Sistem Raja Neraka

Sistem Raja Neraka
Chapter 19 Kepulangan Rui


__ADS_3

Glenn mengecek status terbarunya


Nama : Glenn


Umur : 25 tahun


Gelar  : Tidak ada


Kekuatan : 5


Kelincahan : 7


Keberuntungan : 4


Kecerdasan : 4


Stamina : 5


Kondisi khusus : Bugar


Skill: memasak level 1 ( 6 / 10), skill menyelinap ( 0 / 10), skill kaligrafi level 2 (0/10)


Tokoh penting: Wen (26 Tahun), Harris (24 tahun), Rui (54 tahun), Mia (17 tahun)


Hadiah: 1800 Zloth


Poin: 0


Toko


Dia cukup puas dengan kondisi tubuhnya sekarang. Dia memiliki kondisi seperti yang dimiliki oleh manusia biasa sekarang. Dia hanya perlu fokus untuk meningkatkan skill kaligrafi miliknya sebelum pameran seni itu dimulai. Pameran itu akan dimulai tiga hari lagi.


Keesokan harinya, Glenn kembali ke rumah sakit setelah pulang bekerja. Kali ini dia tidak melihat Wen mengajaknya ke rumahnya lagi untuk makan. Gadis itu bahkan menghilang dengan cepat setelah jam pulang kantor. Glenn merasa gadis itu menghindarinya, tapi dia tidak terlalu memikirkannya.


"Ibu ingin pulang" sang ibu mengeluh. Dia berdiri dari ranjang rumah sakit dan melompat "Lihat, ibu sudah sembuh sekarang. Ibu ingin pulang!" Wanita tua itu mulai bersikap seperti anak kecil.


"Jangan terlalu banyak bergerak ibu. Kau belum sembuh sepenuhnya" Glenn menggelengkan kepalanya. Dia tidak tahu caranya bagaimana menghadapi orang tua seperti ini.


Akhirnya, Glenn berjanji akan membawanya pulang besok. Wanita itu sudah terlihat sehat, seharusnya baik-baik saja untuk membawanya pulang. Setelah kembali ke apartemennya, dia kembali melatih skil kaligrafi miliknya.


(Mendapatkan 1 poin skill kaligrafi)


(Mendapatkan 1 poin skill kaligrafi)


(Mendapatkan 1 poin skill kaligrafi)

__ADS_1


(Mendapatkan 1  pon skill kaligrafi)


Dia berhasil mengumpulkan 4 poin skill hari ini. Dia ingin melanjutkan untuk berlatih, tapi Mia sudah datang dan menatapnya dengan garang. Jadi mau tidak mau dia harus memasak. Dia memasak makanan sederhana hari. Nasi kare dan juga sup jagung.


(Mendapatkan 1 poin skill memasak)


(Mendapatkan 1 poin skill memasak)


(Misi terdeteksi. Tanyakan perihal stronghold dan pameran seni kepada Mia)


"Kenapa kau bisa berada di kota ini? Apa murid stronghold lainnya juga berada di kota ini? Apa ini ada hubungannya dengan pameran seni? " Glenn memulai pembicaraan sambil meneguk cola kalengan. Dia melakukan ini karena misi yang muncul secara random di kepalanya.


(DING! Selamat Tuan berhasil menanyakan perihal stronghold dan pameran seni kepada Mia. Kekuatan +1)


Mia langsung membeku. Dia menatap Glenn dengan tatapan membunuh. Glenn sedikit bergidik tapi dia berusaha tenang dan menatap Mia dengan ekspresi polos.


"Aku hanya penasaran" katanya kemudian.


"Kalau begitu bukan urusanmu" jawab Mia ketus.


"Apa itu rahasia? Kenapa kau bersikeras menyembunyikannya?'


BAM! Mia menghentakan kakinya tiba-tiba di atas lantai, membuat bunyi kuat seperti benda berat yang jatuh dari atas. Glenn bisa melihat bahwa lantai apartemennya sedikit retak. Dia merasa sedih. Dia harus ganti rugi lagi kalau pemilik apartemen mengetahuinya. Dia menggertutu sambil menyalahkan sistem di dalam hatinya.


Setelah selesai makan, Mia meninggalkan kamarnya dari jendela tanpa mengucapkan apapun. Glenn hanya menggelengkan kepalanya. Keesokan harinya, Gleen kembali ke rumah sakit untuk menjemput ibunya.


(Misi terdeteksi. Masak makanan kesukaan Rui)


Dia mendapatkan misi lagi dan dia benar-benar puas dengan misi ini. Dia ingat misi rahasia yang harus diselesaikannya. Dia mendayung dua pulau sekaligus. Lalu dia ingat bahwa dia akan menemani ibunya berbelanja. Dia akan menemaninya besok. Sekarang ibunya perlu istirahat setelah kembali pulang.


