Sistem Raja Neraka

Sistem Raja Neraka
Chapter 28 Apakah Kau Menyukaiku?


__ADS_3

Pameran Seni akhirnya berakhir. Sebelum kembali ke rumahnya, dia harus membereskan barang-barangnya dan juga stand miliknya. Sehingga hampir seluruh orang sudah meninggalkan gedung, hanya ada beberapa staff yang tersisa karena mereka sedang bersih-bersih. Glenn akan mengantar Wen pulang terlebih dulu, sebelum dia kembali ke rumahnya. Itu adalah rencana awalnya. Tapi rencananya langsung berubah saat dia bertemu dengan Harris di depan gedung.


Harris melambaikan tangannya. "Aku melihatmu. Kau benar-benar hebat. Sejak kapan kau belajar kaligrafi?" Harris langsung merangkul bahunya dengan kasar. Membuat Glenn hampir tersandung.


"Aku belajar secara otodidak" jawab Glenn. "Apa pekerjaanmu sudah selesai?"


"Tentu saja. Aku menunggumu. Pekerjaanku sudah selesai saat pameran seni ini berakhir" jawab Harris.


Seperti dugaan Glenn, pria itu bertugas mengawasi keamanan gedung ini. Tapi mereka berdua tidak saling bertemu sebelumnya karena Glenn masuk lewat pintu belakang. Pintu masuk khusus para seniman. Sementara Harris bertugas menjaga pintu utama di depan gedung dan mengawasi orang-orang yang masuk ke dalam gedung.


"Siapa gadis ini?" akhirnya Harris menyadari keberadaan gadis yang berada di samping Glenn.


"Oh? Wen, perkenalkan ini Harris. Dia adalah sahabatku"


"Halo" Harris langsung melambaikan tangannya dan melontarkan senyum ramah. "Apa kau pacar Glenn?" tanyanya blak-blakan.


Wajah Wen langsung memerah. Glenn langsung memukul kepala Harris dan berkata "Bodoh! Dia adalah teman kantorku" jawabnya cepat.


"Oh, maafkan aku" jawab Harris. Tapi dia masih menatap Glenn penuh arti. Lalu dia berbisik tiba-tiba "Kalo begitu Rin masih ada harapan"


Glenn mengernyitkan keningnya. Dia tidak mengerti perkataan Harris. Dia juga tidak tahu siapa Rin itu. Jadi dia tidak terlalu memikirkannya. Glenn fokus pada Harris. Dia ingat bahwa dia masih memiliki misi tersembunyi yang berhubungan dengan pria ini.


Tanpa basa basi dia berkata. "Berikan aku kancing bajumu"


Harris langsung membeku dan menatapnya dengan tatapan aneh. Wen juga mengernyitkan keningnya. Harris langsung melingkarkan tangannya untuk menutupi dadanya. Dia menatap Glenn dengan tatapan waspada.


"Ada apa?" tanya Glenn tidak nyaman. Dia merasa tidak melakukan hal yang salah sama sekali. Lagipula meminta kancing baju bukan hal yang besar.

__ADS_1


Sampai akhirnya, Harris berkata dengan gugup. "A...apa selama ini kau menyukaiku?"


Glenn membeku. Dia menatap Harris dengan mata melotot. Lalu dia melihat Wen menatapnya dengan serius juga. Tidak ada tanda-tanda bahwa dia akan tertawa karena lelucon bodoh itu.


"Itu tidak mungkin. Kau gila? Aku pria yang normal!" bantah Glenn sambil menggertakan giginya.


"Lalu kenapa kau ingin kancing bajuku?"


"Memangnya itu aneh?" tanya Glenn cepat dengan mata melotot.


Melihat wajah Glenn yang bingung, Wen langsung menjelaskan. "Itu adalah tradisi. Seseorang akan meminta kancing baju dari orang yang dia suka..." katanya sambil berusaha menahan senyum gelinya.


