
Saat berkeliling di mall Clara terjatuh saat menaiki eskalator.Dan Riska mendadak berteriak.
"Ibuuuuuu...."
Mendengar hal tersebut sakit yang di rasakan Clara jadi tidak terasa.Dan Clara hanya memandangi wajah anak angkat nya tersebut yang mendekatinya dengan rasa cemas.
"Tadi kamu bilang apa sayang?"Tanya Clara yang tangan nya membelai wajah Riska dengan lembut.
"Ibu!" Jawab Riska singkat.
Clara memeluk anak angkat nya itu dengan rassa penuh kasih sayang,Seakan rasa rindu nya akan sebutan nama itu kini terpenuhi.Air mata haru pun mulai membanjiri pipi Clara.
"Ibu tidak apa-apa kan? Apa ada yang terluka?" Tanya Riska dengan melihat-lihat di setiap tubuh ibu angkat nya itu.
"Luka itu kini sudah sembuh nak!"
"Kamu adalah obat dari semua kedukaan dan luka kami." Kata Clara dengan penuh haru.
"Walaupun aku belum mengingat siapa jati diri ku tapi aku merasa aku masih memiliki ibu,yang mungkin kini tengah mencari ku dan merindukan ku."Riska membatin.
Setelah Riska membantu Clara berdiri dan mencarikannya tempat duduk untuk beristirahat.Sementara Clara hanya menatap Riska dengan dalam. dan mata yang berkaca-kaca.
" Ibu kenapa ibu tidak hati-hati, kalau nanti terjadi apa-apa pada ibu bagaimana?'' tanya Riska dengan penuh perhatian.
" Itu tidak terlalu penting, yang jelas sekarang Ibu baik-baik saja.Ayo kita ke restoran yang dijanjikan oleh suami ibu." kata Clara sambil berjalan dan menarik lengan Riska.
" restaurant? banyak Riska dengan heran.
" Iya tadi suami Ibu menelepon,dan ingin mengajak kita makan malam bersama di restoran sebuah hotel berbintang, ayo!" ajak Clara.
" baiklah!'' seru Rizka.
Mereka pun menuju ke dalam mobil dan perlahan Clara menyetir mobil tersebut menuju ke restoran yang udah di booking oleh suaminya itu dan suaminya juga sudah menunggu mereka.
Clara pun sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan suaminya ia ingin memberitahu bagaimana perasaannya saat mendengar Riska memanggilnya ibu. Setibanya di restoran tersebut suami Clara sudah menanti mereka di meja yang sudah di booking nya.
Sesampai di sana, Clara yang dari tadi kegirangan langsung memeluk suaminya.Dan tentu saja suaminya terheran melihat sikap istrinya yang begitu bahagia, yang selama ini ia belum pernah bersikap seperti itu.
Riska dan semi Clara saling bertatapan melihat sikap Clara tersebut. Riska tersenyum sambil mengangkat bahunya.
" Sayang ada apa?, sepertinya hari ini kamu sangat bahagia. Coba atur dulu nafas Mu dan tenang.Lalu ceritakan apa yang terjadi hari ini."Tanya suami Clara dengan rasa heran.
"suamiku, kamu tahu hari ini adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidupku!'' kata Clara dengan mata yang berkaca-kaca dan menggenggam tangan suaminya.
__ADS_1
" iya, ya tapi karena apa?'' tanya suami kalah dengan menatap dalam istrinya.
Belum sempat ke arah menjawab Riska berpamitan ingin pergi ke toilet.
Setelah Riska pergi baru lah Clara mengatakan kepada suami nya kalau tadi itu Riska memanggilnya dengan sebutan ibu.
"Benarkah sayang?" tanya suami Clara.
"Iya suami ku?"kata Clara dengan mata yang berkaca-kaca.
"Iya ayah!"kata Riska tiba-tiba menyahut di samping Clara.
Riska berpikir,apa salah nya dengan memanggil mereka ayah dan ibu.Jika panggilan tersebut membuat mereka bahagia,toh mereka sudah merawat ku selama ini.
~~
Saat ini seluruh mahasiswa se-fakultas dengan Alex tengah mempersiapkan persiapan untuk wisuda.Yah mereka telah menyelesaikan pendidikan mereka dan bersiap terjun ke dunia pekerjaan.