Rui melonggo kaget saat dia melihat kondisi apartemen putranya. Dinding apartemen yang retak dan dipenuhi lumut. Lantai yang kotor dipenuhi debu dan barang-barang yang berserakan di seluruh tempat. Kelihatan sekali bahwa ruangan ini tidak pernah dibersihkan. Awalnya, dia merasa kasihan karena melihat putranya tinggal di tempat seperti ini. Tapi setelah melihat isinya, entah kenapa dia merasa sangat kesal.


PLAK! Dia memukul kepala putranya itu, refleks.


Glenn melonggo bingung "ibu?"


"Kau tidak pernah membersihkan kamarmu kan?" ibunya melotot.


Glenn membeku. "Aku sangat sibuk" jawabnya lirih. Dia tidak pernah bersih-bersih selama hidupnya. Jadi dia tidak ingin melakukannya sama sekali karena dia tidak menyukainya.


Sang ibu akhirnya mengomel panjang lebar saat mendengar jawabannya sambil membersihkan beberapa sampah yang berserakan.


"Ibu jangan bergerak terlalu berlebihan, kau baru saja sembuh" kata Glenn khawatir. Sang ibu tentu saja tidak mendengarkannya sehingga Glenn berusaha keras membujuknya untuk duduk. "Aku akan membersihkannya besok oke? Sekarang aku akan memasak dan ibu tunggu disini"


"Sejak kapan kau bisa memasak? Setidaknya ada hal baik yang terjadi" gerutu sang ibu.

__ADS_1


Glenn hanya tersenyum kecil. Dia menuju dapur kecilnya dan mulai memasak. Makanan favorit ibunya tidak sulit untuk dimasak sama sekali.


Saat dia sibuk memasak, ibunya tiba-tiba bertanya. "Wanita itu meninggalkanmu?"


Glenn langsung membeku.


Melihat ekspresi Glenn, mata sang ibu berkaca-kaca. "Ini semua karena ibu. Kau harus tinggal di tempat seperti ini dan bahkan ditinggalkan olehnya"


"Itu bukan masalah" jawab Glenn cepat. Dia melanjutkan memasak. "Kita akan pindah dari tempat ini bulan depan. Aku akan mencari tempat yang lebih baik dan dekat dari kantor. Aku punya sedikit uang untuk itu. Ibu tidak usah khawatir"


Saat mereka dua sedang dalam pembicaraan mendalam, jendela kamar tiba-tiba terbuka. Lalu sesosok kepala kecil muncul dan mengintip. Kedua ibu dan anak itu langsung terdiam.


"Dia muridku" jawab Glenn langsung saat melihat ekspresi kaget ibunya.


Mia tidak menyangka bahwa akan ada orang lain di tempat makan miliknya. Dia melompat turun dengan cepat dan menghilang. Rui panik dan berlari ke arah jendela dengan ekspresi khawatir.


"Tidak apa-apa ibu. Dia anak dari klub atletik dan sudah terbiasa memanjat" kata Glenn santai sambil memasak.


"Tapi tetap saja ini lantai dua"


"Tidak apa-apa"


"Kenapa dia bersikap seperti itu?"


"Umm, aku menolongnya waktu itu. Lalu aku dan teman kerjaku mengajaknya kesini untuk makan. Kelihatannya dia menyukai masakanku dan datang hampir setiap hari menjelang petang" Glenn akhirnya menyelesaikan masakannya.


(Mendapatkan 1 poin skill mamasak)


(DING! Selamat Tuan berhasil memasak makanan kesukaan Rui. Stamina +1)


(Selamat Tuan berhasil menyelesaikan misi tersembunyi. Zloth +1000)


Glenn bisa mendengar notifikasi dari sistem di kepalanya berturut-turut.


"Apa ibu terlalu mengerikan? Dia melarikan diri saat melihatku. Bagaimana kalau dia kelaparan..." kata Rui sedih.


"Tidak apa-apa ibu. Jangan terlalu dipikirkan. Dia tidak akan kelaparan. Dia berada di kota ini bersama dengan pelajar lainnya. Dia hanya anak nakal yang suka berkeliaran" kata Glenn acuh. "Ayo makan ibu. Nanti masakannya dingin"


Sang ibu tidak bertanya lebih jauh karena sikap Glenn yang acuh.


"Ini enak..." katanya kemudian.


"Tentu saja" kata Glenn percaya diri. "Aku adalah anak ibu yang paling hebat. Aku bisa memasak dan aku pintar"


Rui hanya tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2