
'' malam itu waktu tante pergi ke Indonesia mengunjungi mamamu. Karena buru-buru, tante tidak melihat ada gadis yang tengah melerai teman-temannya yang sedang berkelahi.
Karena kaget Tante hilang kendali,niat hati ingin menginjakkan pedal rem,malah tante menginjak pedal gas,sehingga tante menabrak Riska dan Riska pun terseret sangat jauh. Karena takut berurusan dengan Polisi,dan Riska pun memiliki luka yang sangat besar dan mengeluarkan darah yang begitu banyak. Tante langsung membawanya ke rumah sakit tempat tante praktek dulu. Namun di rumah sakit tempat tante melaksanakan praktek di Indonesia tidak memiliki alat yang cukup dan akhirnya membawanya ke Sydney di mana Om kamu bertugas.Dengan penerbangan darurat. Setibanya disini ia koma, karena terlambat penanganan. Tapi Riska masih bisa ditolong dengan melakukan operasi pembedahan di bagian kepalanya. Setelah ia tersadar kami menanyakan namanya ,namun sayang nya ia tidak mengingat apapun tentang dirinya." Clara menceritakan kronologi kejadian tersebut.
"Lalu kenapa tante tidak mengantar nya kembali pulang ke Indonesia, tepat nya ke orang tua nya? " tanya Andre.
"Tante bisa mengetahui alamat dan keluarga nya. Tante bermaksud, setelah ingatan nya kembali barulah tante mengantar nya pulang." Ujar Clara.
"Kalau begitu tentu boleh dong, aku membantu nya mengingat kembali siapa dia tante? " tanya Andre dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tentu!, itu akan sangat baik untuk nya. Tetapi kamu tidak boleh memaksa nya untuk mengingat sesuatu tentang masa lalu nya. Karena jika di paksakan memori ingatan nya akan lumpuh dan ia akan lupa ingatan untuk selamanya." Clara berpesan.
"Baiklah tante. O iya tante bolehkah aku mengajak nya joging sore ini ke taman Gladstone Park? " Andre meminta izin pada Clara.
"Baiklah, tapi jaga Riska ya!" kata Clara.
"Hassiiaaapp bosque,, hehe.... "kata Andre sambil memberi hormat dan tertawa nyengir kepada Clara.
Clara pun tersenyum sambil menggelengkan kepala.
Tepat pukul 3 sore, Andre dan Riska pun berangkat menuju Gladstone park, sidney.
Dimana di taman ini terhampar pemandangan yang sangat menyejukkan mata. Rumput-rumputan hijau dan bangunan yang tertata rapi dan indah. Belum lagi pepohonan rindang yang di goyang oleh semilirnya angin laut. Menambah ke nyamanan saat joging ataupun nongkrong di sana.
Andre memilih tempat yang tepat dan nyaman untuk mereka bercengkrama. Andre berniat ingin melakukan panggilan video bersama teman teman sekampus nya dulu.
Andre mulai menghubungi Alex telah terhubung Andri lalu menghubungi Rudi Tia dan inayah setelah tersambung mereka mengucapkan salam masing-masing. selain Alex teman-teman yang lain tidak tahu kalau jika ada bersama dengan Andre.
"Hai, bagaimana kabar lo semua? " siapa Andre ke semua teman-temannya yang ada di zoom tersebut.
" Hai juga Andre semua baik kok, gimana kabar lo. dan kabarnya gimana?'' tanya Alex mewakili teman-temannya.
" gue baik Bro, kabarnya juga baik. hari ini gue ingin memulai Iya Ingat kita semua dan minyak Siapa dia.'' jawab Andre dan penuh keyakinan.
" Tunggu dulu Bro, dia, dia siapa maksud loh?'' tanya Rudi yang tidak mengerti Siapa yang mereka maksud.
Masya Allah
" Baiklah teman-teman gue bakalan kasih lihat siapa yang ada di samping gue.'' jawab Andre dengan memindahkan kameranya ke arah Riska atau Tika.
