
Keesokan harinya, dia tidak datang lebih awal lagi karena misi untuk itu sudah berakhir. Lalu dia juga bukan orang yang rajin. Jadi kenapa dia harus melakukan itu. Saat dai datang, suasana kantor itu sangat sunyi. Hal ini aneh. Karena biasanya para karyawan akan berbicara satu sama lain sebelum jam kerja dimulai. Dan suasana akan menjadi sangat ricuh.
PLAK!
Glenn bisa mendengar suara hempasan beberapa tumpukkan kertas.
“Kau mengacaukan segalanya!”
Glenn mendengarkan sang manager berteriak. Pria gemuk itu ternyata datang lebih awal. Sangat tidak biasa. Glenn pun bergegas masuk dan melihat manager gemuk itu sedang memarahi Wen di depan semua orang.
“Kau membuat laporan yang salah. Kau tahu client kita sangat marah karena hal ini. Dan mereka bahkan hampir membatalkan kontrak kerjasama karena kelalaianmu. Untung saja aku memperbaikinya secepat mungkin. Kau beruntung aku belum memberitahu massalah ini kepada direktur.” Manager gemuk itu mengoceh.
Wen mengigit bibirnya. Dia tahu bahwa sang manager hanya ingin menyalahkannya atas kesalahan yang tidak pernah dia lakukan sama sekali. Dia memfitnahnya seakan-akan dia melakukan kesalahan fatal. Padahal tidak terjadi apapun hari ini. Kecuali kejadian saat dia memaksanya masuk ke dalam mobil setelah meeting selesai.
(Misi terdeteksi. Ungkapkan keberadaan rambut asli babi gemuk kepada semua orang)
“...”
Glenn terdiam. Di situasi serius ini tiba-tiba sistem memberikan misi bodoh padanya. Glenn fokus pada kepala pria gemuk itu. Bagaimana dia bisa menjatuhkan wignya?
‘Sebenarnya tinggal tarik saja kan?’ Glenn berpikir.
Manager gemuk itu masih sibuk mengomel. Glenn mendekat dan tiba-tiba memegang rambut palsu manager itu dan pura-pura terjatuh. Rambut palsu pria gemuk itu langsung terlepas, mengungkapkan kepala botaknya yang penuh bercak-bercak putih. Semua orang syok dengan kejadian tiba-tiba itu. Waktu seakan-akan membeku.
(DING! Selamat tuan berhasil mengungkapkan keberadaaan rambut asli babi gemuk kepada semua orang. Kekuatan +1)
“Maafkan aku…” kata Glenn lemah sambil memegang kepalanya. Dia terlihat sangat tidak sehat dengan tubuh kurusnya dan wajah pucatnya. “Aku benar-benar terpeleset dan hampir jatuh, tidak sengaja melakukannya…” dia berkata dengan wajah polos.
Wajah sang manager memerah. Matanya melotot, dia merasa ingin membunuh Glenn sekarang saking marahnya. Tapi dia tidak bisa melakukannya.
“Puh…” Wen hampir tertawa tapi manager gemuk itu melototinya dan dia langsung menutup mulutnya.
“Kalian berdua…” katanya dengan suara bergetar. “Datang ke ruanganku nanti siang” katanya sebelum kembali ke ruangannya dengan wajah memerah.
Setelah kepergian manager gemuk itu semua orang mulai berdiskusi tentang rambut palsunya serta kepalanya yang botak dan penuh dengan jamur. Beberapa dari mereka tertawa dan para karyawan wanita mengernyit jijik.
Tapi mereka juga menatap Glenn dan Wen dengan tatapan kasihan. Mereka yakin bahwa kedua orang ini akan dipecat hari ini.
“Apa yang kau lakukan?” Wen berbisik padanya.
__ADS_1
“Aku benar-benar terpeleset” kata Glenn acuh sambil mengangkat kedua tangannya.
“Humph! Pembohong” Wen cemberut karena Glenn tidak mau jujur padanya. “Tapi bagaimana ini, dia benar-benar akan memecat kita. Aku benar-benar membenci babi gemuk itu”
Ini kedua kalinya Glenn mendengar julukan babi gemuk untuk sang manager. Tapi dia tidak keberatan, dia setuju julukan itu sangat cocok untuknya.
(Misi terdeteksi. Buat babi gemuk ketakutan)
“Tenang saja. Kita masih punya foto itu” jawab Glenn tenang. Misi memang selalu muncul di saat yang tepat. Saat misi itu muncul, dia yakin bahwa dia akan berhasil dengan rencananya.
Saat jam makan siang, keduanya pun masuk ke ruangan pribadi sang manager. Pria gemuk itu sudah menunggu mereka sambil duduk di kursinya dengan angkuh.
BRAK! Manager gemuk itu tiba-tiba memukul mejanya. Glenn mengernyitkan keningnya. Pria gemuk ini benar-benar sangat suka memukul sesuatu saat dia marah.
'Sangat imut dan bodoh' pikir Glenn.
"Kalian benar-benar membuatku marah dan mempermalukanku. Kalian tahu konsekuensinya bukan. Hari ini adalah hari terakhir kalian di perusahaan ini" dia mengancam sambil berteriak.
