fun bukan mau nambah beban pikiran. Harusnya lo itu lepasin beban pikiran lo disini karna lo emang mau kesini kan. Malah gue yang beban di sini lihat pemandangan extream kayak gitu. " Tutur Kak Mira sambil melirik sedikit ke arah kaca MONAS. Aku pun kembali melihat pemandangan kota Jakarta. Tapi aku masih merasa penasaran. Pertanyaan yang diucapkan Kak Briyant menandakan bahwa dia pernah atau mungkin mengenalku.
"Tapi Star masih penasaran kak. " Ucapku sambil terus menatap ke jendela luar.
"Kalau lo mau jawaban jangan di sana Star, lo mau gue jantungan hah? Kita duduk aja yuk. Pegel tahu bediri terus. Lagian lo nggak kasihan sama pengawal lo dari tadi ngintilin kita mulu. " Ajakan Kak Mira membuatku lefleks menoleh ke dua pengawal yang di perintah Abi untuk mengawal ku.
"Oh iya ya, Star lupa kalau Star bawa pengawal. "Ucapku sambil nyengir kuda memperlihatkan gigi-gigi ku.
Aku dan Kak Mira pun turun menggunakan lift diikuti oleh kedua om penjaga ku.
Aku duduk di atas rumput hijau yang ada di sekitar MONAS. Aku duduk dibawah pohon yang sangat sejuk.
"Jadi Kak Briyant itu Kakel kan Kak. "Ucap ku memulai pembicaraan.
"Iya dia kelas XII, dan dia itu Ketos di sekolah. Dia itu orangnya pendiem banget, Cool banget. Jangankan senyum atau ketawa ngomong aja jarang. Dia baru ngomong kalau sama Guru doang, kalau semisalnya ada rapat Osis dan sesuatu yang mendesak yang mengharuskan dia angkat bicara. " Penjelasan Kak Mira masuk akal tapi membuatku bingung.
Pantesan aja tadi murid-murid perempuan pada lihatin Kak Briyant terus juga pada teriak histeris pas waktu Kak Briyant ngomong terus senyum juga. Tapi yang aneh nya kalau Kak Briyant pendiem orang nya sama nggak suka ngomong terus kenapa dia malah ngajak ngobrol Star? Kok Star malah pusing sendiri ya? Batinku.
"Tapi tadi Kak Briyant malah ngajak ngomong ke kita Kak. " Ucapku karena aku sudah sangat bingung.
"Nah itu yang ngebuat gue bingung. Dia malah dateng ke Kantin terus ngajak ngobrol lagi, dia juga senyum bahkan dia juga ketawa kan? And..... itu sukses bikin gue meleleh.... Kak Briyant itu jarang ke kantin Star malahan Ibu Kantin yang selalu nganterin makanan dia ke Ruang Osis karna dia selelu ngabisin waktu di Ruang Osis. " Kak Mira menjelaskan nya dengan sangat antusias sampai dia menutupi wajahnya dengan telapak tangannya.
Yah kalau sama-sama bingung mah buat apa Star tanya atuh Kak. Batinku.
Aku pun terus mengobrol dengan Kak Mira disertai canda tawa yang riang. Sampai kami berhenti kala Om pengawal memberitahuku jika hari sudah sore dan memintaku untuk segera pulang karena Umi dan Abi sudah menelpon dan menghawatirkanku. Aku pun setuju untuk pulang dan saling berpamitan dengan Kak Mira.
Bersambung.....
><
>><WARNING!!!**Hallo para readers author.. Maaf ya up nya lama....karena author sibuk di dunia nya author ....Author juga manusia biasa yang punya banyak aktivitas jadi author nggak bisa terus ngurusin dunianya si Star yang Super Jenius itu..... Tapi author tetep bakal up kok selagi kalian terus Like, coment, sama vote author jadi...ikuti terus cerita nya si Star yaaa....SALAM SCSJ**....
><
WARNING!!!
__ADS_1
**Hallo para readers author.. Maaf ya up nya lama....karena author sibuk di dunia nya author ....Author juga manusia biasa yang punya banyak aktivitas jadi author nggak bisa terus ngurusin dunianya si Star yang Super Jenius itu..... Tapi author tetep bakal up kok selagi kalian terus Like, coment, sama vote author jadi...ikuti terus cerita nya si Star yaaa....
SALAM SCSJ**....