
"Oh yeah.. after the incident you..." ( Oh ya....setelah kejadian itu kamu...)
"Star!!" Teriak seseorang di ambang pintu kamar rumah sakit memotong kalimat Uncle Sidd. Dan aku sangat mengenal suara itu. Suara yang ku rindukan selama ini. Arishfa. Ya dia Arishfa Mehta sahabatku. Aku sangat merindukan suara melengking nya yang selalu membuat gendang telinga yang mendengarnya seakan pecah.
Aku sangat gembira dengan kedatangannya. Sampai aku melupakan rasa penasaranku.
Arishfa berlari menghampirinku. Entah karena dia tidak melihat atau dia memang tidak fokus, Arishfa malah menabrak Kak Briyant yang sedari tadi menjadi obat nyamuk.
BUUKK..
"Aww!!" Teriak keduanya.
"Anda bisa hati-hati atau tidak! " Ujar Kak Briyant kesal.
Terlihat Arishfa menyernyitkan dahi. "What?... Mmm.. sorry, but I do not understand what you say. (Apa?.. Mmm.. Maaf, tapi saya tidak mengerti dengan apa yang anda katakan ). Jawab Arishfa enteng dan langsung menghampiri ku. Sedangkan Kak Briyant hanya bisa mendengus kesal.
Aku pun terkekeh melihat tingkah keduanya. Kenapa tidak? Arishfa memang tidak mengerti B. Indonesia karena dia asli India. Tapi mungkin memang Kak Briyant juga tidak tahu.
"Arish, greeting first!" (Arish, Salam dulu!). Tegurku mengingatkan.
"Oops sorry, I forgot."(Ups maaf, aku lupa.) Jawabnya. "Assalamualaikum. " Lanjutnya membaca salam.
"Wa'alaikumussalam Warohmatullaahi Wabarakaatuh. "Jawabku berbarengan dengan yang lain.
Tiba-tiba Arishfa memelukku sambil menangis tersedu-sedu. Aku pun hanya bisa mengelus-elus pundaknya, berusaha menenangkannya. Aku tahu dia sedih karena aku sudah hampir tiada atau memang sudah tiada sampai aku menemukan diriku sendiri di tempat pemandian mayat Rumah sakit dalam keadaan,,,,ya kalian juga pasti mengerti kan?
"Are you okay?"(Kau baik-baik saja? ).Tanyaku khawatir.
Arishfa pun bangun setelah memelukku dengan erat. Dia mengusap air matanya yang sudah membanjiri pipinya dan membuat bajuku basah.
"What you say? Should I aksed as it to you." ( Apa yang kau katakan? Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu). Jawabnya sambil masih sesekali terisak.
__ADS_1
Aku tertawa mendengar nya. Aku sepertinya salah bertanya padanya. Bukanya aku yang sedang sakit? dan pasti dia menangis karena mengkhawatirkan diriku.
"Heheheh.... I'm sorry I had been asked." (Aku minta maaf karena telah salah bertanya). Ucapku.
"But, I just fine. "(Tapi, aku baik-baik saja). Lanjutku, tanpa di tanya.
"Seriously? " (serius?). Tanya nya lagi sambil mengecek bagian tubuhku.
"Yes I serious. "(Ya aku serius). Jawabku mantap.
"Oh yes, when you come to Indonesia?"(Oh iya, kapan kau datang ke Indonesia?). Tanyaku mengalihkan topik pembicaraan.
Sedangkan yang lainnya hanya menyimak saja. Dan kadang mereka sesekali saling berbincang. Umi dan Abi tampak lebih tenang sekarang, entah mungkin karena aku sudah kembali atau mungkin karena sifat bawel ku timbul lagi. Berbeda dengan Kak Briyant dia sepertinya masih setia menjadi obat nyamuk di sana.
Aku sempat bingung dengan kehadiran Kak Briyant tapi mungkin Kak Briyant sedang menjengukku. Maka aku tidak ingin ambil pusing. Karena kepalaku juga sudah pusing dan aku tidak ingin tambah pusing.