Wen sedikit gugup sangat mendengarnya. Dia mempercayai rencana Glenn, tapi dia tidak percaya sepenuhnya. Ada kesempatan gagal dan dia akan dipecat hari ini juga. Dia sedikit panik dan takut.
Tapi Glenn bersikap acuh dan santai.
"Bersihkan meja kalian sekarang dan besok tidak perlu datang ke kantor!" katanya.
"Apa?"
"Ini illegal. Melakukan pemecatan karena urusan pribadi sama sekali tidak sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan. Bapak bisa dihukum karena semena-mena. Kami bisa melaporkan perlakuan tidak adil ini kepada direktur atau dinas ketenagakerjaan. Kami bisa menuntutmu karena melakukan hal illegal kepada kami"
"Omong kosong! Kalian melakukan kesalahan besar. Hal itu sudah cukup untuk memecat kalian" dia tersenyum jijik. "Kau pikir direktur akan percaya pada omonganmu? Menuntutku? Kau kira kau siapa? Kau kira semua orang akan mempercayai apa yang kalian katakan? Benar-benar sok"
Haah, Glenn menghela napas. "Benar sekali. Itu tidak akan berhasil. Lagipula aku tidak punya uang untuk menyewa pengacara saat mengajukan tuntutan. Kalau begitu aku akan menggunakan cara lain"
Glenn mengambil ponselnya lalu menunjukan layar ponselnya ke arah sang manager. Pria gemuk itu langsung melotot dan terdiam.
"Itu kau...jadi itu kau...Aku akan membunuhmu!" katanya. Dia benar-benar meledak kali ini dan ingin memukul Glenn.
Glenn dengan sigap menghindar. Walaupun manager gemuk itu lemah, kondisi tubuhnya saat ini bahkan lebih lemah dari manager sampah ini.
"Memberitahu tentang hal illegal benar-benar tidak berguna sama sekali. Jadi aku akan menggunakan cara lain. Aku akan menyebar foto ini ke semua orang. Tidak, aku akan menyebarnya ke seluruh dunia. Umm, hastag manager tampan yang sedang tidur juga bagus"
__ADS_1
Wen tertawa kecil.
"Kau...kau...." Manager gemuk itu benar-benar marah sekarang. Tapi dia tidak bisa melampiaskan amarahnya karena takut Glenn benar-benar akan melakukan hal itu.
"Kau mengancamku, jadi aku akan melakukan hal yang sama. Aku tidak hanya meletakkan foto-foto seksi ini di ponselku. Ada beberapa di email dan beberapa penyimpanan rahasia. Jadi percuma kalau kau mengambil ponselku dan menghapusnya sekarang" dia tiba-tiba membuka sosial medianya. "Oke, aku akan membuatmu terkenal sekarang. Bukankah itu bagus? Para wanita akan memujimu"
"Hentikan! Cukup, hentikan"
(DING! Selamat Tuan berhasil membuat babi gemuk ketakutan. Kelincahan +1)
Pria gemuk itu benar-benar ketakutan. Dia benar-benar tidak mau foto-foto itu tersebar. Dia bisa kehilangan harga dirinya kalau hal itu terjadi. Dia tidak akan bisa menunjukkan wajahnya lagi di depan semua orang dan keluarga besarnya.
"Apa yang kau inginkan?" dia menenangkan dirinya dan bertanya.
"Kau tahu apa yang aku inginkan" jawab Glenn acuh.
"Baiklah, aku tidak akan menganggu kalian. Anggap saja hal seperti ini tidak pernah terjadi" balasnya sambil tersenyum canggung. "Jadi bisakah kau serahkan semua foto itu padaku sekarang?"
"Tidak" jawab Glenn langsung. "Siapa yang bisa menjamin bahwa kau tidak akan melakukan hal yang sama pada kami. Dan tentu saja aku juga tahu tentang pelecehan seksual yang kau lakukan. Apa kau melakukannya pada semua karyawan wanita? Kalau benar, ini akan menjadi berita besar~"
"Kau, kau benar-benar..." pria itu mengepalkan tangannya erat-erat menahan rasa amarahnya.
"Nah lihatkan? Kau bahkan ingin memukulku sekarang~"
"Omong kosong! Aku tidak pernah melakukan kekerasan"
Glenn hanya tersenyum. "Kalau begitu anggap saja tidak pernah terjadi apapun hari ini oke? Terima kasih pak" Glenn mengundurkan dirinya. Dia memegang tangan Wen dan keluar dari ruangan itu.
"Apa yang kau lakukan" Wen melepaskan tangannya dengan wajah memerah malu. "Orang-orang akan melihat"
"Ah, maafkan aku" kata Glenn cepat-cepat. Dia benar-benar tidak bermaksud untuk melakukannya. Hal itu hanya refleks. "Semuanya beres sekarang"
"Apa kau yakin?" Wen mengernyitkan keningnya.
"Setidaknya pria gemuk itu tidak akan mengganggu kita untuk sementara. Kita bisa mencari cara lain untuk membuktikan bahwa dia orang yang buruk"
Wen mengangguk.
Intimasi: 65 / 100
__ADS_1
Sementara, manager gemuk itu benar-benar hampir meledak. Dia memukul mejanya beberapa kali sampai dia berhasil menenangkan dirinya.
"Glenn, Glenn, kau serangga. Kau benar-benar mati" katanya benci.