"Riska, Teman-teman gw mau kenalan nih sama lo." kata Andre meminta ketika menerima panggilan telepon tersebut.
saat layar handphone Andre tertuju pada wajah yang tidak asing lagi bagi mereka. dan membuat bola mata mereka terbelalak seakan ingin keluar dari mata mereka.
" Tikaaaaaa.... ?" kata mereka serentak dengan mulut yang terbuka lebar.
"Maaf, aku Riska bukan Tika salam kenal ya dari aku''
__ADS_1
"Hai" kata mereka serentak.
Mereka merasa kebingungan selain Alex ,dan Alex hanya tersenyum saja melihat wajah ketika ada di layar handphonenya. setidaknya kerinduannya selama beberapa bulan ini terobati dengan melihat wajah Tika walaupun kita tidak mengingatnya.
Riska lalu memberikan ponsel milik Andre kepada pemiliknya.
"Aku mau beli cemilan dulu ya! " Kata Riska.
Saat Riska pergi membeli cemilan, barulah Andre menjelaskan keadaan Riska saat ini kepada teman-temannya.
"Untuk itu gue di sini minta bantuan lo, agar bisa membantu Tika mengingat kembali masa lalunya" Kata Andre memelas kepada teman-temannya.
Andre meminta Rudi memainkan gitarnya. dan membuat suasana seakan-akan seperti waktu lagi ngumpul dulu.
🎼
Akhirnya ku menemukan mu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya ku menemukan mu
Saat raga ini ingin berlabuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban sgala risau hati ku
Mencintai mu hingga ujung usia ku
Jika nanti ku sanding diri mu
Miliki aku dengan segala kelemahan ku
Dan bila nanti engkau di samping ku
Jangan pernah letih tuk mencintai ku
Akhirnya ku menemukan mu
Saat hati ini mulai merapuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban sgala risau hati ku
Mencintai mu hingga ujung usia ku
__ADS_1
Jika nanti ku sanding diri mu (sanding diri mu)
Miliki aku dengan segala kelemahan ku
Dan bila nanti engkau di samping ku (di samping ku)
Jangan pernah letih tuk mencintai ku
Jika nanti ku sanding diri mu (sanding dirimu)
Miliki aku dengan segala kelemahan ku
Dan bila nanti engkau di samping ku (di samping ku)
Jangan pernah letih tuk mencintai ku
Akhirnya ku menemukan mu
~
Tengah asyik nya Rudi memainkan gitar virtual tersebut. ketika mendekati ke arah Andre dan menyimak lagu yang ia dengar akan lagu itu tidak asing lagi baginya. kembali ada bayangan hitam di matanya dan seakan mengerti semakin jelas. jika kembali merasakan sakit yang teramat di bagian kepalanya lalu langsung memberikan obat yang biasa Tika minum jika merasakan sakit tersebut.
Lewat virtual tersebut semua teman-teman kita merasa prihatin melihat keadaan Tika. Ingin rasanya mereka segera mendatangi di mana Tika saat ini Namun semua itu tidak mungkin karena mereka memiliki kesibukan masing-masing.
Andre buru-buru mengakhiri panggilan videonya dan akhirnya membawa Tika pulang kembali ke rumah. Di perjalanan pulang, Tika bertanya.
"Kamu itu siapa sih? " Tanya Tika penasaran.
"Kenapa? " Andre malah menanya balik.
"Apa kamu ada hubungannya dengan masa lalu aku? " Tanya Tika semakin detail.
"Gw itu teman sekelas di kampus lo!, Apa ada yang lo ingat si antara teman-teman gw tadi? "
Andre menjawab pertanyaan Tika dengan pertanyaan lagi.
Tika hanya menggelengkan kepala dengan ragu-ragu.
"Lo cerita aja ke gw apa pun yang lo ingat. Gw ingin sekali ngebantu lo! "
"Saat virtual tadi, ada bayangan gelap yang tidak asing bagi ku. Tapi saat aku mencoba mengingat nya kepala ku selalu sakit." Kata Tika.
"Baik lah, kita sudah sampai, sebaiknya lo istirahat aja dulu.Gw juga mau mandi" pinta Andre.
__ADS_1
Mereka pun beristirahat di kamar Masing-masing.