Glenn melonggo. "Tradisi bodoh apa itu!" sentaknya. "Hei, aku akan bunuh diri kalau aku suka pria" sambungnya lagi.


(Tuan tidak bisa bunuh diri. Aku akan mengirimkan petir sebelum tuan melakukannya.Tapi tidak masalah kalau tuan menyukai laki-laki. Tidak ada larangan untuk itu) Sistem itu tiba-tiba ikut bicara.


"Bukan seperti itu. Berikan saja kancing bajumu, aku akan mengembalikkannya dalam beberapa detik"  kata Gin. Dia tidak mau berdebat lagi dengan Harris.


Harris pun mencabut kancing baju teratasnya lalu memberikannya kepada Glenn. Glenn memegangnya sampai sebuah notifikasi muncul di dalam kepalanya.


(Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi tersembunyi. Zloth +100)


Glenn pun langsung mengembalikan kancing baju itu pada Harris. Harris langsung menyimpannya di dalam saku celananya dengan ekspresi bingung.


"Hari ini aku akan mentraktirmu" kata Glenn sambil menatap Harris dan Wen. Dia merangkul Harris dan berkata "Kali ini giliranku" katanya. Harris pernah mentraktirnya kemarin, jadi dia ingin membalas budi.


Ketiganya pun setuju untuk makan bersama sebelum kembali ke rumah mereka masing-masing.

__ADS_1


Tapi tiba-tiba sekelompok orang muncul menghalangi jalan mereka. Glenn bisa melihat bahwa manager gemuk dan boss barunya berada di antara kelompok itu.


(Misi terdeteksi. Kalahkan lawan bersama teman) Notifikasi misi berbunyi.


"Hei, kau. Aku akan membuatmu mati kali ini" Tuan Muda dari manager gemuk itu melotot menatap mereka sambil memperagakan gerakan menggorok lehernya.


Sementara, manager gemuk itu tersenyum bahagia disisinya. "Tuan muda, jangan lukai gadis itu. Kita bisa menikmatinya bersama-sama"


Tuan muda itu menatap Wen dengan tatapan penuh nafsu dan tersenyum.


"Hei, Siapa orang-orang bodoh itu?" tanya Harris. Dia tidak tahu kejadian di dalam gedung aula. Dia tidak tahu apa-apa.


"Orang bodoh" jawab Glenn.


Harris tertawa terbahak-bahak. "Mereka memang terlihat bodoh. Pria gendut jelek dan pemuda kurus jelek" Harris mengejek sambil tertawa.


Glenn hanya menggelengkan kepalanya. Ternyata Harris lebih gila daripada yang dia pikirkan.


Wajah pria gemuk itu dan tuan mudanya langsung berubah jelek.


"Bunuh mereka!" sang Tuan Muda berteriak sambil menggertakan giginya, marah. Dia benar-benar ingin membunuh Glenn dan Harris. Dipikirannya, sampah seperti mereka bisa dibunuh dengan mudah. Lagipula dia hanya harus membayar polisi dengan uang atau membuang mayat mereka entah kemana. Dan untuk wanita itu, dia akan membuatnya menderita di atas tempat tidur. Setelah itu dia akan memberikannya kepada para bawahannya dan menjualnya ke tempat pelac*ran.


"Haruskan kita memanggil polisi?" tanya Wen khawatir. Ada Lima orang dengan badan besar disana sementara disini hanya ada Glenn dan Harris. Wen merasa khawatir.


"Tidak perlu" jawab Harris sambil memutar lengannya. Dia melakukan pemanasan yang biasa dilakukannya sebelum bertarung. "Mereka hanya tikus" katanya sombong.


Walaupun begitu, Wen masih merasa khawatir. Dia memutuskan untuk mengirim pesan ke seseorang, untuk jaga-jaga kalau hal yang tak diinginkan terjadi.

__ADS_1


__ADS_2