
sepuluh menit berlalu, suasana nampak tenang semua mata tertuju pada sebuah handphone dimeja guru, ya handphone milik ceri.. mereka menunggu chat kunci jawaban soal tersebut
tringgg tringgg
suara notifikasi pesan masuk ke handphone ceri
" Naya silahkan buka" kata ceri
Naya mengambil handphone dimeja ceri lalu membuka handphone itu
dari : bang jago
Naya mengerutkan dahi
'gila ni guru, anak yang punya yayasan dikasih nama bang jago, eh foto profilnya buka pak Dika dengg, wihhh ganteng tingkat dewa nih makhluk' gumam Naya dalam hati saat melihat pesan yang masuk ternyata bukan dari pak Dika guru matematika kelas X
dari : bang jago
de, pulang beliin Abang nasi Padang kaya bisa, jangan lupa ayam satu rendang satu ya
" baca" kata ceri pada Naya
Naya hanya menaikkan alis
"yakin?" tanyanya
ceri mengangguk
"dari bang jago katanya de, pulang beliin Abang nasi Padang kaya bisa, jangan lupa ayam satu rendang satu ya" baca Naya tentang isi pesan di handphone ceri
'aiiissshhhh, si Pe'a ngapain wa ga tepat waktu sih' gumam ceri dalam hati
seisi kelas terbahak bahak mendengarkan isi pesan itu
"bang joga siapa tuh ka? ehh eehh ganteng lho..nih liat deh" kata naya mengarahkan foto profil Raffa ke arah teman temannya didepan kelas
"wihhhh...Kim Soo Hyun kw super tuh" kata nia
"Abang saya, udah udah.."
"kak daftar dong jadi iparnya" kata pinky
'oh big no, jangan mimpi' batin ceri
tringg tringgg
"nah ini dia" kata Naya langsung mengambil dua kertas dimeja ceri mencocokan jawaban yang benar nampak raut lesu dari wajah gadis yang tingginya 5 senti lebih tinggi dari pada ceri
dengan melihat mimik wajah Naya ceri sudah tau hasilnya
__ADS_1
"oke siapa pemenangnya Naya?" tanya ceri dengan senyum kemenangan sambil melipat tangannya kearah depan dan menaruh sedikit bokongnya diujung meja bagian depan
" iya lu memang kaa, trus lu mau apa dari kita?" tanya naya yang masih berdiri disamping ceri
"kalian semua, harus kudu, wajib ikut peraturan saya selama satu tahun pelajaran ini, bila ada yang melanggar dendanya adalah kalian siap memberikan apapun yang saya inginkan" kata ceri
"iya iya" jawab mereka serempak
" yang pertama, ga ada lu gua, ga ada ibu ibuan, ga ada tidur, ngevlog, tiktokan, dan segala macam bentuk aktivitas lain selain belajar pas mata pelajaran saya diluar jam pelajaran bebas mungkin kita bisa jadi patner colab" kata ceri sambil menaikan alisnya
"yang kedua, kalian bebas bermake up, saya belum tau tata tertib disekolah ini seperti apa, tapi yang saya tau anak administrasi perkantoran itu dulunya adalah jurusan sekretaris dan emang ada sesi beauty class dan memang kalian dituntut berpenampilan menarik, tapi tetap dengan nilai nilai yang saya anggap sebagai toleransi untuk anak seusia kalian, saya tidak ingin anak siswi saya berpakaian terlalu seksi dan pendek juga terbuka mengingat dikelas ini juga ada tiga orang siswa dan guru guru pria, bila melanggar siap siap memakai sarung selama pembelajaran saya berlangsung, saya tidak segan segan menggunting baju atau rok kalian, mengerti?" tutur ceri pada murid dikelas itu
"iya kakkk" jawab mereka serempak
"good, siapa KM dikelas ini? " tanya ceri
"cris ka" jawab Kiky dengan suara cemprengnya
"oke cris, tolong misscall nomor kamu ke nomor saya" kata ceri
wajah anak itu nampak grogi, namun seperti biasa, cerdas dalam segala macam hal apalagi yang menyangkut uang namun tiarap dalam membaca hati lawan jenis dan tak menyadari sedari tadi cris nampak mencuri curi pandang padanya
"jangan dia, diluar jangkauan lu cris" bisik Sadam pada cris saat anak itu kembali duduk disebelahnya
"perfect dam" bisik cris
"tampang sih emang iya, otak juga oke, tapi dia terlalu ambisius untuk seorang perempuan, ga akan mungkin dia mau sama anak kaya lu" kata Sadam
"dari mana lu tau? " kata cris
"usianya baru 18 tahun tapi dia udah jadi guru disekolahan ini, selain pinter dia pasti tipe cewe yang punya target, ga cocok sama anak kaya kita gini" jawab Sadam
"sok tau" kata cris
"liat aja" kata Sadam
