Si Kak Guru

Si Kak Guru
cod ria


__ADS_3

sepulangnya dari mengajar Ira langsung pulang kerumahnya, tak ada pesanan barang kulakan belakangan ini, Ira memang sedang fokus dengan usaha salad buahnya yang sedang banyak banyaknya, terutama dikampusnya dan kampus Raffa, mengakui Raffa sebagai Abang sepupu memang memberi dampak yang cukup bagus untuk usahanya ini terbukti hari ini dia mendapatkan pesanan 40box salad buah berbagai ukuran, serta 12cup pesanan dari Tan kuliahnya. untunglah pulang kuliah kemarin malam ibunya sudah mengupas dan memotong motong buah yang akan digunakan untuk membuat salad, untuk takaran ibu tidak pernah ikut campur karna ceri akan mengerjakannya sendiri untuk menjaga rasa agar selalu sama. hampir setengah 12 malam ceri baru menyelesaikan pekerjaannya itu dan segera istirahat sementara sekarang dia harus ke coffee shop tempat abangnya bekerja untuk antar pesenan dan juga mencari informasi tentang Nina sesuai dengan janjinya pada Sadam


"assalamu'alaikum bang"


"ngapain lu disini?"tanya Adam dengan wajah datar


"nandur! codan salad buah lah" jawab ceri yang kini duduk didepan Raffa


"ga kuliah?" tanya Adam


"abis codan, gua mau belanja buah ke pasar trus langsung kekampus nunggu disana aja" kata ceri


"kenapa ga disini aja?" tanya Raffa


"takut muka gua abis diliatin lu Mulu" kata ceri sambil kerkekeh kecil


"cerrrriiiii... masyaalloh makin. cantik aja" kata Iki mendekati ceri


"jauh jauh....dia milik gua" kata Raffa mendorong Iki


"Abang" ceri membulatkan matanya penuh ancaman


"bodo ah" jawab Raffa


"iya iya...tau gua..dasar bucin" kata Iki menjauh dari ceri


"eh cer, salad buah lagi ya...kali kali lah Abang dikasih, segitu enaknya kah Ampe mahasiswi itu rajin banget beli?" kata Iki


"emm..ini gua buatin satu, aturan sih buat bang Raffa tapi kayanya mukanya yang asem tambah bakalan asem kalo makan salad buah aku, jadi Bu buat Abang Iki aja" kata ceri memberikan cup salad buah pada Iki


"kok gitu sih de?" protes raffa


"gitu gimana?"


"kok buat Iki? abang mana?" tanya Raffa


"salah Abang sendiri, muka udah kaya TV LED..datar banget, dah ah bang, Adek mau ke toilet dulu, nanti kalo ada yang mau ambil salad buah ambilin ya, itu catetannya didalem plastik" ceri beranjak dari bangkunya meninggalkan ad dan Iki


"makasih de" teriak Iki yang membuka tutup cup salad buah


"makanya muka jangan gitu apa fa? lu tuh bisa ga sih senyum dikit, pelit amat sih, btw u dah nembak tu anak?" tanya Iki dengan mulut penuh salad buah


" ga gua tembak cuma gua suruh nunggu buat gua nikahin aja" kata Raffa sambil tangannya terus membersihkan meja


"lah gimana maksudnya?"


"kemaren gua bilang gua ga bisa liat dia jalan sama Cowok lain dan dia ga boleh jatuh cinta sama cowok lain juga, gua bilang gua mau jadi yang terakhir trus gua cium dia" kata Raffa dengan muka masih datar


"wihhh...kemajuan..trus dianya?"


" ngamuklah, apa lagi!"


"trus"


"gua cium lagi Ampe berkali kali, trus nangis deh dianya" kata Raffa


"trus??"

