Si Kak Guru

Si Kak Guru
kangen gua sama uang lu bang


__ADS_3

2 tahun kemudia


Raffa masih sibuk dengan dunia perkuliahan yang sudah masuk semester 5 dan kerja part time nya di sebuah coffee shop didekat kampusnya, saat ini Raffa sudah menjadi penanggung jawab harian di tempat itu, kegiatannya cukup padat hanya dihari Minggu saja Raffa memiliki waktu luang, sedang ceri kini mengambil sekolah tinggi keguruan Prodi Ekonomi jurusan Akuntansi walau tak sesuai dengan basic awal saat di SMK dulu yang merupakan Administrasi Perkantoran namun bukan Ceri namanya bila tidak menguasai materi pelajaran, menjadi mahasiswi selama 2 semester membuatnya sedikit banyak perubahan, setidaknya sekarang Ceri menggunakan bedak tipis dan liptint kemanapun dia pergi.


meskipun Raffa dan Ceri masih tinggal bersebelahan namun Raffa dan Ceri sudah sangat jarang bertemu, Raffa berangkat kerja jam 8 pagi lalu lanjut kuliah malam dan baru jam setengah 11 malam dia sampai rumah sedang Ceri berangkat kuliah jam 7 dan seperti biasa Ceri berselancar didunia maya menjajakan dagangannya, cod kesena kemari dan berbelanja ke dari satu grosir ke grosir lain tetap menjadi aktifitasnya sesekali Ceri menyambangi Raffa dirumah saat Raffa sedang off kerja meskipun nampaknya Raffa mulai jaga jarak dengan Ceri, Ceri masih sering bolak balik rumah Raffa sekalipun Raffa tak ada dirumah membantu Sinta membuat eksperimen makanan adalah kegiatan wajib yang Ceri lakukan karna akan dapat makanan gtaris tentunya.


Cinta pertama Ceri belum juga pudar pada om om tampan penghuni cluster depan rumahnya, sekalipun Ceri kini tau si pujaan hati sudah memiliki tunangan, rencana Bara meminang Cristy sang kekasihnya 2 tahun lalu pun harus diurungkannya sementara waktu karna Cristy masih ingin bekerja selepas kuliah, dan rencananya beberapa bulan lagi mereka melangsungkan pernikahan.


sedih adalah hal menghiasi hari hari Ceri, entah mengapa Ceri susah move on dari aura ketampanan om Bara


" Abang.... Abang.....buka pintunya" teriak Ceri diminggu pagi


"de, serius de gua tuh baru tidur jam 12 ya...dan ini hari libur gua, gua mau tidur de" teriak Raffa dari dalam kamar


"buka ga..gua dobrak ni ya" kata Ceri mengancam


"buka kek bang, berisik nih adeknya dari tadi teriak teriak, masi pagi bang" kata Sinta dari dapur


"yang berisik dia mah, kenapa Abang Mulu sih yang salah" Raffa membuka pintu kamar dan seperti kebiasaan Ceri langsung melesat masuk dan duduk ditengah tengah kasur Raffa


"apa cebol??" kata Raffa mencoba membuka mata


"Ade kangen tau bang, jalan yuk bang" kata ceri menarik narik lengan kaos Raffa


Raffa merebahkan kembali tubuhnya dikasur dan membuat Ceri tertarik bersamanya berbaring dihadapan Raffa yang masih menutup matanya


degg


' duh kenapa sih jadi ga karuan gini hati gua! melek cer melek itu tuh Abang lu' batin Ceri sambil memandangi wajah Raffa


"jangan liatin gua terus nanti jatuh cinta, gua lagi ga minat jalin hubungan sama cewe" kata Raffa dengan mata masih tertutup


"dih, najjiiiiiss lu, bangun bangggg ayo jalan jalan, kulineran kek, ngapain kek bangunnnnn" kata ceriasih menarik narik kaos raffa dan hendak bangun dari posisinya namun tangan Raffa masih menahan posisi ceri dan menariknya ke pelukannya


degg


"gini dulu aja de, sebentar aja, gua cape banget! sebentar aja jangan bergerak gua ga akan lebih dari ini" kata Raffa mendekap tubuh ceri


sejenak fikiran Ceri kosong, Tak ada yang terlintas dan hanya sebuah kenyamanan yang tercipta disana


lima menit berlalu


"yuk bangun, gua laper" kata Raffa bangkit lalu meninggalkan ceri yang masih terbengong bengong ditempat tidur raffa


"bang jalan yuk bang"


"kemana?"