Ceri memulai pembelajaran hari itu,materi pertama hanya berupa teori dengan penjelasan sederhana tentang macam macam bentuk surat, ceri mengajak seisi kelas menghafal bentuk surat dengan cara yang mudah dimengerti tanpa merasa terbebani oleh menghafal, murid muridnya diajak berimajinasi tentang bentuk surat dan tata letak tiap bentuk surat yang berbeda dan metode ini rupanya menarik untuk mereka, dua jam pelajaran sudah usai nampak ceri sibuk membereskan barang barangnya sementara saat bel istirahat berbunyi anak anak itu tanpa aba aba langsung berhamburan keluar kelas padahal ceri belum sempat menutup pelajaran dan ceri hanya mampu bergeleng geleng kepala sambil tersenyum
"ada yang bisa saya bantu ka?" kata cris mendatangi meja ceri
" ni cris, thanks, kamu ga jajan ke kantin?" tanya ceri bangkit dari bangkunya lalu berjalan keluar kelas diikuti cris disampingnya
"ini mau jajan, kakak mau makan apa mungkin mau saya beliin sekalian" kata cris menawarkan diri
"ngga perlu cris saya belum terlalu laper" kata ceri
"usia kakak baru 18 tahun kok bisa jadi guru disini?" kata cris mencoba mencari tau
"oh itu, saya masih kuliah semester 2 trus temen saya nawarin ngajar disini akhirnya saya ambil dan ikut kelas malem untuk kuliah" jawab ceri
__ADS_1
"18 tahun semester 2?" tanya cris sedikit merasa aneh
" oh itu waktu SD saya pernah loncat kelas" jawab ceri
"pantes, saya kalah" kata cris membetulkan letak kacamatanya
"oke cris saya masuk ruangan guru dulu kedepannya saya akan banyak minta bantuan kamu, senang kenal sama kamu" kata ceri sambil tersenyum lalu berbalik badan memasuki ruang guru
'ya Tuhan, cantik banget sih ni anak, baru kali ini gua ngerasa getaran begini sama cewe, bener bener beda' gumam cris dalam hati lalu berjalan menuju kantin
"assalamu'alaikum" ceri masuk ruang guru dan mulai tersenyum
"waalikumussallam, oh Bu ceri, sini sini.. ini meja ibu" kata Bu Nindy guru wanita paru baya yang memakai kacamata dan berkerudung nampak anggun dan berwibawa
"terimakasih" jawab ceri duduk dimejanya
"oh ini, temennya Maya, enak ya punya temen anak yang punya sekolahan, masuk ga pake dites segala, bisa bisanya masih bocah jadiin guru disini, kayanya standar sekolah mulai turun nih" kata Bu Wiwi yang sedari tadi menatap dengan tatapan tak bersahabat
"hussst ngomong tuh dijaga dong Bu, ga mungkin pihak sekolah Nerima gitu aja kalo dia ga sesuai dengan standar yang butuhkan sekolah" jawab Bu sindy dengan perawakan gempal dan cubby
"iya nih, suudzon Mulu" tambah pak Rio yang seperti adalah guru olahraga karna nampak menggunakan kaos dan celan training ke diruangan itu
"assalamu'alaikum" tiba tiba datang pria yang tadi bervideo call dengan ceri
"oh Bu ceri ya, aslinya lebih cantik ya" kata Dika mendekat dan mengulurkan tangan pada ceri
"siang pak Dika, terimakasih banyak atas bantuannya tadi" kata ceri membalas uluran tangan Dika
"duh duhh.. masih baru udah ngerepotin orang aja, ga tau lagi deh abis ini mau ngapain" kata Bu Wiwi kembali bicara
ceri kembali hanya tersenyum lalu menunduk
" lho saya ga ngerasa direpotkan kok, tapi kalo boleh tau untuk apa ibu minta saya membuat soal matematika dipelajaran kearsipan ibu?" tanya Dika
ceri menjelaskan kronologi kejadian dikelas tadi dan nampak Dika terkagum kagum cara pemecahan masalah yang ceri gunakan untuk anak anak kelas XI AP 2 yang merupakan tiga kelas dengan cap trouble maker disekolah itu, sedikit aneh memang karna kelas itu dihuni 87% adalah wanita mengapa bisa menjadi kelas dengan cap tak baik tapi ceri akan segera mencari tau lebih lanjut tentang akar permasalahannya, jiwa keponya meronta-ronta
" wah saya malah ga kepikiran buat" kata Bu Nindy
" memang kita perlu yang muda untuk menghadapi tingkah ubsurd anak anak itu, cara berfikirnya lebih fresh dibanding kita yang sudah kepecah sama bumbu dapur dan masalah kasur Bu" kata bu sindy terkekeh
"husstt..ada perawan sama perjaka ini lho, kasian kan kebanyakan teori tapi belum bisa prakteknya" kata pak Rio
ceri hanya menggaruk garuk kepala meski tak gatal dan tersenyum tipis dengan wajah memerah sementara mata Dika terus saja memperhatikan tingkah rekan kerja barunya
'manis' gumamnya dalam hati
sementara Bu Wiwi nampak tak begitu suka dengan kehadiran ceri yang langsung dapat memikat hati seisi ruangan
"wah Bu ceri langsung bisa berbaur rupanya, syukurlah" kata pak Dimas yang baru masuk ruangan itu
__ADS_1
"oh iya Bu, makan siang disini prasmanan ibu bisa ambil dipantry ya, kalo butuh apa apa jangan sungkan ya" kata pak Dimas
" terimakasih pak" jawabnya