
hari berjalan dengan cepat Raffa nampak sibuk dengan ujian UKK nya, semua berjalan dengan lancar sedang Ceri nampak masih sibuk menjajakan dagangan digroup Facebook, biasanya nanti Ceri melakukan cod ditempat yang disepakati selain perputaran uang lebih cepat karna langsung melakukan pembayaran ditempat, pemasarannya lebih luas karna mencakup satu ke camatan daerahnya tinggal, sistem dagang dengan cara ini bukan tanpa resiko banyak juga yang melakukan hit and run, tapi bukankan setiap usaha pasti punya resiko, Ceri lebih suka bila si customer memiliki meminta barang diantar dengan jasa pengiriman barang, tentu pembayaran akan dilakukan via transfer jadi Ceri bisa mendapatkan uangnya terlebih dahulu, ya memang Ceri harus membungkus barang tersebut malah tak jarang Ceri harus menggunakan plastik buble untuk dapat untuk membungkusnya, maka dari itu Ceri sudah membeli segulungan besar plastik buble dirumahnya, juga lakban dan plastik. Disaat anak anak gadis lain sibuk mengumpulkan uang jajan untuk make up atau baju baru, Ceri lebih tertarik untuk membeli, lakban, plastik buble, plastik, alat press plastik, hingga alat press minuman pun dia punya, baginya semua alat itu adalah investasi jangka panjang yang wajib dia punya entah dari mana dia mendapatkan ide berdagang lewat aplikasi itu Ceri juga sudah lupa, yang dia ingat hanya hasilnya saja.
Sepulang sekolah Ceri membeli barang digrosir lalu mulai chat dengan para costumer codnya dan menyepakati bertemu di depan pom bensin dekat rumahnya jam 3 sore , Ceri masih punya waktu 2 jam Ceri memutuskan untuk pulang kerumah, berganti baju dan belajar sejenak karna besok akan ada ulangan pelajaran kearsipan ceri memakai celana pendek sambil terus bergumam menghafal tulisan tulisan dibukunya sedang telinganya ditutup headset dengan music yang sangat keras sehingga bila ada orang disampingnya pun bisa mendengar apa yang sedang didengarkannya dengan tangan yang sibuk memetik kangkung menu makan sorenya, ibu sedari pagi sibuk memasak dirumah Bu RT karna besok akan diadakan maulid dimasjid.
Bara yang saat itu baru saja pulang kerja ingin memakan mie dan membeli cemilan diwarung Ceri terkesima oleh yang sedang dilakukan anak itu, yang dalam satu waktu mengerjakan tiga pekerja sekaligus, bara beberapa kali memanggil Ceri namun suara music di handphone Ceri teramat keras sehingga tidak memperhatikan kedatangan bara hingga akhirnya bara mengetuk meja didepan Ceri
"tok tok tok" ketuk Bara sambil mengarahkan tangan ketelinganya mengisyaratkan Ceri untuk membuka headsetnya
"maaf, maaf om" kata Ceri dengan senyum manisnya
"kamu tuh emangnya bisa masuk apa belajar sambil dengerin musik keras gitu?" tanya Bara
" bisa kok" kata Ceri singkat
"lho biasanya orang ga akan bisa konsen kalo banyak suara" kata Bara
"eemmh itu kan biasanya, saya kan luar biasa om" jawab Ceri
Bara hanya terkekeh sambil menggelengkan kepala
"saya salut sama kamu, kamu melakukan tiga aktivitas dalam satu waktu" kata Bara
