
Tapi tiba-tiba.......
Bu Inez bangkit sambil mengambil penggaris yang ada di laci meja dia mendekatiku yang berdiri tidak jauh dari posisi meja Guru. Dia tampak marah kepadaku dan berusaha memukulku dengan penggaris.
Para siswa dan siswi di sana tampak terkejut dan mendadak tegang. Bahkan ada yang memelototkan matanya sambil membekap mulutnya.
Oh.. oh.. oh.. Jadi begini kelakuan Bu Inez sampai siswa dan siswi di sini pada takut. Ternyata Bu Inez suka adu jotos juga ya.Tapi Star nggak akan tinggal diam , Star harus bertindak ini !! Batinku.
Bu Inez semakin mendekat sambil mengangkat penggarisnya. Dan aku berpura-pura mundur.
"Bu kok bawa-bawa penggaris sih emang sekarang bagian melukis ya? "Ucapku memancing watak aslinya.
"Diam kamu!! Selama ini tidak ada yang pernah berani dengan saya!!" Bu Inez emosi.
Lalu aku dengan segera mengaktifkan camera kecil yang hampir tidak terlihat dan selalu aku selipkan di antara kancing baju seragamku dengan cara menepuk nya.
Aku pun langsung menepuk dadaku dengan raut wajah yang ketakutan agar Bu inez tidak curiga. Dan saat itu pula camera tersembunyiku menangkap gambar yang memperlihatkan adegan yang tidak pantas di lakukan oleh seorang guru.
Saat Bu Inez hendak memukulku aku langsung menagkisnya. Aku tidak akan membuat diriku sendiri celaka, karna aku sudah berjanji pada Umi dan Abi ku untuk menjaga diriku.
Setelah ku tangkis Bu Inez masih saja hendak memukulku. Aku terus menghindar, tapi karna aku sudah jengkel aku pagang penggaris yang lagi-lagi dilayang kan Bu Inez padaku itu dan langsung menariknya dengan sedikit keras. Alhasil aku berhasil merebutnya tapi telapak tangan Bu Inez sedikit memerah karna penggaris itu dari besi. Seketika Bu Inez memekik kesakitan dan menggenggam telapak tangannya sendiri.
Aku langsung menggenggam penggaris tersebut dan menatap Bu Inez tajam karna aku sudah mulai marah. "Maaf Bu kalau saya sudah meyakiti Ibu. Tapi apa ini perlakuan Ibu dengan anak didik Ibu? Kasar dan bertindak semaunya. Sungguh perbuatan Ibu itu melanggar aturan pasal 76C UU 35/2014 Bu. Dan Ibu sudah melakukan penganiayaan terhadap seorang anak di bawah umur Bu. "
"Diam kamu tahu apa kamu, anak kecil bau kencur tapi sok-sokan ngajarin Guru." Ucapnya sambil masih memegangi tangan nya.
"Saya memang hanya seorang anak didik yang mungkin masih harus diajari, tapi siswa termasuk saya sendiri memerlukan perlakuan baik serta perhatian dalam pembelajaran KBM dan Ibu malah melakukan kekerasan seperti ini Bu? " Ucapku sambil terus manatap Bu Inez mengharap Bu Inez bisa sadar.
Entah karna malu atau karna apa Bu Inez langsung mengambil buku dan tasnya.. Beliau langsung pergi tanpa pamit.
Ihh.. Bu Inez nggak sopan banget sih orang lagi ngomong malah langsung keluar. Ini sungguh terlalu, bukan contoh yang baik.
Aku langsung duduk di bangku. Tapi setelah beberapa saat bangku ku dan Kak Mira di kerubuni masa, eh murid maksudnya. Mereka memuji keberanianku selain aku tidak ada yang berani pada Bu Inez. Ya sebab beliau sering melakukan KDRT.
Emangnya rumah tangga Star.
"Gue kagum banget sama lo Star, lo ternyata bukan cuma pinter tapi lo juga jago nge rap. "Kata salah satu siswi yang memakai behel di giginya.
"Ng, ngerap? Maksudnya? "Kataku bingung.
"Ya kan tadi lo menuhin tantangan Bu Inez sambil ngerap dan itu keren banget."
"Iya kak makasih kalau kakak suka. " Ucapku. Ya terserah mau di sebut apa yang penting nggak malu-maluin.
"Star, lo adalah orang pertama yang berani penuhi tantangan dari Bu Inez apalagi sampai nasihatin gitu. Kami aja ya mungkin lebih besar dari lo nggak ada yang berani sama Bu Inez. " Ucap Kak Mira.
"Ooh... Pantesan tadi Bu Inez marah banget Kak ternyata nggak pernah di tentang orangnya. And but, Bu Inez emang suka kekerasan gitu ya? Itu kan ngelanggar aturan. " Kataku.
