
Glenn bersiap-siap di stand miliknya. Dia menuliskan kata "seni kaligrafi, hanya 500 Zloth" besar-besar di sebuah kertas HVS. Lalu menempelkan kertas itu di dinding depan. Dia berharap akan ada seorang pelanggan yang datang.
Awalnya dia berpikir 500 zloth untuk satu seni itu cukup mahal. Tapi Wen berkata itu adalah harga yang sangat murah. Seniman lainnya memasang harga ribuan zloth bahkan ratusan hanya untuk satu karya mereka.
(Misi terdeteksi. Dapatkan lima pelanggan di pameran seni)
Glenn terdiam. Lima pelanggan? Itu sangat banyak! Mendapatkan satu pelanggan saja sudah keberuntungan untuknya. Satu-satunya harapan untuknya hanyalah Mia. Dia berharap gadis itu masih mengingat kebaikannya dan mampir ke sini.
Para tamu VIP itu mengelilingi gedung pameran. Beberapa dari mereka memilih singgah di stand dengan para seniman terkenal. Sehingga para seniman kecil ditinggalkan tanpa dikunjungi sama sekali. Apalagi stand milik Glenn berada di sudut ruangan dan sangat tertutup.
Seperti dugaannya. Mia menuju ke arahnya sambil menarik seorang bocah laki-laki yang seumuran dengannya.
"Aku mau itu" kata Mia dengan nada manja seperti meminta permen.
"Sis, kau bisa membelinya sendiri. Kenapa harus menarikku" kata bocah itu marah.
Mendengar bagaimana bocah laki-laki itu memanggil Mia, kelihatannya Mia adalah kakak dari bocah itu.
"Aku juga ingin kau membelinya" kata Mia santai.
"..." bocah itu terdiam sambil melototi Mia. Tapi tentu saja dia tidak berani melawan sang kakak dan menurutinya.
"Paman, 500 zloth untuk satu kaligrafi? Bukankah itu mahal?" kata bocah laki-laki itu sarkas. "Apalagi kau tidak seperti seniman sama sekali. Apa kau penipu?"
Urat-urat kekesalan muncul di kepala Glenn. Rasanya dia ingin memukul bocah ini, tapi dia menahannya.
Mia menyadari bahwa Glenn tersinggung. Jadi dia menendang kaki bocah itu dan berkata " Cepat selesaikan, jangan banyak omong" katanya.
"Baiklah" bocah itu merenggut. "Paman, aku beli satu"
Amarah Glenn akhirnya mereda. "Apa kata-kata yang kau inginkan?"
"Hmmm...." bocah itu berpikir. "Fito adalah pria paling tampan di dunia. Aku ingin kau menuliskan itu. Awas saja kalau kau menulisnya asal-asalan" kata bocah itu arrogan.
Glenn mengangkat kuasnya. Tangannya menari di atas kanvas dan dia mulai menuliskan kalimat yang diinginkan oleh bocah itu. Lima menit kemudian, dia selesai dan memberikan hasil karyanya kepada sang bocah.
Bocah bernama Fito itu melihat kanvas di tangannya dengan mata berbinar. "Kau tidak buruk" dia memuji. Tulisannya benar-benar cantik. Dan dia hanya mendapatkannya dengan harga 500 zloth. Itu sangat murah!
Glenn menerima satu lembar 500 zloth. Setelah itu dia menerima lembar lainnya dari Mia.
"Apa yang kau inginkan?"
__ADS_1
"Tuliskan saja nama makanan" kata Mia tanpa ekspresi.
Glenn tersenyum. Apa yang ada di kepala gadis ini benar-benar hanya makanan.
"Tanganmu. Berikan aku telapak tanganmu" kata Glenn tiba-tiba.
"hah?" Mia bergumam bingung. Tapi dia tetap menyodorkan telapak tangannya. Glenn langsung menyentuh telapak tangan gadis itu dengan jempolnya.
(Selamat Tuan berhasil menyelesaikan misi tersembunyi. Zloth +100)
Glenn menjauhkan jempolnya, meninggalkan noda titik dari tinta di telapak tangan Mia. Mia tidak mengerti dengan apa yang dilakukannya. "Apa yang kau lakukan?"
"Itu adalah tanda keberuntungan" jawab Glenn santai. Sebenarnya itu hanya tindakan random saja karena dia ingin menyelesaikan misinya.
"Dasar pembohong" kata Mia sarkas.
"Ini pertama kalinya aku melihatmu dengan pakaian kasual. Kau sangat imut" kata Glenn tiba-tiba.
(Selamat Tuan berhasil menyelesaikan misi tersembunyi. Zloth +100)
"..." Mia terdiam.
