
Enjoy
setelah puas bermain mereka segera pulang hari sudah beranjak sore Daisy pergi mandi juga yang lain nya karena akan bersiap untuk makan malam, tak lama kemudian malam pun menyapa kini makan malam telah di laksanakan dengan bincangan hangat .
" setelah ini tidur saja duluan jangan menunggu ku karena akan menyelesaikan pekerjaan . " ujar Jeffran
" jangan terlalu banyak bergadang "
" Ya saya tau . " Jeffran mengecup kening Daisy
Jeffran segera pergi sedangkan Daisy berbaring memunggungi pintu , pintu kembali terbuka kasur bergerak pertanda ada yang naik .
" apa ada yang tertinggal . " ucap Daisy sambil terpejam
" hati saya masih tertinggal di sini . " Arthur mengecup bahu Daisy
mata cantik itu kembali terbuka dia pikir yang masuk kembali adalah Jeffran , merasakan tangan kekar membelai perut nya dengan lembut.
" Arthur.."
" saya di sini sayang . "
" apa orang rumah tidak menanyakan keberadaan mu? "
" istri saya sedang pergi keluar negeri jadi tidak masalah "
" bukan kah akan berubah kenapa kembali ke sini? " Daisy berbalik menghadap Arthur
" tadinya begitu tapi melihat mu kembali bersama Jeffran saya cemburu , kenapa dia bisa saya tidak bukan kah harus adil hm? tangan Arthur memainkan bibir lembut Daisy
" kalian tidak ada yang waras . "
" haha itu benar sekali dan sangat menikmati keadaan yang sekarang . " Arthur memasukan telunjuk nya pada mulut s cantik
" uhuk..Arthur . " protes Daisy
" hisap . "
Arthur merasakan kehangatan itu membuat gairah nya naik merasakan hawa panas .
" tangan saja sayang bagaiamana? " bisik Arthur
" tapi.. "
" saya sudah tidak tahan . "
Arthur melepaskan sabuk nya dan Daisy duduk di hadapan si tampan mata tajam itu memejam erat, malam yang berakhir dengan erangan gagah Arthur menciptakan kembali gambaran dulu ketika Daisy di miliki 2 pria .
setelah selesai mereka membersihkan diri Daisy menyembunyikan wajah cantik itu di dada bidang Arthur , sedangkan tangan kekar Arthur mengusap punggung Daisy dengan lembut memberikan kenyamanan pada si ibu hamil .
" aku rindu ibu . "
" nanti saya bujuk Jeffran agar kamu bisa menemui ibu mu . "
" lalu Lucas bagaimana? " Daisy memandang sendu pada Arthur
__ADS_1
Arthur tidak menjawab tetapi menarik tengkuk Daisy untuk bercumbu karena dia tidak jawabannya , Lucas tau jika Daisy sedang bersama mereka hanya pria itu seolah mengabaikan nya .
...
In Mansion
Minji sedang mencoba menghubungi suaminya karena sudah lama dia tidak pulang kerumah bahkan seolah Jeffran lupa , jika dia sedang mengandung saat ini perlu perhatian lebih dan ingin sekali di manja oleh nya .
sambungan ponsel terhubung..
" apa? " jawab suara di sebrang sana
" kamu dimana? kenapa tidak pulang? " tanya Minji
" saya sibuk . "
" bisakah kamu pulang malam ini? aku merindukan mu , bahkan tidak bisa tidur menenangkan anak mu yang terus bergerak merindukan daddy nya . " Minji berujar sedih
" hm baiklah . "
Minji terlihat sangat senang dia akan bersiap menyambut suami nya , lekas pergi mandi dan mengenakan gaun tidur yang begitu cantik berharap malam ini benar-benar di sentuh .
tak lama kemudian terdengar suara mobil memasuki gerbang Jeffran turun dengan wajah tembok nya .
" Welcome sayang . " ucap Minji
Minji mengenakan gaun tidur satin sexy tipis yang telihat menerawang dia segera memeluk suami nya , merasakan harum pria yang begitu dia rindukan sedangkan Jeffran tidak membalas pelukan itu .
