Sistem Raja Neraka

Sistem Raja Neraka
Chapter 17 Kunjungan Wen


__ADS_3

Saat berada di tempat kerja, dia mendapatkan misi aneh lainnya dari sistem.


(Misi terdeteksi. Membersihkan tempat sampah di ruangan babi gemuk)


Glenn kaget. Pasalnya dia benar-benar menghindari interaksi dengan pria gemuk sialan itu. Tapi sistem itu membuat masalah yang dihadapinya menjadi lebih besar. Jujur saja Glenn merasa tenang karena pria gemuk itu tidak lagi menganggunya dan Wen. Tapi sekarang Glenn harus mengganggunya karena misi dari sistem.


Saat jam istirahat, Glenn melihat manager gemuk itu meninggalkan ruangannya. Dia pun menyelinap langsung ke dalam ruangan kosong itu. Dia mengira, ruangan itu akan dikunci. Tapi ternyata tidak. Mungkin karena akan ada cleaning service yang membersihkan ruangan itu. Jadi dia tidak mengunci ruangannya sama sekali.


Glenn mengambil tong sampah kecil yang berada di ruangan itu. Dia berniat mengunci kantong plastik sampah, tapi dia membaca sesuatu yang menarik perhatiannya.


“Apa ini?” Glenn menemukan tumpukkan kertas mencurigakan yang sudah dilipat-lipat dengan tidak beraturan.


Glenn membukanya dan menemukan dokumen tentang laporan keuangan yang diedit dan dipalsukan. Dia terbelalak. Apa manager gemuk itu memalsukan semua laporan keuangan? Berarti dia melakukan korupsi. Tapi bagaimana dia sebodoh itu, membuang barang bukti berbahaya seperti ini di tong sampah? Mungkin dia berpikir bahwa cleaning service  tidak akan tertarik dengan sesuatu seperti ini.


Glenn dengan cepat mengambil semua kertas di tong sampah itu. Benda ini mungkin akan berguna nanti. Setelah itu dia mengikat kantong plastik sampah dan membawanya keluar ruangan. Dia melemparkannya di tong sampah besar yang berada di luar ruangan.


(DING! Selamat Tuan berhasil membersihkan tempat sampah di ruangan babi gemuk. Kekuatan +1)


Kebetulan Wen melihatnya membawa kantong sampah besar dan membuangnya. “Apa yang kau lakukan?” tanya Wen dengan ekspresi bingung.


“Membersihkan sampah” jawab Glenn lagi.


“Dari mana kau dapat sampah itu?” tanya Wen lagi.


“Dari suatu tempat” jawab Glenn misterius.


Wen cemberut. Dia tahu Glenn sama sekali tidak mau memberitahunya tentang hal itu. Akhirnya dia menyerah untuk bertanya. Lagipula topik tentang sampah ini tidak terlalu penting. Wen pun mengundang Glenn untuk makan bersama sepulang kerja. Tapi Glenn menolaknya lagi. Glenn berkata bahwa dia akan melakukan sesuatu sepulang kerja. Dia ingin melatih skill kaligrafi dan memasak miliknya.


Wen tidak mengerti. “Jasa kaligrafi? Kau pandai melakukan kaligrafi?”


“Tentu saja” jawab Glenn. Walaupun kaligrafinya bukan yang terbaik, setidaknya dia memiliki skill dan skill itu masih bisa berkembang.


Wen mengernyitkan keningnya. Dia berpikir sebentar lalu tiba-tiba berkata. “Aku boleh melihatnya?”


“Hah?”


Wen menundukkan kepalanya, malu dan berkata dengan nada mencicit. “Aku boleh melihatmu berlatih skill kaligrafi?” Yang artinya dia ingin berkunjung ke apartemen milik Glenn.


(Misi terdeteksi. Memasak untuk dua orang gadis cantik)


Glenn tersedak saat mendengar misinya. Sistem ingin dia memasak untuk Mia dan juga Wen di waktu yang bersamaan. Tapi bagaimana dia bisa menjelaskan kepada Wen bahwa ada gadis di bawah umur yang selalu menyelinap ke rumahnya?


“Tidak boleh?” mata Wen berkaca-kaca, dia sedikit sedih.

__ADS_1


“Bukan begitu. Kau tahu apartemenku sangat kotor. Kau pasti tidak menyukainya.” jawab Glenn cepat.


“Tidak apa-apa. Aku ingin kesana” kata Wen bertekad.


Akhirnya, sepulang kerja, dia membawa Wen ke apartemen miliknya. Masih pukul lima sore, jadi Mia belum menyelinap masuk. Walaupun dia tidak yakin Mia akan menyelinap ke apartemennya lagi hari ini.


Saat mereka masuk, ekspresi Wen tidak seperti yang diharapkan. Glenn mengira wanita itu akan mengernyitkan keningnya jijik melihat apartemennya yang berdebu dan kotor. Tapi gadis itu masuk dengan sopan dan melepas sepatunya. Glenn langsung mengubah pandangannya tentang Wen. Dia gadis yang rendah hati, Glenn menyukai karakternya.


