Sistem Raja Neraka

Sistem Raja Neraka
Chapter 18 Stronghold


__ADS_3

Wen memperhatikan Mia yang sedang makan dengan rakus. Dia berusaha bertanya pada Glenn dari mana asalnya gadis kecil aneh ini. Tapi Glenn menjawab pertanyaannya dengan tidak jelas. Sehingga dia merasa sedikit kesal.


"Hei, dari mana asalmu?" tanya Wen.


Mia tidak menjawab. Dia hanya mengedipkan matanya dan kembali fokus pada makanannya. Saat itu Mia sibuk mengambil porsi ketiga dan mulai makan lagi.


"Kau tahu itu tidak sopan mengabaikan pertanyaan orang yang lebih tua? Dan tidak sopan juga menyelinap masuk ke rumah orang lain seperti itu" Wen menggerutu.


Tapi Mia mengabaikannya. Sehingga dia berbalik menatap Glenn dengan mata melotot. "Bagaimana kau bisa bertemu dengan gadis kecil ini?"


Glenn mematung. Dia ingin menjawab 'tidak ingat', tapi itu mustahil. Tapi dia juga tidak bisa bilang bahwa dia mengambil gadis kecil menakutkan itu dari jalanan. "Aku bertemu dengannya secara tidak sengaja dan menyelamatkannya dari para preman" jawab Glenn berbohong.


Mia dan Wen langsung melotot ke arahnya secara bersamaan.


"Bagaimana kau bisa melawan preman dengan kondisi tubuh sakit-sakitan seperti ini?" Wen mengernyit tak percaya


.


"Hum, hum" Mia menganggukkan kepalanya, setuju dengan pernyataan Wen.


"Em, temanku bersama denganku saat itu. Dia seorang security yang kebetulan sedang berpatroli dan dia sangat pandai berkelahi" Glenn mengatakan kebohongannya lagi dengan gugup. Lalu dia menatap Mia sambil mengedipkan matanya, menyuruh gadis kecil itu diam.


Mia membuka mulutnya. Dia benar-benar kaget dengan bakat berbohong Glenn. "Itu bohong. Paman ini mengajakku ke rumahnya saat aku sendirian di jalan" Mia membuka mulutnya. Suaranya bergema di ruangan kecil yang hening itu.


"Apaa?" seru Wen tak percaya.


Glenn hanya memegang kepalanya dan menggeleng lemah. "Itu bukan seperti yang kau pikirkan. Aku melihatnya sendirian di jalanan dan itu berbahaya. Jadi aku membawanya ke apartemen untuk makan"


"Makan?" Mata Wen semakin melotot. "Kau bisa lihat dia anak sekolah? Dia masih di bawah umur. Dia kemungkinan kabur dari rumah. Kau harusnya memanggil polisi atau menghubungi orang tuanya. Bagaimana bisa kau membawanya ke tempatmu? Kalau orang lain tahu, kau akan dianggap sebagai kriminal" Wen mengoceh. "Atau kau benar-benar mempunyai pikiran kotor untuk itu?"


"Itu tidak benar" Glenn dengan cepat membela dirinya. "Aku hanya ingin menolongnya karena waktu sudah larut dan dia sendirian di jalanan. Aku juga bertanya di mana dia tinggal dan rumahnya, tapi dia tidak meresponku sama sekali"


Wen menatap Mia. "Kenapa kau lari dari rumah? Di mana orang tuamu? Kau seharusnya kembali ke rumahmu. Orang tuamu akan sangat khawatir padamu. Bagaimana kau bisa berkeliaran sendirian di jalanan? Kau tahu itu berbahaya? Bagaimana kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan kau diculik?" kali ini dia menceramahi Mia.

__ADS_1


Mia mengacuhkannya dan melanjutkan makannya. Sikap acuh Mia membuat Wen semakin kesal.


"Kau lihat. Dia selalu seperti itu" sambung Glenn.


Wen berhenti mengoceh. Dia mengamati seragam yang dikenakan Mia. Lalu dia menatap bingung lambang sekolah yang ada di baju seragamnya. "Lambang itu sangat tidak asing..." katanya kemudian sambil berusaha menggali ingatan lamanya. "Sepertinya aku tahu sekolahmu"


Mendengar perkataan Wen, Mia tersentak kaget.


Gulp! Dia menelan nasi terakhirnya. Lalu dia berbalik dengan cepat dan meloncat ke arah jendela.


"Apa yang kau lakukan?" Wen panik, berusaha mencegahnya melompat. Tapi terlambat. Wen melihat ke bawah. Lalu dia bisa melihat Mia meloncat turun dengan mulus seakan-akan ketinggian lantai dua bukan apa-apa baginya. Lalu gadis kecil itu melarikan diri dengan cepat dan menghilang dari pandangannya.


"Bagaimana mungkin...ini lantai dua" gumam Wen tak percaya.


"Kau lihat? Gadis kecil itu sangat aneh. Dia pasti sangat jago dalam olahraga. Aku juga sama kagetnya denganmu saat aku tahu tentang kekuatannya" Tentu saja Glenn kaget saat dia melihat status mengerikan milik Mia.


(Misi terdeteksi. Mengantar Wen kembali ke apartemen)


"Sudah sangat malam. Aku akan mengantarmu pulang" kata Glenn langsung.


