
BUUKK....
Kak Mira memukul bangku sambil berdiri. Pukulanya sangat keras hingga seketika membuat Kak Nathan dan Kak Dirga yang sedang berdebat sampai terkejut. Mereka sontak menurunkan uluran tangan mereka.
Kak Mira memelototkan matanya kepada Kak Nathan dan Kak Dirga. " Lo berdua berisik banget sih, asal kalian tahu ya perdebatan kalian itu sama sekali nggak bermutu, dan kalian juga udah ganggu waktu istirahat kita ! " Ucap Kak Mira marah.
" Kok lo malah ikut-ikutan debat sih, Kan yang dari tadi debat itu gue sama Dirga, lo nggak usah ikut campur." Kata Kak Nathan kepada Kak Mira tak kalah sewot.
" What? Apa? Coba bilang sekali lagi sama gue! Lo bilang gue nggak usah ikut campur?" Kata Kak Mira sambil berkacak pinggang. "Heh, gue ini ketua kelas disini ya dan udah jadi kewajiban gue buat pastiin kelas gue jadi kelas yang tentram. Dan karna lo berdua, Kedamaian yang ada di kelas ini terusik. " Ucap Kak Mira menatap Kak Nathan tajam.
Lalu tatapan tajamnya berpindah ke arah Kak Dirga " Dan lo Dir! Lo kan yang bilang sendiri tadi kalau lo itu Koordinat Keamanan di sini dan semua orang juga tahu kalau tugas dari seorang Koordinat Keamanan adalah mengamankan siswa atau siswi yang membuat keributan dan lo sendiri malah tibut di sini. " Kata Kak Mira masih dengan tatapan tajamnya.
"Lho kok lo malah marahin gue sih. Gue cuma mau antisipasi biar si Nathan nggak gangguin dia. " Ucap Kak Dirga sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah ku.
" Lo kan tau setiap cewek yang di ajak kenalan sama dia pasti di pepet terus. " Ucap Kak Dirga sambil melirik sinis ke arah Kak Nathan.
Kak Nathan dan Kak Dirga masih tidak bergeming membuat ku makin tidak sabaran.
Wahaha.... Makin seru nih . Tapi keributan yang ini nggak seberapa di banding keributan yang Star buat ,hahaha. Batinku sambil menahan senyum.
" Apaan sih lo suka-suka gue dong mau ngelakuin apa pun, hidup-hidup gue ." Kata Kak Nathan dengan entengnya. Karna semua yang dikatakan oleh Kak Dirga memang benar.
Kak Mira mengerutkan kening mendengar penuturan Kak Nathan dan Kak Dirga. Dan dia mengerti sekarang titik permasalahan sebenarnya.
" Oooh... Gue tahu sekarang inti dari permasalahan perdebatan kalian dari tadi. "
Ucap Kak Mira sambil mangguk-mangguk mengerti.
" Jadi lo mau nge gebet Star gitu?" Kata Kak Mira menatap Kak Nathan dengan tatapan penuh selidik.
" Heyy, You stupid, or deaf, what the hell? Lo nggak dengar tadi pas dia lagi perkenalan dan di tambah lagi sama penjelasan Bu Guru Senyorita tentang dia." Tanya Kak Mira bingung.
__ADS_1
" Emang apa urusanya sama lo yang ngejekin gue kayak gitu." Kata Kak Nathan Kesal dengan ejekan Kak Mira.
"Pakek nanya lagi lo, ya jelas ada lah. Lo nggak denger apa tadi dia bilang kalo dia itu masih umur 13 tahun, Atau lo emang sulit memahami kata-kata atau mungkin lo nggak ngerti bahasa manusia? Dia mana ngerti masalah begituan yang dia ngerti pasti tentang pelajaran. " Ucap Kak Mira sambil menoleh ke arah ku ,setelah itu dia menoleh kembali ke arah Kak Nathan dan Kak Dirga.
Aku refleks tersenyum karna menahan tawa melihat ekspresi Kak Nathan yang nampak terkejut. Dan ekspresi itu menurutku sangat konyol.
Kak Nathan melirik ke arahku dengan tatapan bingung dan Kak Dirga hanya biasa saja.
" Masa sih? " Kata Kak Nathan seolah tidak percaya. "Kamu beneran masih umur 13 tahun? " Ucap Kak Nathan bertanya padaku karna masih belum percaya.
