Si Kak Guru

Si Kak Guru
ceri dilawan


__ADS_3

pagi ini tak seperti biasanya ceri berangkat lebih awal dengan kemeja berwarna hijau botol dan celana panjang hitam serta sepatu pantofel Made in kantong Abang, ceri menguncir rambutnya rapih dan siap mengawali harinya sebagai guru disekolah itu. SMK Mahardika adalah salah satu sekolah kejuruan bonafit didaerah Bekasi, menjadi staf pengajar disana merupakan kebanggaan tersendiri bagi ceri meski dari jalur koneksi


ceri mengendari motor matic nya lalu melaju ke sekolah tempatnya mengajar, rasa didalam hatinya tentu saja tak karuan, grogi, takut, senang, exited sudah pasti bercampur aduk seperti adonan brownis sebelum dioven


dari balik gerbang rumahnya Raffa mengamati kepergian ceri dengan menyunggingkan senyum tanpa ingin menemuinya langsung, baginya menatap ceri dari jauh sudah cukup menjadi powernya dihari ini


sesampainya disana ceri langsung menghadap ke ruang kepala sekolah


"selamat pagi pak"


"oh.. bu ceri silahkan masuk" jawab pak Candra kepala sekolah di sekolah itu


"oke sudah siap mengajar Bu? special class for your adrenalin ha ha ha " kata pria paruh baya itu dengan memecah kesepian ruangan itu


' perasaan gua ga enak' batin ceri


ceri hanya tersenyum sambil mengerutkan dahi menerka nerka maksud perkataan atasannya itu


"ibu sudah diberitahukan ya sama Bu Nindy mapel apa aja yang ibu ajar, kelas X AP 1 dan 2 korespondensi , kelas XI AP 1dan 2 adalah mapel kearsipan semua 4 kelas dan untuk praktek ada dihari Rabu dan Kamis nanti ibu bisa kordinasi untuk ruang praktek nya dengan Bu Nindy selaku kepala program studi administrasi perkantoran, selamat datang di sekolahan kami semoga ibu kerasan dan mampu bertahan disini" kata pak Candra


'sumpah penuh teka teki nih si bapak' gumam hati ceri


ceri kembali tersenyum tipis


mereka memasuki kelas dilantai dua, sekolah itu terdiri dari 3 lantai lantai satu untuk ruang guru, TU , musolla dan aula juga ruang praktek tiap tiap jurusan dan lab komputer. dilantai dua adalah kelas X dan XI yang terdiri dari 12 kelas dari 3 jurusan administrasi perkantoran, teknik komputer jaringan dan perhotelan dan dilantai tiga adalah untuk kelas tiga dan ruang keorganisasian dan tujuan ceri saat ini adalah mengajar dikelas XI AP 2 saat memasuki kelas nampak riuh suara siswi yang saling berkeriak teriak


"assalamu'alaikum, tenang tenang, berhatian semua" Suara pak Candra memecah keramaian


"berhatian semua...hari ini saya bawa guru pengganti Bu puji yang pindah..saya harap kalian bisa bersikap baik pada Bu ceri " kata pak Candra sambil menepuk bahu ceri


"oke Bu ceri saya tinggal ya, enjoy your job" kata pak Candra melangkah keluar kelas


ceri melambaikan tangan kepada siswi siswi didalam kelas itu, sambil tersenyum seramah mungkin namun mata elang anak anak itu nampak menatap ceri dengan pandangan aneh dan ada beberapa yang nampak tak memperdulikan kehadiran ceri


'tetotttt unfriendy face! oke ceri pindah ke pant B' batin ceri


"hai, saya Ceria Putri yang akan mengajarkan kalian untuk mata pelajaran kearsipan" kata ceri


"emm..mbanya mau apa ya disini? salah masuk kah? " kata seorang siswi yang terlihat berparas cantik dan ber-make up lumayan tebal untuk seorang pelajar, full make up, eyeliner, blush-on dan lipstik nampak jelas diwajahnya dan saat mata ceri melihat gadis itu ceri merekam wajah gadis itu lalu menandaiinya 'target bertama'.


ceri tersenyum tipis pada gadis itu lalu menunduk sesaat


" oke..saya suka cara kamu, mba ya? emmm..gimana kalo kakak? kayanya umur saya dan kalian ga beda jauh, saya juga ngerasa agak terlalu tua kalo harus dipanggil ibu, apa lagi diluar area sekolah, bisa bisa pasaran saya tambah anjlok kalo laki laki denger kalian panggil saya ibu"


sebagian dari mereka hanya tersenyum kecut dan beberapa nampak tertarik pada kesan pertama yang ceri berikan


"emang umur lu berapa sih? laga banget" kata gadis tadi masih jutek


ceri mengambil spidol dan menulis di papan tulis nama, umur, nomor telepon alamat email juga akun medsosnya