"Habis ini apa planning lo Tia?"Tanya Inayah.
"Belum ada nih Nay!"jawab Tia singkat.
"Dan elo Rud?"tanya Naya pada Rudi.
"Kawin??????????"
Tia dan Inayah saling pandang-pandangan lalu tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perut mereka.
"Kawin ama siapa lo Rud?" Tanya Tia dengan gaya mengejek.
"Ya sama lo lah! mau sapa lagi?"Celetuk Rudi dengan menunjukkan jari nya ke arah Tia.
" iiich,enak aja lo.Siapa yang mau nikah secepat ini!"Tangkis Tia.
"Andre,lo kok diem aja?lo apa nih planning lo setelah ini,apa lo mau merried juga?" Tanya Rudi.
"Ogah gw merid buru-buru. Gw mau ke luar negeri, ketempat tante gw di Sidney. " Jawab Andre sambil mendongakkan wajah nya.
"sok amat sih lo? " kata Tia dengan memanyunkan mulut nya.
Lalu tawa meraka pun pecah,dan seakan mereka tidak akan bertemu kembali.Seharian ini mereka habiskan bersama.Sepulang dari kampus mereka lanjutkan nonton film ke bioskop.Saat di tengah perjalanan menuju bioskop mereka bertemu dengan Alex yang selesai mengisi BBM mobilnya.
"Mau kemana lo semua,gak ngajak-ngajak gw!"Cegat Alex.
__ADS_1
"Yakin lo mau ikut?"Tanya Andre.
"Iya,sudah lama juga kan kita gak nonton."kata Alex pula.
"Okay,come on guys."Sorak inayah.
Rudi dan Alex pun tancap gas menuju bioskop.
Sesampainya di bioskop,tiba-tiba Alex flashback pada Tika.Dan Inayah langsung saja menyadarkan lamunan Alex.
"Jangan mulai lagi baperan lo ya Lex! kita mau nonton film horor nih!"Kata Tia sambil mendorong punggung Alex dengan bahu nya.
"Apaan sih lo!" Alex menarik badan nya untuk menjauih Tia.
Suasana dalam ruangan bioskop sangat menegangkan karena film yang mereka tonton benar-benar menyeramkan.Tia dan Inayah terdengar berteriak histeris.Inayah kaget saat tangan nya reflex merangkul lengan Andre.Entah mengapa jantung Inayah tiba-tiba berdetak begitu kencang tak beraturan.Bukan karena film yang menakutkan,tetapi karena respon yang di berikan Andre saat membalas rangkulan dari Inayah dengan menggenggam jemari Inayah.Inayah yang selama ini di kenal sebagai cewek yang sangat cerewet.Disamping Andre tak berkutik apapun.
Tia yang saat itu terpandang kejadian yang benar-benar langkah itu langsung saja memotret mereka diam-diam.
Sementara itu Alex fokus menonton film tersebut.
~~
Clara,Suaminya dan Riska pun memulai makan malam nya.
"Ibu,maaf sebelum nya boleh kah aku berbicara sesuatu?"Tanya Riska dengan sangat hati-hati.
"Iya sayang,ada apa?" Tanya Clara balik.
"Jika nanti aku sudah mengingat semua nya,apakah ibu berkenan mengantarkan ku pada keluarga ku?"Tanya Riska.
Clara hanya terdiam,bingung harus menjawab apa.Karena perlahan Clara mulai menyayangi Riska.
"Riska sayang,sebaik nya kamu fokus untuk pemulihan kesehatan dan ingatan kamu ya nak." Kata Suami Clara.
"Baiklah Ayah!" kata Riska dengan wajah yang tertunduk.
"Maafin Riska ya bu?"Kata Riska lagi.
"Iya sayang gak apa-apa.Sekarang kita lanjutin makan yuk."Ajak Clara.
Riska hanya tersenyum sambil menyantap hidangan yang sudah dari tadi terhidang di meja tersebut.
JANGAN LUPA LIKE,FAVORIT DAN VOTE NYA JUGA KOMEN NYA YA... BIAR AKU NYA MAKIN SSEMANGAT NULIS.TERIMAKASIH ..
__ADS_1