__ADS_1


"ya ga ada trus terusannya, dia ga Nerima tapi ga bisa nolak, kita gantung, ga tau gua yang ngegantungin atau dia yang ngegantungin intinya masih gini gini aja" kata Raffa


tak lama dua mahasiswi menghampiri mengambil salad buah pesanannya dan Raffa memberikan dengan bonus senyum darinya yang mampu membuat mahasiswi itu berjanji akan membeli salad buah ceri lagu dan lagi dan merekapun berlalu


"yang gua bingungin itu sekarang, gua dapet beasiswa ke Malaysia gua ga tau gimana nyampein ke mamah dan ceri" kata Raffa tertunduk lesu


"lu dapet? wihh mantap mantap, 6 bulan kan bro? ga lama kali, ayolah kesempatan ga akan Dateng dua kali" kata Iki menepuk bahunya lalu berlalu kedalam pantry dengan membawa cup salad buah dan terdengar suara riuh dari dalam pantry mengerumuni salad pemberian ceri yang tandas dalam waktu 1 menit


"woy bengong aja lu? udah ada yang ngambil?" tanya ceri yang kini duduk didepannya


"nih, Siska 3 150ribu kan?" kata Raffa yang kemudian berjalan ke pantry


tak sampai setengah jam semua pesanan sudah diambil ke pemiliknya dan ceri pamit pergi pada Iki, semntara Raffa sedari tadi seperti masih sibuk dengan pekerjaan didalam pantry


"bang, ceri duluan ya, salam buat Abang Raffa ceri mo belanja bahan dulu. assalamu'alaikum" kata ceri segera berlalu


saat keluar ceri nampak bertubrukan dengan seorang gadis cantik bertubuh tinggi kurus, ya Nina pemilik tubuh itu nampak meringis kesakitan


"maaf, maaf" kata ceri


"eh ga apa apa? kamu sepupu nya Raffa ya? kenalin aku Nina" gadis itu mengulurkan tangannya sembari tersenyum


"oh..gua ceri"ceri membalasnya


"kata anak anak salad buah kamu enak, boleh aku pesen?"


"boleh dong, gua minta nomor lu aja gimana? nanti gua kirimin daftar harganya, sekarang gua mau buru buru belanja bahan soalnya udah sore takut keburu tutup " ceri memberikan nomornya Pada gadis itu


'yess..gua dapet nomornya' gumam ceri dalam hati


" ok miscall ya! bye Nina" kata ceri meninggalkan Nina yang masih berdiri melihat ceri berrlalu dibalik pintu


Nina nampak canggung saat Raffa benar benar berada dihadapannya saat mengejar ceri


"dia bilang ga mau kemana?" tanya Raffa pada Nina


"be..belanja takut tokonya tutup katanya" jawab Nina gerogi


"oo" Raffa hanya ber o ria lalu berlalu dari hadapan Nina


'duhh..dia bilang o aja gantengnya maksimal banget, gimana ngomong yang lainnya bang ati aku udah kebangetan empuk kaya Ager ager nutrijel ini' gumam Nina dalam hati


Nina berjalan mengekori Raffa lalu memesan kopi favorit nya


Raffa nampak cuek, Nina hanyalah satu dari ratusan gadis yang tergila gila padanya, dan Raffa masih hanya berfikir tentang satu gadis yang otak dan fikirannya nampak diluar jangkauan Raffa kini


.


.


.


.


Ceri sudah sampai kampusnya mendudukkan diri dibangku kantin dikampus, ibu kantin sedang asik menonton acara gosip favoritnya


"serius amat Mak nonton paan sih?" ujar ceri saat melihat acara dilogo stasiun tv milik ayahnya

__ADS_1


"eh ini non, lagi nonton si artis ganteng ternyata kena narkoba neng, haduh heran ya Ama artis kaga ada sukurnya" gumam ibu ibu yang entah siapa namanya hanya selalu dipanggil emak oleh penghuni kampus


"lah..Mak nonton kok yang ga mutu" kata ceri sambil mengunyah kerupuk yang dicomot dari kaleng dimeja


"eh neng ceri, itu pak dosen dari tadi ngeliatin Mulu" ujar emak kantin itu


"oh!ga tau,ga kenal Mak, ceri belom pernah dapet mata kuliat dia" kata ceri masih sibuk mengunyah kerupuknya sesekali melirik handphone berharap ada pesanan yang singgah disana


" maaf ,kamu ceri bukan ya? tanya pria yang disebut dosen oleh emak kantin itu


"emm iya , maaf bapak tau nama saya dari mana ya?" tanya ceri yang hanya mendongakkan kepala dengan tangan masih mengeggam erat kerupuk dikedua tangannya


"beberapa tahun lalu kita pernah codan mie yang kamu jual, saya suka, kamu masih jual? " tanya dosen itu


