Si Cupu Mencari Cinta

Si Cupu Mencari Cinta
Episode 28


__ADS_3

Pagi ini Clara membawa Riska jalan-jalan di taman agar tidak bisa menghirup udara segar dan hal itu sangat baik untuk pemulihan kesehatan Riska.


Ketika di taman Riska melihat ada beberapa remaja yang sedang duduk dengan canda tawa bersama. ada sesuatu yang kita rasakan saat itu ia seakan-akan.merasa ada bayangan gelap melintas di pikirannya. Saat ia mencoba lebih mengingat lagi siapa yang ada di bayangan itu namun tiba-tiba kepala nya sakit.Melihat kondisi Riska seperti itu Clara sangat cemas dan segera membawa Riska pulang.


"Sayang, apa kamu baik-baik saja? " Tanya Clara saat tiba di rumah.


"Iya tante aku tidak apa-apa! Aku hanya pusing saja." Kata Riska dengan mengernyitkan dahi nya karena sakit di kepala nya.


"Kalau begitu kamu istirahat di kamar ya sayang.... " saran Clara.


"Baik tante! " kata Riska menuruti kata Clara sambil menaiki anak tangga menuju kamar nya.


Di kamar Riska hanya berbaring sambil mencoba mengingat kembali bayangan yang melintas di ingatannya.


"Kira-kira siapa mereka. Apakah ada hubungannya dengan masa lalu ku?" pikir Riska.


Lelah hanya berbaring saja, Riska turun kebawah dan berjalan jalan di taman belakang rumah. lalu Riska duduk di tepian kolam ikan yang ada di taman tersebut sambil memainkan air kolam dengan kaki nya.Saat melihat lihat ikan di kolam tiba-tiba Riska melihat ada bayangan seorang cowok familiar banget tapi Riska tidak bisa menjelaskan siapa cowok tersebut.


~


Sementara itu Alex yang selama beberapa hari menghilang,ternyata ia pergi mencari Tika, dari rumah sakit A ke rumah sakit B , lalu ke rumah sakit C. Namun hasil nya tetap nol, walaupun demikian Alex tidak berputus asa Iya masih yakin kalau Tika masih hidup. karena jika Tika sudah meninggal maka biasanya pasti akan ditemukan. tetapi jangankan jenazahnya tidak yakin tidak ada. Alex akan selalu mencari walaupun ke ujung dunia dan dia sangat yakin kalau cintanya itu masih hidup dan baik-baik saja.


Ada satu rumah sakit yang belum di periksa nya.Tetapi Alex tidak yakin kalau Tika pernah di rawat di sana..Alex kembali ke mobil nya,di mobil nya ia berfikir kemana lagi mencari Tika. Rendy berhenti di sebuah taman, Di mana biasanya dia dan teman-temannya termasuk Tika Biasa nongkrong di sore hari dan malam hari.


di sana ada sebuah bangku di mana yang sering diduduki oleh Tika bila berada di sana. Alex duduk terpaku di sana seorang diri sambil berfikir. tanpa disangka Yani dan Rani melintas di depan mobil Alex.


Yani dan Rani menghampiri Alex.Alex yang hati dan pikiran nya hanya untuk mencari Tika.


Tapi Alex tidak terlalu memperlihatkan nya kepada Yani.Sejauh ini hubungan mereka baik-baik saja.

__ADS_1


"Lo dari mana aja, beberapa hari ini lo gak masuk kampus?"Tanya Yani sembari duduk di samping Alex.Rani pun duduk di hadapan kedua nya.


" Gw ada keperluan ke rumah bibi gw "Jawab Alex ketus.


"Ih kok judes amat jawab nya! Ada masalah apa?"tanya Yani dengan manja menggandeng tangan Alex.


perlahan Alex melepaskan gandengan Yani.Dengan alasan malu di lihat banyak orang.


Alasan Alex masih masuk akal dan Yani pun menuruti Alex.


