
Glenn bersusah payah memisahkan ibunya agar tidak menganggu Wen. Setelah itu dia meminta maaf pada wanita itu. Wen memaafkannya dan berkata bahwa itu tidak masalah sama sekali.
(Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi tersembunyi. Zloth +1000)
Setelah kembali ke apartemen, dia mulai berlatih kaligrafi lagi.
(Mendapatkan 1 poin skill kaligrafi)
(Mendapatkan 1 poin skill kaligrafi)
Rui memperhatikan putranya melakukan hal aneh. Saat dia melihat beberapa lembar tulisan yang dilukis indah dengan tinta, dia kaget.
"Sejak kapan kau bisa membuat hal seperti ini?"
Glenn tersenyum. "Aku baru saja menemukan bakat terpendamku" katanya malu-malu.
"Bagus. Lanjutkan" Rui mengelus kepala putranya itu, lalu dia kembali membersihkan ruangan.
Glenn melanjutkan membuat seni kaligrafi miliknya.
(Mendapatkan 1 poin skill kaligrafi)
(Mendapatkan 1 poin skill kaligrafi)
(Mendapatkan 1 poin skill kaligrafi)
(Mendapatkan 1 poin skill kaligrafi)
Dia berhasil mengumpulkan 6 poin skill hari ini dan dia merasa puas dengan hasilnya.
**(**Skill kaligrafi berhasil di upgrade. Mendapatkan skill kaligrafi level 3)
Glenn melihat status terbarunya.
Nama : Glenn
Umur : 25 tahun
GelarĀ : Tidak ada
Kekuatan : 6
Kelincahan : 7
Keberuntungan : 4
__ADS_1
Kecerdasan : 4
Stamina : 7
Kondisi khusus : Bugar
Skill: memasak level 1 ( 9 / 10), skill menyelinap ( 0 / 10), skill kaligrafi level 3 (0/10)
Tokoh penting: Wen (26 Tahun), Harris (24 tahun), Rui (54 tahun), Mia (17 tahun)
Hadiah: 3100 Zloth
Poin: 0
Toko
Dia merasa senang bahwa status fisiknya sudah berada di atas rata-rata manusia biasa sekarang. Glenn melihat dirinya dari balik cermin. Dia melihat bahwa tubuhnya tidak sekurus sebelumnya. Sebenarnya masih kurus. Tapi dia bisa melihat massa otot yang terbentuk di lengan dan kakinya sehingga dia tidak terlihat lemah seperti sebelumnya.
Wajahnya juga tidak lagi terlihat tirus. Pipinya terbentuk dan menampakkan bentuk wajah yang sebenarnya. Glenn merasa bahwa wajah sehatnya sama sekali tidak buruk. Dia cukup tampan.
"Apa yang kau lihat di kaca?" tegur Rui. "Ayo makan"
Kali ini dia tidak memasak karena ibunya ingin memasak untuknya. Sehingga dia tidak mendapatkan poin skill memasak hari ini.
(Misi terdeteksi. Memakan sayap ayam busuk)
Glenn hampir tersedak. Dia langsung menoleh ke arah makanan yang dimasak ibunya. Itu adalah ayam kecap dan ada bagian sayap di sana. Dia ingin memaki sistem sialan itu, refleks. Tapi dia langsung berhenti. Dia masih ingat sambaran petir yang membuat tubuhnya lumpuh.
"Ibu aku akan menyimpan sayap ayam ini untuk besok"
"Oh? Besok sudah basi. Tidak bisa dimakan lagi. Lebih baik habiskan sekarang. Jangan buang-buang makanan" kata Rui tidak setuju.
"Bukan begitu ibu. Ada kucing di tempat kerja. Aku tiba-tiba teringat ingin memberi kucing itu sayap ayam"
Rui mengernyitkan keningnya. "Kenapa tidak membeli makanan kucing di toko?"
"Ibu, aku janji tidak akan membuang makanan. Hanya satu sayap oke?"
Akhirnya Rui mengangguk setuju. Glenn berhasil memperoleh satu sayap ayam dan menyimpannya dalam plastik tertutup. Dia benar-benar hampir muntah saat harus memakan benda busuk ini besok.
Keesokan harinya, dia bertemu dengan Wen seperti biasa di kantor. Wanita itu selalu datang lebih awal, jadi Glenn juga datang lebih awal. Sehingga mereka berdua bisa berbicara lebih lama tanpa ada yang melihat. Akhirnya satu persatu karyawan mulai datang. Glenn dan Wen fokus dengan diri mereka masing-masing dan berhenti bercengkrama.
