
Sebentar lagi Maghrib tiba dan sekarang aku sedang berada di dalam dapur bersama Umi dan juga art rumahku. Kami sedang menyiapkan makanan untuk berbuka puasa. Walaupun hanya puasa Sunnah tapi menurut kami puasa itu sama seperti puasa wajib karena kami tidak pernah absen dalam malaksanakanya.
Karna aku dan Umi serta Abi sering melaksanakan puasa Sunnah itu maka para art dan para pegawai lainya juga sering mengikuti kami melaksanakan puasa Sunnah pada hari Senin dan kamis itu. Jadi panutan dong keluarga Mazumdar! Eit, Star kamu jangan besar kepala nanti lama-lama kepala kamu meledak deh kayak balon.
"Umi, Star jadi kepengen es yang dicampur-campur sama buah-buahan gitu yang waktu itu di beliin sama Abi kayaknya seger deh buat takjil. " Ucapku meminta sesuatu.
Umi menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke arah ku sambil tersenyum "Kamu mau Es campur sayang? " Tanya Umi yang langsung di balas anggukan olehku.
"Ya.. Apapun itulah namanya Umi. Yang penting yang kayak waktu itu." Pintaku kepada terdengar seperti merengek atau memang merengek? Ah apalah itu I don't care. Yang jelas setelah mendengar aku meminta seperti itu kepada Umi, art yang berada di samping Umi terlihat terkekeh.
"Ok. Sayang nanti Umi suruh Pak Supir buat beliin kamu Es campur nya ya. " Ucap Umi sambil mengelus rambutku. Aku pun mengangguk sambil tersenyum senang.
Aku melangkahkan kakiku ke arah meja Pantry di dekat dapur. Lalu aku duduk di kursi Pantry sambil memainkan Hand Phone ku.
Tiba-tiba ada notifikasi masuk dari Aplikasi Line. Lalu aku membuka aplikasi itu dan aku melihat ID si pengirim Mira0107. Dari ID nya aku sudah bisa menebak bahwa ini ID LINE Kak Mira. Aku membuka isi pesan dari Kak Mira.
Mira0107
Assalamualaikum.. Ini ID gue Mira.
Aku mengetik sesuatu untuk membalasnya.
Starlbuble1504
Waalaikumsalam Warohmatullohi Wabarokaatuh. Iya Kak Star udah tahu kok dari nama ID nya kan ada nama kakak, kalau bukan Kak Mira siapa lagi yang nge chatt Star. Star kan ngasih ID LINE punya Star cuma sama kakak.
Tak berselang lama ada notifikasi lagi.
Mira0107
Hehe.... Eumm... Btw lo lagi ngapain Star?
Starlbuble1504
Star lagi duduk Kak.
Mira0107
Maksud gue lo lagi ngelakuin aktivitas apa?
Starlbuble1504
Ooh.. Star lagi duduk sambil pegang Hand Phone terus bales chatt dari Kak Mira.
__ADS_1
Mira0107
OMG Star. Lo itu polos banget sih, gemesh gue jadinya sama elo.
"Kak Mira gemesh kenapa ya? Kan Star cuma bales chatt dari Kak Mira apa adanya." Tanyaku pada diri sendiri.
Kemudian aku mendengar suara notifikasi dari Hand Phone ku.
Mira0107
Star. Btw gimana lo udah minta izin sama orang tua lo?
Starlbuble1504
About... Invitation Kak Mira waktu di parkiran itu?
Mira0107
Iya yang itu. Emang yang mana lagi.
Starlbuble1504
Star belum minta izin Kak. Soalnya baru ada Umi doang.
Mira0107
Starlbuble1504
Nggak bisa Kak. Kan Abi Star belum pulang, Star bilang kan orang tua jadi harus ada Abi sama Umi nya Star. Kalau sama Umi doang namanya bukan orang tua tapi jadinya orang muda secara kan kalau sendiri berarti Umi Star belum nikah terus kalau Umi Star belum nikah pasti masih muda.
Mira0107
Terserah elo aja deh Star puyeng bin mumet gue kalau ngobrol sama orang pinter kayak elo.
Starlbuble1504
Lah... Kenapa harus puyeng bin mumet Kak kan cuma chatting biasa. Kata Umi nya Star kalau hidup jangan di bikin pusing Kak apalagi kalau di anggap beban bisa stres nanti nya Kak. Jadi santuy aja Kak kalau ngobrol sama Star.
Mira0107
Udah ah, chatting sama lo nggak akan menang gue.