"oh mie gledek? wah udah lama banget pak ga jual sekarang lagi jual salad buah, tapi kalo bapak mau bisa kok saya bikinin minimal 3 box lho pak, biar bahannya sekali abis he he he" ujar ceri


dosen itu nampak tersenyum mendengar penuturan ceri


"oke deal, saya Dika dosen disini" dosen dengan nama Dika itu pun menjulurkan tangan kehadapan ceri yang duduk didepannya


ceri nampak sibuk memeperkan tangan yang penuh remah kerupuk dan minyak ke jaketnya


"ceria putri, bapak ga minat nyobain salad buah saya? best seller lho pak" kata ceri masih menggenggam tangan Dika


Dika kini terkekeh melihat tingkah ceri


"kamu cocok jadi sales cer, pandai memikat customer, kaya mba mba kasir diindomart aja pas lagi bayar, langsung nawarin pulsa lah, token listrik lah, susu beli dua gratis satu lah..ha ha ha" tutur Dika


"dih bapak..apal banget, hobi tepe tepe ke mbak mbak kasir Indomart ya? ha ha ha" kata ceri sekarang kembali meledek Dika


"ha ha ha mereka ga pernah nawarin diri sih, beli saya dapet sawah 2 hektar dikampung, kalo mereka nawarin saya langsung deal sih cer" kata Dika kini menarik kursi disamping ceri


"lah si bapak khayalannya tingkat tinggi banget, oke lah! ha ha ha" mereka pun asik berbicara tentang banyak hal


ceri memang anak supel dalam bergaul maka tak heran banyak orang yang nyaman berbicara dengannya walau baru pertama mengobrol, parasnya yang manis dengan mata sipit kulit bersih dan hidung tak terlalu mancung cukup mampu membuat lawan jenis tertarik meski tak terlalu cantik, gaya cuek kaos, cardigan atau bahkan hoddie selalu jadi andalannya kemanapun dia berada, kecuali ke sekolah tempatnya berkerja, make up yang digunakan pun sebatas bedak dan liptint tanpa embel embel ukir alis atau maskara, yang bahkan dia tak memilikinya paling kalau perlu memakainya dia akan berlari kekamar ibunya lestari untuk meminjamnya namun entah mengapa banyak laki laki yang menyukainya. setelah Dika mementa nomor ceri merekapun memutuskan untuk menuju kelas masing masing


'alhamdulillah rezeki ga kemana , 3 box mie gledek dan 1 cup salad buah' ucapnya dalam hati sambil menulisnya dibuku saku catatan dagangan miliknya


"woy ngapain lu?" teriak temannya kisya si ratu menor dikelas


"eh lu kis..ini lagi nyatet pesanan" kata ceri menutup buku sakunya


"eh Kamis gua mau dong salad buah lu yang 500ml ya, buat malam Minggu cowo gua Dateng, dua suka banget salad buah lu" kata kisya


"Alhamdulillah, oke" ceri kembali menulis pesanan kisya dibuku sesuai daftar hari yang sudah dibuat ceri agar tak ada yang salah kirim


"Oia cer, lu mau ga ikut gua?" tanya kisya


"kemana?"


"pasar baru yuk, cari kosmetik disana harganya lebih miring lho, Tante gua punya beberapa toko disana gua mau beli keperluan buah hari hari aja" jawabnya sambil mengeluarkan pensil alis dan kaca kecil dari tak kosmetik nya yang lebih besar ukurannya dari tempat pensilnya


"gua ngajar cuy, Senin Ampe Kamis paling kalo lu mau ya hari Jumat aja gua free" jawab ceri masih mengetuk ngetukkan pulpen di meja


"oke hari Jumat aja, gua jemput lu dirumah lu aja deh, kita kesananya naik mobil gua aja, jam 8 oke" kata kisya


"okelah kalo gitu" kata ceri menyetujui ucapan kisya

__ADS_1


__________


maaf ya reader akunya lagi Atut beberapa hari ini penyakit rakyat jelatanya muncul jadilah aku bobo bobo cantik Mulu dikamar, sesekali jalan sih 🤭 btw jgn lupa like n koment ya..jangan pelit tar kuburannya sempit😒


__ADS_2