Aku hanya mengangguk dan tersenyum sambil menahan tawaku.
Ya mungkin wajar Kak Nathan bingung karna mengingat postur tubuhku yang tinggi dan wajahku yang mungkin kata orang-orang aku cantik. Dan karna aku tidak suka memuji-muji atau membangga-banggakan diri dan sikapku yang mudah bersosialisasi menjadi nilai plus bagi orang-orang yang menyukaiku. Kecuali jikalau ada orang yang tidak menyukaiku maka aku akan menjadi pribadi yang berbeda baginya.
" Makanya kalau punya kuping tuh di pake jangan mata aja yang di pake lihat cewek bening aja tuh mata sampe mau keluar. " Ejek Kak Dirga membuat Kak Nathan kesal.
"Lo lagi ngapain tadi lo bilang jomblo pas perkenalan mau promosiin diri lo, hah? " Cibir Kak Mira kepada Kak Dirga, membuat Kak Dirga salah tingkah.
" Ng...Nggak kok gue nggak maksud apa-apa tadi itu cuma bercanda. " Elak Kak Dirga.
Akhirnya yang Star tunggu-tunggu tiba . Bosen juga dari tadi cuma jadi penonton ,biasanya kan Star yang suka debat. Batin Star menggerutu.
" Tapi..... " Ucap Kak Nathan terpotong.
" Pergi gue biang!!"
BUUKK
Bentak Kak Mira sambil memukul bangku. Terlihat sekali sifatnya bahwa dia tidak suka dibantah.
Pantesan dipilih jadi ketua kelas, orang galaknya minta ampun. Hahaha..... jadi punya temenya nih . Batinku
__ADS_1
Teriakan Kak Mira yang begitu keras di sertai suara pukulan bangku membuat Kak Nathan dan Kak Dirga serta beberapa siswa-siswi yang masih di kelas terkejut dan sontak Kak Nathan melangkahkan kakinya tetapi.....
GDUBRAAKK.....
Kak Nathan dan Kak Dirga jatuh berguling bertumpukan. Saat Kak Nathan melangkahkan kaki, kaki Kak Dirga tertarik dan membuat kedua ambruk bersamaan.
Semua orang terkejut melihat adegan nyata yang sedang terjadi di hadapan mereka. Kecuali aku yang memang sudah menunggu-nunggu adegan ini.
it's crazy. It appear more exciting then last Star imagine. Batinku senang.
Hening.
Semuanya tidak bersuara termasuk aku yang ber akting seolah-olah terkejut tidak tahu apa-apa.
Tetapi berselang beberapa detik.
" Mpphh... Hahahaha" Semua sontak tertawa terbahak-bahak menertawakan Kak Nathan dan Kak Dirga yang sedang meringis karena mereka jatuh berguling dan bertumpukan .
Aku pun ikut tertawa terbahak-bahak karena sejak dari tadi aku menahan tawa ku and now aku bisa tertawa lepas. Karena aku tidak bisa menahanya lagi.
"Hahahaha.... kalian berdua lagi ngapain tumpuk-tumpukan kayak gitu hah? Hahaha.. " Tawa Kak Mira yang begitu nyaring. Membuat gelak tawa kami terdengar riuh.
Kak Nathan dan Kak Dirga yang masih dalam posisi awal terjatuh langsung menatap tajam ke arah Kak Mira yang masih tertawa terbahak-bahak.
" Lo itu bukanya bantuin kita malah ngetawain kita lagi. Jangan-jangan ini semua karna ulah lo ya? " Ucap Kak Nathan kesal masih dalam posisi awal sambil meringis kesakitan.
Sedangkan Kak Dirga melirik kakinya tetapi tidak ada yang terbelit atau terikat.
Itulah salah satu kehebatan ku. Aku sengaja menggunakan simpul yang hanya terikat jika tidak ditarik atau tertarik tapi jika tertarik atau ditarik maka akan terlepas. Dan simpul seperti itu cukup sulit jika di praktikan.
" Dih, apaan sih lo main nuduh gue aja, ya mana gue tau kalau lo sama si Dirga bakalan jatuh, hahahaha.. " Ucap Kak Mira sambil terus tertawa. Melupakan kemarahanya kepada Kak Nathan dan Kak Dirga.
__ADS_1
Tiba-tiba.....
****