Sistem Raja Neraka

Sistem Raja Neraka
Chapter 16 Melatih Skill Kaligrafi


__ADS_3

Glenn kembali ke apartemennya dengan perasaan bahagia. Ibunya benar-benar sembuh dan dia mendapatkan banyak Zloth kali ini.


Glenn membuka status terbarunya.


Nama : Glenn


Umur : 25 tahun


GelarĀ  : Tidak ada


Kekuatan : 3


Kelincahan : 5


Keberuntungan : 4


Kecerdasan : 4


Stamina : 4


Kondisi khusus : Bugar


Skill: memasak level 1 ( 2 / 10), skill menyelinap ( 0 / 10), skill kaligrafi (0/10)


Tokoh penting: Wen (26 Tahun), Harris (24 tahun), Rui (54 tahun), Mia (17 tahun)


Hadiah: 1600 Zloth


Poin: 0


Toko


Dia sekarang memiliki 1600 zloth di sistemnya. Setelah ibunya sembuh dan pulang, dia akan mendapatkan 2000 zloth tambahan. Jadi dia bisa membayar ganti rugi kepada wanita jelek itu. Lalu dia bisa ke apartemen yang baru karena tidak perlu membayar biaya perawatan bulanan ibunya lagi. Sesampainya di apartemen, Glenn juga ingin melatih skill memasak dan kaligrafi miliknya. Karena itu, dia sudah membeli beberapa bahan makanan dan satu set perlengkapan menulis.


(Misi terdeteksi. Memotong rambut)


"Hah?" Refleks Glenn langsung menyentuh rambutnya. "Tidak ada yang salah dengan rambutku bukan? Kau ingin aku jadi botak?" protesnya.


(Misi hanya memotong rambut. Bukan menjadi botak. Intelejensi Tuan sangat rendah) Sistem itu berkata dengan nada menyindir, membuat Glenn cemberut.


"Baiklah, aku akan potong sedikit nanti" dia akan melakukannya saat mandi. Yang penting hanya memotong rambutnya, dia bisa melakukannya nanti.


Glenn akhirnya sampai. Komplek apartemennya sepi seperti biasa. Dia memutar kunci dan membuka pintunya. Lalu KLIK! Menyalakan lampu ruangannya. Dan dia menemukan sesuatu tidak terduga yang berada di tengah-tengah ruangannya.


"..." Glenn mematung. Gadis kecil yang dipungutnya kemarin tiba-tiba berada di depan matanya dan duduk di tempat yang sama.


"Apa yang kau lakukan di sini..."

__ADS_1


Seperti biasa, gadis kecil itu, Mia, sama sekali tidak meresponnya. Mia hanya menatapnya dengan ekspresi datar.


Glenn panik. Dia yakin dia mengunci semuanya. Dia mengunci pintunya dan membawa kuncinya. Lalu dia tiba-tiba teringat sesuatu dan berlari ke arah jendela. Dia melihat bahwa kusen kunci jendelanya rusak. Dia langsung berbalik, dan melotot pada gadis kecil itu.


"Kau merusak jendelanya?"


Mia mengangguk pelan dengan wajah polosnya.


Glenn ingin marah. Tapi setelah melihat wajah polosnya dan mengingat kekuatannya yang tidak masuk akal, amarahnya langsung memudar. Dia menghela dan membuang napas selama beberapa kali untuk menenangkan dirinya.


"Kenapa kau kemari lagi dan merusak jendelanya?"


"Aku lapar" Mia menjawab dengan nada pelan.


"Apa?"


Mia tidak meresponnya.


"Kau ingin makan disini?" seru Glenn tidak percaya. Dia benar-benar kaget bahwa Mia menerobos masuk ke dalam rumahnya hanya untuk makan.


Mia mengangguk pelan.


"Haa....Baiklah. Tunggu di sana"


Glenn pun melepas pakaian kerjanya. Lalu dia menyiapkan bahan-bahan makanan yang baru saja dibelinya. Dia ingin memasak sup daging kali ini. Dia membeli sati potong daging sapi untuk dibuat sup. Dia memotong bumbu dan membuat kaldunya. Aroma yang sangat enak menyebar ke seluruh ruangan.


