Slave ( Hiatus )

Slave ( Hiatus )
Bagian 10


__ADS_3

Enjoy 🌟


malam pun tiba kini Diasy sudah duduk manis di salah satu restoran ternama dia izin pada ibu dan Lucas untuk pergi sebentar , Jeffran sedang menahan diri untuk tidak memeluk perempuan cantik di depan nya kenapa semakin cantik saja .


satu bulan tidak bertemu Jeffran merindukan semuanya rambut panjang itu sudah lama tak dia usap , sial dia tak boleh melupakan tujuan untuk datang kemari yaitu menyelesaikan semua dan kembali normal .


" jadi ada apa Profesor? tanya Diasy


bahkan mendengar suara lembut ini membuat dia semakin rindu .


" aku setuju untuk mengakhiri semua ini . " ujar Jeffran


" mengakhiri? "


" iya kamu bisa menjalani hidup mu lagi dengan bebas atau ingin kembali pada Lucas aku tak peduli , untuk masalah beasiswa kamu akan tetap mendapatkan nya hubungan kita kembali normal hanya sebatas mahasiswi dan dosen . "


" sungguh? kenapa tiba2? " tanya Diasy


" aku hanya ingin menjadi ayah baik yang baik istri ku sedang mengandung jadi kau boleh pergi , apapun yang terjadi pada mu bukan urusan ku lagi . " ucap Jeffran sambil meneguk kopi


ntah kenapa perasaan Diasy mendadak sedih ketika mendengar perkataan sang dosen harus nya dia senang ini semua berkahir .


" baiklah Profesor aku mengerti Terima kasih untuk apapun itu , jadi sekarang aku boleh pergi? urusan kita selesai . "


" apartemen bisa kamu tempati jika mau dan itu sudah menjadi milik mu . "


" tidak usah aku dan ibu tinggal di rumah Lucas . "


"


" kenapa tinggal bersama dia ! lebih baik tinggal di apartemen saja Lee Daisy . " Jeffran berucap marah


" ibu yang meminta agar kami tinggal bersama aku hanya akan mengambil barang2 yang tersisa , apa masih kode lama atau sudah di ganti? "


" sandinya tidak berubah tetap tanggal ulang tahun mu . "


" kalau begitu aku pulang dulu sekali lagi Terima kasih Profesor . " Diasy tersenyum


setelah pamit Jeffran ikut berdiri dan keluar dari restoran dia bukan menuju mobil tapi mengikuti Diasy dari belakang , ingin dia berteriak jangan pergi tapi sangat sulit mengatakan itu punggung sempit yang terus berjalan di depan ingin sekali Jeffran rengkuh .


Diasy memilih berjalan kaki karena jarak dari restoran cukup dekat sendirian dengan langit malam padahal ada seseorang yang menemani , kenapa hatinya sekarang merasa sedih dia tak boleh menjadi benalu dalam rumah tangga orang lain .


Clekk


pintu terbuka setelah memasukan sandi Diasy menatap ke sekeliling tidak ada yang berubah menghabiskan 2 tahun bersama , banyak kenangan yang tercipta Jeffran juga diam melihat ke dalam dari celah pintu yang tidak tertutup rapat .


" aku akan pulang dan sekarang semua sudah berakhir . " gumam Diasy


dia merapihkan barang kedalam kardus kecil untuk sekarang hanya ini yang akan di bawa , sisanya akan meminta tolong pada Lucas semua pakaian sudah di bawa jejeran photo masih menghias dinding .


" kalian harus selalu bahagia Terima kasih untuk 2 tahun yang sudah terlewati . " Diasy mengusap bingkai photo


di sana terlihat Diasy yang di apit oleh 2 pria tampan dengan senyuman indah .


" melihat mu setelah satu bulan tak bertemu aku senang kamu baik2 saja tapi.." ucapan itu terhenti dan air mata mulai menetes


" aku rindu Jeffran . " lanjut Diasy


si manis terisak sambil menatap photo Jeffran yang sedang mengajar di kelas .

__ADS_1


" aku juga rindu sayang.." ujar Jeffran dengan pelan dari luar


tubuh si dosen terasa kaku karena menahan untuk tidak lari kedalam dan memeluk Daisy yang sedang menangis , secara perlahan Jeffran berbalik pergi dari apartemen karena takut kalah oleh rasa rindu nya .


⭐⭐⭐


🌟 In Mansion 🌟


Arthur sedang melamun di ruang tamu dia baru selesai makan malam ucapan Jeffran terpikir untuk mengakhiri semua dengan Daisy , tapi dia merasa tak yakin untuk meninggalkan perempuan yang sudah menemani nya selama ini .


" apa kamu sedang ada masalah? " Valen duduk dan meletakan dia cangkir teh hangat


" tidak ada hanya pekerjaan cukup banyak . " Arthur menghela napas


" jangan terlalu sibuk nanti sakit atau ambilah cuti apa tidak ingin berangkat bulan madu? " ujar Valen sambil bersandar di dada bidang sang suami


bahkan Arthur tak terpikir untuk bulan madu sudah agak telat untuk pergi melakukan itu .


