Si Kak Guru

Si Kak Guru
jantung gua disko


__ADS_3

"Bu dedek minta maaf" kata ceri bersimpuh dikaki lestari yang duduk disofa didalam rukonya


"iya de ibu juga minta maaf ibu egois menjauhkan kamu daril ayahmu hanya karna kekecewaan ibu ke ayah kamu" kata lestari membuat ceri menatap mata ibunya lalu memandang melihat Raffa dan Santi


"ibumu udah cerita semua cer" kata Santi


"jadi mamah udah tau juga" kata Raffa


"lah Abang udah tau juga?" kata Sinta pada putranya


"yaudah apapun masa lalu kalian, kalian berhak bahagia, iya kan happy Surya Utama?" kata Sinta melirik ke ceri


"eh ri, berarti arti nama anak anak Kitu tuh sama aja toh ya..sama sama bahagia" kata Santi


"lah emang Raffa juga artinya bahagia toh teh? semua orang tua pasti berharap anak anaknya bahagia ya teh" kata lestari pada Santi


"teteh, Abang bisa ga kalo aku minta kalian tetap sembunyiin identitas asli kami, kami hanya ingin hidup normal" kata lestari lirih


"iya Ri, kami bakalan tutup mulut untuk urusan itu, rahasia kalian aman kok" kata Santi


"makasih ya teh" kata lestari seraya memeluk Santi


"dah cuci muka sana jelek banget muka lu de" kata Raffa


"Halah kaya muka lu cakep aja" jawab ceri berjalan ke westafel dapur


"dih, ganteng mentok gini masih kurang mengungkiri"kata Raffa


"lho standar ganteng dia tuh beda bang, yang udah tua gitu lho bang" kata lestari menggoda anaknya


"ih ibu mah, itu tuh namanya mature Bu, beda lah tua sama mature, lagian ya Bu om bara ga tua tua banget kok" kata ceri


"bara?? siapa de"kata Raffa


"itu lho bang, oppa oppa ganteng dicar free day yang beli parfum gua dulu, ternyata dia tinggal dicluster depan kita bang aisshhh gantengnya bikin hati cenat cenut bang" kata ceri sambil senyam senyum


"ih bocah kecil kecil demen sama om om" kata Raffa


"yey, masing masing seleranya lah bang" kata ceri


"kalo lu seleranya cewek kaya mana bang? " tanya ceri spontan


"kaya indomie"


"maksudnya?" tanya mamah


"iya Indomie seleraku" kata Raffa sambil menyanyikan jingle lagu brand mie instan itu( pasti kalian bacanya sambil nyanyi🤭)


"aisshh...palingan tuh ya mah yang ke Siska siskaan gitu, pacarannya dua bulan patah hatinya 4 tahun ha ha ha ha" kata ceri puas membully Raffa


"sialan lu cebol, sini Luh, belom pernah dilakban kali tuh mulut ya" kata Raffa mengejar ceri yang bersembunyi dibelakang tubuh Santi


"Abang kalo ngomong tuh yang bagus kek, cebol cebol, kayanya mulut kamu deh yang harus mamah lakban" kata Santi mencubit bibir bagian atas Raffa


"awww sakit dong mah, kan cerinya mah yang salah, mamah mah belain ceri Mulu ah" kata Raffa merajuk


"lah jelas lah ceri tuh kesayangan mamah, dah sana ah bang mandi, bau kamu tuh" kata santi


" ngapain mandi besok hari minggu mah" kata Raffa duduk disamping lestari bergelendot dibelakang lestari

__ADS_1


"mau ikut ga sama mamah, ibu Ama ceri?" kata Santi


"kita mau kemana mah?" tanya ceri


"kita ke Summarecon mall Bekasi, mamah mau ngajakin kalian makan diluar" kata Santi


"ga usah teh, ngerepotin" kata lestari


"alah pakek ngomong gitu kamu ri, lagian kapan coba aku merasa direpotin kamu? pokoknya dandan yang cantik, Abang panasin mobil ya bang, abis ashar kita jalan, kamu tutup warung ri" kata Santi lalu keluar


"assiiikk" diikuti Raffa yang berjalan dibelakang mamahnya


"ayo bu kita beres beres" kata ceri


1,5 jam kemudian mereka telah sampai dimall itu, lestari yang sudah hampir 6 tahun tak pernah lagi menginjakkan kaki dimall mereka senang, semenjak ia meninggalkan rumah surya sontak kehidupannya berubah drastis


"kita duduk disini aja yah mah" ajak raffa bangku pinggir kolam ikan


"iya, Ri duduk sini Ri kita liatin ikan disini" kata Santi


"bang, bang fotoin gua dong" kata ceri


tangan ceri bergelayut dipundak Raffa


degg


'kok gua deg deg kan ya setiap kontak fisik sama si cebol? ga ga boleh ga boleh ada rasa, dia itu sahabat dari kecil lu fa, jangan gila' kata Raffa dalam hati


"heh, bang malah bengong sih, fotoin" kata ceri mulai bergaya


"berdua berdua" kata ceri menempelkan badannya pada Raffa sambil mengangkat kedua jari tangannya


degg


cekrekk cekrek..


