
Entah berada dimana aku. Yang jelas sekarang aku sedang berada di suatu tempat yang sangat indah, sangat indah. Aku tidak pernah melihat tempat seindah ini dalam hidupku.
Aku terus memperhatikan setiap detail dari tempat ini. Sampai aku tersadar bahwa aku sedang tidak sendiri. Aku sedang bersama para wanita cantik yang memakai pakaian putih tertutup. Mereka sangat cantik sungguh aku tidak tahu sedang berada dimana aku sekarang. Mereka bagaikan bidadari bagiku, kecantikan mereka tiada tanding nya menurutku.
Mereka tersenyum pedaku, sungguh meneduhkan. Dan saat itu mereka membawaku ke sebuah taman yang terdapat hamparan bunga yang sangat indah.
Masya Allah
Hanya kata itu yang terucap dari bibirku. Melihat suatu pemandangan yang sangat indah.
Mereka mengajakku bermain-main. Aku terus berlari-lari diantar bunga-bunga yang tidak aku ketahui dimana ujungnya.
Aku berhenti berlari. Mengingat keluargaku tidak ada disini. Rasanya kurang lengkap bila tidak ada mereka.
Seketika aku bersedih. Tapi kesedihanku hilang saat para wanita cantik itu mengajakku ke sebuah air terjun yang di bawahnya mengalir air sungai yang jernih.
Disana aku dimandikan bak seorang ratu yang sedang dilayani. Aku sangat bahagia saat kini saling bertukar cerita, tertawa, dan saling mencipratkan air.
Dan kebehagianku semakin lengkap saat aku melihat Abi, Umi, Bang Asa, dan Bang Sky, tapi aneh nya di sana juga ada Kak Briyant. Untung saja aku sudah selesai mandi.
Aku segera bergegas mendekati mereka. Tapi mereka malah menangis tersedu-sedu apalagi Umi.
"Sayang, pulanglah bersama kami ya. Jangan tinggalkan kami. " Ucap Umi sambil menangis tersedu-sedu.
Hatiku sakit melihat Umi menangis seperti itu. Rasa sedih, takut, iba, dan bahagia manjadi satu. Rasa sedih saat aku melihat keluargaku menangis, aku takut menyakiti mereka dan juga aku tidak tega melihat mereka yang sedang mengemis kepadaku. Dan bahagia saat aku bisa bersama mereka di tempat ini.
Tak terasa air mataku ikut menetes. Aku sungguh tak mampu lagi membendungnya.
"Star kamu pulang yuk sama kita. Kami nggak mau kehilangan kamu Star. " Bujuk Bang Sky. Aku heran dengan mereka semua. Apalagi Bang Sky tidak pernah membujukku, dia selalu membuatku kesal. Tapi sekarang Bang Sky malah menangisiku.
Bahkan Abi dan Bang Asa pun sama-sama menangisiku. Ini mustahil!! Selama hidupku aku tidak pernah melihat ketiga lelaki yang sangat kucintai menangis di hadapanku, walaupun seandainya mereka bersedih mereka tidak akan memperlihatkan kesedihan kepada keluarga apalagi menangis.
Aku sangat menginginkan keluargaku ada bersamaku di tempat yang indah ini. Tapi entah kenapa mereka tidak bisa mendekatiku seakan ada penghalang yang menghalangi mereka.
Aku menoleh ke arah para bidadari yang hanya beberapa meter berada di belakangku. Lalu aku menoleh kembali menatap keluargaku yang sedang berderai air mata.
__ADS_1
Tiba-tiba ada yang memelukku dengan erat dari belakang. Mereka adalah para bidadari cantik itu. Mereka memandangku dengan senyuman hangat yang mendamaikan hatiku yang sedang gundah.
"Apa kau menyayangi mereka? " Tanya salah satu dari mereka yang berada dihadapanku sembari mengusap pipiku.
Aku mengangguk cepat karena aku memang sangat menyayangi keluargaku, sangat.
"Apa kau ingin bersama mereka lagi?" Tanya nya lagi. Aku pun menjawabnya dengan anggukan pula.
"Maka pergilah bersama keluargamu, pulanglah. Karena belum waktunya kau berada disini. Mereka belum merelakanmu dan mereka sangat menginginkan kau kembali. Takdir mu masih bersama mereka." Ucap salah satu bidadari yang sedang merangkulku.
"Tapi Star mau di sini sama keluarga Star. Kita bisa disini sama-sama kan. Lagian Abang-abang nya Star masih lajang. "
Mereka tersenyum mendengar keinginanku. "Belum takdirmu berada disini. Kami akan selalu menunggumu sampai takdirmu benar-benar berada disini bersama kami. Asalkan kau harus selalu taat kepada Tuhanmu, jaga Imanmu, dan selalu menjadi seseorang yang Shalehah. Maka Insya Allah kita akan bersama lagi." Ucapnya memberiku pengertian dengan sangat lembut.
