
''Tikaaaaaa.... ''Alex berteriak dan terperanjat dari tidur nya. Lalu Alex melihat sekitarnya dan ia pun merasa ruangan itu sangat familiar bagi nya.Alex berdiri,kepalanya masih sangat pusing dan terasa sakit.Ternyata pengaruh minuman itu masih ada.Perlahan ia menuju kamar mandi dan membersihkan diri nya.Perlahan pengaruh minuman itu pun hilang dan Alex kembali merasa segar.
"Apa semua ini,aaaaakkhh!"Alex berteriak di dalam kamar nya dan reflex tangan nya meninju dinding kamar nya.Sakit di kepalan tangannya itu tak sebanding dengan sakit yang menikam hati dan perasaan nya.Yahh,tentu saja,baru kali ini Alex merasakan cinta yang sebenarnya mendalam di relung hatinya.
"Kamu di mana Tika? Aku mohon beritahu Aku kamu ada di mana! Apakah ini cinta kamu yang sebenar nya?"Alex mengambil sebatang rokok dan menyalakan rokok itu.Perlahan ia menghisap dan menikmati rokok tersebut.Alex benar-benar kembali pada diri nya dulu.Ia merasa sangat hancur kehilangan cinta nya tanpa jejak.
"Ternyata kamu sama saja dengan perempuan lain Tika,saat aku tidak memiliki apapun kamu pergi! Aaarrrggghh.''Alex membanting pas poto mereka berdua.
''Praaang''suara pas poto yang pecah, beling nya berserakan.
''Alex!''Mami Alex tengah berdiri dengan berkacak pinggang di pintu kamar Alex.
Alex terlihat cuek dan tidak begitu mendengarkan Mami nya.
''Mami tau, mami pernah menentang cinta kamu, tapi mami mohon maaf akan hal itu! "Mami mendekati Alex.
Alex tetap diam menatap jalanan yang tampak dari jendela kamarnya.
''Sekarang apa kamu sudah percaya sama kata-kata mami? Kalau anak kampung itu hanya mengincar kekayaan kamu saja.Lihat apa yang ia lakukan sekarang? Dia pergi mencampakkan lamu seperti mencampakkan kulit kuaci. ''Mami Alex terus saja menghina Tika.
''Cukup Mami, jangan lagi menghina Tika di hadapan ku. Bagiku dia tetap lah bidadari. dalam hidup ku''Bentak Alex yang tidak Terima Tika di hina.
''Oh begitu? Kamu masih memuji dan mengagungkannya. Apakah setelah kamu melihat isi amplop ini, kamu masih memuja nya. ''Mami Alex melemparkan sebuah amplop yang berisi beberapa poto yang akan membuat Alex semakin hancur.
Mami Alex pun pergi keluar dari kamar putra nya itu dengan senyuman yang sinis.
__ADS_1
Alex melirik amplop yang di lempar mami nya ke atas ranjang nya. Perlahan Alex membuka amplop itu. Bagai di sambar petir di siang bolong melihat poto-poto yang ada di amplop itu. Poto tersebut sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang selama ini Alex ketahui. Poto itu adalah poto Tika yang tengah berpelukan dengan seorang pria yang wajah nya sangat tidak jelas.
''Sialan! Tikaaaaaa!, Tapi gak mungkin. Ini bukan kamu kan Tika. Tika ini bukan kamu, kamu gak mungkin melakukan hal ini. Gak mungkin! "Teriak Alex, dan Alex mengambil jaket dan helm nya. Lalu pergi menuju sebuah bar yang ternama. Di Sana juga banyak wanita-wanita penggoda nya. Pikiran Alex sudah tidak karuan lagi dan Alex benar-benar terpuruk dalam cinta nya.
''Alex, kamu mau kemana? " Teriak Mami nya mencoba menghentikan nya.
Alex tidak memperdulikan mami nya. Dan berlalu begitu saja. Dengan menyalakan motor gede nya dan melaju dengan kecepatan tinggi.
