
Glenn menyadari bahwa dia masih tidak mengerti tentang poin 'rahasia' yang ada di setiap status tokoh-tokoh penting. Sistem sebelumnya berkata bahwa dia belum bisa membuka 'rahasia' itu karena tingkat intimasinya masih sangat jauh dari maksimal poin. Tapi saat pertama kali dia bertemu dengan ibunya, sang ibu sudah memberikan tingkat intimasi maksimal untuknya.
"Apa itu rahasia?" dia bertanya pada sistem. "Apa yang terjadi kalau aku membuka rahasia dari para tokoh penting?"
(Saat Tuan membuka rahasia dari para tokoh penting. Maka Tuan akan mengetahui semua rahasia yang terjadi di kehidupan mereka)
"Hanya itu?" respon Glenn tidak tertarik. Sekali lagi, dia tidak tertarik untuk mengetahui rahasia orang lain dan ikut campur di dalamnya.
(Setelah mengetahui rahasia mereka, itu akan memberi Tuan lebih banyak misi tersembunyi untuk dilakukan. Karena rahasia dari para tokoh penting ini merupakan masalah mereka yang belum terselesaikan. Tuan diharapkan bisa membantu mereka saat tuan mengetahuinya, untuk menyelesaikan lebih banyak misi tersembunyi)
"Nah, jadi kau hanya ingin aku ikut campur dengan kehidupan orang lain bukan?" balas Glenn cemberut. "Lagipula misi-misi rahasia itu sama sekali tidak terdeteksi. Bagaimana aku bisa menyelesaikannya? Kau selalu bilang semuanya tergantung pada keberuntunganku" responnya kesal.
(Tuan bisa membeli kartu silver di toko saat mengintip rahasia dari para tokoh penting. Tuan akan mendeteksi lima misi tersembunyi secara langsung)
Glenn merenungkannya. Sistem benar! terlebih lagi ibunya memberinya poin maksimal. Dia tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan ini sama sekali.
"Baiklah, aku ingin melihat rahasia ibuku" Glenn akhirnya memutuskan.
(Rahasia tokoh penting 'Rui' terbuka)
Lalu tiba-tiba layar transparan muncul di depan matanya. Dan sebuah video muncul disana. Tetapi video itu masih ter 'pause' sehingga Glenn hanya melihat latar belakang buram.
(Membutuhkan waktu lima belas menit untuk menonton. Apakah Tuan setuju?)
"Lima belas menit?" Glenn melihat ke arah ibunya dan berkata. "Ibu, aku ingin ke toilet. Aku akan kembali." katanya.
Sang ibu mengangguk. Lalu Glenn dengan cepat keluar dari ruangan itu. Dia berbohong bahwa dia ingin ke toilet. Dia mencari beberapa kursi kosong di ruang tunggu rumah sakit dan duduk di sana.
"Aku setuju" dia menjawab.
__ADS_1
Lalu video di depan matanya mulai berputar.
Ini adalah video masa lalu ibunya. Video itu menunjukkan masa kecil sang ibu yang sangat bahagia bersama kedua orang tuanya. Lalu sang ibu beranjak remaja dan mulai tertarik dengan seorang laki-laki. Mereka berdua tinggal di desa yang sama. Sang ibu menikah di usia yang cukup muda, delapan belas tahun. Pasangan itu hidup bersama selama beberapa tahun. Tapi sang suami sama sekali bukan lelaki yang baik. Sering mabuk-mabuk kan dan tidak pulang ke rumah selama dua atau tiga hari.
Lalu di tahun kelima pernikahan mereka, masalah terjadi. Sang suami berselingkuh dengan wanita yang lebih muda dan membawanya ke rumah. Keduanya bertengkar dan memutuskan untuk bercerai. tetapi sang suami menipunya tentang masalah harta goni-gini, dan mengambil semua peninggalan orang tuanya. Termasuk rumah dan lahan mereka.