" kamu kemana saja tidak pulang . "
" saya sibuk . "
" maafkan daddy . " Jeffran mengecup perut itu dengan sayang
entah kenapa Jeffran tidak merasakan ikatan apapun dengan si calon buah hati , tapi dengan cepat dia menepis pikiran itu .
" apa ingin makan malam? aku buatkan ya . "
" tidak perlu saya sudah makan "
" baiklah kita ke kamar saja pasti kamu lelah . "
Minji dan Jeffran segera pergi ke kamar mereka segera naik ke ranjang untuk beristirahat , Minji memeluk sang suami dengan erat menyembunyikan wajah cantik itu .
" astaga rusuh lagi . " Minji mengusap perut nya
" tidur baby sudah malam sekarang daddy di sini..tidak boleh rusuh hm . " tangan Jeffran ikut mengusap
sungguh telihat seperti keluarga yang begitu harmonis tetapi ntah berapa lama itu akan bertahan .
...
jam menujukan pukul 01.00 malam Daisy terlihat gelisah dia tidak bisa tertidur melihat ke samping nya Arthur sudah terlelap , mereka hanya berdua karena memang Jeffran izin pulang tadi dia bangun bersandar di kepala ranjang .
" baby ingin apasih ini sudah malam ayo bobo . " ujar Daisy
__ADS_1
dia terlihat ragu membangunkan Arthur tapi bagaimana lagi .
" Arthur.." Daisy menepuk pipi si tampan
" hm . " hanya gunaman kecil tetapi mata nya masih terpejam rapat
" Arthur bangun sebentar . " Daisy menggoyangkan bahu Arthur
akhirnya mata itu tajam terbuka telihat mengantuk .
" ada apa sayang ini masih malam ayo tidur lagi . " Arthur memeluk dan membawa Daisy untuk berbaring
" tidak mau aku ingin sesuatu . "
" apa yang kamu mau? "
" ingin itu tapi tidak tau kamu harus mencari tau nya ! " rajuk Daisy
seketika wajah Arthur menjadi datar di pikir dia cenayang tau apa yang di inginkan .
" es krim? "
" kamu ini gimana sih malam2 di kasih es krim ! " omel Daisy
" cake? brownis? donat? " tanya Arthur kembali
" kamu buat aku makin gendut ya ! sudah lah kamu memang tidak sayang dengan ku . " Daisy memunggi Arthur
wajah Arthur telihat prustasi wahai alam tolong berikan dia ilham apa yang di inginkan si calon ibu ini , mungkin dia harus bertapa di dalam gentong beras agar memiliki ilmu yang bisa menebak hati seseorang .
" saya hanya menawarkan sayang salah nya dimana? " Arthur bangun memandang pada Daisy
" ya abis kamu salah sih..aku tuh pengen apa tapi gak tauu ! kamu yang harus mencari tau nya ngerti gak sih , katanya cinta tapi mana gak ngerti mau aku apa dasar payah gak like lah . "
terlihat senyum pasrah di wajah pemilik rumah sakit ternama itu bahkan rasanya ingin menangis saja , beruntung sekali Jeffran malam ini dia selamat dari amukan ibu hamil yang mood nya naik turun seperti sembako .
" Ramen? " tanya Arthur dengan ragu
mata cantik Daisy berbinar mendengar itu kuah pedas gurih di padukan dengan berbagai toping itu sangat menggiurkan .
" iyaaaa aku mau ramen . " ujar Daisy dengan senang
" baiklah sayang ayo kita membuat nya tapi jangan terlalu pedas ya . "
mereka pun turun ke bawah untuk membuat Ramen Daisy dengan setia mengikuti ke sana kemari .
" kenapa telur ayam itu kecil? padahal besar seperti telur dinosaurus kan akan cepat kenyang, iyakan Arthur? " tanya Daisy
" iya sayang kamu benar . "
" bentuk mie juga tidak kreatif kenapa harus lurus dan keriting saja , kan bisa bentuk kubus atau jajar genjang iyakan Arthur? "
" benar sweetheart kamu pintar . "
dengan sabar Arthur menjawab pertanyaan aneh bin ajaib Daisy padahal dalam hatinya dia ingin mencekek Jeffran .
__ADS_1
Hai ketemu lagiiii yuhuuuuuuu
sampai bertemu di next episode .