Si Kak Guru

Si Kak Guru
cogan dan galak itu sepaket!


__ADS_3

dari : ceri


bang laper


sebuah pesan masuk ke handphonenya


tanpa sadar Raffa langsung mengambil dompet dan berjalan ke ruko ceri


"ayo" kata Raffa mendapati ceri menonton televisi diruang tengah


senyum merekah dari bibir ceri


"makan apa bang?"


"terserah lu" kata raffa


" pecel ayam Deket pom bensin bang"


"pake motor lu aja, motor gua udah gua masukin" kata Raffa ceri mengambil kunci motor dan memberikannya pada Raffa


sesampainya ditenda pecel ayam yang dituju ceri memesan makanan mereka lalu duduk manis disamping Raffa, Raffa nampak membetulkan poni ceri yang nampak berantakan saat naik motor tadi


"yakin bakalan ada laki laki yang lebih sayang dari pada gua de?" tanya Raffa tiba tiba meyentak hati ceri


"ga terlalu yakin sih bang" jawab ceri sambil tersenyum


"kalo gitu siap siap aja jomblo lebih lama lagi, soalnya gua ga akan kasih lu kesiapapun kecuali dia bisa lebih dari gua" kata Raffa


"serah lah" kata ceri memalingkan wajahnya


"kak ceri? " panggil Kiky yang tiba tiba datang ke tenda pecel ayam itu


"hai Ki, mau makan juga?" sama ceri


" iya ,, ini Abangnya ya? hai bang gua Kiky murid kak ceri" kata Kiky tersenyum ramah


"hai Ki"


Raffa nampak membuka handphone saat ceri asik ngobrol dengan Kiky


hingga makanan pesanan ceri dan Raffa datang ceri masih saja asik mengobrol, Raffa sibuk menyuir nyuir ayam ceri, dia tau ceri akan tak sabaran memakannya walau ayam dalam keadaan panas, Kiky sekilas melihat apa yang dilakukan Raffa


"makan ky" tawar Raffa


"silahkan bang"


"nih makan dulu de" kata Raffa menyodorkan nasi dan ayam yang sudah disuir


'setdah Bae amat tuh abangnya' batin Kiky


tiba tiba suara telepon masuk ke handphone Raffa


"iya cin kenapa"


"ga bisa gua lagi makan sama adek gua"


Raffa langsung menutup teleponnya


" temen lu yang itu lagi? ngapain lagi dia?" tanya ceri


"motornya mogok minta dijemput"


" lah trus kenapa ga dibantuin?" tanya ceri

__ADS_1


"gua lagi makan, lagian kenapa harus gua sih" kata Raffa masih fokus pada makanannya


"bang, dia tuh suka sama lu, lu begoo apa oon sih?" ucap ceri


"apa bedanya? lagian gua ga suka" kata Raffa dengan santainya


"dasar pemilih, gua pengen tau jodoh lu nanti kaya apa sih? ini ga mau itu ga mau, awas aja kalo sampe zonk" kata ceri


" berisik! makan" kata Raffa


Kiky telah mendapatkan bungkusan makanannya


"kak, gua duluan ya, bang saya duluan bang" kata Kiky


"oh iya Ki, hati hati" kata ceri Raffa hanya mengangguk lalu tersenyum


saat Kiki sudah tidak nampak lagi dari balik spanduk tenda itu dan Raffa mulai bertanya


"kok manggil lu kakak sih bukan ibu?"


"enngg gua yang minta, tua banget ah dipanggil ibu lagian kita cuma beda dua taun bang" kata ceri


"bang, besok pulang ngajar gua mampir ke tempat kerja lu ya" kata ceri


" hemmm" jawab Raffa


" gua mo cod an salad buah dideket sana paling jam 1an gua nyampe besok cuma dua jam pelajaran jadi gua pulang cepet"


"iya" jawab Raffa melirik sedikit ke ceri lalu fokus lagi ke piringnya


"de, disekolah tempat lu ngajar gua ga bisa ngawasin lu jadi jaga diri lu Bae Bae, dan inget pesen gua" kata Raffa kini menatap ceri


"abang sayang, umur gua tuh udah 18taon, gua udah gede dan bahkan temen sekolah gua udah ada yang kawin dan punya anak, dan tanpa lu ingetin pun gua pasti jaga diri gua, tapi biarin gua ngerasain semua jalan yang emang harus anak seusia gua jalanin" kata ceri kini menghadap ke Raffa


"jatuh cinta, patah hati, mencintai, dicintai dan semua hal yang gua lewati selama ini, gua mau semua bang, gua ga mau kehilangan moment itu, biar semua rasa berjalan alami apa adanya" kata ceri kini menatap mata Raffa


' gua ngalamin semuanya sama satu orang doang de, dan itu lu!' gumam Raffa dalam hati


" Abang"


"hmmmm"


"lu dengerin gua ga sih"


" denger"


"ih lu mah gitu ah" kata ceri


.


