Sistem Raja Neraka

Sistem Raja Neraka
Chapter 23 Lowongan Kerja


__ADS_3

Glenn kembali ke apartemennya dengan wajah lesu. Dia sengaja menunggu di supermarket terdekat sambil makan mie instan, lalu kembali dengan sepedanya di sore hari. Dia sengaja melakukannya agar sang ibu tidak mengetahui semuanya. Dia memutuskan untuk merahasiakan pemecatannya dari sang ibu sampai dia berhasil mendapatkan pekerjaan yang baru.


(Misi terdeteksi. Melakukan panggilan telpon dengan Wen selama satu jam) Misi random lainnya muncul. Tapi kali ini misinya cukup ramah.


"Bagaimana pekerjaanmu?" Rui menyuguhkan minuman padanya.


"Bagus" jawab Glenn sambil meneguk habis semua minumannya. "Terima kasih ibu"


Rui tersenyum. "Lain kali undang Wen untuk makan bersama kita" katanya.


Glenn langsung teringat misinya setelah mendengar perkataan ibunya. Dia langsung menempon Wen setelah mengganti baju kerjanya dengan pakaian rumah. Dia berpikir wanita itu pasti sedang sedih sekarang. Karena dia adalah orang yang paling khawatir tentang masalah pemecatan. Glenn ingin menghiburnya.


"Halo" Wen mengangkat panggilannya. "Ada apa Glenn?"


"Halo. Tidak ada apa-apa. Bagaimana perasaanmu sekarang? Aku mencarimu tapi kau menghilang dengan cepat..."


"Aku minta maaf. Aku benar-benar kesal dengan tempat itu dan ingin pergi secepat mungkin"


"Semuanya gara-gara aku. Aku minta maaf" Glenn merasa bersalah.


"Bukan salahmu. Orang itu memang menjijikan" kata Wen. "Aku tidak menyalahkanmu sama sekali. Lagipula sekarang dia sudah terkena karmanya" katanya senang.


"Maksudnya?"


"Kau tidak tahu?"


"Apanya?" tanya Glenn bodoh.


"Kau yang menyebarkan foto itu tapi kau tidak tahu?" teriak Wen kesal. Akhirnya Wen memberitahu apa yang terjadi. Foto-foto itu tersebar luas di internet dan menjadi berita yang sangat populer sekarang. Bahkan pria gemuk itu tersangka sebagai kriminal pencuri pakaian dalam dan penguntit.


Glenn terperangah. Dia hanya mengupload foto-foto itu ke internet beberapa jam yang lalu tapi tersebarnya secepat itu. Dia tidak yakin bahwa dia memiliki kemampuan seperti itu. Lalu dia ingat Mia juga membantunya. Glenn yakin gadis itu pasti melakukan sesuatu mengingat dia seorang jenius.


"Lalu dia juga dipecat" Wen mengakhiri ceritanya.

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak tahu akan menjadi sebagus ini" kata Glenn bersemangat. "Jadi kita terbukti tidak bersalah bukan? Apa direktur akan memanggil kita untuk bekerja lagi?"


"Mungkin, tapi aku tidak akan kembali" jawab Wen ketus.


"Kenapa?"


"Karena wanita sialan itu memecat kita dengan tidak hormat! Dia bahkan belum mencari bukti yang sebenarnya dan asal menuduh kita. Aku benci orang seperti itu" katanya marah. "Kau masih mau bekerja di bawah orang seperti itu?"


Glenn tidak menjawab pertanyaannya. Dia langsung mengalihkan pembicaraannya. "Jadi kau akan melakukan apa?"


"Aku sudah mendapat pekerjaan baru" jawab Wen sombong.


Glenn sedikit kaget. "Secepat itu?"


"Itu mudah" jawab Wen.


"Pasti kau punya latar belakang yang tidak biasa bukan?" Glenn sudah curiga dari awal karena dia mengetahui terlalu banyak hal dan juga keluarga besar di ibukota.


"Aku tidak mengerti maksudmu" kata Wen. Glenn bisa mendengar suara gugup wanita itu. "Aku mempunyai kenalan dan kebetulan kenalan itu memberitahuku lowongan kerja. Aku lamar dan masuk" jelasnya.


"Jadi kau ingin kembali ke tempat sampah itu?" tanya Wen.


"Kenapa tidak? Aku masih membutuhkan pekerjaan" Glenn menjawab jujur. Dia tidak bisa bertindak egois. Dia masih harus menjaga ibunya jadi dia membutuhkan uang banyak.


"Bagaimana kalau bekerja di tempatku?" kata Wen tiba-tiba.


"Tempatmu?" Glenn mengernyit bingung.


"Bukan. Maksudku perusahaan baruku. Ada dua lowongan kerja disini"


"Oh? Benar-benar kebetulan" Glenn mengangkat kedua alisnya. Dia tahu Wen berbohong. Tapi dia tidak menyalahkannya. Dia malah berterima kasih pada wanita itu karena berusaha menolongnya.


"Apa nama perusahaan tempatmu bekerja sekarang?" tanya Glenn kemudian.

__ADS_1


"Doha Pharmacy Group" jawab Wen percaya diri.


"Oh? Perusahaan itu lagi?" Glenn bergumam tanpa sadar. Semua orang di dekatnya selalu terhubung dengan perusahaan terkenal itu.


"Itu perusahaan nomor satu di kota ini" kata Wen bangga. "Untung saja aku punya teman, maksudku kenalan di sana. Tempat itu beberapa kali lipat lebih baik dari perusahaan busuk itu" katanya kesal.


"Apa kau yakin ada lowongan di sana?"


"Ya. Kau tidak percaya padaku?"


"Tentu saja aku percaya. Kalau begitu bisa kau kirimkan lowongannya?"


"Tentu saja" Wen langsung mengirim pemberitahuan lowongan kerja yang baru. "Saat wawancara, bilang saja kau mendapatkan lowongan ini dariku"


"Apa ini jalur dalam?"


"Kau bisa katakan begitu" Wen tertawa.


Mereka membicarakan beberapa hal tentang pameran seni sebelum mengakhiri pembicaraan mereka.


(DING! Selamat tuan berhasil melakukan panggilan telpon dengan Wen selama satu jam. Keberuntungan +1)


Dia membaca lowongan pekerjaan yang dikirim oleh Wen. Posisi itu cocok untuknya karena bidangnya sama seperti pekerjaan lamanya.


Glenn pun membuat CV yang diperlukan dan mengirimkannya lewat email bersama dengan beberapa syarat yang diperlukan.


Dia hanya perlu menunggu panggilan untuk wawancara.


"Ibu, biar aku yang memasak makan malam" kata Glenn kemudian. Dia ingin meningkatkan skill memasak miliknya.


(Mendapatkan 1 poin skill memasak)


(skill memasak berhasil di upgrade. Mendapatkan skill memasak level 2)

__ADS_1


Selesai makan malam, ponselnya berbunyi. Dia mengangkatnya. Ternyata itu adalah panggilan kembali bekerja untuknya. Dugaannya benar. Perusahaan itu memanggilnya kembali karena dia terbukti tidak bersalah.


Sebenarnya Glenn juga merasa kesal, sama seperti Wen. Tapi dia mau menerima pekerjaan itu karena masih membutuhkan uang. Dia akan mendapat pekerjaan baru di perusahaan lebih baik. Jadi tentu saja dia menolak tawaran itu. Dia berusaha menolak tawaran itu dengan sopan.


__ADS_2