
Ceria Putri adalah seorang remaja yang mempunyai kehidupan diluar dari kebiasaan normal remaja lainnya, diotaknya hanya ada uang uang dan uang, disaat anak seusianya sedang menikmati hidup dia harus banting tulang mencari uang untuk dirinya sendiri dan ibunya
dia terlahir dari ibu yang menjadi istri siri seorang pengusaha pemilik beberapa stasiun tv ternama diindonesia, namun menjadi istri siri ternyata tak membuat hidup ibu dan ceria bergelimang harta dimasa muda
ibu Ceria yang bernama Anggun jatuh cinta pada Surya Utama yang dulu masih menjadi calon kandidat pewaris stasiun televisi, mereka saling mencintai, namun karna perbedaan status juga agama membuat mereka harus menikah diluar negri agar bisa tetap bersama, Anggun beragama Islam dari bandung sedang Surya adalah Nasrani keturunan cina Surabaya, pernikahan mereka awalnya bahagia sampai akhirnya orang tua surya, nyonya Diana mengetahui hubungan anaknya murka dan membuatnya menghalalkan segala cara memisahkan Surya dan Anggun bahkan pada saat Anggun hamil Ceria, nyonya Diana hampir membuat Anggun keguguran namun semua Anggun tetap mempertahankan kehamilannya.
meski Anggun diberikan kehidupan yang nyaman oleh Surya saat itu, hari hari Anggun tidaklah mudah karna selalu diliputi rasa was was pasalnya dia tau nyonya Diana tak akan tinggal diam. hingga akhirnya Anggun melahirkan Ceria yang sebelumnya diberi nama happy Surya Utama oleh Surya, semua berjalan normal hingga umur ceria berusia 10tahun saat itu anggun dan ceria melihat infotainment di stasiun televisi milik keluarga suaminya itu dan betapa kagetnya anggun dan ceria mendapatkan berita acara pertunangan Surya dengan seorang janda cantik anak satu berusia 5tahun bernama Sania, yang merupakan wanita pilihan nyonya Diana
ceria adalah gadis yang cerdas yang sudah sangat mengerti bahwa kini ayah yang ia sayangi mengkhianati ibunya.
Anggun sempat terpukul hingga mengurung dirinya didalam kamar berhari hari. ceria bukanlah gadis bodoh dengan usianya yang masih sangat kecil dia memesan taxi mendatangi ayahnya ditempat kerja ayahnya. ceria sempat dicegah oleh security disana hingga akhirnya dia dapat bertemu dengan ayahnya yang saat itu sedang berjalan bersama neneknya menuju ruangannya
" ayah" panggil ceria
"happy...kamu ngapain disini?" tanya Surya memeluk anaknya
nyoya Diana menarik sedikit tangan Surya menjauhkan dari anak itu
"ayah kenapa bertunangan dengan Tante itu, ibu nangisin ayah, udah berhari hari ibu ga keluar kamar yah, ayah ga sayang happy lagi?" kata ceria mencoba tegar
airmata Surya jatuh mendengar penuturan anaknya itu
"lepasin dia ya, kamu mau bikin Mama malu?semua orang liat kita" kata nyonya Diana berbisik pada Surya
"mah dia, happy cucu mama, mama ga kasihan sama darah daging mama sendiri" kata Surya
"dia bukan cucuku, aku ga punya cucu dari kasta rendahan seperti dia, dia adalah anak dari simpananmu dan sampai kapanpun tak akan jadi cucuku" kata nyonya Diana dihadapan ceria
ceria merekam betul semua ucapan nyonya Diana
__ADS_1
"nyonya, aku tak meminta nyonya menjadi nenekku, aku tak peduli kamu ngakuin aku sebagai cucumu atau bukan aku hanya ingin ayahku saja aku ga butuh yang lainnya" kata ceria kecil yang memang punya sifat kritis seperti almarhum kakeknya ayah dari Surya
"lancang kamu anak kecil, ini sebabnya mama ngelarang kamu berhubungan sama gadis dari kalangan biasa, mereka arogan dan tak tau diri" kata nyonya Diana
"sudah mah, dia hanya anak kecil" kata Surya
"sayang sekarang kamu pulang ya, ayah akan pulang nanti malam, kamu jaga ibu dirumah ya, biar supir yang antar kamu pulang" kata Surya
ceria beralih dan menatap nyonya Diana dengan tatapan tajam persis dengan tatapan almarhum Baskoro suami nyonya Diana, untuk sesaat ada rasa takut pada hati kecil nyonya Diana melihat kilatan mata tajam darah dagingnya itu, dia seperti melihat diri Baskoro dimata anak kecil itu, tapi bukan Diana namanya bila gentar dengan anak usia 10tahun
"ayah, bila memang ayah sudah tidak mencintai ibu lagi, jangan lagi ayah datangi kami, aku ga akan biarin ayah bikin nangis ibu lagi" kata ceria kecil dengan mata penghakimannya pada ayahnya itu
"happy sayang, ini ga seperti yang kamu bayangin, ayah ga ada maksud ninggalin ibu dan kamu sayang, ayah hanya menjalankan perintah nenekmu kalau tidak perusahaan ini akan jatuh ke saudara yang lainnya, kamu ga usah berfikir terlalu jauh, ayah janji ga akan ninggalin kamu dan ibumu" kata Surya
namun janji Surya hanyalah sebuah kata kata sudah seminggu janji datang menemui ibu dan Ceria tak pernah ditepati, hingga akhirnya Surya melangsungkan pernikahan mewah disebuah hotel bintang 5 dengan live distasiun tv miliknya, hati Anggun hancur berkeping keping, anggun menangisi nasibnya dan ceria, namun lain halnya dengan ceria tak ada airmata pun yang keluar yang ada hanya amarah yang terpendam dalam dirinya tepat dihari pernikahan ayahnya anggun membawa ceria pindah ke kampung halaman meninggalkan semua yang Surya berikan padanya namun pindah ke Bandung adalah kamuflase belaka untuk menghilangkan jejak dari Surya dan keluarga nya dia sudah benar benar tak menginginkan lagi berhubungan dengan Surya dan keluarganya.