"Semenjak si cupu gak ada kampus kita jadi gak asyik ya?"celetuk Rani.


"Apaan sih lo Rani,gak boleh gitu juga kali Ran!


jelas Tika itu udah meninggal.'' Sela Yani.


Alex hanya diam seakan tidak mendengar apa yang mereka bicarakan, kalau ingin memutuskan hubungannya dengan Yani tapi Alex belum memiliki alasan yang tepat untuk memutuskan hubungannya dengan Yani tapi tidak menyakiti Yani.


'' Nah itu dia gue juga heran kemana si Rendi itu. padahal sewaktu Tika masih hidup, Dia sangat membangga-banggakan cowoknya itu. Tapi sekarang setelah si cupu yang malang itu menghilang tanpa jejak dia berikut menghilang seakan tidak peduli dengan kekasihnya itu.'' Tambah Yani.


'' cukup kalian berdua, bisa nggak sih satu hari aja kalian itu tidak menjelek-jelekkan orang lain?'' Alex membentak Yani dan Tika dan Alex pun berlalu pergi.''


'' lo sih Ran pakai mancing gue, jadi keceplosan kan gue, Alex jadi pergi deh.'' kata Yani kesal pada Rani.


'' Ya ampun gitu aja lo marah, gue ya mana tahu kalau Alex bakalan marah kayak gitu ,secara dianya dari tadi cuek dan diam aja."celetuk Rani.


Yani dan Rani pun pergi menuju kelas karena masih ada mata kuliah yang harus diselesaikan pada saat itu.


~

__ADS_1


Setelah Riska bosan berada di kolam ikan, Riska masuk ke rumah. Saat Riska melewati ruang tv Riska mendengar percakapan antara dokter Clara dan suaminya, yang membuat Riska Serba Salah.


" sayang, saya merasa senang sekali semenjak kehadiran Riska. saya jadi merasa kekosongan yang pernah kita alami tanpa keturunan kini tiada lagi." kata dokter Clara kepada suaminya.


" Iya sayang, semoga saja ya betah ya tinggal bersama kita. Walaupun suatu hari nanti dia tahu kalau kamu lah yang menabraknya hingga Dia lupa ingatan. " kata suami Clara dengan sedikit berbisik.


" please sayang Jangan katakan apapun padanya mengenai kecelakaan malam itu karena aku benar-benar takut kehilangan


Riska. " Ujar Clara dengan mimik wajah cemas.


"Tapi bila nanti Riska kembali ingatannya pasti dia ingin kembali kepada keluarga nya."kata suami Clara.


"Tapi suami ku ,apa salah jika aku berharap Riska mau menjadi anak kita.Dan aku berharap mendengar nya memanggil ku Ibu!"Tanya Clara dengan air mata nya mulai menetes.


Suami Clara hanya terdiam,matanya melotot ke arah tangga melihat Riska berdiri di sana. Suami Clara takut kalau Riska mendengar pembicaraan nya dengan suami nya.


Clara pun menoleh kebelakang nya dan tampak oleh nya Riska ada di belakang nya.


Clara pun salah tingkah, bicara nya mulai gagu.


Perlahan Riska turun dari tangga tersebut, Mendekati Clara.


"Jadi tante yang menabrak ku? lalu kenapa tante malah membawa ku sejauh ini?"Ucap nya dengan mata berkaca kaca.


" Maaf tante Riska! Tante sangat takut saat itu, dan tante hanya memikirkan keselamatan mu. Karena saat itu kamu banyak mengeluarkan darah.Dan maaf karena kecerobohan tante dalam mengemudi membuat kamu seperti ini.'' kata Clara mencoba menjelaskan kronologi kejadian saat itu.


Riska pun jadi merasa serba salah, Ingin membenci Clara tapi kecelakaan itu bukan lah kesalahan nya sepenuh nya....


Riska hanya melangkahkan kaki nya perlahan menuju kamar nya.

__ADS_1


****


__ADS_2