
Sabtu siang Raffa datang keruko ceri meminta berniat membantu menyiapkan barang dagangan saat berdagang esok pagi car free day
"Bu, ceri mana?" tanya Raffa pada lestari
"oh ada tuh diatas, kayanya lagi beres beres dagangan deh" kata lestari
"Abang naik ya Bu" kata Raffa meminta izin
ibu menagngguk pelan
"de..Adek, mana yang mau diberesin biar abang bantuin" kata Raffa
"emmm ga usah bang udah selesai kok paling nanti bantu dagangin aja disana, gua dagangin parfumnya bang Iyo yang penting besok lu dandan necis trus yang wangi biar cewek cewek pada beli dagangan gua" kata ceri
"dih jual gua lu de?" kata Raffa
"hahahaha..tenang cuma badan lu doang kok yang gua jual hati lu mah kaga bang" kata ceri
degg
'njjirrr si cebol ambigu banget sih kata katanya, ngga ngga gua ga boleh baper dia kan udah kaya Adek gua sendiri' gumam Raffa dalam hati
" bang ...bang Raffa ..Abang...ih bengong aja sih lu" ceri mengibas ngibaskan tangan diwajahnya
"apaan sih de, dah ah ga ada lagi kan ya, Abang pulang aja, mandi sana jam 3 kita berangkat" kata Raffa turun kebawah
"Abang besok ikut ceri dangang?" kata lestari
"iya Bu,sebagai gantinya malem ini ceri yang ikut Abang nonton, malu Bu ntar temen temen Abang bawa cewek masa Abang doang yang sendirian kaya nyamuk aja, boleh kan Bu?" tanya raffa
"boleh tapi jangan malem malem besok kan kalian mau dagang nanti kalo telat ga kebagian tempat yang strategis lagi" kata lestari
" siap Bu" kata Raffa melangkahkan kaki kerumahnya disebelah ruko ceri
.
.
.
satu jam kemudian mereka sudah sampai dimall
"fa...sini woy" panggil chio yang sedangeng Shila kekasihnya
"eh bro...Tito mana?" tanya Raffa
"auk, tunggu dulu deh sebntar, yaelah fa fa, muka doang ganteng, giliran jalan mah ngajakinnya mah Adek sepupu" kata chio pada Raffa
mata ceri membulat sempurna menatap Raffa penuh tanya yang dibalas dengan senyuman Raffa
"eh ini anak yang suka bantu Bu kantin kan? lu Adek sepupunya Raffa toh pantes Deket banget gua kira...." kata Shila
" apa???" kata Raffa dengan tampang judesnya
"woy ngegas aja lu, cewek gua nih" kata chio
__ADS_1
"bang, gua kekamar mandi dulu ya?" kata ceri melangkahkan kaki ke toilet
" pesen minuman dulu yuk"ajak Shila
"lu apa fa?" tanya Shila
"cola 1 hot chocholate 1 sama pop corn caramel yang gede 1" kata raffa memberikan uang selembar seratus ribu pada Shila
"ga usah gua yang traktir" kata Shila entah mengapa semenjak tau Raffa dan ceri hanya sebatas saudara sepupu sikapnya berubah manis pada Raffa, chio bukannya tak tau bahwa kekasihnya itu memang sudah lama menyukai Raffa namun selalu diacuhkan Raffa dan akhirnya menjalin hubungan dengannya
"hot??? buat siapa?" tanya chio
"ceri, dia ga bisa udara dingin beseran kalo minum es yang ada mondar mandir kamar mandi Mulu lagi" kata Raffa
"Deket banget lu ya?" tanya Shila
"lah dia mah tinggalnya aja sampingan, kan sepupuan jadi rumahnya Deket deketan gitu" sambar chio
Shila hanya membulatkan mulut namun tak mengeluarkan suara
" tapi setau gua lu kan orang berada tapi kok sodara lu dagang ini itu, kerja sampingan pula" kata Shila
" trus kalo gua kerja sampingan dan dagang kenapa?" tanya ceri yang tiba tiba datang
"eh..nggak, rada janggal aja" jawab Shila
"dia bukan orang susah, dia ca mata duitan " kata Raffa mengacak ngacak rambut ceri
"ih Abang..enak aja gua bukan mata duitan tapi..."
