Si Kak Guru

Si Kak Guru
gen anak petir


__ADS_3

sore itu ceri mengantarkan salad buah pesanan customer nya harga salad beserta ongkir tentunya, ceri telah sampai di coffee shop tempat Raffa bekerja, tempatnya nyaman dan intagrameble terdapat banyak spot selfie disana, terdapat dua lantai diruko yang cukup luas itu, dan terdapat juga smoking area, ceri mendatangi Raffa yang sedang menyiapkan beberapa bahan kebutuhan dimeja pembuatan kopi terdapat dua barista yang sibuk mengolah kopi pesanan pelanggan dan seorang kasir dibagian ujung meja, terdapat juga kitchen pembuatan makanan makanan pendamping minum kopi seperti sandwich, fried fries sosis dan lain lain untuk harga cukup bersahabat untuk kantong anak kuliahan disekitar kampus, dan memang coffee shop itu nampak ramai pengunjung, sekilas Raffa salah satu magnet bagi para mahasiswi untuk rajin rajin absen ke coffee shop itu.


"assalamu'alaikum bang"


"waalikumussallam, eh cebol lu bilang jam satu ini udah jam berapa lu baru sampe sini hmm" ucap Raffa geram pada ceri


"sori sori gua lupa ngabarin lu, tadi yang pesen salad minta diundur codannya jadi sore yaudah deh gua ke sininya sore. lagian gua bikin salad buat pesanan besok juga kan, nih dari ibu" kata ceri memberikan tempat makanan pada Raffa


"apaan ini?" tanya Raffa membuka plastik pembungkus tempat makan


tanpa mereka sadari beberapa pasang mata wanita yang sedang bergerombol menatap kesal atas kehadiran ceri, ceri melihat kearah meja tersebut


'iihh angker angker amat mukanya, kaya kuburan tua' batin ceri


"bang, gua ganggu ya?" tanya ceri memalingkan matanya ke arah raffa dengan sedikit berbisik


"sejak kapan lu peduli udah ganggu gua apa ga? udah setua ini baru nanya lu ganggu apa ga? jelas jelas emang hidup lu kan gangguin hidup gua" kata Raffa dengan membulatkan matanya ke arah ceri


"ihh..si oon mah, kalo ngomong ga ditaker, itu ngapa sih pada judes judes banget liatin guanya bang? gua aneh atau kenapa ya bang?" kata ceri sambil memperhatikan penampilannya. nampak dia memakai sepatu kets putih celana jeans hitam, dan jaket Hoodie yang nampak kebesaran dengan rambut terkuncir dengan poni tertata rapih, makeupnya pun nampak biasa saja, bedak tipis dan liptint dengan warna orange tak terlalu kentara takut takut kena semprot oleh Raffa bila tau ceri masih berdandan terlalu mencolok.


Raffa nampak memperhatikan penampilan ceri


"nggak aneh ah, cuma cebol doang" kata Raffa mengalihkan pandangannya lagi ke kotak makan yang dibawakan oleh lestari


"Alhamdulillah, spaghetti" wajah raffa berubah sumringah


"udah jangan diliatin, mereka itu fans fans gua, dan lu sekarang dizona merah" Raffa yang sibuk mengaduk ngaduk spaghettinya


ceri berjalan ke meja kumpulan gadis gadis yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan tak menginginkan keberadaan ceri disana


"hai gaes, kenalin gua ceri, gua Adek sepupu Abang Raffa, gua cuma mo nganterin makanan buat Abang dari ibu, jadi kalian jangan natap gua dengan tatapan seangker itu lagi ya" kata ceri sambil tersenyum


wajah ke lima gadis itu pun menjadi sumringah dan menyodorkan tangan seraya satu satu dari mereka memperkenalkan dirinya pada ceri


