
Tika pun perlahan membuka matanya, Iya heran berada di suatu tempat yang terasa sangat asing baginya dan di sampingnya ada seorang wanita yang memakai seragam dokter bersama lelaki yang yang setengah baya. Tika hanya diam namun matanya mencari-cari jawaban yang ada dipikirannya. dia ada di mana Kenapa dia bisa ada di situ. Itulah yang ada di pikiran Tika saat ini. Clara mengetahui bahwa Tika sudah bangun, perlahan ia mendekati Tika dan mencoba bertanya kepada Tika tentang keadaannya dan apa yang ia rasakan saat ini.
" Sayang bagaimana keadaanmu saat ini?'' tanya Clara dengan sangat lembut.
'' aku baik, hmm...dimana aku?"tanya Tika , matanya melihat ke sekeliling ruangan yang terlihat berwarna biru di padukan dengan warna putih.
" Saat ini kamu berada di rumah sakit, karena Beberapa bulan yang lalu kamu mengalami kecelakaan.'' kata Clara menjelaskan kejadian yang telah Tika alami.
Wajah Tika tampak terkejut.
'' Beberapa bulan yang lalu??ini di mana?" tanya Tika lagi.
'' Saat ini kita berada di rumah sakit luar negeri, saya terpaksa membawa kamu ke sini karena hanya rumah sakit ini yang bisa menyelamatkan nyawa kamu.'' Jelaskan Lara lagi.
Tika kembali terdiam, ia masih mencerna penjelasan yang wanita itu jelaskan. Melihat Tika terdiam, Clara kembali mengajukan pertanyaan perihal identitas Tika.
'' Sayang, Boleh saya tahu nama kamu siapa?'' tanya Clara.
'' Nama?'' gumam Tika , ia mencoba mengingat siapa namanya. Namun Tika tidak bisa mengingat apapun, termasuk tentang namanya sendiri. Tika memaksakan otaknya mengingat dirinya, namun iba-tiba kepala Tika terasa sangat sakit.
Melihat hal itu Clara tidak melanjutkan kembali pertanyaannya dan menyuruh Tika untuk beristirahat saja dulu. Tika pun menuruti kata Clara.
Setelah itu lari keluar dan menyampaikan kepada dokter yang menangani Tika, ia memberitahu apa yang baru saja terjadi kepada Tika.
Dokter Martin adalah dokter yang menangani Tika sejak awal Tika dibawa ke rumah sakit tersebut. dokter Martin meminta waktu untuk memeriksa kembali hasil scan kepala Tika. Clara menyetujui hal tersebut Lalu Clara menelepon suaminya nya dan mengatakan apa yang baru saja ia bicarakan dengan Tika. Clara juga meminta suami untuk datang ke kamar Tika. sementara itu Tika yang masih bertanya-tanya siapa dirinya.
Namun sekuat ia berusaha mengingat tentang dirinya semakin sakit kepala yang ia rasakan.
Setelah beberapa waktu Dokter Martin tiba di ruangan dimana Tika di rawat.
Dokter Martin pun menjelaskan kepada Clara bawa Tika mengalami Amnesia.Untuk saat ini pasien belum bisa di paksa mengingat siapa dia. Dokter clara paham dengan penjelasan dokter matin karena beliau juga. dokter Clara kembali masuk ke ruangan dimana jika dirawat dan melihat kondisi Tika yang masih berusaha mengingat Siapa dirinya. Setelah dokter Clara meminta izin kepada suaminya untuk memberikan nama baru pada pasien tersebut yang tak lain adalah Tika.
__ADS_1
" Tante maaf aku masih belum bisa mengingat siapa Nama aku dan aku juga tidak ingat Gimana keluarga aku aku merasa aku hanya seorang diri saat ini tiada siapapun yang bisa aku ingat. " kata Tika dengan penuh kebingungan.
" sayang kamu jangan takut ya, di sini kamu gak sendirian kok nggak tante sebagai keluarga kamu.Kebetulan tante juga tidak punya anak kalau kamu mau, kamu boleh mengaggap aku seperti orang tua kamu kalau kamu mau tante akan memberikan nama buat kamu.
Bagaimana kalau aku memberimu nama Riska!
