
Gadis itu duduk sendirian di tepi jalanan. Suasana di tempat ini sangat sepi karena itulah menjadi tempat nongkrong para preman. Glenn merasa kagum bahwa gadis itu berani pergi ke daerah ini seorang diri untuk menangis.
"Kau tidak apa-apa?" Glenn langsung menanyainya.
(DING! Selamat Tuan berhasil berbicara dengan gadis kecil di pinggir jalan. Keberuntungan +1)
Gadis kecil itu mengangkat wajahnya. Rambutnya yang acak-acakan sedikit menutup wajahnya, tapi Glenn masih bisa melihat wajahnya dengan jelas. Dia terlihat muda. Bahkan lemak bayi di pipinya masih terlihat jelas. Mungkin berumur lima belas tahun atau lebih muda.
Gadis itu menatapnya dengan tatapan tajam yang mengisyaratkan 'jangan ganggu aku'. Tapi masih terlihat imut karena wajahnya. Dia tidak membalas perkataan Glenn sama sekali.
"Sebentar lagi hujan dan tempat ini berbahaya. Sebaiknya kau pulang karena orang tuamu pasti khawatir" Glenn mulai menceramahinya.
"Humph!" gadis itu hanya mendengus. Lalu KRUKKK...Glenn bisa mendengar suara perut kelaparan. Wajah gadis kecil itu memerah malu dan dia menundukkan wajahnya lagi.
"Kau lapar?" tanya Glenn.
"..." dia tidak menjawab.
(Misi terdeteksi. Memasak untuk gadis kecil) Sistem mulai memberinya misi tentang gadis asing ini dua kali berturut-turut sekarang.
"Apa dia salah satu tokoh penting?" tanya Glenn pada sistem.
(Sistem tidak bisa menjawab) Balas sistem dengan nada acuh.
Tapi sebelumnya dia mendapat misi yang berhubungan dengan manager gemuk itu berturut- turut. Mungkin gadis kecil ini hanya target misi yang memang ditentukan oleh sistem secara acak.
"Kalau begitu aku akan memanggil polisi. Sangat berbahaya bagi gadis kecil sepertimu berkeliaran di malam hari" Glenn langsung berbalik pergi. Tentu saja dia hanya menggertaknya. Dan gertakan itu terbukti sangat efektif. Gadis kecil itu bangkit berdiri dan memegang baju Glenn erat-erat dengan mata melotot.
"Kau tidak mau aku lapor polisi?"
Gadis itu masih menatapnya dengan mata melotot, tapi kemudian dia merespon dengan menggeleng pelan.
__ADS_1
"Kalau begitu tinggalkan tempat ini dan pulang ke rumahmu"
Gadis itu menggeleng cepat dan menggertakan giginya marah.
"Hah~" Glenn menyerah untuk menyuruhnya pulang. "Aku akan mentraktirmu makan. Kau ingin ikut denganku?"
"...." Gadis kecil itu tidak merespon.
Glenn tahu bahwa dia sudah melakukan hal yang salah sekarang. Kalau orang lain tahu dia membawa gadis di bawah umur ke rumahnya. Dia mungkin akan di cap sebagai pedofil dan berakhir di penjara. Tapi dia harus menyelesaikan misinya. Lagipula ini malam hari, tidak akan ada yang melihatnya membawa seorang gadis kecil ke apartemennya.
Glenn berpikir dia perlu berusaha lebih keras lagi untuk membujuk gadis kecil itu. Tapi ternyata gadis kecil itu mengangguk pelan.
Glenn sedikit kaget. "Kau tidak takut aku menjebakmu?"
"Kau tidak akan bisa" gadis kecil itu menjawab. Ini pertama kali Glenn mendengar suaranya. Suaranya cukup indah.
"Baiklah, ayo ikut aku"
Glenn memiliki meja kecil di tengah-tengah ruangan. Dia menyuruh gadis itu menunggu disana. Dia merasa lega bahwa dia sudah membersihkan apartemennya sedikit, sehingga tidak ada sampah yang bertebaran di lantai apartemennya. Walaupun begitu, keadaan apartemennya masih terlihat kumuh dan kotor. Dia bisa melihat ekspresi jijik dari gadis kecil itu saat masuk ke dalam apartemennya. Dia tidak bisa melakukan apapun tentang hal itu, dia hanya berharap bisa pindah ke apartemen yang baru saat dia mendapatkan uang lebih.
Glenn melepaskan jas hitamnya dan meletakkan tas kantornya. Lalu dia menuju ke dapur dan memeriksa bahan-bahan makanan yang tersedia. Dia berpikir apa yang harus dia masak sekarang.