Glenn menyuruh Wen duduk di tengah ruangan, di mana ada meja kecil disana. Saat Wen mencoba duduk, kaos kakinya licin dan dia terpeleset. Dia hampir membenturkan lututnya ke lantai, tapi Glenn dengan cepat menyanggahnya dengan memeluk pinggangnya.


(Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi tersembunyi. Zloth +100)


“Maafkan aku” Glenn meminta maaf dengan sopan sambil melepas cengkramannya. “Kau tidak apa-apa”


“Aku tidak apa-apa…” jawab Wen pelan sambil menundukkan wajahnya.


Glenn melepas pakaian kerjanya dan mengganti bajunya dengan baju kaos biasa. Glenn dengan santai bertelanjang dada di depan Wen, membuat wajah gadis itu memerah seperti udang rebus.


Glenn pun mengeluarkan kanvas dan tinta miliknya. Lalu mulai memegang kuas di tangannya.


“Apa motto yang kau sukai?” tanya Glenn.


Wen berpikir sebentar lalu bekata “Hidup mandiri tanpa bergantung pada orang lain”


(Mendapatkan 1 poin skill kaligrafi)


Lalu memberikannya pada Wen.


"Bagaimana?" dia bertanya.


"Cukup bagus. Aku tidak tahu kau punya bakat seperti ini" respon Wen sambil menatap Glenn penuh arti.


"Aku memberikannya untukmu sebagai hadiah"


(Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi tersembunyi. Zloth +100)


Glenn berpikir bahwa jika dia memberikan semua tokoh penting itu kaligrafi buatannya, dia akan menyelesaikan misi tersembunyi.


"Benar bukan?" dia bertanya pada sistem.


(Pertanyaan rahasia. Sistem tidak bisa menjawabnya)


"Cih"

__ADS_1


Glenn pun melanjutkan menulis beberapa kaligrafi secara acak.


(Mendapatkan 1 pon skill kaligrafi)


(Mendapatkan 1 poin skill kaligrafi)


(Mendapatkan 1 poin skill kaligrafi)


(Mendapatkan 1 poin skill kaligrafi)


(Skill kaligrafi berhasil di upgrade. Mendapatkan skill kaligrafi level 2)


Sementara Wen hanya memperhatikannya menulis dalam diam.


Glenn cukup puas dengan hasilnya. Dia meningkatkan skill kaligrafinya menjadi level 2. Setelah selesai, Glenn memasak makan malam untuknya. Wen berniat membantu tapi Glenn berkata. "Aku ingin memasakan tamuku makanan. Tenang saja, masakanku sama sekali tidak buruk" Akhirnya Wen menurut.


Glenn bermaksud untuk memasak lebih awal agar Wen pulang duluan. Sehingga mungkin tidak bertemu dengan Mia yang akan menyelinap di malam hari.


Dia memasak tiga menu hari ini. Dia memasak nagi goreng, ayam panggang dan soup jamur.


(Mendapatkan 1 poin skill memasak)


(Mendapatkan 1 poin skill memasak)


(Mendapatkan 1 poin skill memasak)


Dia mendapatkan 3 poin memasak setelah menyelesaikan masakannya.


Saat dia mulai menyusun semua menu makanan di atas meja, SRAK! Jendela ruangannya tiba-tiba bergeser. Wen refleks berteriak saat dia melihat sebuah tangan menggantung di bawah jendela. Lalu perlahan sebuah kepala muncul dan Mia melompat ke dalam dengan wajah datar. Tanpa mempedulikan ekspresi kaget Wen, Mia melenggang masuk dengan santai, lalu duduk di samping meja.


Mia menatap tajam Glenn, "Mangkuk" katanya. Menyuruh Glenn untuk memberikan mangkuk kosong untuknya. Glenn langsung mengambilnya dengan cepat.


(DING! Selamat tuan berhasil memasak untuk dua orang gadis cantik. Stamina +1)


Stamina dan kekuatannya sudah mencapai level manusia normal sekarang. Glenn merasa lebih baik. Dia merasa bahwa rasa lelah di tubuhnya hilang dalam sekejap. Dan tubuhnya tidak lagi sekurus yang dulu. Dia merasakan perubahan masa otot pada tangan dan kakinya. Dia menduga bahwa berat badannya menjadi normal sekarang.


"Siapa dia?" tanya Wen.


"Seorang kenalan" jawab Glenn.


"Bagaimana dia masuk dari jendela?" Wen tidak mengerti. Ruangan ini berada di lantai dua. Berarti gadis itu memanjat ke sini. kenapa dia tidak datang secara normal saja dengan mengetuk pintu? Gadis itu masuk seperti seorang pencuri.


Glenn mengangkat kedua tangannya dan berkata "Dia memang seperti itu" dengan nada acuh.

__ADS_1


Sementara Mia sama sekali tidak mempedulikan keberadaan Wen. Dia makan dengan cepat dan menghabiskan porsi pertamanya. Lalu dia mengambil porsi kedua.


__ADS_2