Jam kerja dimulai. Manager gemuk itu mulai masuk ke dalam ruangan. Tapi anehnya dia tidak sendiri kali ini. Di sampingnya berdiri wanita yang dilihat Glenn sebelumnya, boss wanita itu. Saat semua karyawan melihat sang boss, mereka sontak berdiri dan memberi hormat. Glenn membeku sejenak tapi dia dengan cepat mengikuti tindakan semua orang.
"Selamat pagi Direktur" sapa mereka.
__ADS_1
Wanita itu melihat semua orang dengan tatapan angkuhnya. "Divisi pemasaran ya" dia bergumam dengan dingin. "Siapa yang bernama Glenn dan Wen?" dia bertanya tiba-tiba.
Glenn dan Wen saling bertatapan satu sama lain dan berkata "Saya" secara bersamaan.
Wanita itu melihat pemuda dan wanita itu sambil mengernyitkan keningnya, seperti memikirkan sesuatu. "Kalian berdua, temui aku nanti di jam istirahat" katanya. Lalu dia berbalik pergi dengan dua orang pria berjas hitam di sampingnya.
Sementara Manager gemuk itu tetap disana. Dia mengalihkan tatapannya saat boss wanita itu sepenuhnya pergi. Lalu dia menatap Glenn dan Wen dengan senyuman sinis. "Humph" dia mendengus sombong sambil kembali ke ruangannya.
"Perasaanku tidak enak..." gumam Wen cemas.
"Tidak apa-apa. Jangan berpikiran buruk dulu" hibur Glenn. Tapi sebenarnya dia cukup cemas.
Jam istirahat pun tiba. Mereka menuju ke ruangan direktur yang berada di lantai paling atas. Direktur Wanita itu sudah menunggu mereka di sana.
"Silahkan duduk" katanya. Dan mereka berdua pun duduk di kursi yang sudah disediakan.
Wanita itu meletakan dua buah berkas di atas meja, masing-masing di depan mata Wen dan Glenn.
"Tanda tangan" katanya.
Wen membuka berkas itu dan membacanya. Glenn melakukan hal yang sama. Mereka bisa melihat bahwa berkas itu berisi pemutusan kontrak kerja mereka.
"Maaf sebelumnya, Tapi kenapa kami harus menandatangani ini?" kata Wen. Dia tidak setuju. Direktur wanita itu secara tidak langsung memecat mereka secara sepihak.
Wanita itu tersenyum. Arti dari senyumannya sama sekali tidak bisa ditebak. "Bagus sekali kau bertanya. Aku menerima beberapa laporan tentang kinerja kalian berdua yang sangat buruk. Kalian bahkan mencampur adukkan urusan pribadi kalian dalam pekerjaan" katanya acuh.
"Itu tidak benar" sergah Wen. "Itu laporan palsu!" dia ingin marah, tapi Glenn langsung menghentikannya.
"Apa semua berita itu berasal dari manager divisi?" tanya Glenn.
"Dari siapa lagi" wanita itu mengangkat kedua tangannya. "Cepat tanda tangan" lanjutnya. "Aku akan mengirim gaji bulan ini ke rekening kalian"
Glenn ingin membela dirinya, tapi Wen tiba-tiba berkata. "Aku akan tanda tangan. Ternyata sama saja" katanya.
Glenn merasakan kebencian muncul di hatinya. Dia memikirkan pria gemuk itu. Dia menggenggam tangannya erat untuk menahan amarahnya. "Babi gemuk, kau mau main-main denganku" dia berkata dengan penuh kebencian dalam hatinya.
Wen langsung melangkah keluar dengan kesal.
"Jangan lupa kemaskan barang kalian" wanita itu berkata.
Sebelum pergi, Glenn merogoh sakunya. Lalu dia mengeluarkan lipatan kertas dan meletakkannya di atas meja. Wanita itu mengernyitkan keningnya jijik. "Sampah apa ini?"
"Itu bukan sampah. Lihat saja sendiri" jawab Glenn ketus. Lalu dia keluar menyusul Wen.
"Benar-benar tidak sopan" wanita itu mengkritik sikap Wen dan Glenn. Dia mengambil kertas itu dan ingin membuangnya ke tong sampah. tapi dia berhenti. Dengan ragu-ragu dia membukanya. Matanya bergerak, membaca seluruh kertas. Selesai membaca, matanya melotot kaget. Lalu dia dengan cepat mengetik sesuatu di komputer miliknya.
__ADS_1