
Sejak berada di dalam kamar Villa Alex berubah menjadi pendiam, tidak ada lagi gombal yang ia utarakan kepada Tika. Hal itu membuat jika merasa ada yang tidak beres dipikirkan oleh Alex.
''Alex kamu kenapa, kenapa kamu tiba-tiba diam begini. apa yang kamu sembunyikan dari aku?'' ketika mendekati Alex dan duduk di samping Alex.
'' seluruh akses finansial ku diblokir, Sepertinya itu adalah ulah Mami. ''Kata Alex kesal.
''Aku lah alasan nya berbuat demikian.''Tida berdiri dan mengemas barang-barang nya.
''Sayang, Kamu mau kemana.''Tanya Alex
''Sebaik nya kita pulang sekarang. Aku gak mau hal yang lebih buruk lagi terjadi ke kamu.''Kata Tika.
''Nggak sayang, Aku masih punya pegangan uang kok, kamu tenang aja. ''Kata Alex yang mengganggap semua itu hal yang tidak perlu di hiraukan.
''Aku mohon ayo Kita pulang! Tika berlutut memohon dengan air mata yang sudah menetes di pipi nya.
''Oke baiklah! " Kata Alex lirih.
Alex pun bergegas menuju mobil nya dan setelah mereka masuk dan Alex menyalakan mobil nya perlahan menginjak pedal gas nya.
''Sebaiknya Kamu ikuti saja kemauan Keluarga kamu''Tika menoleh ke jendela mobil dan merasakan angin jalanan menghembus wajah nya.
''Apa yang kamu katakan. Kamu jangan menyerah begitu. Aku akan mengurus semua ini.''Alex mengelus pipi Tika agar Tika bisa lebih tenang.
Tika tidak lagi banyak tanya dan banyak kata-kata. Ya hanya menyandarkan kepalanya di bahu Alex.
tidak lama dalam perjalanan Tika pun tertidur. saat Alex fokus menyetir, Alex merasakan ada tetesan yang terasa hangat di bahunya.
Alex pun melirik ke wajah Tika yang tengah tertidur sambil menangis, air matanya terus menetes membasahi kaos yang digunakan oleh Alex.
__ADS_1
''Maafin aku ya Tika, aku belum bisa memberikan kebahagiaan seutuhnya buat kamu tapi aku janji aku akan mewujudkan kebahagiaan itu untuk kamu.'' Alex berbicara pada dirinya sendiri.
Alex menambah kecepatan laju mobilnya agar segera sampai ke rumah dan membereskan semuanya.
ditengah-tengah perjalanan Alex berselisih dengan sebuah mobil yang tidak asing baginya. aku mengejar mobil itu dan mendekati mobil itu. ternyata benar itu adalah mobil keluarga besar biaya yang digunakan oleh para anak buah dari Papinya Alex.
'' oh, Jadi mereka suruhan Papi untuk memata-matai aku. pantas saja ATM diblokir karena Mami tahu kalau aku bersama Tika saat ini.'' kata Alex dalam hati dan pikirannya.
'' Baiklah mami, jika mami hanya ingin memikirkan bisnis dan harta yang memiliki. Aku tidak akan menghalanginya karena media aja yang akan aku lakukan.'' dikira Alex lagi.
'' sayang, kita udah sampai'' Alex membangunkan Tika dengan mengelus wajah Tika dengan sangat lembut.
'' Oh iya, kamu tidak mampir?'' tanya Tika untuk basa-basi.
'' aku buru-buru ada yang harus aku urus. katakan pada mama ya aku minta maaf karena mengantar kamu cuma sampai disini aku nggak mampir.'' Kata Alex.
'' baiklah, kamu hati-hati ya di jalan dan jangan ngebut-ngebut. Aku nggak mau kamu kenapa-napa.'' kata Tika.
''Aku sangat mencintaimu'' kata Alex dengan mengecup kening Tika. Tika hanya tertegun dengan perlakuan Alex.
Alex masuk ke dalam mobil dan kembali menyalakan mobil lalu melaju mobil dengan begitu sangat kencang. sehingga ketika khawatir sekali jika terjadi apa-apa di dalam perjalanan alat menuju ke rumahnya.