"bang muka lu tegang amat sih kaya abis kepergok guru nonton film bp dikelas aja" kata ceri ngelantur


"heh cebol, ngomong tuh ditaker, asal ngejeplak aja lu, tampang alim gini, jauh ya sama film film astaghfirullah, apa tadi lu bilang Astaghfirullah" kata Raffa menoyor kepala ceri


"Abang, itu tangan pengen mamah cubit apa gimana ya bang?" kata Santi melihat kelakuan Raffa


" hehehe..nggak mah nggak, becanda doang" kata Raffa mengelus elus poni ceri


"iya tuh mah, Adek sering tau dibully sama Abang apalagi kalo ga ada mamah" kata ceri mengadu


"abaaaanggggg" suara mamah naik 3 oktav


"boong mah boong, ga pernah Yang ada Abang mah yang dianiaya dia, beneran deh mah" kata Raffa


"ceri itu cewe bang harusnya kamu lindungi, kamu jagain cewe satu aja ga bisa gimana nanti berumah tangga" kata mamah


"udah udah, tempat rame malu, udah tuh fa mending fotoin ikan aja tuh " kata lestari



"mah makan yuk mah" ajak raffa


"mau makan apa?" tanya Santi

__ADS_1


"gokana aja mah" kata Raffa


"Adek mau?" tanya Santi


"mau mah" kata ceri senang


"jangan teh ah, mahal sayang uangnya" kata lestari


"haduh, masih mikirin uang aja, kontrakan sama rukoku ga akan abis kalo cuma ngajak kamu makan disini ri" kata Santi


merekapun berjalan kedalam mall mencari letak restoran yang Raffa maksud


mereka memesan makanan tak selang beberapa saat makanan itupun datang


ceri mengambil handphone lalu memfoto makanan didepannya



"hemmm..makanan tuh...." bel selesai Raffa bicara ceri sudah menyelak ucapan Raffa


"..dimakan bukan diupload, badan lu ga akan tumbuh tinggi kalo makanannya cuma lu fotoin doang, iya kan Abang mo ngomong gitu?" kata ceri melirik apa Raffa


"lah itu pinter" kata Raffa


Santi dan lestari tertawa melihat interaksi keduanya, mereka hanya tumbuh besar tapi tak merubah tingkah keduanya


"Adek mau makan apa lagi abis ini?" tanya Santi


"Abang dong mah yang ditanya?" kata Raffa


"lah kamu udah mamah kasih uang jajan banyak kok, masih minta dijajanin juga" kata Santi


"ih mamah mah, uang ceri tuh lebih banyak tau dibanding Abang" kata Raffa melirik ke ceri yang asik menikmati makanannya


"hooh, uang aku udah banyak lho mah" ceri mengeluarkan handphone nya lalu membuka ebankingnya dan memperlihatkan saldo direkening banknya


"hah...30juta, dedek pinter banget sih, makin bangga deh mamah sama dedek, gini nih bang, cantik, genius pinter nyari duit, Abang mah payah ah" kata Sinta membalikan jempol pada Raffa


"ih mamah mah" kata Raffa merajuk


"duh teteh anak sebaik seganteng semanis ini kok dikatain Mulu sih, lagian umur segini belum waktunya mikirin uang, ceri nya aja yang mata duitan" kata lestari


"ehh eh bukan mata duitan Bu, tapi realistis.iya kan de?" kata raffa menyambar


"hooh pinter lu bang" kata ceri


"Halah bocah kok ngomongin realistis, kamu tuh ketuaan de" kata lestari


"iya seleranya aja om om ha ha ha" kata Raffa


"yey masgay lah" kata ceri


"masgay??? mas mas gay gitu de, kok ngomong gitu sih dek ke abangnya?" kata lestari


"ih ibu, masgay itu masing masing gayanya Bu, bukan mas mas gay ha ha ha..lu dikira homo bang?" kata ceri


"yey, enak aja tuh mulut" kata Raffa


mereka pun menikmati makan malam mereka disana

__ADS_1


__________


jangan lupa like n coment ya ka🥰


__ADS_2