" aku masih sibuk nanti saja . "


" kamu setiap hari selalu sibuk bahkan jarang ada waktu untuk ku . "


" ya maafkan aku . "


lalu Valen mendongkak melihat wajah tampan Arthur pria yang sudah resmi menjadi suaminya walaupun tidak tau apakah Arthur mencintai dia .


" pergilah tidur terlebih dulu ada sedikit laporan yang belum ku kerjakan . "


" jangan terlalu malam . " jawab Valen


" iya selamat malam . " Arthur mengecup kening Valen


Calling Diasy...


" halo . " sapa suara serak di ujung sana


" ada dengan suara mu? apa semua baik2 saja? "


" tentu saja presdir Jung , ada apa? "


" saya rindu . "


" haha baru tadi bertemu sudah rindu saja , tadi aku membuat janji dengan Profesor Seo . "


" dia benar2 mengakhiri ini? "


" iya lalu anda kapan? kembali menjadi suami yang baik . "


" kamu dimana? "


" aku masih di apartemen membereskan barang karena takan tinggal di sini lagi . "


" tunggu jangan pergi dulu saya segera ke apartemen . "


Pip


setelah mematikan sambungan Arthur mengambil kunci mobil dan pergi untuk segera menemui Daisy , tak lama kemudian pria itu sampai di sana dia melihat perempuan cantik yang sedang melihat ke arah jendela .


" saya pikir kamu sudah pergi . " Arthur memeluk Diasy dari belakang

__ADS_1


" ini sudah malam kenapa malah ke sini . "


" saya merindukan mu . " di kecup nya pundak putih Diasy


lalu si cantik berbalik dan menatap pada Arthur tangan lentik nya mengusap wajah tampan yang banyak di puja kaum hawa .


" ayo akhiri ini seperti yang Profesor Seo lakukan , kembali ke tempat masing2 menjalani kehidupan yang normal . "


" saya takut tidak bisa semua terasa sulit ini semua salah tapi saya suka ketika bersama mu , dimana setiap hari akan terasa membosankan jika kamu pergi . " Arthur mencium jemari Diasy


" tidak bisa pikirkan sosok wanita cantik yang selalu menunggu mu di rumah dialah orang yang berhak kamu bahagiakan , aku yakin kamu akan sangat mencintai nya nanti semua butuh proses jadi ayo kita akhiri ini . "


Arthur meraih kembali tengkuk Diasy dan kembali memberikan cumbuan mesra menuntun secara perlahan ke atas ranjang , hingga punggung Diasy sudah tertidur di atas kasur empuk dengan Arthur yang mengukung nya .


" jangan Jung.." Diasy menahan tubuh si tampan


" saya hanya ingin menghabiskan malam terakhir dengan mu , jadi sekarang menginap di sini temani saya tidur . " Arthur menunduk dan memberikan tanda di leher jenjang Daisy


" bagaimana jika Lucas mencari ku? ibu akan khawatir . "


" katakan pada dia kamu sedang menyelesaikan urusan . "


kemudian Arthur tidur di samping Diasy membawa dia dalam pelukan hangat hanya untuk malam ini , setelah besok pagi Diasy bukan lagi milik nya mereka terlalut dalam susana sunyi Daisy menyembunyikan wajah di dada bidang Arthur .


⭐⭐⭐


pagi hari mulai menyapa Minji sedang terdiam di ranjang pandangan yang mengosong setelah mengetahui dia sedang mengandung , sekarang bagaimana ini bukan darah daging Jeffran kenapa harus terjadi .


Clekk


pintu terbuka Jeffran membawa nampan sarapan untuk Minji .


" sarapan dulu agar cepat sembuh dan aku buatkan susu . " ujar Jeffran


" Terima kasih . " Minji merasa sangat bahagia tapi di sisi lain takut


" aku harus ke kampus jangan terlalu banyak aktivitas . "


" maaf aku tak membuatkan mu sarapan . "


" tidak papa tadi bibi sudah membuatkan untuk ku jika terjadi sesuatu hubungi saja . "


Jeffran pun mengusap perut Minji membuat si cantik mematung karena terkejut sesayang itu Jeffran pada si calon buah hati , lalu dia beranjak untuk segera pergi ke kampus karena hari memiliki jadwal tak lama kemudian sampai di sana


" selamat pagi Profesor . " semua mahasiswi dan mahasiswa menyapa


" selamat pagi kembali . "


tapi mata tajam nya tak lepas dari Daisy yang sedang bercanda dengan Jovan si manis pergi dari apatermen pagi2 sekali , Jeffran menahan rasa kesal dan tak suka ketika melihat dia berinterkasi dengan lain .


" saya tunggu kamu di ruangan sekarang . " Jeffran menghampiri sang adik lalu pergi begitu saja


" ada dengan apa dengan dia aku pergi dulu nona Lee . " ujar Jovan


" iya baiklah . "


Jovan pun pergi menemui si sulung perasaan nilainya bagus tak ada masalah kenapa dia di panggil .


Tuan Seo

__ADS_1



__ADS_2