
Saat mereka kembali ke ruangan mereka, ruangan itu sudah penuh dengan orang karena jam istirahat sudah selesai. Kehadiran mereka berdua menjadi pusat perhatian seluruh karyawan. Manager gemuk itu tersenyum lebar saat melihat mereka membersihkan meja mereka.
"Inilah akibatnya kalau kalian tidak menghormati atasan kalian" katanya angkuh.
Glenn dan Wen tidak mempedulikan babi bodoh yang terus mengoceh itu. Mereka mengambil seluruh peralatan kerja mereka dan memasukannya ke dalam kotak kosong.
Sebelum pergi meninggalkan kantor, Glenn menatap manager gemuk itu. "Kau benar-benar mengabaikanku? Lihat saja" kata Glenn kesal. Dia akan menyebarkan foto babi gemuk itu ke internet. Serta dia sudah menyiapkan kejutan untuknya juga karena sudah memberikan bukti korupsi yang dia temukan secara tidak sengaja kepada Direktur.
"Ohoho, pria kecil. Lakukan saja. Aku tidak takut dengan ancamanmu" katanya percaya diri. Dia sudah menyewa orang untuk mentake down foto yang disebarkan dari internet. Lalu dia juga mendapatkan kenaikan gaji. Dia juga akan dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi bulan depan.
"inilah akibatnya kalau kecoak kecil sepertimu berani merangkak di depan mataku" dia berkata dengan nada sombong. "Aku berharap wanita sialan itu tidak menjadi ******" dia berkata tentang Wen. "Oh kalau dia menjadi ****** untuk hidup, aku bisa membeli pelayanannya"
"Kau!" Glenn refleks mengangkat tangannya untuk memukul babi gemuk itu. Dia bersyukur Wen sudah pergi lebih dulu dan tidak mendengar apapun. Atau wanita itu akan menangis mendengar kata-kata kejam pria gemuk ini.
Dua orang karyawan menghentikan Glenn dan menyuruhnya agar tidak membuat keributan dengan memukul orang lain. Jadi Glenn langsung menenangkan dirinya dan keluar dari tempat itu. Dia berusaha mengejar Wen tapi dia sudah tidak melihat keberadaan wanita itu di sana. Mungkin dia sudah kembali ke rumahnya.
Glenn mendorong sepeda kecilnya dengan wajah kusut. Dia membutuhkan pekerjaan untuk bisa pindah ke apartemen yang lebih baik. Tapi babi gemuk itu mengacaukan semuanya. Dan dia juga tidak berani memberitahu ibunya tentang apa yang terjadi. Atau wanita itu akan sedih.
Glenn duduk di kursi kecil di tepi jalan. Dia merogoh tasnya dan melihat sayap ayam di dalam kantong plastik. Ayam kecap itu tidak dalam kondisi yang layak makan karena sudah terlihat bintik-bintik putih dari permukaan ayam.
"Kau ingin membunuhku? Aku baru saja dipecat dan kau memberiku misi bunuh diri?" dia mengomeli sistem bodoh itu.
(Sistem tidak pernah memberi misi bunuh diri kepada tuan rumah. Jangan mencela sistem atau hukuman akan diberikan)
Suara yang sangat ketus langsung membalas perkataannya.
"Sialan!" Glenn mengambil ayam basi itu dan mengigitnya dengan kasar. Tanpa mengunyah dia langsung menelannya.
"Kalau aku mati, aku akan mengutukmu seumur hidup!" katanya benci.
Dia ingin mengigit lagi tapi suara sistem menghentikannya.
(DING! Selamat tuan berhasil memakan sayap ayam busuk. Stamina +1)
"Jadi aku hanya butuh satu gigitan?"
(Tuan perlu meningkatkan poin kecerdasan untuk memahami arti misi) Secara tidak langsung sistem mengatainya bodoh.
"..."
Glenn lelah marah-marah. Dia langsung membuang ayam busuk itu ke dalam tong sampah yang berada di sampingnya.
Dia tetap duduk di sana karena tidak berani pulang ke rumah. Dia masih berpikir alasan yang bisa dia gunakan kepada ibunya. Haruskah dia berbohong bahwa semuanya baik-baik saja dan menyembunyikan masalah pemecatannya.
Mia yang sedang berjalan santai sambil menghisap permen lolipop, langsung berhenti karena melihat Glenn yang melamun di bangku taman. Dia langsung menghampirinya dan duduk disampingnya.
__ADS_1
"Paman, apa yang kau lakukan disini? Bukannya terlalu awal pulang kerja jam segini?"
Glenn tersentak saat dia menyadari keberadaan Mia. "Kau? Apa yang kau lakukan disini?"
"Jalan-jalan. Dan jawab pertanyaanku, jangan mengabaikannya" katanya ketus.
Glenn menghela napasnya. Dia menatap Mia lalu dia menceritakan masalah pemecatannya.
