
Sepanjang perjalan menuju ke kampus mereka hanya diam,karena Tika yang masih kecewa dengan Rendi.Rendi selalu berusaha untuk memecah keheningan suasana di dalam mobil mewahnya itu. Namun Tika tetap saja diam tanpa komentar apalagi senyuman.Karena tak kunjung mendapatkan respon dari sang pacar akhir nya Rendi menyalakan musik yang ada di mp3 canggih di mobil nya itu melalui bluethooth.Lagu yang di pilihkan Rendi tidak lah asing di telinga Tika lirik nya sangat lah terasa mengena di hati.
"Sadarkah kau kasih kelakuan kamu
Sungguh sangat menyiksa aku
Padahal ku beri apa yang kau mau
Tapi kau tak mengerti aku
Sakitnya hatiku dengan semua caramu
Bila kau terus begini nanti ku bisa pergi
Aku mohon sayangilah
Diriku di dalam hidupmu
Dan kamu jangan kasar-kasar lagi
Aku mohon mengertilah
Kita jangan bertengkar lagi
Hadapi semua dengan dingin hati
__ADS_1
Sakitnya hatiku dengan semua caramu
Bila kau terus begini nanti ku bisa pergi
Aku mohon sayangilah
Diriku di dalam hidupmu
Dan kamu jangan kasar-kasar lagi
Aku mohon mengertilah
Kita jangan bertengkar lagi
Hadapi semua dengan dingin hati
~
Tika hanya memalingkan mukanya dan menyembunyikan senyuman nya.
"Sayang, please maafin gw" Rendi meraih tangan Tika dan membawa nya ke dada nya yang bidang.
Jelas terasa oleh tika desiran darah yang mengalir di jantung Rendi.
Tika menjadi salah tingkah dan grogi. Ia pun tak kuasa saat mata nya dan mata Rendi saling bertemu, namun Tika segera memalingkan mukanya ke kaca jendela mobil, dan menarik tangan nya yang tadi di genggam Rendi. Tika berusaha mengontrol emosional nya. Dia tidak mau larut dalam rayuan Rendi lagi. Tetapi hati nya tidak bisa di bohongi betapa besar cinta nya kepada Rendi. Walaupun saat ini Tika ragu apakah Rendi benar benar mencintainya atau kah hanya konspirasi nya dengan Yani lagi. Tika tidak semudah waktu itu lagi mempercayai siapa pun.
__ADS_1
"Bisa gak ,agak cepetan dikit gerak mobil nya?" Tika ketus.
"gw ingin waktu yang lebih lama lagi untuk bisa bersama lo." Jawab Rendi gombal.
"Lo gombal mulu nggak bosan apa! " kata Tika
ini bukan gombal sayang tapi kenyataan kalau gue pengen menghabiskan waktu lebih lama lagi dengan lho tetapi sepertinya lo masih marah banget sama gue apa yang harus dilakuin supaya gue dapat Maaf dari lu.
tika diam saja dan tidak memberikan komentar apapun. namun Rendy mengerti, kenapa tika tidak memberi respon apa-apa saat ini. Rendy menambah laju gerak mobilnya tersebut dan suasana di dalam mobil itu itu terdengar Hening tanpa kata-kata apapun. Tak lama kemudian mereka sampai di gerbang kampus Tika dan Tika di depan gerbang tersebut tadinya Andi ingin mengantarnya hingga ke parkiran tetapi jika menolak Tika tidak mau ada gosip yang tidak enak mengenai dirinya. jika langsung berjalan menuju ke dalam kelas dan didalam kelas sudah ada Tia Rudi dan inayah termasuk Alex. Alex yang terlihat ingin sekali menyapa Tika dan bertanya bagaimana dengan kabar Tika tersebut. Tetapi dia menahan nya karena janji yang sudah dia katakan kepada Alex. Alex memalingkan wajah nya dan keluar dari kelas. Tika merasa aneh kenapa sikap Alex begitu. Tapi Tika hanya mengabaikan saja sikap Alex tersebut. Ia tidak mau terjadi kesalahpahaman lagi. Bahkan Tika ingin Alex kembali memperbaiki hubungan nya dengan Yani.