''Hanya menunggu waktu saja untuk mengobati luka hati kamu Lex. Dan kamu akan kembali ke keluarga Wijaya lagi.''Ucap mami Alex dengan tersenyum licik.
Sesampainya di Bar Alex memesan minuman yang ia kira bisa membuat dia merasa tenang.
Tapi justru pikiranya semakin kacau.
''Alex aku sangat mencintaimu''Suara Tika terngiang-ngiang di telinga Alex namun bersamaan dengan itu melintas bayangan gambar yang ada di poto yang tadi ia lihat.
Seorang wanita penari di bar tersebut mendekati nya dan mencoba menggoda nya. Namun jangankan tergoda melirik wanita itu pun tidak.
''Kalian sama saja, wanita hanya inginkan harta bukan cinta. Semua wanita itu munafik. Pengkhianat. Aku sangat membenci kalian para wanita. menjauhlah dari ku. ''Alex menepis tangan wanita yang mencoba merayu nya dan Alex berpindah ke meja dimana ia bisa mendapatkan minuman lebih banyak lagi.
Kini Alex tengah mabuk berat, melihat kondisi nya pelayan bar menghubungi Rudi, karena yang orang bar itu tahu hanya Rudi orang terdekat Alex yang selalu bersama sama dengan Alex.
''Ya ampun Alex, kenapa lo jadi merusak diri lo seperti ini.''Rudi pun pergi menjemput nya.
****
__ADS_1
Setelah beberapa hari berada di Sidney Tika benar-benar merasa tersiksa. Kerinduan nya akan kekasih nya dan rasa bersalah nya yang telah meninggalkan Alex dengan cara seperti itu.
Tika duduk di tepian dermaga Harbour yang terletak tidak jauh dari Opera House Sidney. Tepat nya di mana Alex menyatakan cinta nya saat itu.
Semenjak Tika datang kembali ke Sidney ia lebih banyak menghabiskan waktu di sana. Ia hanya menyendiri di sana dan mengingat saat-saat indah yang pernah terukir di sana. Tika juga Tidak bisa melupakan kenangan terindah yang terjadi di Vila malam itu. Ia merasa semakin tersiksa setiap kali terbayang wajah Alex. Dikala itu tubuh nya menjadi menggigil kedinginan. Ia tampak selalu murung.
Malam itu Clara tengah khawatir saat Tika yang masih belum pulang. Ia pun mencari nya, Andre keponakan Clara yang juga sahabat dari Tika membantu mencari Tika. Dan Andre ingat tempat favorit Tika dan Alex.
''Tante Tika pasti ada di Dermaga itu''Kata Andre.
''Baiklah kita langsung saja ke sana. Ndre tante benar-benar tidak menyangka Tika bisa jadi seperti itu. Keadaannya lebih menyedihkan di bandingkan saat dia amnesia saat itu.
''Iya tante, keluarga Wijaya benar-benar sangat kejam. Mereka tega memisahkan cinta putra nya. Dan Aku dengar dari Rudi keadaan Alex juga menyedihkan Tante, dia selalu mabuk-mabukan dan bisa di katakan ia menjadikan minuman itu sudah seperti kehidupan baru nya. ''Cerita Andre kepada Tante nya.
''Tapi sebaiknya kamu jangan memberitahukan hal tersebut pada Tika. Tante takut keadaan Tika akan semakin memburuk. Jika mengetahui hal ini. ''Pinta Clara.
''Baik Tante! "Jawab Andre.
''Ya ampun Tika apa yang kamu lakukan disini? ''Mereka mendapati Tika yang duduk bersandar di tepian dermaga dengan wajah yang berlinang air mata.
''Ibu, kenapa kesini? " Tika kaget tersadar dari lamunan panjang yang tak bertepi.
''Itu tidak penting, sebaiknya Ayo kita pulang. Cuaca malam ini sudah semakin dingin. ''Clara menyelimuti Tika dengan shal nya.
Mereka pun masuk ke mobil dan Andre pun mulai mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Clara memeluk Tika yang tubuh nya sangat dingin karena angin malam itu.
__ADS_1
...----------------...