'aku mencium bau uang' gumam ceri dalam hati sambil tersenyum licik


dengan seketika ceri langsung bisa mengambil hati mereka


"Oia cer, bisa minta nomor teleponnya? " kata salah seorang dari liga gadis itu


"oh iya dong boleh" ceri menyebutkan nomor telepon nya lalu meminta gadis itu ngesave nomor ceri lalu me misscall nomornya ke nomor ceri tentu saja bukan tanpa maksud ceri memberikan nomornya pada gadis gadis itu, karna ceri sadar betul fans Raffa akan banyak menguntungkan untuknya. dengan deretan status WhatsApp dengan gambar barang barang dagangan tujuannya pasti adalah timbal balik yang baik antara info mengenai Raffa dengan income yang akan diterimanya. yups..tak ada yang gratis katanya. dan Raffa hafal betul isi otak bocah dengan tinggi badan 151cm itu


ceri nampak duduk salah satu meja dengan bangku sofa panjang ketika Raffa datang membawa sepiring spaghetti yang telah dipindahkannya dari tempat makan dan air mineral ditangannya menuju meja ceri


"ga bosen jual nama gua?" tanya Raffa duduk disebelah ceri menaruh makanan dan minumannya dimeja


ceri menggelengkan kepala menarik piring Raffa lalu memakan spaghetti itu


"emang kaga punya akhlak lu ya" jawab Raffa


ceri hanya terkekeh mendengar Raffa nampak kesal


"ih udah, ini spaghetti buat gua" Raffa menarik piring dan garpu yang dipegang ceri


"pelit amat sih lu bang" kata ceri dengan mulut masih belepotan saos disudut mulutnya


Raffa mengelap dengan jari jempolnya lalu menjilati jelmpolnya

__ADS_1


"iihhh jorok" kata ceri


namun Raffa nampak tak bergeming dan memakan makanannya


"lu kan pasti udah makan tadi dirumah, ini kan jatah gua" kata Raffa yang makan tanpa melihat ceri


"udah sih tadi, tapi pengen lagi" kata ceri


"kemaruk, dah pesenan makanan aja sana ntar Abang yang bayar, ini punya Abang" kata raffa


"bener?? assikkk" ceri berdiri lalu masuk ke antrian dimeja pemesanan


ceri yang sedang mengantri nampak melihat kesudut ruangan, seperti mengenali sosok pria berjaket biru yang menutup wajahnya dengan kubu kubu tangannya


' kaya kenal, ahhh iya sadam' gumam ceri


setelah memesan makanan ceri tak langsung menuju mejanya namun berjalan menemui meja Sadam


"hei..ngapain kamu disini, kamu bolos ya?" kata ceri yang berdiri disebelah Sadam


sadam menarik tangan ceri yang akhirnya terduduk disebelah Sadam


brugghh


"aww..apa apaan sih " kata ceri


"uusssttt..diem kek kak, berisik banget sih lu" kata Sadam


" la lu la lu" kata ceri melirik kearah Sadam yang sedari tadi matanya memperhatikan seorang gadis yang sedang duduk sendiri memakai earphone dan asik menyeruput es kopi sambil asik membaca buku


"ih iya iya kamu, anda, saudara...ah terserah lu lah maunya apa" kata Sadam


" bisa diem ga?" kata Sadam yang membulatkan matanya kearah ceri dengan mata yang saling berpandangan


degg


detak jantung ceri menjadi tak beraturan


"lepasin, kamu sadar ga sih saya ini guru kamu, kamu tuh lagi mata matain perempuan itu ya, itu tuh melanggar hukum kamu bisa kena pasal perbuatan tidak menyenangkan tau" kata ceri


"isshh..bawel banget sih lu, hussst hussst pergi lu sana" kata Sadam mengibas ngibaskan tangannya mengusir ceri


"hei kamu ini makin ngelunjak ya, kamu ngapain disini sekolah baru bubar beberapa menit lalu dan jarak sekolah ke sini makan waktu 30 menit dan kamu udah ada disini itu berarti kamu bolos, dan kamu ke gep sama saya sekarang, tolong jelasin" kata ceri panjang lebar


"gua ga bolos, gua cuma ga sekolah" jawab Sadam dengan mata masih terus menatap ke arah gadis bersweater pink cream itu