Bagaimana Apa kamu suka dengan nama itu?
"Iya tante! Nama yang bagus! Terimakasih ya tante.
"Baik lah sayang sekarang kamu harus istirahat ,tante mau kerja dulu." Kata Dokter Clara sambil mencium kening Friska.
Friska hanya tersenyum dan kembali istirahat.
Sementara itu Alex dan Yani masih melanjutkan hubungannya.Walau hati Alex masih menunggu Tika.Alex masih berharap Tika bisa kembali.Yani hanya di jadikan pelarian semata.
Hati Alex sudah tertutup hanya untuk Tika.
"Jangan murung terus dong Le! "Sapa Bude yang duduk di antara Rudi dan Tia.
"Mau bagaimana lagi Bude,sahabat kita sampai sekarang belum ketemu daan entah dimana rimba nya."Kata Rudi dengan wajah murung.
"Masih teringat jelas kejadian malam itu...."Kata Inayah yang tidak melanjutkan lagi kata nya.
"ssstttt....ssstttt...."Tia memberi kode pada Inayah karena Alex datang.
Semenjak kejadian malam itu senyuman Alex pun seakan sirna dari wajah tampan nya.
"Bro,mau makan apa lo? hari ini gw traktir ! celetuk Rudi tanpa menghitung uang yang ia bawa.
Berbagai cara telah ia lakukan agar Alex bisa kembali seperti dulu. Namun percuma,walaupun saat ini Alex ada d hadapan mereka.tetapi seakan nyawa dan pikiran alex tidak lagi bersama nya.
__ADS_1
Tanpa memesan makanan Alex pun berlalu pergi.Dan Rudi juga mengikuti Alex begitu pula dengan Tia dan Inayah.
~
Ternyata Alex menuju tempat kejadian dimana terakhir mereka melihat Tika.Mereka juga mampir mengunjungi mama Tika.Disana tampak Mama Tika sangat kesepian namun beliau mencoba untuk menutupi semua kesedihannya.di meja yang ada di ruang tamu terlihat ada sebuah photo bersama saat ospek dulu.Alex meraih photo tersebut dan mengusap photo tersebut.Melihat hal itu teman teman nya mendekat dan memberi kekuatan pada Alex agar Alex bisa lebih kuat lagi dan menerima kenyataan bahwa Tika sudah tidak ada lagi.
"Tidaaaaaaakkk....''Teriak Alex.
"Nak Alex hentikan ini semua.!"Pinta mama Tika.
"Tapi tante semua itu terjadi karena gw." Tampak sebuah penyesalan di wajah Alex.
Teman temannya mencoba menenangkan Alex ,Alex hanya menangis dengan penuh penyesalan.
Lalu Alex pun pergi dengan kesedihan yang tak kunjung habis nya,
Disaat yang bersamaan Tika yaang telah berganti identitas masih mencoba mengingat siapa diri nya sebenar nya.Dan nama Riska menempel di benaknya.Dokter clara pun semakin hari semakin menyayangi Riska.semua tampak jelas dari sikap Dokter Clara memperlakukan Riska bagaikan putri raja.
~
Rendi yang selama ini dianggap melarikan diri setelah kecelakaan itu kini melanjutkan bisnis keluarga nya di luar negri.Walaupun kuliah Rendi putus di tengah jalan namun tidak menghalangi ia untuk menjalani perusahaan tersebut,,karena Rendi termasuk anak yang berbakat dalam menjalani usaha keluarga nya ini.
Selama tiga bulan belakangan ini ia hanya sibuk dengan bisnis tersebut sehingga perhatiannya memikirkan Tika sudah tiada.Ia menganggap kalau Tika sudah Tewas pada kecelakaan tersebut dan Tika tiada dengan membawa cinta mereka.Hingga detik ini pun Rendi tidak memiliki waktu untuk memikirkan cinta.Yang ia tau saat ini adalah hanya meniti kesuksesan dalam bisnis nya.
*****
SEMOGA KALIAN SUKA YA, JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA~~
BIAR AKU NYA MAKIN SEMANGAT UPDATE EPISODE SELANJUTNYA
SALAM SATU PENA....
__ADS_1