" ya karna saya wanita om, jadi saya punya kemampuan multitasking yang artinya saya bisa melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu, wanita juga bisa berfikir banyak hal dalam satu waktu misalnya saat om datang, otak saya berkata masyaalloh om bara ganteng banget, trus saya mencium bau uang karna om bara pasti ingin membeli sesuatu dari warung dan saya akan tetap menghafal hafalan kearsipan yang lagi saya hafalin sekarang gitu om" kata Ceri panjang lebar
Bara kini duduk dibangku depan Ceri lalu kembali tertawa lepas mendengar penuturan Ceri
"saya yakin kamu anak yang cerdas cer, kamu pasti padet rangking ya dikelas?" tanya Bara
" iya sih" jawab ceri mengakat jari telunjukknya keatas memberi kode angka satu
" beneran?? wah kamu benar benar anak yang cerdas rupanya? kamu selalu terlihat berdagang tapi kamu bisa dapet rangking satu gimana caranya?" tanya Bara menyandarkan tangan kanannya pada dagunya didepan Ceri
"ga gimana gimana, ya gini aja" jawab Ceri
"eh om mau beli apa kesini? ga mungkin dong siang siang om keluar rumah cuma mau nanyain gimana cara Ceri belajar?" kata Ceri
" iya sampe lupa, om mau mie rebus dong, pakein cabe rawit ya, pake telur setengah Mateng ga usah pake saos" kata Bara
"oke om" kata ceri lalu kedalam ruko tak lama Raffa datang senyum sekilas kearah Bara dan langsung masuk menemui ceri didapur
"de, ngapain om om itu disini?"tanya Raffa
" oh mau makan mie rebus katanya" jawab Ceri santai sambil memotong motong cabe rawit ke panci tempat memasak mie
"hemmm modus, ati ati lu" kata Raffa sinis
"dih si Abang sewot" jawab ceri
"Cer..Ceri handphone kamu bunyi nih, ada yang nelepon" teriak bara dari depan ruko
" oh iya om, makasih" ceri mengambil handphone yang sedang dipegang Bara
"assalamu'alaikum, iya kak, oh oke, lima menit lagi aku sampai sana, kakak pake baju apa?" tanya Ceri
__ADS_1
"oke aku kesana ya ka" sambung Ceri
"om maaf ya, yang masakin bang Raffa ya, Ceri mau cod dagangan dulu ya, udah ditungguin soalnya" kata Ceri tanpa menunggu jawaban bara langsung masuk keruko memberi tahu Raffa apa yang harus dikerjakannya
"bang nitip toko ya bang, om aku duluan ya" kata Ceri membawa plastik besar barang dagangannya dan menaiki motor meticnya dengan tubuh kecilnya kaki ceri bahkan tak dapat menjangkau tanah dan harus sedikit berjinjit
bara hanya menggeleng gelengkan kepala melihat aneh dengan gadis yang selalu terlihat bersemangat dalam mencari uang itu
"ini om mie nya" kata Raffa menyodorkan mie rebus pesanan Bara
"oh iya makasih, kamu kakaknya Ceri?" tanya bara
"emm tetangga sih tapi saya udah anggap Ceri ade saya sendiri" kata Raffa yang kini duduk didepan Bara mengambil baskom sayur kangkung lalu memetik sayuran itu menggantikan tugas ceri
"oh, saya baru ini bertemu dengan anak sesemangat dia, apa dia memang selalu suka berdagang seperti itu?" tanya Bara
"kalo masalah duit dia selalu semangat om, otaknya cuma ada duit duit dan duit" kata Raffa
"oh ya...ha ha ha ha...lucu juga" kata Bara
"om makan mie diluar emang istri omn ga masak?" tanya Raffa
"saya belum menikah" jawab bara sambil mengaduk anduk mienya
"masa orang semapan om belum nikah sih, om pemilih ya?" tanya Raffa penasaran
"ha ha ha ha... kamu mirip sekali dengan Ceri, ceplas-ceplos, tapi saya suka sifat terbuka kalian, saya belum menikah sebab calon saya masih kuliah tapi akhir tahun ini saya akan mengajaknya menikah" jawab bara.
