
Setelah di pecat dari perusahaan lamanya, pria gemuk itu berhasil mendapatkan boss baru dan mengikutinya. Boss barunya adalah seorang anak taipan yang memiliki bisnis klub malam. Pria gendut itu ditawari pekerjaan sebagai manager di klub itu. Dengan rambut palsunya, tidak ada yang mengenali bahwa dia merupakan pria yang diberitakan di tv. Dia juga berhasil pindah ke apartemen lain, meninggalkan apartemen lamanya, sehingga polisi tidak bisa melacak keberadaannya.
Lalu terdengar di seluruh kota bahwa Doha Pharmacy Group akan mensponsori sebuah pameran seni. Serta mendatangkan beberapa orang penting sebagai tamu VIP. Bahkan beberapa dari mereka berasal dari ibukota.
Jadi pria gemuk itu berhasil mendapatkan posisi sebagai asisten boss dan ikut menghadiri pameran seni itu dengan para tamu VIP lainnya. Dia merasa dia diberi keberuntungan yang sangat baik. Dia mendapatkan pekerjaan baru tak lama setelah dia dipecat.
Lalu di pameran seni itu dia menemukan wajah yang familiar. Wajah orang yang paling dibencinya seumur hidup. Orang yang sudah membuat hidupnya berantakan! Tapi dia juga senang saat melihat pria itu berdiri di stand kecil yang sepi. Dia tidak pernah menduga bahwa Glenn sialan itu akan mendaftar sebagai salah satu seniman di pameran seni ini. Mungkin dia mencoba mendapatkan uang setelah dipecat. Tapi dia tidak akan membiarkannya.
"Dia adalah penipu! Aku mengenalnya. Dia salam sekali tidak bisa melakukan kaligrafi. Aku yakin dia menipu kalian dengan memasang harga mahal" pria gemuk itu langsung menuduhnya. Suaranya sangat keras sehingga stand milik Glenn menjadi pusat perhatian karena keributan yang terjadi.
Sementara Glenn dan Wen menatap sosok itu dengan tatapan benci. Mereka tidak pernah mengira akan bertemu dengannya di tempat seperti ini.
Boss dari pria gemuk itu adalah seorang pria seumuran Glenn, yang memiliki tato di sekujur tubuh sampai lehernya. Pria itu terlihat seperti mafia.
__ADS_1
Pria itu menyipitkan matanya ke arah Glenn. Lalu dia menggeser pandangannya dan melihat sosok Wen. Matanya langsung berbinar dan dia tersenyum.
"Nona cantik, bagaimana bisa kau bekerja sama dengan penipu ini?" katanya tiba-tiba. "Aku tidak akan melibatkanmu kalau kau berubah pikiran dan datang ke sisiku" dia melihat seluruh tubuh Wen dengan pandangan mesum.
Wen menggertakan giginya benci. Sementara manager gemuk itu menatap Wen cemberut dan bergumam "dasar ******"
Glenn menatap pria mafia itu dengan tatapan membunuh. Dia benar-benar marah dan ingin membuat keduanya menjadi daging gepeng. Andai saja dia memiliki kekuatan lamanya, dia pasti akan membunuh mereka semua.
Pria tua itu terlihat ragu-ragu. Walaupun 500 zloth tidak banyak untuknya. Tetap saja dia tidak terima kalau ditipu. Kelihatannya dia tidak mau lagi. Dia tidak mau terlibat dengan perkelahian orang-orang ini. Dia menarik pemuda di sampingnya dan langsung meninggalkan mereka.
Pria gemuk dan pria bertato itu tersenyum penuh kemenangan. Lalu pria bertato itu melemparkan selembar uang 1000 zloth dan berkata "aku membeli karya sampahmu itu. Itu cuma kacang goreng" katanya sombong. Dia ingin membuktikan superioritasnya di depan Wen. Tapi Wen sama sekali tidak mempedulikannya.
Glenn mengambil uang itu. "apa kata yang kau ingin aku tuliskan?" tanya Glenn sambil menahan amarahnya.
__ADS_1
Pria itu menyeringai. "Tulis namamu disitu, lalu tambahkan kata 'aku bodoh'" sambungnya. Dia mencoba mengejek Glenn.
Glenn langsung mematahkan kuas di tangannya, TAK, karena dia tidak mampu menahan amarahnya. Dia langsung berdiri, ingin memukul wajah bajingan itu.
Tapi Wen langsung menghentikannya dengan cepat. "Sabar, kau akan ditangkap kalau kau berkelahi"
Pria bertato dan pria gemuk itu tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Glenn.
"Kau ingin memukulku? Apa kau bodoh? Sebelum kau bisa menyentuhku, kau akan mati di tempat lebih dulu" katanya.
"Dasar kecoa, kau sama sekali tidak tahu tempatmu" hina pria gendut itu.
"Ada apa ini?" tiba-tiba seseorang datang. Dia adalah pelanggan Glenn sebelumnya, wanita cantik yang menyelenggarakan pameran ini. Semua orang mengenalnya. Kedua pria yang mencari masalah itu terdiam dan langsung mengubah sikap mereka.
__ADS_1