"silahkan ditulis bila memang berkenan" kata ceri


"whaaatttt??? 18taonnn??? jangan Ngadi Ngadi deh lu kak? gila beda dua taon doang Ama kita sis" kata gadis bermata lebar, dan memakai softlens berwarna ungu, dari semua atribut yang dipakainya dari jepit rambut, jam tangan gelang, pensil dengan warna senada sudah dapat dipastikan gadis itu adalah ungu lovers 'target kedua'


" oke kita masuk sesi perkenalan ya, silahkan berdiri dan sebutkan nama kalian satu persatu dari yang paling depan" kata ceri menunjuk bangku terdepan sebelah kanan menunjuknya


satu satu mereka memperkenalkan nama mereka dan si target satu bernama Naya sedang target dua bernama pinky ..ya pinky dan beratribut serba ungu itu bernama pinky bukan Violeta atau purpelia! lucu bukan hidup ini! tuhan menggariskan dia menjadikan pinky berwarna ungu atau ungu dengan nama pinky, entah apa yang lebih tepat untuknya.


Ada 22 siswi dan 3 siswa meski jurusan administrasi perkantoran rupannya masih ada siswa didalamnya, Sadam siswi dengan tinggi diatas rata rata dengan ketampanan paripurna, sifatnya cool dan nampak menjadi magnet dikelas itu 'target ketiga' adalah anak terpopuler akan mudah mengendalikan kelas bila si populer ini sudah digenggaman, siswa lain adalah cristofer si kutu buku, nampaknya anak ini pandai dan kalem dibanding lainnya sedang satu lagi adalah Kiky si cablak meski tak setampan Sadam Kiky juga memilik senyum yang cukup lumayan. target berikutnya akan menyesuaikan dengam situasi selama proses KBM berlangsung


"oke ka ceri, lu udah denger nama kita semua, harusnya lu hapal dong" kata naya mencoba mengetes ceri yang menyangka takkan ada orang yang mampu menghafal seluruh nama anak sekelas dengan sekali perkenalan


"iya bener tuh, percuma kita kenalin nama kita lu nya ga apal juga" kata seorang gadis yang diingat bernama Nia


"sari, Keke, Nia, Naya, pinky, Sadam,kiky, cristofer, bla..bla..bla"ceri menyebutkan seluruh anak dengan menunjuknya satu per satu hingga siswi terakhir

__ADS_1


semua nampak melongo melihat ketajaman otak ceri, itu bukan hal yang sulit untuk si jenius mata duitan itu maklum saja ceri memang terbiasa menghafal berbagai macam barang dengan harga yang variatif yang dishare oleh para admin grosir tiap harinya dengan kualitas otak yang mumpuni maka semua itu mudah untuk ceri


" wihhh.. mantap jiwaaaa...kaaaa..salut gua sama otak lu,, keren keren" kata Kiky sambil bertepuk tangan


ceri tersenyum simpul


"oke bisa kita mulai pelajaran?" tanya ceri


"tar dulu donggg..woles aja..kita tuh Masi belom yakin nih kalo lu bisa jadi guru buat kita, secara umur lu Ama kita kita kan ga jauh, masa iya lu bisa ngajarin kita, iya ga sis?" seru Naya


"betul tuh" seru seisi kelas itu nampak Sadam saja yang sedari tadi hanya menatap layar ponselnya terus menerus


ekor mata ceri memperhatikan seksama terutama tiga target pertamanya


"oke..saya terima tantangan kalian tapi kalo kalian kalah siap siap untuk menuruti kemauan saya, deal?" kata ceri


mereka saling memandang lalu Naya maju ke depan menerima tantangan ceri dan berjabat tangan


"deal" jawabnya


"trus permainan apa nih yang bakalan kita maenin?" tanya naya


"permainan yang mengandalkan kemampuan otak pastinya, tunjuk satu orang terbaik dari kelas ini" kata ceri


ekor mata anak anak itu tertuju pada cristofer


'udah gua duga' gumam hati ceri


"oke kita ngutus cris" kata Naya dengan wajah penuh percaya diri


'dia cuma guru dan masih muda, ga mungkin dia nguasain semua mata pelajaran' batin naya


"oke" jawab ceri


"yang nentuin soal tapi kita" jawab Naya


"dam lu dam" senggol Kiky yang duduk disampingnya


"kenapa harus gua?" tanya Sadam dengan tangan kanan masih memutar Mutar benda persegi ditangannya


"pilih satu mata pelajaran yang kamu jadikan bahan games kita sekarang" kata ceri


"trus kita akan pilih lewat aplikasi, lalu kita minta guru yang bersangkutan dengan mata pelajaran yang kamu pilih untuk membuat soal lalu mulai games ini, gimana bisa?" kata ceri


"matematika" jawab Sadam tanpa melihat ceri


"cekep..cris kan emang otak kalkulator, denger ga ka barusan si Sadam ngomong dia milih matematika" dengan bangganya Naya mengatakan


ceri kembali menunduk dan tersenyum


'otak kalkulator? menarik' batin ceri


"oke saya setuju" jawab ceri


ceri membuka aplikasi lucky wheel lucky draw yang ada dihandpone yang biasanya aplikasi ini digunakan oleh ceri untuk arisan barang barang kulakannya, aplikasi yang roda putar digital ala ala kocokan ibu ibu arisan ceri menulis 1,2,3