"Iya emang gitu orangnya nggak segan nyakitin anak didiknya walaupun cuma ngedongak doang. Apalagi lo tadi malah penuhin tantangannya. " Kata Kak Mira.
Tapi tiba-tiba...
Tok.. Tok.. Tok..
Suara ketukan yang lumayan nyaring membuat kami terkejut. Kak Mira beserta teman sekalas nya seketika tegang melihat kedatangan seorang siswa yang tiba-tiba muncul. Entah karena kaget atau karena apa aku tidak peduli.
"Disini ada yang namanya Seses Starla Mazumdar?" Ucap seorang siswa yang tiba-tiba muncul itu.
"Saya Kak, emangnya ada apa nyari saya? " Tanyaku.
__ADS_1
"Di panggil Pak Kepsek, sekarang kamu ikut saya!!" Katanya.
Tanpa di suruh dua kali aku langsung bergegas mengikuti siswa itu. Aku mengikuti langkahnya dan berjalan beriringan. Selama itu tidak ada percakapan yang terjadi, kami hanya diam dalam pikiran masing-masing.
RUANG KEPALA SEKOLAH
"Assalamualaikum Pak" Ucapku saat berada di depan ruang kepala sekola.
"Masuk aja "Kata siswa yang berada di sampingku.
"Tapi kan nggak sopan Kak kalau main masuk aja. " Ucapku.
Tak lama kemudian Pak Kepsek tampak menghampiri kami sambil tersenyum.
"Waalaikumsalam Warohmatulloh, Star ayo masuk. " Kata Pak Kepsek.
Aku pun masuk mengikuti langkah Pak Kepsek dan diikuti siswa tadi. Aku melihat ada Bu Inez yang sedang duduk sambil memegangi tangannya. Beliau langsung menatapku dengan tajam.
"Silahkan duduk Star. " Ucap Pak Guru. Aku pun duduk di sofa berhadapan dengan Pak kepsek tepatnya di samping Bu Inez. Sebenarnya tidak benar-benar duduk di sampingnya karena kami masih berjarak. Sedangkan siswa yang tadi memanggilku dan mengantarku ke ruang Pak kepsek duduk di bangku biasa.
" Star benarkah kata Bu Inez kamu sudah berlaku tidak sopan terhadap nya bahkan sampai melukai nya?".Tanya Pak kepsek sambil menatapku. Aku hanya tersenyum setelah mengetahui sikap Bu Ines yang lainnya, yang ternyata Bu Inez memiliki sikap pengadu.
Walah... ternyata Bu Inez juga pengadu ya apalagi pasti ceritanya nya di lebih-lebihin kayak bocah aja ini mah. Ya udah lah sesama bocah ya Bu Star layanin deh hahaha...
" Memangnya kapan Pak Star melakukan tindak ketidaksopanan kepada Bu Inez? Star rasa tadi Star hanya memenuhi tantangan dari Bu Inez, Star tidak pernah merasa kalau tindakan Star itu tidak sopan. Tadi kan, Bu Inez sendiri yang memberi tantangan ke siswa dan siswi kelas 10 IPA-1. Masa ada yang memberi tantangan tidak dipenuhi bukannya itu sama saja tidak menghormati guru yang memberi tantangan?" Ucapku dengan tenang karna aku tidak salah. Pak Kepsek tampak mangguk-mangguk.
"Tapi kamu telah melakukan kekerasan terhadap saya!! Kamu telah melukai tangan saya!! " Ujar Bu Inez marah sambil manangis. Tidak! Bukan menangis tapi lebih terlihat seperti pura-pura menangis.
Aku hanya tersenyum menanggapi drama Bu Inez. "Ya memang tangan Bu Ines tergores atau terluka gara-gara saya tapi itu hanya pembelaan diri saya karena Bu Inez hendak memukul dan menyakiti saya." Ucap ku tenang.
"Bohong!! Dia bohong Pak mana mungkin saya tega memukul apalagi menyakiti anak didik saya sendiri. " Ujar Bu Inez membela diri.
Wah si Ibu sekarang mau adu mulut nih.. Tadi adu jotos sekarang adu mulut. Yang tadi MMA yang sekarang SIDANG. Ok. Bu Star ladenin Bu.
Bener-bener nyidang Star ini mah udah bawa-bawa bukti lagi. Lama-lama ini ruang Kepsek bakalan jadi pengadilan ini. Batinku.
Aku menatap Pak Kepsek santai. "Apa Bu Inez punya bukti lain? "Ucapku sambil menoleh manatap Bu Inez.