"sayang hari ini kamu bukan nama kamu ibu ganti menjadi Ceria putri dan ibu menjadi Lestari, tanggal lahirmu pun sudah ibu ganti menjadi 14Febuari 2000 ya sayang" kata anggun pada putrinya
"iya sayang, kita akan mulai hidup baru, seperti ayahmu yang lebih dulu memulai hidup barunya, maafkan ibu ya, ga bisa lagi memberikan kenyamanan seperti ayahmu dulu, ibu janji ibu bakalan berusaha" kata ibu
"bukan ibu tapi kita berusaha bersama Bu, ceri bakalan bantu ibu" kata ceria
"ceri?? bagus juga, kita disini ga akan lama kita akan pindah ke Bekasi sayang, rumah ini sudah ibu jual buat memulai hidup baru disana, ga ada yang akan tau kita disana" kata ibunya
"iya bu, aku ga masalah selama tetap sama ibu aku akan tetap bahagia" kata ceria memeluk ibunya
Surya nampak kebingungan mencari keberadaan anak dan istrinya dia mengerahkan banyak anak buah untuk mencari keberadaan anak dan istrinya itu namun nyonya Diana seperti tau hal itu memboikot semua akses anaknya untuk mencari keberadaan Anggun dan anaknya tanpa sepengetahuan Surya
sementara Sania nampak terkejut mengetahui lelaki yang dinikahinya ternyata bukanlah lajang tapi pria beristri dan beranak satu, namun keserakahan telah membuatnya menjadi tamak dan menggunakan banyak cara membuat Surya benar benar teperangkap dalam permainan Sania, yang memang jauh lebih cantik dan menarik dibanding anggun hingga sedikit demi sedikit Surya melupakan anggun dan anaknya
__ADS_1
kebersamaan mereka sering bertebaran di televisi milik keluarganya membuat anggun sering diam diam menangis hingga akhirnya menghapus seluruh channel televisi milik keluarga suaminya itu, sebanyak 3 stasiun televisi. dan ceria selalu merekam detik detik kehancuran ibunya sebagai luka yang membekas dihatinya
anggun menjual rumah dan tanah dibandung peninggalan orang tuanya dan membeli ruko dua lantai dipinggir jalan, dia memutuskan untuk berdagang warung klontong diruko itu sedang dilantai dua digunakannya untuk beristirahat bersama ceria
tak banyak yang berubah dari ceria dia tetaplah Gadis ceria yang pandai disekolah, hanya saja kini dia menjadi anak yang hobi sekali berjualan, diotaknya slalu berfikir tentang cara mendapatkan uang, anggun merasa bersalah mungkin karna kini kondisi keadaannya yang tak mampu mencukupinya seperti saat bersama ayahnya dulu, namun anehnya yang yang ceria dapatkan tak pernah dia hambur hamburkan, dia meminta anggun membukakan rekening untuk dirinya menabung, dengan usia semuda itu ceria berfikir lebih tua dibanding usianya
"memang untuk apa yang kamu cer?" tanya ibunya
"belum tau Bu, yang aku tau aku harus jadi orang sukses biar ibu dan aku ga harus lari saat orang kaya meninjak injak harga diri kita Bu" kata ceria kecil
"maafkan ibu ya cer" kata itu selalu kluar dari mulut ibunya
"ga ada yang salah, nasiblah yang mengharuskan kita begini Bu, aku bersyukur karna Alloh menujukkan jalan buat kita" kata ceria
mereka bertangga dengan seorang janda anak satu berusia 12tahun yang baru 3 bulan ditinggal suaminya meninggal dunia, wanita itu diwarisi beberapa ruko dan kontrakan oleh keluarganya sehingga dia tak perlu lagi bekerja untuk menghidupi anak semata wayangnya, mama Sinta dan bang Raffa namanya. mereka bertangga dan ceria sangat suka bermain dirumah Raffa saat itu karna mama Sinta pandai memasak dan sangat menyayangi nya
"mah, sumpah ini tuh Ter the best deh" kata ceri pada mama Sinta saat memakan mie goreng buatan mama Sinta
"kamu suka, mama buat banyak nih, bawa pulang ya buat ibu kamu"
"mmmm.. makasih mah"kata ceri memeluk mama Sinta
"sayang kamu loncat kelas ya? duh mama seneng deh dengernya, kapan ya bang raffa bisa pinter kaya kamu?" kata mama Sinta sambil mengelus rambut panjang ceri
"tenang mah tinggal selangkah lagi aku bisa sekelas sama bang Raffa, kalo nanti aku udah sekelas aku janji aku yang bakalan ajarin kok mah" kata ceri
"pedean lu, sok Sokan mau ngajarin gua, lagian ya mah, dia mah emang dari sananya udah jenius mah, ya pantes loncat kelas lah mah" kata Raffa yang mulai kesal sejak keberadaan ceri menjadi bahan perbandingan antara dirinya dan anak kecil itu namun tak dapat dipungkiri kehadiran ceria Mampu menghapus kesedihan mamanya sepeninggal mendiang papanya
.
__ADS_1
.
.jangan lupa like n coment yes..😊