(Mendapatkan 1 poin skill memasak)


Glenn menyajikan makanan yang dibuatnya. Mia langsung memakannya dengan cepat. Dia mengabiskan semuanya hanya dalam beberapa menit. Setelah itu, dia mengambil porsi lainnya dengan cepat.


Glenn menyelesaikan makanannya. Dan Mia benar-benar menghabiskan seluruh sup di dalam panci. Glenn melihatnya heran, bagaimana dia menyimpan semua makanan itu di dalam perutnya yang kecil.


"Apa kau sudah kenyang?"


Mia mengangguk.


"Kau belum memberitahuku namamu..." Glenn mengeluh. Gadis kecil ini benar-benar seperti kucing liar yang tiba-tiba menerobos masuk ke dalam rumahnya.


"Mia..." dia menjawab dengan suara pelan.


"Baiklah Mia" Glenn tersenyum. "Kau ingin pulang sekarang?"


Mia tidak meresponnya lagi. Gadis itu tetap duduk di sana sambil menatap Glenn dengan mata menyipit. Glenn sama sekali tidak bisa membaca pikiran gadis kecil itu. Jadi dia menyerah.


Glenn membersihkan dirinya. Dia juga memotong sedikit rambutnya. Benar-benar hanya memotong sedikit, mungkin hanya beberapa milimeter.


(DING! Selamat tuan berhasil memotong rambut. Kekuatan +1)

__ADS_1


Setelah selesai mandi, seperti biasa, Glenn melihat Mia masih tidak bergerak dari tempatnya. Gleen mengabaikannya. Dia mengeluarkan alat-alat tulis yang sudah dia beli beserta kanvas putih yang besar. Dia menyiapkan tinta dan kuasnya. Sebelum membuat kaligrafi, dia mencari beberapa contoh kaligrafi di internet. Lalu dia mulai meniru beberapa.


(Mendapatkan 1 poin skill kaligrafi)


(Mendapatkan 1 poin skill kaligrafi)


Dia menyelesaikan dua jenis kaligrafi dalam tiga puluh menit.


Mia yang merasa penasaran mulai bergerak dari tempatnya untuk melihat apa yang Glenn lakukan.


"Apa yang kau lakukan?" gadis kecil itu bertanya.


Glenn kaget karena Mia tiba-tiba mengeluarkan suaranya. "Kaligrafi" dia menjawab dengan nada datar.


Mia tidak mengatakan apa-apa lagi setelah itu, hanya melihat Glenn melakukan pekerjaannya.


(Mendapatkan 1 poin skill kaligrafi)


(Mendapatkan 1 poin skill kaligrafi)


Dia mendapatkan 2 poin tambahan lagi. Kertas-kertas kaligrafinya berserakan di lantai. Tapi Glenn tidak peduli. Dia hanya bisa menyelesaikan satu kaligrafi lagi sebelum pergi tidur. Dia tidak bisa telat tidur karena dia sangat lelah hari ini.


(Misi terdeteksi. Membuatkan Mia kaligrafi)


Glenn menatap Mia. Lalu dia bertanya. "Apa motto kesukaanmu?"


Mia memiringkan wajahnya bingung. "Motto?"


"Ya, semacam kata-kata motivasi yang kau sukai"


"Aku tidak punya" jawabnya.


Glenn berpikir sebentar. Lalu dia menggoreskan beberapa kata di kanvas kosong.


(Mendapatkan 1 poin skill kaligrafi)


Setelah dia selesai dia memberikan itu pada Mia. "Hadiah untukmu" katanya.


(DING! Selamat Tuan berhasil membuatkan Mia kaligrafi. Kelincahan +1)


Mia melihat kertas di tangannya dengan wajah bingung. Dia bisa melihat kalimat "aku suka makanan" di sana, yang ditulis dengan sangat indah. "Apa ini?" dia akhirnya.


"Hadiah untukmu" jawab Glenn malas. Waktunya untuk tidur. Dia mengabaikan Mia dan naik ke tempat tidurnya. Dia memakai selimutnya dan terlelap dengan cepat.


"..." Mia hanya berdiri di sana dengan ekspresi bingung. Tidak ada yang tahu apa yang dia pikirkan.


Keesokan paginya, saat Glenn bangun, gadis kecil itu sudah pergi. Tapi Glenn sudah terbiasa dengan hal itu. Dia pun bersiap-siap untuk berangkat kerja.

__ADS_1


__ADS_2