Wen yang mendengar semua itu melihat Glenn dengan tatapan masam.
Tingkat intimasi : 45/ 100
"Apa karena pujian itu?" pikir Glenn. Sekarang dia berpikir untuk memuji para tokoh penting agar tingkat intimasinya dengan mereka bisa meningkat. Dia kira hal itu efektif.
Glenn pun membuat karya keduanya. Dia menuliskan "kari ayam" untuk seni kaligrafi keduanya. Setelah selesai, dia memberikannya kepada Mia. Mia menerimanya tanpa melihat gulungan itu dan langsung memasukkannya ke dalam tas. Tanpa mengatakan apapun, dia langsung meninggalkan tempat itu.
"Gadis yang dingin" gumam Glenn.
"Dingin kepalamu" Wen langsung memukul kepala Glenn.
Walaupun itu pukulan yang pelan, Glenn masih merasa kaget saat menerimanya. Dia menatap Wen dengan tatapan tak percaya. "Apa yang kau lakukan?"
"Tanganku kepeleset, humph" kata Wen, lalu mengabaikannya.
Glenn tidak mengerti. Lalu dia bisa melihat bahwa tingkat intimasi Wen menurun.
Tingkat intimasi: 68/ 100
__ADS_1
"Tingkat intimasi bisa menurun?" tanya Glenn pada sistem.
(Tentu saja bisa. Tingkat intimasi menurun berarti tingkat kepercayaan tokoh penting kepada tuan juga menurun)
"Bisa aku pesan satu kaligrafi?" seseorang tiba-tiba memecah lamunan Glenn.
Glenn menoleh dan melihat seorang wanita di depannya. Tapi wanita itu bukan sembarang wanita. Dia adalah cucu dari pemilik Doha Pharmacy Group. Yang berarti penyelenggara pameran seni ini.
"Baiklah, kata apa yang kau inginkan?" Glenn bergerak cepat mengambil tinta dan kanvasnya.
Wanita itu meletakkan jari telunjuknya di dagu sambil berpikir. "Kesehatan mental adalah yang terpenting" katanya.
Lalu tangan Glenn menari di atas kanvas. Wanita itu terus memperhatikan Glenn menulis dan dia menikmatinya.
"Sudah selesai" Glenn memberikan gulungan itu padanya.
Wanita itu melihatnya dengan kagum. "Sangat bagus dan rapi. Jujur saja 500 zloth terlalu murah hanya untuk satu karya. Kalau kau melatih skill milikmu, kau mungkin akan menjadi seniman terkenal" dia memuji.
"Terima kasih"
Wen datang sambil membawa tinta yang baru. Dia dan wanita itu saling bertatapan.
"Wen?" wanita itu langsung mengenalinya dalam sekejap. "Apa yang kau lakukan di si..."
"Halo bos!" Wen langsung memotong perkataannya dengan cepat. Gadis itu langsung menunduk hormat. "Saya tidak mengira akan bertemu denganmu di sini. Saya minta maaf karena tidak memberi salam padamu sebelumnya" katanya. Dia memberi isyarat rahasia dengan matanya.
Dalam sekejap wanita itu mengerti isyaratnya dan berkata "Tidak apa-apa"
"Glenn, ini adalah bossku. Dia yang memberikan pekerjaan baru itu padaku" kata Wen.
Glenn hanya tersenyum. Dia melihat ke arah Wen dan wanita itu. Sangat jelas terlihat bahwa gerak-gerik mereka aneh. Tapi Glenn tidak mau terlalu tahu tentang hal itu.
"Baiklah Wen, aku pergi dulu"
"Hati-hati boss!" kata Wen bersemangat. Lalu dia menghela napas lega sambil memandang Glenn. "Aku tidak mengira bahwa bossku ada disini"
Tak lama kemudian, seorang pria tua dan pemuda datang menghampiri mereka. Pria tua itu ingin membeli satu karya. Tapi pemuda itu langsung mengkritik sang pria tua. "Kakek, kenapa membeli kaligrafi di sini? Lihatlah tempat ini sangat kecil. Dan aku belum pernah melihat orang ini sebelumnya." Dia menunjuk Glenn. "Dia pasti penipu!"
"Ya, dia memang penipu!" tiba-tiba seseorang ikut berteriak.
Glenn menoleh dan dia melihat wajah familiar di sana. Itu adalah babi gemuk! Dia bersama dengan seorang pemuda yang tampak sangat arogan.
__ADS_1
"Tuan muda. Orang ini penipu. Dia pernah menipuku juga. Kita harus mengusirnya dari pameran seni ini" kata pria gemuk itu. Dia adalah mantan manager di perusahaan lamanya.