
" Abang, baaanggg apa...abangggggg, bukain dong pintunya" rengek ceri dari balik pintu kamar Raffa
Raffa menutup kedua telinganya menggunakan bantal
"berisik lu de, Abang ngantuk! Abang baru tidur abis subuh, pulang lu sana" kata Raffa berteriak dari dalam kamar
"abangggggg...buka dulu" ceri kembali menendang nendang pintu kamar Raffa
"bang buka dulu, makan dulu sini nanti lanjut lagi tidurnya" teriak Santi dari meja makan
'duh kenapa ceri harus nyamperin sih! susah payah gua ngehindarin dia! masa iya gua harus terus ngurung diri dikamar mulu,, lagian nih hati ga tau diri banget sih, masa suka sama tuh anak, kaya ga ada yang lain aja, makin gua liat dia makin ga bisa ngendaliin perasaan gua ke dia, ya Alloh de ngertiin Abang dong de!' gumam Raffa dalam hati
"abangggg, buka! Abang!!!" suara ceri mulai melemah
deggg
'kok suaranya jadi gitu?haduhhhh' gumam Raffa lagi
cklekk
"apa??" tanya Raffa membuka sedikit pintu kamarnya
wajah ceri nampak ceria saat pintu kamar Raffa terbuka, ceri langsung menyerobot masuk dan duduk ditengah tengah tempat tidur Raffa
"turun de, Abang mau tidur" kata Raffa tidur diujung tempat tidurnya yang terjajah ceri
"Abang kok belakangan ga ke toko? disekolah juga ga pernah ke kantin lagi?" tanya ceri
"sibuk, ngerank" jawab Raffa membalikkan wajahnya Kedinding
"abangggggg" teriak ceri
"apa" jawab Raffa pelan tanpa membalikkan badan
"Ade kangen" kata ceri lemah
deggg
'lemah ati Abang de' batin Raffa
"kangen apa ga ada yang jajanin?" tanya Raffa masih tak melihat ceri
beberapa saat tak ada suara dari keduanya hingga akhirnya ceri bergerak hendak turun dari tempat tidur raffa, tangan Raffa menarik pergelangan tangan ceri dan membalikkan badannya
"disini aja, katanya kangen! duduk diem disitu, sebentar lagi, Abang tidur dulu sebentar" kata Raffa
degg
'kok jadi aneh gini'. gumam ceri
ceri duduk diujung kasur, tak ada yang dia kerjakan hanya terdiam menatap Raffa yang masih menutup matanya setengah jam berlalu Raffa masih saja menutup matanya sedang ceri masih termenung menatap Raffa yang sebenarnya tak benar benar tidur, Raffa hanya terus berfikir mencoba mengendalikan perasaannya sendiri
pintu kamar memang terbuka hingga Santi dapat melihat keduanya dari meja makan
"de, Abang bangunin kok malah dibiarin tidur lagi! ayo makan dulu ini udah jam 3 sore dia belum makan dari pulang sekolah" kata Santi dari meja makan
ceri mengoyang goyangkan tangan Raffa
"ayo kita keluar" Raffa langsung membelalakan mata lalu bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju meja makan
__ADS_1
"ayo de makan sekalian" ajak Santi
"udah tadi dirumah mah, bang Ade pengen makan sate seafood dialun alun kota, tar malem kesana yuk" ajak ceri mengelantungkan tangannya pada lengan Raffa
degup jantung Raffa kembali berdetak tak beraturan
"lepasin de, abang lagi makan ah" tepis Raffa
"abangggg, Abang kenapa sih dari tadi diem aja?" tanya ceri
"Abang baru bangun tidur de, lu kenapa ngerengek Mulu sih, lu kan udah gede, jalan lah sama temen cowok lu, kalo terus terus sama gua kapan lu punya cowonya, dan kapan gua punya pacarnya kalo lu ngintilin gua Mulu?" kata Raffa masih menatap makanannya
degg
wajah ceri memerah, dan tak lagi bisa berkata kata, ceri lalu bangun dari kursinya dan hendak pergi namun tangan Raffa kembali menahan ceri
"duduk! temenin Abang" kata Raffa masih tak menatap ceri, Santi tak menyadari keanehan dari keduanya nampak asik membuat kue dan bernyanyi ria dengan musik yang disetel dari handphonenya
ceri kembali duduk disamping Raffa dan tak berkata apapun sampai Raffa menyelesaikan makannya
"Abang mandi dulu, trus solat, kamu pulang sana, abis magrib kita jalan" kata Raffa meninggalkan ceri dan masuk ke kamarnya
ceri berjalan ke dapur menemui Santi
"mah, Abang kenapa sih? kok aneh?" tanya ceri
"emmm emang ya? biasa aja ah, eh kalian mau keluar ya? pulangnya cariin mamah serabi ya, mamah pengen banget deh makan serabi, sambil nonton dangdut academy kan enak tuh" kata Santi
ceri mengangga