" apa bedanya! kamu bisa mempertanggung jawabkan disekolahan nanti, sampai jumpa diruang BP" kata ceri yang hendak berdiri dari kursinya namun tertahan oleh tangan Sadam


sementara Raffa yang melihat kejadian itu dari kejauhan langsung menghampiri meja Sadam dan mampu menarik seluruh mata pengunjung yang kebanyakan gadis mengikuti arah gerak Raffa pergi


"lepasin tangan lu dari Adek gua" kata Raffa pada Sadam semua gadis yang melihat kejadian itu nampak ber o ria mendengar ucapan Raffa yang mengakui ceri sebagai adiknya seperti mendapatkan jawaban atas pertanyaan siapa sosok wanita yang sedari tadi duduk dengan raffa


Sadam melepaskan tangan ceri


" nggak nggak apa apa bang, dia murid gua, gua bisa nyelesaiinnya, lu duduk dibangku lu dulu bang, ga enak semua orang ngeliatin kita" kata ceri


Raffa nampak kesal

__ADS_1


"jangan macem macem lu Ama Adek gua" kata Raffa memperingatkan Sadam lalu kembali ke mejanya


"oh itu Abang sepupu lu, oke oke..gu...eh saya minta maaf" ralat Sadam


"saya memang ga masuk sekolah hari ini, ada hal yang harus saya urus, dan kamu menghalangi urusan saya itu" kata Sadam


" nguntit cewe apa bisa dibilang urusan?" tanya ceri


"saya..saya ga bisa jelasin sama anda, ah udah lah, dan tolong Rahasian ini semua" Sadam berjalan meninggalkan ceri


lalu ceri kembali ke mejanya


"kenapa de?" tanya Raffa


"bang, lu kenal sama cewe itu" ceri melirik ke gadis yang masih asik mendengarkan lagu dari aerphonenya


"oh itu,, namanya Nina anak komunikasi semester 2, emang kenapa?"


" wihh apal lho Abang gua sama cewe cewe sini, luar biasaaa...ada kemajuan lu ya" kata ceri sambil menepuk bahu Raffa, Raffa hanya melirik


"kenapa?" ulang Raffa


"itu tadi Sadam ,murid gua..kayanya dia bolos deh, dari tadi tuh dia merhatiin cewe itu terus, mungkin suka kali" kata ceri yang menaikan bahu


"oh" jawab Raffa singkat


"ini pesanannya, kentang goreng dan ice macchiato, siapa nih fa.. tumben bawa cewe, biasanya dideketin cewe malah kabur-kaburan " kata seorang waiters laki laki yang lumayan tampan


"Adek gua" kata Raffa singkat


"Adek apa Adek" godanya


"Adek sepupu"


"kenalin lah kali aja kita bisa jadi sodara" kata pria itu dengan senyum menggoda


"ihh..najisss, jangan macem macem lu, masih dalam sengketa nih bocah" kata Raffa mendelik kan matanya


"tanah waris kali gua bang, masih sengketa" kata ceri yang memakan kentang gorengnya


"hai gua Riski panggil aja Abang iki" kata Riski melanjutkan tangan yang langsung ditepis Raffa


"hai gua ceri Adek sepupunya Abang Raffa" kata ceri melambaikan tangan dengan senyum ramah


"aiissshh senyumnya , kalian tuh dari gen apa sih kok bisa cakep cakep bener gini, mau dong jadi bagian dari keluarga kalian biar keturunan gua juga bisa cakep cakep hehehe" goda riski


"gen anak petir mau?" kata Raffa kembali mendelikkan matanya


"dih, judes banget sih Abang lu cer, kaya lagi PMS aja" kata Riski


ceri hanya terkekeh geli


"kalian sodara tapi kok beda warna kulit ya, lu kaya muka pribumi lah ceri lebih oriental gitu" kata Riski menaruh curiga


'sodara seagama' gumam Raffa dalam hati


"oh, bapaknya dia keturunan Chinese emaknya pribumi gua keluarga dari emaknya" kata Raffa berbohong

__ADS_1


'dih ngarang, dasar tukang tipu..eitss gua juga sih hihihi' gumam ceri dalam hati


"oh pantesan beda" jawab Riski mempercayai ucapan Raffa


__ADS_2