
Wen tidak cemberut dalam waktu yang lama. Dia bersikap seperti biasanya setelah beberapa menit. Sehingga suasana canggung di antara mereka menghilang. Glenn juga meminta maaf dengan tulus sehingga Wen tidak menyalahkannya terlalu banyak.
Setelah selesai makan, Glenn mengucapkan terima kasih dan kembali ke apartemennya. Hari ini dia pulang saat langit mulai gelap lagi. Walaupun begitu jalanan di sekitarnya masih penuh dengan orang yang berlalu-lalang.
Tempat kerjanya berada di pusat kota, sehingga daerah itu penuh dengan gedung-gedung tinggi. Tempat dimana apartemen elit, mall, toko-toko barang bermerek dan perkantoran berada. Semakin dekat dengan apartemennya, maka pemandangan di sekitarnya berubah. Penuh dengan toko-toko kelontong kecil dan pendagang kaki lima yang mendirikan stand mereka di tepi jalan.
Apartemen miliknya berada di sebuah gang sempit. Jujur saja daerah ini terlihat tidak aman dan tidak direkomendasikan bagi wanita untuk tinggal disini. Karena kasus pemerkosaan yang meningkat pesat oleh para preman jalanan. Tapi tidak masalah dengan Glenn karena dia hanya seorang pria yang tidak mencolok. Dia tidak terlihat seperti orang yang memiliki uang disakunya. Penampilannya sangat biasa dan usang sehingga tidak ada preman yang tertarik untuk merampoknya.
Harusnya seperti itu. Sampai dia melihat sekelompok orang yang duduk di dekat komplek apartemennya. Ada enam orang pria besar yang menutup jalan gang sempit itu. Tubuh mereka sangat tinggi, penuh tato dan bekas luka. Mereka semua merokok sambil memegang pentunga kayu besar penuh paku di tangan mereka.
Saat melihat keberadaan mereka, Glenn merasa tidak nyaman. Dia tidak ingat bahwa ada sekelompok preman yang sedang nongkrong di daerah ini.
(Misi terdeteksi. Selamatkan diri dari para preman)
"..." Glenn terdiam.
Enam orang preman itu menatapnya dan mulai berlari ke arahnya.
"Sialll!" Glenn mengumpat sambil naik ke atas sepedanya. Dia mengayuh sepedanya dengan kencang. Tapi dia masih bisa melihat enam orang itu mengejar mereka dengan cepat.
Lalu tiba-tiba tiga orang lainnya muncul dari arah depan. Sehingga dia harus mengerem sepedanya mendadak. Glenn menggertakan giginya. Dia tidak mengira bahwa dia akan mengalami kesialan seperti ini. Dia masih lemah! Bagaimana dia bisa melawan sembilan orang preman dengan tubuh sampahnya ini?
"Siapa kalian? Kenapa mengejarku? Aku sama sekali tidak punya uang" kata Glenn cepat.
Satu dari mereka maju dan menyeringai. "Kami tidak menginginkan uangmu. Kami ingin nyawamu"
Glenn mengumpat lagi dalam hatinya. "Kau tahu membunuh itu illegal"
"Kalau begitu potong kaki dan tangan. Selama kau tidak mati, itu tidak akan menjadi tindakan illegal bukan?"
Mereka mulai berjalan ke arah Glenn sambil mengayunkan pentungan paku mereka.
Glenn panik. "Sistem bodoh. Tuanmu akan mati sekarang. Harusnya kau punya sesuatu untuk menyelamatkanku bukan?"
(Tidak ada. Hanya selesaikan misi dan dapatkan poin status)
__ADS_1
Sistem menjawabnya dengan nada acuh dan datar, membuat Glenn hampir muntah darah saat mendengarnya.
"Aku benar-benar mati" gumam Glenn. "Kau juga sistem yang tidak berguna sama sekali"
(Hukuman akan diberikan kalau tuan melecehkan sistem)
Jawab sistem dengan nada cemberut.
Glenn kesal. Apa yang harus dilakukannya sekarang? Dia ingin melarikan diri tapi dia dikepung dari segala arah. Dia hanya punya sepedanya. Haruskah dia mencoba melempar sepeda ini ke arah mereka dan melarikan diri?
Glenn mencoba mengangkat sepedanya. Tapi sepeda itu bahkan tidak terangkat atau pun bergerak dari tempatnya. Tubuhnya masih sangat lemah.
"Apa yang terjadi disini?"