Mendengar kata 'preman', Wen merasa sedikit cemas. "Terima kasih..."


Jadi Glenn mengambil sepedanya dan menbonceng wanita cantik itu.


"Kau bilang kau tahu asal sekolah Mia?" Glenn bertanya sambil mengayuh sepedanya.


"Jadi, nama gadis nakal itu Mia ya..." gumam Wen. "Ya..." katanya dengan nada tidak nyaman.


Glenn menyadari sikap aneh Wen. Dia menjadi semakin bingung. "Kenapa? Apa terjadi sesuatu dengan sekolah gadis kecil itu?"


"Bukan begitu" Wen menggelengkan kepalanya. "Dia berasal dari Stronghold"


Glenn berusaha mengingat sekolah dengan nama Stronghold di kota ini. Dan dia tidak bisa mengingatnya. "Setahuku tidak ada sekolah bernama Stronghold di kota ini?"

__ADS_1


"Dia bukan berasal dari kota ini" balas Wen. "Dia berasal dari ibukota"


"Oh..." Glenn mengangguk mengerti. Jadi Stronghold adalah salah satu sekolah di ibukota. Pantas saja, status Mia sama sekali tidak normal.


Mendengar respon datar Glenn, Wen merasa aneh. "Kau tidak tahu sekolah Stronghold di ibukota?"


Glenn menggaruk kepalanya. "Aku tidak tahu..." jawabnya cengengesan. Dia memang tidak mendapatkan informasi apapun dari luar kota dari ingatan lama tubuh ini.


"Ha..." Wen menghela napas. Lalu dia mulai menjelaskan tentang sekolah bernama Stronghold itu. Sekolah itu adalah salah sau sekolah terkenal di ibukota. Murid-murid di sana terlahir dengan fisik yang kuat dan memiliki bakat yang tinggi di bidang olahraga. Mereka selalu mewakili negara dalam kompetisi internasional dengan negara lainnya. Lalu beberapa dari mereka juga berhasil menjadi tentara nasional dan unit khusus negara.


"Lalu perlu diketahui juga bahwa tidak semua orang bisa masuk ke sekolah itu. Hampir semua murid di sana adalah orang-orang penting dari ibukota" dia menambahkan. "Wajah gadis itu juga tidak asing. Sepertinya aku pernah bertemu dengannya tapi aku tidak ingat. Mungkin dia berasal dari salah satu keluarga besar"


"Kenapa kau sangat paham dengan situasi di ibukota? Kau pernah tinggal di sana sebelumnya?" tanya Glenn.


Wen tersentak. "Tidak pernah" dia menjawab dengan canggung sambil tertawa. "Aku hanya membaca berita di internet sebelumnya" sambungnya.


"Begitu..." tapi tentu saja Glenn tidak percaya. Dia tahu Wen menyembunyikan sesuatu, tapi dia tidak bertanya lebih jauh. "Ngomong-ngomong apa kau tahu bagaimana menjual tulisan kaligrafi ?" Glenn langsung merubah topiknya.


"Aku tidak tahu terlalu banyak tentang kaligrafi" Balas Wen. Tapi dia memikirkan sesuatu. "Tapi aku punya satu informasi yang mungkin berguna untukmu. Hari minggu nanti akan ada pameran seni di aula kota. Setiap seniman datang ke sana untuk menjual jasa mereka. Kau bisa menjual jasa kaligrafimu di tempat itu"


Mata Glenn langsung berbinar.


"Kalau kau beruntung, kau bisa mendapatkan pelanggan kaya yang membayarmu lebih" sambungnya.


"Terima kasih" kata Glenn sungguh-sungguh.


"Tidak masalah" balas Wen malu-malu. "Sudah sampai. Terima kasih sudah mengantarku" kata Wen. Dia melompat turun dan Glenn bahkan belum menghentikan kayuhannya.


(DING! Selamat tuan berhasil mengantar Wen kembali ke apartemen. Kelincahan +1)


Sesampainya di rumah, Glenn mencari informasi tentang pameran seni itu dan dia menemukannya. Lalu dia mendaftarkan diri sebagai seniman yang berpatisipasi di event itu dengan mengisi sebuah formulir pendaftaran. Setelah selesai mengisinya, Glenn merasa lega. Dia akan mendapatkan uang di pameran ini. Dia berharap keberuntungannya bagus dan dia mendapatkan banyak pembeli kaya.


Lalu dia tidak sengaja melihat sesuatu yang tidak asing di bawah laman website pameran itu. Ada banyak sekali logo sponsorship di bawahnya. Dan salah satunya adalah lambang sekolah Stronghold. Glenn pun langsung teringat dengan sekolah terkenal itu. Dia pun mencari informasi tentang sekolah Stronghold di internet dan dia menemukan banyak sekali. Dia membaca beberapa artikel dan dia merasa cukup kagum. Dia yakin ada banyak sekali monster kecil di sekolah itu.

__ADS_1


Tapi Glenn masih tidak mengerti kenapa Mia bisa berada di kota kecil ini. Lalu sekolah itu juga berhubungan dengan pameran seni yang akan datang.


"Apa jangan-jangan dia ke kota ini karena pameran seni ini?" Glenn masih memikirkan tujuan Mia datang ke kota ini.


__ADS_2