Si Kak Guru

Si Kak Guru
baby sugar???


__ADS_3

tok tok tok


"selamat pagi pak, maaf tadi katmaya bapak mencari saya ada apa ya pak?" ucap raffa membuka pintu ruang dosen pembimbingnya Arya


"oh.. Raffa masuk sini..ada hal baik yang ingin saya sampaikan ke kamu..duduklah sini" tawar pria paruh baya itu kepada Raffa dengan ramah


raffa menarik bangku didepan meja kerja Arya lalu duduk disana


"begini Raffa seperti yang pernah saya jelaskan tentang pertukaran pelajar ke Malaysia beberapa bulan yang lalu, sepertinya kamu adalah salah satu nama yang lolos, dan masih ada 2 nama lagi nanti yang akan menyusul diumumkan, saya harap kamu mempersiapkan segala sesuatunya dari sekarang, waktunya kalau tak ada kendala 3bulan dari sekarang kamu akan berangkat ke sana satu semester akan kalian habiskan disana, kamu bisa siapkan paspor dan keperluan lainnya dari sekarang" tutur Arya


deggg


'secepat ini? delema kan gua' kata Raffa dalam hati


"baik pak saya akan kabarkan ke orangtua saya, terimakasih saya permisi dulu" kata Raffa menjabat tangan Arya dan meninggalkan ruangan itu


.


.


.


.


mata ceri terus menatap kepada Saddam yang sedari tadi nampak tak memperhatikan materi yang ceri diberikan. mata pria jangkung itu terus menatap ke arah jendela menerawang jauh dan tak bergeming atas segala sesuatu yang terjadi di dalam kelas sesekali ia nampak menarik nafas dengan kasar seperti memendam banyak masalah dalam otaknya


"oke saya akan berikan sesi sharing tentang apa saja yang kalian tengah hadapi sekarang, ini hanya sebagai tanda ada keinginan saya untuk lebih dekat lagi ke kalian, kalian bisa mencurahkan apa saja yang ingin kalian sampaikan kepada saya.. dan ini sifatnya keseluruhan saya akan mengacak nama yang akan saya panggil satu persatu dan semuanya pasti kebagian jatah untuk sharing apapun kepada saya, oke untuk nama pertama saya ingin....emmm( ceri melihat absen seolah sedang menimbang-nimbang nama yang akan lebih dahulu dipanggilnya)..


"..Sadam! silakan maju" ucap Ceri


"oke yang lain fokus dengan tugasnya ya"

__ADS_1


ceri mempersiapkan bangku di depan mejanya nya


"silakan duduk Sadam"


"lu mau tau apa tentang gue?"kata pria jangkung itu itu pada Ceri


"terserah bebas kamu mau cerita apa saja, saya akan coba dengarkan" ucap seri sambil memainkan pulpen di tangannya


"kalau mau tanya soal yang kemarin?"


"silakan kalau kamu mau bercerita"


"siapa lu harus gue ceritain semua masalah gue?" muka anak itu tampak datar hingga cerita dapat menerka apa yang ada dipikirannya


"sekarang mungkin guru kamu tapi mungkin beberapa saat kemudian saya bisa jadi teman kamu setidaknya saya bisa jadi pendengar yang baik untuk masalah kamu" kata-kata ceri cukup membuat Saddam menarik nafas panjang


"cewek yang kemarin gue liatin itu sugar baby nya bokap gue! beberapakali melihat dia keluar dari apartemen sama bokap gue awalnya aku nggak percaya, bokap kelihatannya sayang banget sama nyokap,, mereka tuh kelihatan romantis dari gue kecil sampai segede gini nggak berkurang sedikitpun , sampai akhirnya gue ngelihat sendiri buka gue masuk ke apartemen itu bareng sama sugar baby nya itu! gue nggak tahu gimana hancurnya nyokap kalau tahu bokap melakukan itu di belakangnya" kata Saddam dengan mata sayu tertunduk lemas dihadapan Ceri


"kamu yakin dia sugarbaby ayah kamu?" tanya ceri


Sadam mengangguk pelan dengan kepala masih tertunduk


"kamu punya bukti kalau dia benar-benar sugarbaby ayah kamu?"