' Alhamdulillah' batin Raffa
"maunya sih gitu, tapi liat nanti aja" jawab Bara
"oh iya dari tadi kita ngobrol tapi saya belum tau nama kamu, saya Bara" kata Bara
" saya Raffa om" kata Raffa
"oiya om, om kerja dimana? " tanya Raffa
" oh, om kerja di STV bagian accounting" kata Bara
"STV maksudnya stasiun tv STV om? " tanya Raffa kaget
"iya bener, kenapa emangnya?"
Raffa nampak clingak clinguk mencari keberadaan Ceri dan ibunya
"om bisa ga bantu saya, tolong rasahasiain tentang dimana om kerja dari ceri dan ibu ya? saya ga bisa jelasin kenapanya saya hanya bisa bilang Ceri dan ibunya punya pengalaman tidak menyenangkan tentang stasiun tv itu, dan tolong jangan bahas apapun tentang hal itu didepan ceri ya om, saya ga mau ceri dan ibu sedih, bisa ga om?" pinta Raffa dengan wajah yang sangat serius
"apa sebegitunya ya fa? oke om janji menyembunyikannya" kata Bara
"Alhamdulillah, saya tau om oramg yang bisa menepati janji" kata Raffa dengan senyum
tak lama ceri datang dengan motornya
__ADS_1
"maaf maaf lama ya" kata ceri turun dari motornya
"nggak kok, udah nganterin dagangannya?" kata Bara
"udah om, tinggal masak singkong Thailand aja buat codan tar sore
"saya penasaran berapa penghasilan kamu dalam sehari cer!" kata Bara
"emm lumayan lah om buat jajan mah cukup" jawab ceri sambil tersenyum semanis mungkin
"Halah sejak kapan lu jajan? disekolah makan dikantin gratis dari Bu kantin, lu kan kerja sama dia, kalo mau jajan diluaran lu pasti ngerengekin gua, uang jajan dia dari ibu mah utuh om" kata Raffa kembali menyela omongan ceri
"dih gitu, bangkit bangkitin, kalo ga iklas ngomong bang, ga usah buka kartu didepan orang dong" kata ceri kesal
"dih emang bener" jawab Raffa
bara kembali tertawa melihat tingkah keduanya
" kalian lucu, pertama kita ketemu lagi pelukan sambil tangis tangisan dibawah kolong meja kaya dua anak kehilangan emaknya sekarang diatas meja lain kalian sibuk berantemin uang jajan, jangan jangan kalian jodoh" kata Bara kembali tertawa terpingkal pingkal
" GA MUNGKINNNN" teriak Raffa dan Ceri bersamaan
"ha ha ha tuh kan kompak" kata Bara kembali tertawa
"udah jadi berapa cer?"kata Bara sambil berdiri merogoh kantongnya
"mie pake telor 10ribu, trus apa lagi om?" tanya ceri
"krupuk, air mineral udah" kata Bara menunjuk sisa sisa makanan yang dia makan dimeja itu
tambah 3ribu sama seribu jadi 14ribu om" kata ceri
"ini" Bara memberikan uang kepada ceri
" makasih om" ceri tersenyum pada bara
bara berjalan menuju rumahnya ekor mata ceri terus memperhatikan langkah bara
"bang... bang.. ada yang manis ngga tapi bikin diabetes" kata ceri masih melihat kearah Bara
"hmmm" jawab Raffa kesal
'ada yang remuk tapi bukan peyek de' gumam Raffa dalam hati
"bang..abanggggg..Abang dengerin gua ga sih?" panggil ceri mulai kesal
"emmhh.." jawab Raffa
" ah Abang mah ga asik" jawab ceri masuk kedalam rukonya
'duh kok perasaan gua kaya diaduk aduk gini ya, ga karuan banget rasanya' kata Raffa dalam hati
"nih kangkungnya" Raffa menaruh baskom sayuran diatas etalase warung lalu berjalan pulang kerumah
__ADS_1
"ih si Abang kenapa sih? " kata ceri berdecak pelan
malam itu tak seperti biasanya Raffa tak keluar rumah untuk sekedar nongkrong atau membeli makanan dimalam hari padahal Ujiannya sudah selesai