''Ada apa dengan Alex, bukankah tadi dia yang lebih tenang dari aku. selama aku tertidur apa yang terjadi padanya. Oh Tuhan tolong lindungilah dia karena dia orang yang sangat baik.'' sangat mengkhawatirkan Alex sehingga semalaman ia tidak bisa tidur.
Tika pun mencoba menghubungi Alex melalui pesan wa, namun pesan itu tidak dibaca. lalu ketika mencoba menelponnya melalui panggilan video dan juga panggilan seluler. namun hasilnya tetap sama saja, nomor Alex tidak aktif dan tidak dapat dihubungi. karena hal tersebut kegelisahan Tika Semakin menjadi. Dia hanya mondar-mandir di dalam kamarnya.
sementara di kediaman Wijaya antara anak dan ibu sudah terjadi pertengkaran yang sangat hebat.
'' Dari mana saja kamu bersama anak kampung itu?'' tanya Mami Alex dengan sinis.
__ADS_1
'' kenapa mami, Apakah Alex tidak boleh bahagia dengan pilihan Alex sendiri?'' kata Alex
'' anak kampung dan miskin itu tidak akan membuat kamu bahagia di masa depan. apa yang ia punya untuk bisa membahagiakan kamu.'' bentak Mami Alex.
'' dia punya segalanya mami! hanya saja Mami tidak melihat semua itu karena Mami tidak menyukainya.'' Kata Alex lagi.
'' selain kemiskinan tidak ada lagi yang ia miliki, kamu telah dibutakan oleh Cinta Gadis itu dan juga mulut manisnya yang berkata-kata lembut padamu.'' kata mami Alex menuding Tika telah membutakannya.
'' Mami salah menilai Tika, Dia gadis yang sangat baik menjaga kehormatannya, dan juga dia punya ketulusan cinta dan kasih sayang. semua itu akan sulit dimiliki oleh gadis manapun.'' Alex memperjelas kebaikan-kebaikan yang ada pada diri Tika.
'' Persetan dengan itu semua, Mami tidak peduli. tanggal pernikahan kamu sudah ditetapkan 15 hari kedepan dan Mami juga sudah mencetak undangan pernikahan kamu dengan Sonia Putri semata wayangnya Tuan Subroto, pengusaha kilang minyak terbesar di beberapa negara besar. dan dengan begitu masa depan perusahaan keluarga Wijaya akan tetap selalu berkembang dan akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar.
'' Mami Alex menjelaskan maksud dan tujuan perjodohan Alex dan Sonia.
'' Apa itu yang mami katakan kebahagiaan masa depanku?, menikahi gadis yang tidak pernah kukenal baik dan buruknya.'' kata Alex.
'' pernikahan itu tidak perlu melalui pacaran, Mami dan Papi kamu juga dijodohkan dan lihat apa yang mami inginkan selalu mami dapatkan. '' kata mami Alex.
''Itu karena Mami mata duitan, hanya memikirkan finansial belaka. Tika tidak memandang harta ataupun uang yang aku miliki'' jelas Alex.
'' Mami nggak peduli dalam waktu 15 hari pernikahan kamu akan dilangsungkan di sebuah hotel termewah di ibukota negara ini.'' kata mami Alex menekan keputusannya pada Alex.
'' jika aku tidak mau bagaimana?'' menantang Maminya.
'' kamu akan kalau konsekuensinya nanti. Jika kamu benar-benar mencintai gadis kampung yang miskin itu maka sejumlah untuk menikah dengan Sonia.'' Mami Alex.
'' Jangan pernah mencoba untuk menyentuh Tika atau menyakiti keluarganya.'' Alex mengancam balik Maminya.
''Ternyata Gadis itu telah membuat Kamu buta dan menjadi anak yang durhaka kepada kedua orang tua. mantra dan guna-guna apa yang ia berikan pada kamu Alex. sebelumnya Kamu adalah anak yang penurut dan tidak pernah membantah apa yang kami inginkan.'' kata mami Alex.
__ADS_1
Alex tidak lagi menjawab apa yang dikatakan oleh Maminya. Alex berlalu masuk ke kamar dan mengunci kamarnya.
...----------------...