"Siapa namamu?" Glenn bertanya.
Gadis kecil itu tidak menjawab. Glenn sudah terbiasa diabaikan oleh gadis kecil ini.
"Aku akan masak omelet telur dan sup kentang. Kau bisa makan ini?" tanya Glenn lagi.
Gadis kecil itu mengangguk pelan.
Glenn pun mulai memasak. Dia merasa bahwa memasak adalah pekerjaan yang mudah baginya sejak dia memperoleh skill itu. Dia mencampurkan garam ke dalam adonan telur dan berhasil membuat omelet dengan bentuk sempurna. Dua omelet telur tersaji dengan sempurna.
__ADS_1
(Mendapatkan 1 poin skill memasak)
Kemudian Glenn melanjutkan dengan memotong kentang menjadi persegi. Lalu merebusnya dan menambahkan bumbu kaldu. Dia tidak memiliki daging, jadi ini benar-benar hanya sup kentang murni. Dan dia menyajikan dua porsi sup kentang di mangkuk kecil.
(Mendapatkan 1 poin skill memasak)
Glenn mengerti bagaimana poin skill ini bekerja. Setiap kali dia memasak makanan yang berbeda makan poin skillnya akan bertambah. Dia melihat status terbaru dari skill memasaknya.
Skill memasak level 1 ( 2/10 )
Glenn menyajikan semua makanan itu di atas meja kecil di tengah -tengah ruangan. Dia menyuruh gadis kecil itu untuk makan. Gadis kecil itu melihat semua makanan dengan tatapan ragu. Ekspresinya berkata seakan-akan 'kenapa aku harus makan ini? Apa ini enak?'. Tentu saja dia meragukan kemampuan memasak Glenn. Menurutnya kemampuan masak seorang paman yang tinggal di apartemen kumuh akan menjadi sangat buruk. Tapi dia tetap harus makan karena dia merasa lapar sekarang. Terlebih lagi makanan itu mengeluarkan aroma yang sangat enak walaupun sangat sederhana.
Glenn tidak menunggu gadis kecil itu. Dia makan lebih dulu. Gadis kecil itu pun membuang keraguannya dan mulai memasukkan sesuap makanan ke dalam mulutnya.
(DING! Selamat Tuan berhasil memasak untuk gadis kecil. Kelincahan +1)
Mata gadis kecil itu berbinar. Dia melihat Glenn lalu dia melihat ke arah makananya dan dia mulai makan dengan lahap. Dia tidak pernah mengira bahwa masakan Glenn akan seenak itu. Dia menghabiskan makanannya hanya dalam lima menit. Glenn kaget, karena Glenn bahkan belum menghabiskan makanannya. Lalu dia mulai menyodorkan mangkuk kosongnya ke arah Glenn. Gadis kecil itu ingin makan lagi.
"Aku tidak memasak lebih" Glenn hanya memasak porsi yang cukup untuk dua orang. Dia tidak memasak lebih banyak karena takut akan membuang-buang makanan kalau tidak habis.
Gadis kecil itu menatapnya cemberut. Lalu dia meletakkan mangkuk kosongnya dengan ekspresi sedih.
"Kau ingin menginap?" tanya Glenn lagi.
"...." Gadis kecil itu tidak meresponnya.
Glenn lelah. Dia sudah menyelesaikan misinya. Dia tidak peduli lagi dengan gadis kecil itu. Terserah dia mau melakukan apa. Glenn mandi dan mengganti bajunya. Saat dia keluar dari kamar mandi, gadis itu masih tidak bergerak dari tempatnya. Glenn juga mengabaikannya. Dia perlu istirahat. Dia sangat lelah sekarang dan dia harus bangun pagi besok. Jadi dia langsung merebahkan dirinya di kasur dan terlelap dengan cepat.
Gadis kecil itu bergerak dari tempatnya saat Glenn tertidur lelap. Dia mendekat ke arah tempat tidur, lalu menatap wajah Glenn dengan tatapan misterius. Lalu gadis kecil itu mulai mengangkat tangannya, dan menyentuh hidung, pipi dan kening Glenn dengan jari telunjuknya. Seaan-akan dia penasaran dengan objek di depannya.
(Selamat Tuan berhasil menyelesaikan misi tersembunyi. Zloth +100)
__ADS_1
Sistem itu berdering. Dan Glenn yang tertidur lelap tidak menyadari bahwa dia membuka misi tersembunyi lainnya dari tokoh penting yang baru.