"Butuh bukti apa lagi jelas-jelas ini buktinya!!" Ucapnya sambil menunujukan telapak tangannya yang merah.
"Saya juga punya bukti. Tapi sebelum itu saya mau bertanya dulu kepada Bapak. " Ucapku manatap Pak Kepsek kembali. Aku melirik sekilas ke arah siswa yang dari tadi duduk memperhatikan persidangan yang sedang terjadi antara aku dan Bu Inez.
Lalu aku kembali menatap Pak Kepsek. "Sebelum bapak menentukan siapa yang bersalah, saya mau mengajak Bapak berfikir secara logika atau logistik. Apa Bapak pernah berfikir atau bertanya kenapa saya membuat telapak tangan Bu Inez sampai memerah seperti itu?" Pembelaanku benar-benar membuat Pak Kepsek berfikir. Lalu Pak Kepsek menggeleng berarti 'tidak'.
"Asal Bapak tahu Pak saya tidak mempunyai motif atau alasan sampai membuat Bu Inez terluka. Untuk apa saya sampai mendzolimi Guru saya sendiri? Seseorang yang akan selalu membagi ilmunya kepada saya. " Ucapku. " Untuk apa saya melukainya? Saya sudah berkata kepada Bapak kalau saya hanya melakukan pembelaan diri saat Bu Inez hendak memukul saya. Jika tadi Bu Inez berkata tidak akan tega menyakiti anak didiknya apalagi saya tidak akan mungkin sampai tega melukai Guru saya sendiri jika Guru saya yang memulainya. "
"Bapak lihat kan dia pandai berkata kata bukan tidak mungkin dia tidak akan melukai saya!!" Ucapnya dengan wajah merah padam sedangkan aku hanya santai saja menanggapinya.
"Tapi Bu, benar dengan apa kata Star barusan, jika dia tidak mempunyai motif untuk apa dia sampai melukai Ibu? Apalagi dia masih baru pindah ke sekolah ini Ibu. "
"Bapak kenapa seperti membela dia Pak disini jelas saya korbanya hiks..hiks.. !!" Ucapnya dengan air mata buaya nya.
Si Ibu drama mulu dari tadi. Batinku.
"Saya tidak membela siapa pun tapi ini bukan hanya melihat bukti tapi juga logika Bu. " Tutur Pak Kepsek.
Hahaha... Jadi gini ya rasanya membela diri. Kayak di Pengadilan beneran.... Hihi.. Pokonya Star nggak salah ya tetep nggak salah. Batinku.
"Ok. Tapi saya akan melaporkan dia ke polisi!! " Sambil menunjukku tapi tatapanya mengarah ke Pak Kepsek.
__ADS_1
"Silahkan. Bahkan itu lebih bagus biar kasus ini di selidiki polisi. Tapi asal Ibu tahu ya mungkin jikalau Ibu melaporkan siswa lain, mereka masih bisa ditahan dalam kasus apapun jika memang bersalah. Tapi jika Ibu melaporkan saya, tidak akan ada yang menahan saya karena saya masih di bawah umur. Usia anak 13 tahun masih tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk jadi hanya akan sia-sia. " Jelasku.
Pak Kepsek, Bu Inez dan Siswa yang dari tadi menyimak pun tercengang atas penjelasanku.
Karena mereka masih belum ada yang bicara dan aku sudah bosan, aku segera ingin menuntaskan ini semua supaya menjadi Clear.
"Ok, dari pada lama lebih baik saya menunjukan bukti yang saya punya. " Kataku sambil memperlihatkan foto-foto yang aku ambil lewat camera rahasiaku. Dan disitu terlihat jelas saat Bu Inez ingin menyerangku dengan penggaris. Di gambar itu Bu Inez tampak konyol seperti setan yang sedang marah. Wajah merah padam, matanya melotot seperti hendak keluar, dengan bibir mengerucut. Dan yang kutunjukan gambarnya pun marah sambil menahan malu.
Hehe.. Maafin Star ya Bu. Habisnya Ibu fitnah mulu Star.
"Dengan bukti ini saya bisa membalikkan kasus Ibu dengan tuduhan pencemaran nama baik, dan perilaku tidak menyenangkan. Serta banyak saksi yang akan memperkuat semuanya. Saya bisa jebloskan Ibu ke ke balik jeruji besi. " Ucapku santai. " Serta saya juga bisa jebloskan Ibu kedalam sel atas tuduhan Kekerasan terhadap anak. Karena bagaimana pun semua siswa dan siswa yang Ibu ancam dan lukai itu masih di bawah naungan Hak Perlindungan Anak dan itu bisa menjerat Ibu ke Rana Hukum yang lebih dalam dan juga bisa memperlama masa hukuman Ibu. Apa Ibu mau masuk penjara? apalagi lama." Ucapku sengaja menakut-nakuti supaya Bu Inez mengaku. Tapi Bu Inez malah diam melongo dan saat aku menoleh ke arah Pak Kepsek lagi-lagi Pak kepsek juga melongo sama halnya dengan Siswa itu. Hadeuuuuh...