Glenn mendengar suara seseorang yang berteriak ke arah mereka. Dia berpikir bahwa dia selamat sekarang. Ada seseorang yang akan menolongnya. Dari kejauhan dia bisa melihat seseorang dengan seragam security. Tapi dia tidak yakin security tunggal itu bisa menghadapi sembilan orang seorang diri.
Security itu perlahan-lahan mendekat. "Kalian benar-benar tidak jera untuk menganggu para penduduk" katanya.
Glenn tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena topi yang menutupinya.
"Tutup mulutmu" satu dari antara preman itu mulai maju dan menyerang ke arah sang security.
DOR! Dia menembak, mengenai kaki kanan preman itu. DOR! Dia menembak lagi dan mengenai bahu kanannya. Preman itu terjatuh karena kakinya tertembak. Anehnya, tidak ada bekas peluru yang melubangi kaki dan bahunya. Hanya ada bekas luka lebam kecil yang tercetak disana.
"Itu hanya senapan palsu. Serang!" preman yang terjatuh itu menyuruh para preman lainnya untuk membantu.
Security itu mengangkat kakinya dan menendang preman yang ada di depannya, tepat di lehernya. Sehingga preman itu pingsan.
DOR! DOR! DOR! Dia mulai menembak kaki tiga orang lainnya, membuat gerakan mereka terganggu. Dia langsung berlari dan memukul mereka tepat ke arah leher dan menendang dua lainnya. Membuat tiga orang pingsan di tempat dalam sekejap mata.
DOR! DOR! DOR! Dia menembak tiga orang lainnya tepat di wajah. Membuat mereka berteriak kesakitan karena mata mereka semua terluka. Lalu dia memukul mereka dan melumpuhkannya dengan cepat. Sisa dua orang preman yang masih utuh. Kedua pria itu ketakutan dan lari terbirit-birit. Dia mengabaikannya dan tidak mengejarnya.
Pria security itu mendekat ke arah Glenn dengan sikap santai. "Kau tidak apa-apa?"
(DING! Selamat tuan berhasil menyelamatkan diri dari preman. Kelincahan +1)
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa" jawab Glenn. Dia cukup kaget dengan adegan yang dilihatnya. Walaupun gerakan-gerakan itu sangat biasa di kehidupan masa lalunya. Tetap saja di dunia ini, pria ini adalah eksistensi yang sangat langka. Dia cukup kuat untuk seorang manusia biasa.
"Kau benar-benar tidak berubah..." kata pria itu tiba-tiba.
"?" Glenn mengernyitkan keningnya bingung.
"Kau tidak ingat aku?" pria itu melepaskan topinya, memperlihatkan wajahnya.
"Harris?" Glenn mengenalnya. Dia adalah sahabat masa kecilnya. Mereka adalah sahabat baik sampai akhirnya Glenn melanjutkan studinya di Universitas. Dan mereka hilang kontak sejak itu.
Harris tersenyum lebar dan memeluk Glenn dengan cepat. "Lama tidak bertemu" katanya.
(Selamat Tuan berhasil menyelesaikan misi tersembunyi. Zloth +100)
Harris adalah salah satu tokoh penting dalam hidupnya. Glenn tidak merasa kaget. Lagipula pria ini adalah sahabat baiknya. Dia ingat betapa kuatnya pria ini, jadi dia dengan cepat mengintip jendela statusnya.
Nama : Harris
Umur : 24 tahun
Gelar : Ketua kelompok genk, Preman jalanan
Kekuatan : 10
Kelincahan : 10
Keberuntungan : 5
Kecerdasan : 4
Stamina : 10
Tingkat Intimasi: 70/100
Rahasia: Terkunci
__ADS_1
Glenn melonggo kaget saat melihat statusnya. Pria ini benar-benar sangat kuat. Lebih kuat dua kali dari manusia biasa. Biasanya orang yang mempunyai otot besar, memiliki kecerdasan yang rendah. Ternyata teori ini benar. Walaupun sebelumnya kecerdasan Glenn bahkan lebih rendah dari Harris. Setelah melihat status dari orang lain, Glenn sadar bahwa tubuhnya benar-benar sampah diantara sampah.
Dia bisa melihat gelar preman jalanan pada Harris. Apa pria ini juga preman? Glenn masih ingat Harris memang ketua kelompok dari anak-anak nakal saat dia masih SMA. Semua orang takut padanya. Bahkan seluruh sekolah bingung kenapa mereka berdua bisa berteman baik. Mereka adalah individu yang sangat berbeda secara kepribadian. Harusnya mereka tidak cocok satu sama lain.