"I came to Indonesian with Uncle and aunt Sidd Zahna. "(Aku datang ke Indonesia bersama om Sidd dan tente Zahna). Jawabnya sambil menoleh ke arah Uncle Sidd dan Aunt Zahna.
"They couldn't come because they where busy." (Mereka tidak bisa ikut karena mereka sedang sibuk).Jawabnya dengan raut wajah sedih dan bersalah.
Aku hanya bisa ber 'oh' ria karena aku memang sudah tahu kalau mereka selalu sibuk.
Aku pun menoleh, menatap Abi ku.
"Uncle Sidd sama Aunt Zahna kapan ke sini nya?" Tanyaku kepada Abi.
"Mm... Dari,,sebulan lalu Nak."Ucap Abi gugup dan semakin membuat ku bingung.
Tiba-tiba dokter datang dan menyuruh keluargaku keluar. Karena dokter akan segera mengecek keadaan ku.
Setelah semua keluar, dokter itu pun mulai mengecek keadaanku. Dan semua nya normal, tidak ada yang serius dengan organ dalamku. Hanya saja luka-luka di tubuhku ku masih terasa perih. Apalagi di bagian kepalaku yang masih di perban karena mengalami benturan keras. Beruntung aku tidak sampai amnesia. Bisa ambyar semua jikalau aku sampai mengalami amnesia.
__ADS_1
...****************...
Seminggu telah berlalu dan hari ini aku sudah diperbolehkan untuk pulang. Selama di Rumah Sakit tidak ada yang membahas tentang kejadian kecelakaan itu. Mereka selalu menghiburku dan tidak pernah membiarkan aku sendirian walaupun saat aku sedang tidur. Apalagi kedua Abangku yang seakan siap 24 jam berada di Rumah Sakit. Dan bahkan Arishfa pun tetap di Indonesia untuk menjagaku.
Aku juga baru mengetahui bahwa penjagaan di Rumah Sakit ini sangat ketat. Saat aku diajak berjalan-jalan oleh Umi ke taman Rumah Sakit, aku sempat melihat mereka melakukan penjagaan hampir setiap sudut Rumah Sakit. Dan aku juga tidak ada masalah dengan penjagaan tersebut. Toh, Rumah Sakit nya juga milik Abi, jadi sah-sah saja Abi ingin melakukan apa pun. Asalkan tidak merugikan.
Tapi entah apa yang terjadi padaku sampai Rumah Sakit pun terasa seperti markas militer hanya untuk menjagaku.
Dan kini aku sedang berada didalam Alphard milik Abi. Aku terus memikirkan semua kejanggalan-kejanggalan setelah kecelakaan itu terjadi. Memikirkan kecelakaan yang seakan disengaja, penemuan diriku di pemandian mayat, dan keluargaku juga, mereka seperti menyembunyikan sesuatu dariku.
Dan seketika lamunanku buyar saat Umi mengelus kepalaku yang tertutup hijab. Aku pun menoleh dan menatap Umi.
"Kamu kenapa sayang? lagi mikirin apa? Kok, dari tadi ngelamun terus. " Tanya Umi.
Aku langsung menggeleng. "Star nggak apa-apa kok, Star cuma ngantuk. " Jawabku beralasan supaya Umi tidak bertanya lagi. Aku tidak ingin Umi merasa khawatir lagi padaku.
"Oh kamu ngantuk nak. Ya udah kamu istirahat aja. Biar Umi turunin headrest mobil nya ya. " Ucap Umi sambil menekan klip pengunci (di sisi besi penyangga) agar headrest bisa di naik-turunkan.
Setelah ku rasa nyaman, aku mulai memejamkan mataku. Ya,,,walaupun aku tetap tidak bisa tertidur tapi aku mencobanya.
Setelah beberapa saat aku mencoba tidur, tiba-tiba ada sebuah tangan yang menggenggam erat tanganku. Aku sempat terkejut tapi aku yakin bahwa itu adalah tangan Umi.
Bersambung..
><
>><SALAM SCSJ
><
SALAM SCSJ
__ADS_1