Sang ibu berjuang dari nol. Dia bekerja sebagai karyawan biasa selama dua tahun dan mulai hidup stabil. Lalu dia mengadopsi Glenn dan mulai hidup dengannya. Dia merasa bahagia memiliki anak yang menemaninya. Sampai akhirnya, Glenn mulai meninggalkannya untuk belajar di kota lain. Sang ibu menjadi sangat kesepian. Dan dia mulai jatuh sakit. tapi dia tidak ingin mengganggu Glenn karena penyakitnya dan mereka tidak punya biaya untuk itu. Jadi dia menyembunyikannya.
Sang ibu pernah memanggil mantan suaminya untuk meminta tolong biaya pengobatan. Tapi pria tua itu mengabaikannya. sehingga sang ibu meledak marah dan mulai mengungkit rumah dan tanah milik orang tuanya yang pernah dia ambil. Tapi sang mantan suami tidak peduli.
Glenn akhirnya lulus dan mendapatkan pekerjaan. Sang ibu mulai merasa senang karena hal itu. Dan mereka mulai tinggal bersama lagi. Dia mengira bahwa hidup bahagianya sudah tiba. Tapi penyakitnya mulai parah, merenggut semuanya. Dan membuatnya hampir meninggal.
Video itu terhenti. Glenn mengingat dengan jelas wajah mantan suami sang ibu dan istri barunya. Dia menggertak kan giginya, marah. Dia tidak pernah mengira bahwa sang ibu akan mempunyai kehidupan pahit seperti itu. Walaupun dia selalu penasaran kenapa sang ibu tidak mau menikah lagi, dia tidak terlalu mempedulikannya. Sampai dia melihat semua ini.
"Tukar 500 zloth dengan 5 poin sistem"
(500 zloth dikurangi)
"Aku ambil kartu silver"
(5 poin dikurangi)
(Mendapatkan satu kartu silver)
(Apa tuan ingin menggunakan kartu silver?"
"Ya"
(Kartu silver digunakan. Lima misi tersembunyi terdeteksi secara acak)
__ADS_1
Rui : katakan 'aku mencintaimu' padanya sebanyak lima kali
Rui: memasak untuknya
Rui: menemaninya berbelanja
Rui: menampar mantan suaminya
Rui: membantunya memperoleh kembali properti miliknya
Setelah itu, lima misi tersembunyi itu akan terpasang bersama dengan status sang ibu. Glenn bisa melihat misinya lagi saat dia melihat profil Rui. Lima misi itu senilai 5000 zloth! Beberapa misi sangat mudah dilakukan. Tapi dua misi terakhir cukup sulit karena dia bahkan belum pernah bertemu dengan mantan suami ibunya.
Glenn berlari masuk kembali ke ruangan dimana sang ibu berada dan berkata. "Ibu, aku mencintaimu!"
Sang ibu mengernyitkan keningnya, bingung.
Lalu Glenn tidak berhenti. Dia mendekat dan berkata. "Ibu, aku mencintaimu. Aku mencintaimu"
"Ada apa denganmu?" sang ibu bertanya dengan wajah bingung. Putranya benar-benar aneh.
Glenn langsung memeluk ibunya. "Aku mencintaimu. Aku benar-benar mencintaimu"
(Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi tersembunyi. Zloth +1000)
"Ada apa nak?" Sang ibu membelai rambutnya.
"Tidak apa-apa. Tiba-tiba aku memikirkan hal yang buruk" jawab Glenn.
"Jangan terlalu berpikir yang aneh-aneh. Aku baik-baik saja" dia menjawab. Dia merasakan rasa hangat di hatinya saat melihat wajah cemas Glenn.
__ADS_1
"Ibu, saat ibu pulang. Aku akan memasak untuk ibu. Aku juga akan menemanimu berbelanja" seru Glenn bersemangat.
"Iya, iya"