"kemana aja"


"yaudah gua sarapan trus mandi dulu" jawab Raffa


"bang, kemaren gua ketemu Shila temen lu di SMK dulu" kata ceri membuka percakapan sambil mencomot bakwan goreng dimeja makan yang baru saja diangkat lalu memasukkannya kemulut


"hufftt..huffttt..panas banget sih" kata ceri mengeluarkan lagi dari mulutnya


Raffa mencomot bakwan lalu meniupinya kemudian memberikannya pada ceri


"nih, sabar makanya" kata Raffa


Santi yang melihat dari dapur hanya tersenyum, ada sedikit harapan suatu hari nanti Santi ingin menjadikan Ceri sebagai anak menantunya sekarang.


" trus kenapa kalo lu ketemu Shila?" ktanya raffa sambil mengunyah nasi goreng


"dapet salam lu dari dia, gila tambah cantik aja dia bang, dia udah putus dari chio ya bang? soalnya kemaren tuh dia jalan sama cowo lain gua kaya pernah kenal sama cowo itu tapi ga tau lah siapa, mungkin salah satu customer gua kali ya" kata ceri santai


"iya udah lama kalo ga salah mah lepas sekolah chio langsung diputusin sama dia" jawab Raffa

__ADS_1


"bang kita mau kemana?" tanya ceri


"kemana aja, yang penting lu bisa berduaan sama gua kan???" kata Raffa dengan santainya


"sumpah ya bang narsis banget lu, tapi iya juga sih, kangen banget gua sama uang lu bang" kata ceri menoel Noel lengan Raffa


"kebaca" kata Raffa singkat


"gua pulang dulu ah mandi, trus dandan yang cantik kali aja dijalan ketemu jodoh" kata ceri keluar rumah


Raffa hanya tersenyum miring


'ga berubah, tetep aja hati gua ga karuan kalo Deket lu de! segimanapun gua ngehindar dan coba matiin hati gua tetep bakalan luluh lantak kalo lu udah didepan gua de' batin Raffa


"bang, ceri makin lama makin cantik ya? " kata Santi yang menghampiri anaknya yang sedari tadi memandang pintu


"iya mah" jawab Raffa


'duh gua ngomong apa sih?' gumam Raffa dalam hati


"jadi kapan Abang mau bilang sama dia kalo Abang suka sama dia" tanya Santi padanya


degg


'ini ada apa? mamah tau? ' batin Raffa


"ga usah tegang gitu dong mukanya bang, sampe kapan dipendem Mulu? keburu ada yang ngambil kacau balau hidupmu" kata Santi


"ga Taulah mah, Abang siap siap dulu ya mah" kata Raffa menghindari percakapan oleh mamahnya


.


.


.


.


" kemana bang?" jalan jalan aja ga jelas, nanti kalo ada tempat yang asik kita berhenti aja" kata Raffa memakaikan helm pada Ceri


"mau kemana kok udah pada rapi?" tanya Bara dengan celana traning panjang, kaos biru Dongker dan sepatu ketsnya sepertinya baru selesai berolahraga


"eh om Bara, baru pulang lari om?" tanya ceri tersenyum manis pada om bara


"iya, kamu mau kemana?" tanya bara


"kemana aja lah om, yang penting bisa move on dari om" jawab ceri


Bara tertawa terbahak bahak, Bara tau betul bocah itu menyukainya, Ceri bukanlah tipe gadis yang memendam perasaan sudah pasti Bara tau semua itu


Raffa hanya melirik dan membuang nafas kasar


"kita duluan ya om" kata Raffa menyalahkan motornya


"hati hati" kata Bara melambaikan tangan


Ceri membalas lambaian tangan Bara dan terus menengok ke arah Bara yang semakin jauh darinya


"duduk yang bener, patah tuh leher" kata Raffa


"dih" kata Ceri merangkul Raffa erat lalu menyadari kalau dia dilarang merangkul seperti itu lagi lalu melepaskan rangkulan nya kemudian memegang ujung jaket Raffa


Raffa nampak tersenyum menyadari tingkah laku Ceri, Raffa mengendarai motornya dan memarkirkan disebuah tempat makan dengan nuasa pedesaan, terdapat saung saung dan dari sana nampak kolam ikan dan pesawahan tempat yang nyaman


" mhhhh...adem banget bang disini" Ceri nampak merentangkan tangannya lalu menghirup udara segar disana


Raffa hanya mampu tersenyum melihat bocah itu

__ADS_1


"tidur disini enak kayanya?" kata ceri


"perasaan gua deh yang kurang tidur" kata Raffa sambil melepas jaketnya


" pagi kaaaa...mau pesen sekarang atau nanti aja?" tanya pelayan cantik berambut pirang yang tersenyum manis ke arah Raffa