"cari dimana mah?" kata ceri
"jangan lupa lho" kata Santi
"iya mamahku yang cantik, ceri pulang dulu ya mah, mau mandi dulu tar mau codan jam 5" kata ceri
"ada pesenan apa emangnya?" tanya santi
"mie gledek mah" jawab ceri menomor kue mangkok dari meja
"kamu yang buat?" tanya mamah
"iya dong" kata ceri
"yauda ati ati nih bawa buat ibu dirumah" Santi memberikan plastik berisi kue buatannya
"makasih mah" ceri pulang dan segera masak pesanan langganannya sebanyak 4porsi lalu segera mandi dan solat dan langsung pergi mengantarkan pesanannya
" hai kak sita ya?" tanya ceri pada seorang wanita seusianya
"iya, kak ceri ya?"ceri memberikan plastik mie pada wanita itu
"yang pedes ada tulisannya ya kak, jadi 60ribu kak" kata ceri
ceri melirik ke belakang wanita itu ada seorang pria seusianya yang duduk diatas motornya mengamati interaksi mereka sedari tadi, mata pria itu manatapnya intens ceri hanya menganggukkan kepala dan tersenyum ramah, pria itu nampak tersenyum manis menatap ceri sementara wanita itu nampak sibuk mengambil uang didompetnya
" ini kak, makasih" kata sita
"kalo kurang chat ke wa aku kalo enak tolong comen di FB ya kak" kata ceri ramah
__ADS_1
"siyaaap" kata sita mengacungkan jempol
ceri langsung menaiki motornya lalu pulang kerumahnya
.
.
.
sesampainya dirumah sita dan pacarnya Diki membuka makanan yang dibelinya, Diki nampak menaruh rasa pada ceri dan mencoba mencari tahu tentang ceri dari pacarnya itu
"enak nihsayang!aku minta nomor yang dagang ini dong, mba Yani pasti suka nih dia kan pengila makanan pedes" alasan Diki untuk mendapatkan nomor ceri dari sita
"bilang aja ke aku kalo mba Yani mau pesen" jawab sita sambil menyantap makannya
"ngapain, biar aja mba aja pesen sendiri" kata Diki
sita mengambil handphone lalu mengirimkan nomor ceri pada Diki tanpa curiga
'yes, akhirnya dapet juga' batin Diki
.
.
.
.
sehabis solat magrib ceri menyisir rambutnya lalu menggulung rambutnya kemudian menguncirnya Cepol, ceri mengambil bedak tabur baby nya lalu memakai liptint yang baru dibelinya dari aplikasi belanja online saat harbonas (hari borong nasional), tentu ceri tak mau rugi membeli barang itu, ceri membeli satu pack tiptint merk Mad*m G** milik seorang artis Indonesia yang sedang naik daun tentu tujuannya bukanlah untuk dipakainya semuanya sendiri namun untuk dijual, dan dia mengambil satu untuk digunakan sebagai 'pancingan' agar temen temannya membeli, dan tak membutuhkan waktu lama satu pack berisi 12pcs itu ludes dibeli teman sekelasnya, untung dapat barang pun dia miliki itulah isi otaknya saat itu
"lu dandan?" kata Raffa saat melihat ceri
"cakep ga bang? udah kejual 11 nih bang, satu gua ambil buat gua" kata ceri
"ngga, jelek! kambing biar kata dilipstikin tetep aja kambing" kata Raffa memakaikan helm pada ceri
"kalo gua kambing, lu bandot kopak bang" kata ceri membalas Raffa lalu naik ke motor
"bang pulangnya beli serabi, mamah nitip tadi" kata ceri memeluk Raffa dari belakang, bisanya juga seperti itu namun kini raffa nampak salah tingkah dengan pelukan ceri
"de pegangan aja apa ga usah peluk peluk segala, lu tuh udah gede" kata Raffa mencoba melepaskan tangan ceri yang melingkar pada pinggangnya
"Abang kenapa sih dari tadi ngomongnya gitu Mulu, emangnya kenapa coba kalo Ade udah gede, Abang takut ga ada yang suka sama Abang kalo ceri Deket Abang? apa sekarang Abang mau jauhin Ade?" kata ceri kesal
"ga gitu de, kita sama sama udah gede dan kita bukan sodara kandung, kita harus jaga sikap kalo ga mau sesuatu yang aneh terjadi" kata Raffa
'sesuatu yang aneh??maksudnya apa?' gumam ceri dalam hati
ceri melonggarkan pelukannya hendak melepaskan dari pinggang Raffa namun tangan Raffa menahannya dan menaruh tangan ceri diujung sudut kantong jaketnya
"pengang gini aja cukup, jangan lepasin dan jangan meluk kaya tadi lagi! ini batasan lu" kata Raffa
'batasan gua? maksudnya apa sih? kok gua jadi tambah bingung sama omongan Abang dari tadi' batin ceri
___________
hai reader...jangan lupa like n coment ya😊
__ADS_1