"Saya sekarang sadar kalau saya sedang berhadapan dengan siapa. Seorang putri bungsu dari keluarga Mazumdar, keluarga yang sangat berpengaruh. Dan juga seseorang yang sudah diakui kejeniusanya oleh berbagai Negara." Kata Pak Kepsek di sela kemelongoanya. Rasanya aku ingin tergelak seketika tapi aku sedang menjadi Pengacara untuk diriku sendiri.
Dan berkat kalimat Pak Kepsek itu Bu Inez dan Siswa yang tidak ku ketahui namanya itu terkejut.
"Ka, kamu dari kel, keluarga Mazumdar? " Tanya Bu Inez gugup dan beliau tidak mempersalahkan atau menanyakan bagaimana aku mempunyai fotonya itu.
"Iya lah Bu. Nama saya kan Seses Starla Mazumdar ya jelas saya dari keluarga itu orang Marga saya kan Mazumdar. "Ucapku heran atas sikap Bu Inez.
"Ma, maafkan Ibu Star... Ibu ngaku salah karna udah berbuat kasar sama kamu dan udah fitnah kamu juga. " Ucap Bu Inez membuatku melotot dengan perubahan sikapnya yang berubah 180°.
"Jadi Ibu ngaku salah sekarang? "Tanya Pak Kepsek.
"Ya Pak, tidak apa-apa saya menahan malu dan saya juga siap menerima hukuman apapun Pak dari pada saya harus berurusan dengan keluarganya. "Ucap Bu Inez membuatku heran.
"Saya sangat kecewa dengan Bu Inez. Ibu seharusnya melindungi, mengayomi murid-murid Ibu bukan malah melakukan kekerasan apalagi melakukan tindak yang menurut saya bukan tindakan seorang Guru. Saya kecewa terhadap Bu Inez!!" Ucap Pak Kepsek marah dan kecewa dengan perilaku Bu Inez.
"Saya minta maaf Pak." Hanya itu yang terlontar dari bibir Bu Inez.
"Jangan meminta maaf kepada saya minta maaf lah kepada Star karena Ibu telah melakukan hal yang tidak baik terhadapnya." Ucap Pak Kepsek sambil melirikku.
"Star, Ibu minta maaf sama kamu Ibu akui Ibu memang salah. " Ucapnya.
Minta maaf nya kok kayak nggak ikhlas gitu sih kayak nggak niat. Tapi ya udahlah Star juga udah gerah di sini. Batinku.
"Udah nggak apa-apa Bu, Star maafin kok." Ucapku.
"Sekarang, sebagai hukuman Ibu saya berhentikan untuk mengajar di sini!! " Ucap Pak Kepsek tegas.
"Pak, saya rasa Bu Inez tidak usah di berhentikan. Bu Inez pasti membutuhkan pekerjaan ini Pak. " Aku membela Bu Inez.
"Jika Bu Inez membutuhkan pekerjaan ini Bu Inez pasti akan menjalankan tugasnya dengan baik bukan malah bertindak seperti ini." Ucap Pak kepsek.
"Iya Pak Star tahu tapi kan Bu Inez juga manusia biasa dan manusia tidak lepas dari kesalahan. Bahkan kita ada masa nya melakukan sebuah kesalahan Pak. Karena manusia tidak ada yang sempurna. Jadi jangan di pecat Bu Inez nya. "Ucapku membela Bu Inez.
Pak Kepsek tercengang mendengar penuturanku.
"Sungguh mulianya hati kamu Star. Bahkan saya tidak percaya jika yang berkata seperti itu adalah anak 13 tahun." Ucapnya. "Baiklah, kalau begitu saya tidak akan memberhentikan Bu Inez tapi hukuman Star yang tentukan. "Kata Pak Kepsek menunjukku.
"Star tidak akan menghukum Ibu. Star hanya ingin Ibu berjanji bahwa Ibu tidak akan mengulanginya lagi. "
Aduh Kok malah kayak lagi nasehatin anak-anak sih... Hehe maafin Star ya buu kalau Star nggak sopan..
Bersambung......
><
>< scsj
__ADS_1
><
Guys jangan lupa LIKE and COMENT di kolom komentar pada eps kali Ini. Don't forget kasih aku VOTE dan BINTANG LIMA nya yaaa.... Karna sesuatu yang simple menurut kalian taoi sangat besar pengaruhnya untuk authoorr... BYE.... SALAM SCSJ