"emhh menunya apa aja ya mba?" tanya Raffa


sang mba cantik itu memberikan daftar menu


"lu mau apa nih de" kata Raffa menyerahkan daftar menu ke ceri


"eemmhhh..es cream batok kaya enak deh bang, gua coklat lu yang vanila ya bang, tar gua minta" kata ceri pada Raffa


'oh ternyata adiknya' dalam hati pelayan itu


"hmmm..makannya apa nih?" tanya Raffa kembali


"cemilan aja bang, gua belum begitu laper soalnya nanti aja kita pesen lagi..kayanya gua betah nih disini" kata ceri


"Halah lu mah asal bisa rebaan juga betah de, kentang goreng aja ya, mba kentang goreng dua es cream batok coklat satu vanila satu" kata Raffa memberikan daftar menu kembali ke pada pelayan itu


"eh lu kan sukanya stoberi ya, ya uda pesen rasa stroberi aja deh, kasian Abang gua ngalah Mulu Ama gua ya he he he" kata ceri menepuk nepuk pipi Raffa


" sekian purnama lu baru sadar?" kata Raffa duduk disebelah ceri


" bang..bang liat deh tuh pelayan cewe ngeliatin ke arah kita Mulu, ha ha ha..selalu bisa mancing mata cewe cewe lu ya bang, ha ha ha" kata Ceri sambil menyisir rambut dengan kubu kubu jari jemarinya


Raffa yang melihat langsung ikut merapihkan rambut Ceri yang nampak kusut karna tak dikuncir saat naik motor tadi


"lu tuh anak gadis de, yang rapihan dikit kek, masa rambut cewe kaya gini kasarnya sih, kaya sapu ijuk tau ga" kata Raffa yang masih merapihkan rambut Ceri yang kusut


"yey salahin gua, salahin noh si Surya utama ngasih warisan kok rambut kaku kaya gini, yang jelek jelek diturunin ke gua, giliaran harta serupiah pun gua ga dikasih" kata Ceri masih menyerocos sambil fokus ke rambutnya


"de..de..udahlah ga usah diomongin, tar lu sewot sendiri, gua mau quality time Ama lu bukan mau dengerin kata kata mutiara lu yang bikin kuping sakit" kata Raffa


"Halah pake quality time segala, emang kita pasangan kekasih apa, Oia bang, sekarang lu lagi Deket sama cewe mana? kenalin gua dong" kata ceri menyenggol lengan Raffa dengan lengannya


"ngga ada, kalo lu?" tanya Raffa


"Deket sih ada beberapa, tapi yang ngasih getaran kaya om Bara belum ada bang" kata ceri sambil mengikat rambutnya


"siapa? anak mana? kok ga pernah bilang ke gua?" kata Raffa nampak kepo


"emm temen kampus gua, anaknya kalem banget bang, pinter pula, ganteng mah standar ya..karismatik gitu anaknya" kata Ceri membuka sweater nya lalu melipat cardigan itu dan meletakkannya disampingnya dan mulai merebahkan tubuhnya dan sweater sebagai bantalannya , Raffa yang melihat Ceri merebahkan tubuhnya dengan kaos tipis putih nampak terganggu dan menutup tubuh Ceri dengan jaket Jeansnya agar tak nampak lekuk tubuhnya


ceri nampak biasa saja dengan sikap Raffa pasalnya sedari kecil Raffa terbiasa melindungi Ceri


"trus lu suka dia? " tanya Raffa datar


"enggg..ga tau juga, B aja, baik sih tapi ya itu dia, ga ada getaran gimana gitu" kata ceri


"inget yang gua bilang, lu dilarang jatuh cinta sebelum dapet ACC gua" kata Raffa kembali otoriter


" ha ha ha ha...terserah lu aja lah bang" ceri menaruh kepalanya dipangkuan Raffa


'kayanya dia emang sengaja ngunci hati gua deh? ga bisa gua lengah dikit dia udah mulai ngacak ngacak lagi hati gua, ya Alloh lindungi hamba dari anak setan berbadan cebol ini, kamera disebelah mana si..woy gua nyerah woy, kaga kuat iman gua' batin Raffa


berkali kali menelan salivanya, sementara ceri malah asik memakai headset lalu mulai mencari lagu lagu untuk dia dengarkan kemudian memejamkan mata


"bang gua tidur sebentar ya, gila liburan paling asik nih, rebaan, jajan dan jalan jalan tanpa ngeluarin uang..indahnya hati dan fikiran gua bang" kata ceri masih memejamkan matanya


'halah..ujung ujungnya yang bikin lu bahagia cuma uang juga kan cebol? dan gilanya gua mati matikan cari uang hanya untuk buat lu senang' gumam Raffa dalam hati


______________


hai kakaaaaaa.. jangan lupa jempolnya ditoelin sedikit ke gambar jempol dibawah ya..biar semangatan gitu aku nge up nya🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2