"saya akan tulis 1,2,3 untuk menunjukkan matematika kelas berapa yang akan kita jadikan perlombaan" kata ceri


" pinky coba kamu yang pencet" kata ceri mengarahkan handphone nya ke pinky lalu pinky pun menyentuh layar handphone ceri seketika keluar angka 1 dihandphone ceri


"see..kelas satu, saya akan telepon Bu Nindy untuk meminta nomor guru matematika kelas satu membuat soal untuk kita" kata ceri


ceri menelepon Bu nindy


"loadspeaker keleess...nanti lu kongkalingkong lagi" kata Naya penuh curiga

__ADS_1


ceri memencet tanda loadspeaker dan mengarahkan ke naya


"assalamu'alaikum, Bu maaf menganggu saya boleh minta nomor guru matematika kelas satu" kata ceri


"waalikumussallam, oke saya kirim ya Bu" kata Bu nindy


tak lama sebuah nomor masuk via WhatsApp, ceri langsung menelepon nomor guru dengan nama pak Dika kali ini ceri langsung meloadspeaker tanpa diminta


"assalamu'alaikum, maaf menggangu, saya ceri guru baru untuk mata pelajaran kejuruan di SMK Mahardika ini, saya sedang melakukan games dan saya mau meminta bantuan bapak membantu membuat soal untuk kami, itupun bila bapak tidak keberatan" kata ceri didepan kelas dengan semua mata melihat kepadanya


"waalikumussallam, oh seperti itu, oke saya bersedia Bu" kata pak Dika


"oke terima kasih banyak, boleh saya vcall agar fair untuk semua, bapak bisa membuat soal secara live tanpa settingan" kata ceri


"ha ha ha ha..oke oke sebentar saya siapkan kertas dan pulpen dulu" suara laki laki itu nampak mengelegar dikelas


"aggghh si ganteng ketawa..bapak aku padamu pak" kata pinky berteriak


lalu disambut suara 'huuuu' oleh seisi kelas


ceri hanya menujukkan jari telunjuk nya ke mulutnya lalu suara kembali hening


"oke Bu silahkan" terdengar suara pak Dika dari handphone


ceri mengubah panggilan suara menjadi panggilan video


'aiissshhhh ganteng bener nih makhluk ciptaanMu ya Alloh, untung tadi udah sarapan jadi lebih kuat menghadapi cobaan hidup menjomblo ditengah tengah pria pria rupawan' batin ceri


nampak dilayar pria tampan berwajah teduh, dengan mata sayu, hidung mancung bak prosotan anak TK serta bibir yang...auuggghh seksinya pria itu.


" hai Bu ceri, saya Dika, salam kenal, jadi apa nih yang bisa saya bantu?" kata Dika dengan suara bersahabat


tiba tiba kelas menjadi ramai riuh suara teriakan anak anak


ceri menghadapkan layar handphone ke arah anak anak lalu kembali ke wajahnya


" hai pak salam kenal juga, maaf perkenalan pertama saya langsung merepotkan bapak begini,,emm..seperti yang saya katakan tadi, bisa kah saya minta bapak membuatkan soal untuk kami cukup tiga soal saja pak dari materi kelas satu, lalu silahkan langsung tunjukkan ke layar bisa pak?" kata ceri


"oke" kata Dika lalu pria nampak sibuk mencoret coret kertas dan menunjuk ke arah kamera


"cris berdiri samping saya bawa buku dan pulpen kamu menghadap ke depan teman teman kamu, lalu pinky tolong tulis dipapan tulis, soal yang dibuat pak Dika" perintah ceri


" Oia tolong saya minta kirimkan jawabnya sekitar 10 menit lagi pak untuk kunci jawabannya" kata ceri


"oke bu"


" pak Dika terimakasih atas bantuannya, maaf mengganggu waktu bapak, assalamu'alaikum" kata ceri


"sama sama bu ceri, tapi ini ga gratis lho..waalikumussallam..Tut..Tut..Tut" kata Dika


'engggg maksudnya apa dah? alah entar lagi gua fikirin yang penting selesein ini dulu' gumam ceri dalam hati


mereka menyiapkan dua meja dan dua bangku dan ceri juga cris duduk.


"siap cris?" tanya ceri menatap kearah rivalnya


"siap" jawab cris


merekapun berbalik badan mengarah pada papan tulis lalu duduk dibangku masing masing dan mulai mengerjakannya


dan hanya dalam hitungan menit ceri menyelesaikannya sementara cris masih sibuk berhitung, dan saat matanya melihat ceri selesai keringat mengucur diwajahnya nampak jelas raut kecemasan


'ceri dilawan' gumam ceri


_______________

__ADS_1


like n coment woy..diem diem Bae😒


__ADS_2