.


.


keesokan harinya motor ceri memasuki halaman sekolah diikuti pinky


"kak.. kiky bilang dia ketemu lu sama Abang lu? emang iya yah?" kata pinky


"ehh..kamu maksudnya" pinky menutup mulutnya


"iya diwarung pecel ayam, kenapa emangnya?"


"saya boleh maen kerumah kakak ga?" kata pinky

__ADS_1


"ngapain" bola mata ceri melirik ke arah pinky


"ah kaya ga tau aja" pinky mencolek lengan ceri dengan ujung jarinya dan dibalas dengan lirikan mata tajam dari ceri


"dia Abang sepupu saya, kami ga tinggal serumah lagian dia tuh jarang dirumah, dia kerja part time trus malemnya kuliah jadi jarang ada dirumah" kata ceri sambil berjalan


"Ooo.. ka salamin ya" kata pinky


"ogah ah, orangnya galak yang ada saya kena semprot" kata ceri


"cogan dan galak itu emang sepaket ka, tapi tenang saya terima kegantengan beserta galak galaknya kok" pinky tersenyum nakal sambil menaikan kedua alisnya


'idihh ni bocah, gedegin banget sih' gumam ceri


"masuk kelas sana" ceri berjalan menuju ruang guru


" jangan lupa salamain ya ka" pinky setengah berteriak sementara ceri tak memperdulikannya


"salamin ke siapa Bu?" tanya Dika yang tiba tiba saja muncul dari balik pintu ruang guru


"astaghfirullah, ngagetin aja sih, itu si pinky minta disalamin sama kakak sepupu saya" kata ceri berjalan menuju mejanya


"Ooo pasti ganteng?" kata Dika


" B aja" kata ceri mengeluarkan handphone dari tasnya


"trus siapa yang menurut ibu ganteng dong?" tanya Dika


" ga ada" jawab ceri


"berrati belum punya pasangan dong?" kata Dika menggoda


"belum akan dalam waktu dekat ini" kata ceri


ceri membuka buku saku kecil ditanya lalu membuka aplikasi Facebook dan mencatat pesanan para customer


"ibu jualan?" tanyanya


"iya"


"apa aja?" liat aja di FB cari nama saya ceria Putri nanti bapak juga tau saya jual apa aja" kata ceri masih bekutat dengan buku saku, pulpen dan handphonenya


entah apa yang mengubah dirinya baru kemarin dia teramat terpesona oleh Dika namun hari ini nampak cuek dan tak ada lagi raut menyukainya. tanpa dia sadari kata kata Raffa menjadi tembok pembatas besar bagi dirinya dengan Dika, meski ceri lebih banyak bertengkar dengan Raffa namun tak sekalipun ceri membantah segala aturan yang Raffa buat untuknya, yang dia tau Raffa pasti melakukannya hanya untuk menjaganya dan itu cukup membuatnya nyaman selama ini.


jam pelajaran dimulai ceri pamit masuk kelas terlebih dahulu


dikelas X AP 1 kondisi lebih kondusif anak anak kelas itu terbilang mudah diarahkan dan Tak ada halangan berrati selama mengajar dikelas itu


jam 11 ceri undur diri dari ruang guru dan menuju tukang buah langganannya membeli beberapa buah untuk bahan saladnya hingga sebuah pesan masuk dari customer nya yang mengundurkan jam cod menjadi disore hari jam 3 dan ceri mempunyai waktu untuk membuat salad buah.


"katanya mau codan de, kok malah buat salad" kata lestari


"diundur sore Bu, sekalian aja nanti berangkat kuliah" kata ceri


"emang jam berapa codannya?"


"jam 3 nanti ceri mampir ketempat Abang aja sambil nungguin magrib bis itu berangkat ke kampus dari sana" jawab ceri sambil memotong motong buah


"oh... tar ibu bikinin spaghetti buat Abang, nanti bawain ya,waktu itu dia ngerengekin ibu minta dibuatin spaghetti tapi ibu masih sibuk Mulu baru sekarang agak longgar" kata lestari


"iya Bu, giliran Abang aja inget, aku mah mana pernah dibuatin ini itu" kata ceri mengerutu


"lah kamu juga kalo apa apa minta buatin mamah Mulu kan, ga dapet dari mamah kamu lari ngerengekin abangmu itu, masa iya cuma bikinin makanan buat dia aja masih kamu cemburuin sih cer" kata lestari

__ADS_1


ceri hanya tersenyum


__ADS_2