"Aku akan membantumu menghajar babi itu!" kata Mia kesal. Dia membuang tusuk permennya lalu menginjaknya sampai penyok.
"Tunggu. Jangan" Glenn memegang tangannya untuk menghentikannya.
(Selamat Tuan berhasil menyelesaikan misi tersembunyi. Zloth +100)
"Kenapa?"
"Kau tidak bisa memukulnya di kantor. Tapi di tempat lain tidak masalah"
"Tapi aku tidak mau menguntit babi jelek itu" dia mengeluh.
"Kalau begitu jangan lakukan apapun"
Wajah Mia langsung berubah cemberut. "Humph!" dia kembali duduk. "Kalau begitu aku akan membantumu menyebar foto" katanya kemudian.
Mia refleks menjauhkan layar ponselnya. "Menjijikan..." katanya sarkas.
"Jangan lupa sebarkan identitas pribadinya juga dan di mana dia bekerja" kata Glenn.
"Aku bisa melakukan lebih baik dari yang kau inginkan" kata Mia sambil tersenyum.
Glenn tidak mengerti. Dia hanya berkata "kerja bagus". Dia tidak tahu bahwa Mia akan melakukannya dengan baik dan membuat manager gemuk itu menjadi lebih terkenal.
***
Manager gemuk itu duduk santai di sofa empuk miliknya. Dia tinggal di apartemen mewah yang berada di pusat kota. Sisi kiri dan kanannya ada dua gadis montok dengan bikini. Mereka adalah gadis malam yang dia sewa untuk bersenang-senang.
Pria itu tertawa terbahak-bahak saat dia menceritakan masa kejayaannya. Dan bagaimana dia menghancurkan musuh-musuhnya dengan tuntas.
Tak lama kemudian, tv besar di depan matanya mengabarkan sebuah penyiaran berita.
"Foto mengerikan ini sudah tersebar di seluruh platform media. Di duga pria di dalam foto ini adalah orang mesum yang berkeliaran sebagai pencuri pakaian dalam serta menguntit gadis-gadis muda"
Layar berganti dengan video wawancara seorang tante gemuk dengan riasan tebal di sebuah apartemen. Jika Glenn melihatnya, dia pasti mengenalinya.
"Pakaian dalamku hilang akhir-akhir ini. Dia pasti pencuri itu." katanya sambil menangis. "Penjahat mesum itu harus ditemukan dan ditangkap!"
__ADS_1
Lalu layar berganti lagi ke pembawa berita.
"Diduga bahwa pencuri ini bekerja di sebuah perusahaan."
Gambar perusahaan itu ditampilkan tapi logonya disensor.
"Boss, bukankah orang ini mirip dengan anda?" salah satu wanita di sampingnya bergetar.
Seluruh tubuh pria gemuk itu bergetar.
"Sialaannnnn!" dia berteriak keras, membuat wanita di sisinya lari ketakutan. "Mirip kepalamu!" teriaknya histeris.
Pria gemuk itu meraih ponselnya dan menelpon seseorang. "Kau brengsek. Aku sudah membayarmu untuk menghapus foto-foto sialan itu dari internet. Tapi apa yang kau lakukan? Kau sama sekali tidak berguna!" dia berteriak sampai air liurnya terbang ke udara.
"Kau yang tidak berguna. Kau membuatku menghadapi orang mengerikan itu. Sialan kau!" pihak lain langsung memutus panggilannya.
Pria gemuk itu tidak terima. Dia kembali menelpon lagi.
Maaf nomor yang anda tuju tidak bisa dihubungi
"Sialan!" dia mengumpat lagi.
Lalu panggilan lain masuk ke ponselnya dan dia menjawabnya dengan sopan. "Halo direktur"
"Mulai besok jangan datang lagi bekerja" kata Direktur itu lugas.
"Itu pasti karena rumor itu bukan? Itu tidak benar direktur. Pria yang diberitakan itu bukan aku!"
"Bukan hanya karena itu. Aku juga menemukan bukti korupsimu selama ini. Dan aku dengar kau membocorkan informasi tentang perusahaan kita ke perusahaan lainnya juga"
Pria gemuk itu langsung membeku, terdiam.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi"
"Tu..."
Direktur wanita itu langsung memutuskan panggilannya.
"Tunggu dulu..."
Seluruh tubuhnya lemas. Dia ingin menangis. Tapi rasa kemarahannya lebih besar dari rasa sedih yang dirasakannya.
Dia membanting ponselnya ke lantai. Lalu berteriak seperti orang gila. Dia berteriak histeris sambil melempar seluruh perabotannya ke lantai
"Glenn, Kau binatang! Lihat saja aku akan membalas semuanya. Aku akan membuatmu merasakan apa yang kurasakan. Aku tidak akan membiarkanmu hiduppp!" teriaknya dengan mata memerah.
__ADS_1