"Hai Tik, gimana keadaan lo? "tanya Tia.
" Gw baik, maaf gw jadi menyusahkan lo semua. Gw gak bisa berada di ruangan ber-AC"kata Tika dengan kepala tertunduk.
"Selow aja Tik, kenapa lo gusar? " Kata Rudy dengan mengernyitkan alis mata nya.
" Iya gue merasa nggak enak aja Jak yang awalnya semua pada berharap senang-senang eh karena gue sakit malah anterin gue ke klinik.'' kata Tika memelas.
'' itulah gunanya kita bersahabat Tika jika senang kita pikul bersama jika ada yang sakit ya kita rawat bersama jika ada masalah ya kita selesaikan masalah itu bersama-sama. dan Gue berharap persahabatan kita ini tidak akan pernah hancur walaupun banyak masalah yang mengujinya.'' kata Inayah dengan penuh harapan agar Persahabatan yang kekal walaupun kelak mereka sudah sukses.Di saat jam mata kuliah dimulai , seluruh mahasiswa yang belajar di kelas itu duduk dengan tertib tanpa ada kebisingan karena telat tersebut merupakan kelas terfavorit di fakultasnya yang mana murid-muridnya sangat taat peraturan fakultas dan juga sangat berprestasi. Tika yang terlihat masih pucat tetap mencoba untuk semangat dan tidak menganggap sakitnya menjadi halangan untuk dia belajar karena Tika adalah salah satu mahasiswa yang sangat berprestasi di fakultas tersebut. saat Dosen sedang menerangkan sebuah mata kuliah Alex tanpa sesekali menoleh ke belakang ke arah Tika duduk, namun Yani yang ada di sebelah Alex mencoba selalu menghalanginya dengan berbagai macam cara. sedangkan Tia Rudi dan inayah kasih saja mengusili mahasiswa lainnya, yah Trio itu memang Trio usil. tidak satupun orang yang bisa menghalangi kelakuan usul mereka.
sembilan puluh menit telah berlalu jam mata kuliah pun telah selesai, seluruh mahasiswa wa-mu beranjak keluar ada yang menuju kantin dan ada juga yang pulang namun ketika memilih untuk membaca buku seperti biasanya di dalam kelas, Tika masih merasa malas untuk pulang ke rumah karena Memangnya belum pulang itu apa dia berada di rumah hanya seorang diri.
Alex berjalan dari kantin menuju parkiran namun melihat jika ada di kelas seorang diri maka Alex bermaksud untuk menanyakan kabar Tika sesampainya Alex di pintu kelas tiba-tiba Rendy menghadang nya. Rendi yang berniat ingin menjemput Tika.
Tika sadar ada dua orang yang sedang cekcok di depan kelas Lalu Tika keluar menuju arah suara yang sedang cekcok itu. ternyata Alex dan Rendy lalu Tika melerai mereka dan menghentikan percekcokan tersebut. ketika mencoba memberi pengertian kepada Alex untuk tidak ingin tahu apapun tentang dirinya dan Tika juga meminta Alex untuk perbaiki hubungannya dengan Yani ,Alex hanya diam begitu juga Rendy. Tika minta Rendy untuk mengantarnya pulang. Rendi menuruti yang dikatakan oleh Tika Rendy lalu mengambil mobilnya yang ada di parkiran, semua mata mahasiswa yang ada di fakultas tersebut terpelongo melihat Tika yang cupu direbutkan oleh 2 cowok yang kece dan tajir, membuat para mahasiswa dan mahasiswi terkagum kepada Tika ada yang mengatakan Tika menggunakan pelet, tetapi bagi yang berpikiran positif mereka mengatakan bahwa Kecantikan itu bukanlah dari penampilan luar melainkan dari hati dan kepribadiannya.
__ADS_1
****