"bokap gue ngasih fasilitas buat dia, kuliah mobil apartemen dan beberapa kali gue liat bokap masuk apartemennya apa namanya kalau bukan juga sugar baby?" kata Saddam dengan nada pelan, nampak sekali rasa putus asa dari nada suaranya


"itu enggak kongrit Sadam! butuh bukti otentik yang bisa bikin kamu ngejudge ayah kamu sendiri sebagai laki-laki serendah itu! saya tidak membela ayah kamu,saya mencoba berpikir menggunakan logika yang saya miliki, ketimbang saya harus menduga-duga lebih baik saya coba cari data-data yang lebih spesifik tentang tuduhan yang tadi kamu sampaikan kepada ayahmu sendiri" kata ceri


"come on kak, gadis remaja cantik dan seorang om om?" kata Saddam dengan nada yang tak bersahabat


"info apa aja yang kamu punya tentang wanita itu?" tanya Ceri pada Saddam

__ADS_1


sadar hanya menggelengkan kepala


"hei hei kamu mejudge seseorang, sedangkan kamu tidak mengetahui apa-apa tentang dia? are you sure Saddam?"


"namanya Nina anak semester 2 tiap hari dia datang ke kafe itu sekedar mengajarkan tugas atau ngopi-ngopi, dia lebih sering sendiri ke cafe itu" kata Cherry


Saddam mengangkat kepalanya tak percaya Cherry mengetahui banyak hal tentang wanita yang selama ini dipikirnya adalah sebagai sugar baby ayahnya itu


"dari mana kakak tahu tentang itu semua? kakak kenal sama dia? atau jangan-jangan lu temennya dia?" kata Saddam menatap Cherry dengan tatapan penuh rasa curiga


"wow, persis seperti dugaan saya kalau kamu mudah menarik kesimpulan sesuai apa yang kamu pikirkan bukan sesuai dengan apa yang terjadi! oke Sadam, kebetulan sekali abang saya bekerja di sana dan dari abang saya lah saya tahu informasi mengenai Nina, saya tertarik dengan dia karena mata kamu terus menatapnya, sampai sini kamu paham?" tanya ceri pada saddam


" ahhh gue tahu, ini tu jebakan yang lu mau bikin buat gue kan? lu juga mau kepo-in gue?" tatapan Saddam mengintimidasi setiap pergerakan ceri


" kepo? oke bolehlah kata-kata itu kamu sematkan kan di pikiranmu sekarang! tidak saya tidak terlalu keberatan Dan pada akhirnya satu kelas ini pun akan saya kepoin" kata Ceri sambil mengetuk-ngetukkan pulpennya dan menaruhnya di atas meja lalu melipat kedua tangannya


"terus sekarang harus gimana?"tanya Saddam


"kamu bisa tanyakan langsung kepada ayahmu mengenai siapa apa Nina itu, atau mungkin kamu ingin bertanya sendiri langsung kepada Nina?"


"saya tidak masalah kamu melakukan pendekatan dengan cara apapun terhadap Nina tapi yang saya permasalahkan akibat keingintahuan kamu tentang Nina nilai-nilai kamu merosot"


"mau saya temani kamu mencari informasi tentang Nina? sepulang mengajar nanti saya ingin mengantarkan pesanan salad buah, kalau kamu mau kamu bisa ikut" ajak ceri pada sadam yang dari tadi tak mau lagi tak mau bergeming tentang keberadaan ceri


"eggggh oke" ucap Saddam dengan ragu


"ok"


_____________


sedikit dulu ya..maaf baru fit lagi🙏

__ADS_1


__ADS_2