Aku pun tersenyum kepada mereka dan aku mengerti bahwa sekarang aku harus pulang dangan keluargaku dan suatu saat nanti takdir ku akan membawaku kesini lagi.
Aku mulai berjalan ke arah keluargaku. Mereka tampak membuka tangan untuk menyambutku.
Tapi aku belum mengucapkan salam perpisahan kepada para bidadari cantik itu. Aku membalikkan badan dan melambaikan tangan kepada mereka. Mereka pun melambaikan tangan mereka.
Mereka mengangguk sambil tersenyum dan masih terus melambaikan tangan.
Aku berjalan pelan menuju ke arah keluargaku. Sampai aku bisa memegang tangan Umi dan Abi sedangkan Bang Asa, Bang Sky dan Kak Briyant dibelakangku.
Aku dan keluargaku menuju suatu cahaya yang sangat terang. Kami pun masuk dan aku tidak mengingat apa pun.
******
Saat aku keluar dari cahaya itu, aku merasakan sakit hampir di sekujur tubuhku. Dan saat aku membuka mata sedikit demi sedikit untuk menyesuaikan cahaya yang masuk pada kornea mataku, aku melihat dua orang berbaju putih berada di samping kiri dan kanan ku, saat aku perhatikan ternyata itu suster. Rasa yang ku rasakan semakin sakit. Dan...
"Aaaaaaaaahhh. "Aku berteriak sekencang mungkin saat aku mengetahui bahwa aku sedang berada di tempat pemandian jenazah dengan tubuh polos telanjang.
Saking terkejut dan takut nya, para suster itu langsung lari terbirit-birit keluar meninggalkanku. Seperti sedang melihat hantu.
Aku sangatlah terkejut dengan apa yang terjadi bahkan mungkin aku akan mengalami trauma. Aku langsung mengambil kain kafan yang ada di sana dan memakainya untuk menutupi tubuhku.
__ADS_1
Tiba-tiba ada yang masuk ke ruangan tempat aku berada. Mereka adalah keluargaku dan juga ada dokter disana. Tapi aku tidak melihat akan adanya keberadaan Umi ku.
Aku hanya bisa menangis dan merasakan rasa sakit ku. Abi langsung menghampiriku dan langsung memelukku. Sedangkan Bang Asa dan Bang Sky serta keluargaku yang lain hanya bisa melongo. Aku benar-benar bingung.
Lalu aku melihat ke sisi sebelah kanan, aku mendapati benda yang mirip dengan sikat, ya sikat yang sering digunakan mencuci pakaian saat orang-orang masih menggunakan tenaga untuk mencuci bukan dengan bantuan benda elektronik.
Aku pun memperhatikan tanganku yang terasa perih dan juga ada bekas-bekas kulit yang terkuliti. Sekarang aku mengerti kenapa tubuhku bisa sakit seperti ini, pasti mereka memandikan ku dengan sikat ini.
Aku langsung menangis sekencang-kencangnya. Karena apa yang sudah mereka lakukan itu tidak benar. Harusnya memandikan mayat itu dilakukan dengan sangat lembut bukan malah disikat seperti cucian.
Jahat banget sih, Star diginiin....Sakit tahu..
Abi terus memelukku sambil terus menangis tersedu-sedu. Tapi aku tidak mengerti kenapa aku bisa berada di tempat pemandian mayat seperti ini.
Apa Star ini emang udah mati ya?? Makanya sampe dimandiin kayak gini di sini.. Mana kasar lagi...
Abi langsung menggendong tubuhku yang tertutup kain kafan. Abi membawaku keluar dari tempat pemandian itu dan sepanjang perjalanan hanya isak tangis yang aku dengar.
Bersambung.....
><
>< scsj
><
WARNING!!
Maaf jika author lama up nya... Tapi sungguh bukan salah ibu mengandung.. Author tidak berniat untuk tidak Up.. Sungguh tangan ini sangat gatal ingin menuliskan cerita seorang Seses Starla Mazumdar... Tapi takdir dari kesehatan author tidak mendukung... Sudah beberapa hari author tidak enak badan.. Ditambah lagi jari author kejepit pintu..
Kebayang nggak rasanya.... SAKIIIT.. 😖😖
Jadi mohon di maklumi yaaa... Doakan author supaya jari author mendukung author... Terima kasih..
SALAM HANGAT DARI AUTHOR 😘😘
__ADS_1