"tuh pinter" kata ceri
"lagian ya Shil, mimpinya terlalu tinggi jauh lebih tinggi dari badannya" kata Raffa menarik ujung kapucong jaket milik Raffa yang dipakai oleh ceri seperti sedang menenteng anak kucing
ceri nampak kesal diperlakukan layaknya bocah dihadapan teman teman Raffa, namun Raffa tak henti menggodanya
" Abang...rese lu bang, nyesel gua ikut lu, awas lu ya gua aduin sama mamah biar disunat uang jajan lu" kata ceri terus mengoceh kesal
"dih..dih..cebol tukang ngadu lu"
"cebol..cebol..heh gua mah standar wanita Indonesia kaleee lu aja yang kaya shireman "kata ceri
"dih mana ada standar cewe Indonesia kaya lu, mo jemur sepatu diatas genteng aja teriak teriak ibu ibu dulu, sangking apanya coba"
"saking gua memahami bahwa diri gua itu makhluk sosial, yang butuh bantuan orang lain bambangggg" kata ceri
"halahhhh..nih susu coklat buat lu" kata Raffa
"aisshh..Ter the best lah Abang sepupuku ini" dengan nada kata sepupu lebih ditekan
"duduk yuk " ajak raffa mencari tempat kosong untuk dia dan ceri duduk meninggal chio dan Shila yang dari tadi melihat tingkah keduanya
Shila dan chio duduk agak jauh dari Raffa dan ceri karna tempatnya lumayan penuh saat itu
"nah sekarang lu jelasin bang kenapa lu boongin temen temen lu?" tanya ceri
__ADS_1
"gua vemous de, kalo cewe cewe disekolah tau kita cuma tetangga trus gua ngobrol sama lu, Yang ada banyak cewe jadi hetters lu, mau lu?" kata Raffa
ceri hanya menggeleng
"jadi lebih baik bilang kita sepupuan dong, gua jadi bebas bebas aja main sama lu disekolah"
kini ceri mengangguk
"kaya boneka dasbor lu geleng geleng, angguk anggukan hahaha" kata Raffa
"eh bang, ceweknya chio kayanya suka ke lu ya bang?" kata ceri
"emang" jawab Raffa
"kok jadiannya malah sama chio sih bang?"
"ya karna gua tolak Mulu lah, gitu aja Pake ditanya" kata Raffa menyeruput es colanya
"dia cantik lho bang, cantik banget malah, tinggi, putih, manis, seksi pinter dandan pula? emaknya dulu ngidam apa ya bisa kaya menekin gitu? " kata ceri
"biasa aja!" jawab Raffa
"wah sakit mata lu ya bang, jangan jangan belom move on dari Siska lu ya bang? ha ha ha...udah bang ikhlas in ga akan dia mau lagi balik sama lu bang, lu sih kebegoan masa cewe ditinggal dihalte sendirian " kata ceri
kala itu saat Raffa mengajak Siska keluar untuk berjalan jalan tiba tiba ibu lestari menelepon menanyakan keberadaan ceri karna dari pulang sekolah ceri belum juga sampai rumah Raffa yang panik langsung berlari meninggalkan Siska dihalte dengan rasa yang bercampur aduk, karna dari awal mereka menjalin hubungan Raffa nampak lebih memberikan perhatian kepada ceri dibandingkan dengan dirinya, sering Siska menanyakan hubungan Raffa dan ceri namun Raffa selalu bilang ceri hanyalah seorang adik baginya hingga Siska memutuskan hubungan dengannya
tentu Raffa tak begitu saja menyerah namun Siska rupanya sudah tutup buku dengannya hingga akhirnya Raffa patah hati dan hingga kini tak mau lagi menjalin hubungan dengan wanita manapun dan lucunya ceri tak pernah tau putusnya hubungan dengan Siska adalah manifestasi dari kecemburuan Siska pada dirinya
" de lu ga ada fikiran mau punya pacar apa?" tanya Raffa
"enggak, takut ganggu konsentrasi gua bang, gua banyak punya temen cewe gua perhatiin mereka tuh gampang baper dan bikin mereka kaya orang ****, nangis sendiri, girang sendiri, aggghh jijay lah" kata ceri
"itu tuh nikmatnya hidup de, jatuh cinta tuh bikin hidup kita lebih berwarna" kata raffa
" emang iya gitu, tau lah, belum juga nemu yang begituan dihidup gua bang" kata ceri
"lu terlalu jenius buat jatuh cinta de" kata Raffa kembali mengacak acak rambut ceri
"ih berantakan dong bang, udah kucel berantakan pula, malu lah, jalannya sebelahan sama Shila makin timpang aja gua" kata ceri
"dih cantikan lu kemana mana kali, ga pake make up apa adanya, ga bermuka dua" kata raffa
"ga boleh gitu lu bang" kata ceri menyenggol lengan Raffa
"lah emang bener, liat aja tuh tampangnya duduk disamping chio tapi dari tadi tepe tepe Mulu ke gua, geli gua ngeliatnya, makanya gua bawa lu buat pawang gua" kata Raffa
"ihhh pantes rupanya gitu toh maksud lu ngajakin gua" kata ceri
"he he he he..ga apalah de sekali kali gua yang manfaatin lu biasanya kan gua yang selalu lu manfaatin iya kan simbiosis mutualisme lah" kata Raffa
"aiissshh..lunas ye" kata ceri
"iya iya"
jangan lupa like dan komen kakakkkkkkk😊😊
__ADS_1