Starlbuble1504
__ADS_1
Kan ini bukan perlombaan Kak, bukan olimpiade atau lomba debat juga. Ini kan cuma chatting jadi nggak ada menang atau kalah.
DI SISI LAIN
" Aduh.... Bisa-bisa beneran gila gue ngehadapin si Star. Lagi chatt doang aja udah pusing apalagi kalau ketemu langsung hadeh,, hadeh,, hadeh. " Ucap Mira sambil memegang kepala. " Ya ginilah kalau ngobrol sama orang pinter suka ngebatin sendiri, susah mau ngomong apa. Bisa ngejawab mulu. " Lanjutnya.
DI KEDIAMAN MAZUMDAR
Tiba-tiba ada yang mengusap pundakku "Kamu lagi ngapain sayang? " Ucap Umi yang berdiri di sisi kananku.
Aku sontak menoleh dan jendak jatuh karna terkejut " Eh.. Umi, kirain siapa? Star kaget tahu kalau Star jatuh tadi gimana? Untung aja Star nggak jatuh di ketinggian empat kaki ini. " Ucapku sambil melihat ke bawah seakan-akan aku sedang di ketinggian empat meter.
Umi terkekeh mendengar penuturanku. "Kamu nggak akan jatuh sayang kan bakalan ada yang siap nangkep kamu. " Ucap Umi membuatku bingung dengan apa yang di katakan oleh Umi.
Aku mengerutkan dahiku. "Maksud Umi...." Aku tidak melanjutkan kata-kataku saat Umi mengarahkan jari telunjuk nya ke arah samping kiriku.
Aku menoleh dan mendapati seseorang yang sedang menduduki kursi Pantry di samping kiriku. Seseorang yang sangat ku rindukan. " Abiiii... " Pekikanku sambil menghambur ke dalam dekapan Abiku.
Aku melepaskan dekapanya, aku mengamati wajah Abi. " Ini beneran Abi kan? katanya Abi pulangnya besok. Kok sekarang udah disini. " Ucapku. Lalu aku menoleh ke arah koper yang di bawa Abi.
Yang aku tahu Abi ku baru akan pulang ke Indonesia besok. Karna Abi ku tidak bisa ikut ke Indonesia saat aku pindah bersama Umi. Jadi Abi hanya akan menyusul karna kata Umi, Abi masih memiliki pekerjaan yang harus Abi selesaikan di India. Makanya aku bingung kenapa Abiku bisa ada di sini. Walau mungkin Abiku mempercepat kepulangannya, beliau bisa kan mengabariku? Jadi aku tidak akan merasa bodoh seperti ini karna aku belum mengerti apa pun.
Abi tersenyum. "Kamu kayaknya lagi fokus banget ya lihatin Hand Phone nya. Sampai nggak sadar kalau Abi udah pulang. "
Aku mengerucutkan bibirku. "Abi belum jawab pertanyaan nya Star. Abi kok bisa ada di sini kan kata Umi, Abi pulangnya besok. "
Aku melihat Abi masih tersenyum lembut. Lalu Abi mengusap kepalaku yang tertutup hijab. " Abi kan kangen sama kamu sayang, jadi Abi percepat pulangnya biar bisa cepat-cepat ketemu sama Princess nya Abi. " Ucap Abi.
Aku melipat tanganku di depan dada. "Tapi kan kalau Abi mau mempercepat pulangnya Abi bisa kabarin Star dulu biar Star nggak kaget gitu. " Ucapku.
"Kan namanya juga Surprise sayang. Mana ada Surprise bilang-balang. " Balas Abi. "Emangnya kamu nggak kagen sama Abi? " Lanjutnya .
Seketika aku merubah ekspresiku. "Ya kangen lah Abi, masa Abi aja yang yang kangen sama Star sedangkan Star nggak kangen sama Abi. Karna rasa rindu yang tidak terbalaskan itu menyakitkan." Ucapku sambil meremas kerudungku di depan dada seperti sedang merasakan sakit.
Umi dan Abi tertawa melihatku dan aku pun nahagia melihat mereka berdua bahagia.
Hallo kakak-kakak qu. Jangan lupa tinggalkan jejak jempolmu dengan klik
Like 👍
vote dan coment ya. Aku butuh saran dan kritik kalian supaya author tambah semangat deh buat bikin cerita yang makin zeruuuu......
And jangan lupa Follow IG aku 'anggina_apmosa15'
__ADS_1
Thank you 😘😘😘