Slave ( Hiatus )

Slave ( Hiatus )
Bagian 2


__ADS_3

enjoy 🌟


matahari mulai terbit suara burung sudah terdengar berkicau mata cantik itu mulai terusik ketika cahaya matahari menembus kaca , Daisy terdiam sejenak dia memegang lengan yang melingkar di pinggang nya .


" bangun ini sudah pagi . " ujar Daisy


" sebentar lagi sayang . " Arthur merapatkan tubuhnya


" ponsel mu terus berdering . "


" ck pagi-pagi sudah menganggu ! "


lalu dia bangun dan mengambil ponsel nya lalu terlihat berbincang sebentar dan kembali ke ranjang .


" pulanglah pasti ada yang menunggu mu . " ucap Daisy


" saya masih betah di sini . "


" setidaknya bagi waktu dia istri sah mu layak mendapat lebih . "


" tapi simpanan saya jauh lebih menarik . " Arthur mengecupi bahu Daisy


Daisy menghela napas tak ada gunanya berdebat dengan pria ini dan tak lama terdengar suara seseorang masuk ke apartemen , Jeffran datang dengan membawa banyak laper bag yang berisi makanan .


" selamat pagi sayang . " Jeffran mengecup kening Daisy


" selamat pagi . " jawab Arthur


" aku tidak bicara dengan mu ! kenapa belum pulang? " tanya Jeffran


" terserah aku Seo . "


" ayo bangun kita sarapan dan setelah itu berangkat ke kampus . " ajak Jeffran


Daisy pun bangun dan bergegas mandi Jeffran dan Arthur adalah sahabat dari kecil ntah apa yang mereka pikirkan , menjadikan 1 wanita untuk penghibur nya bahkan tidak bisa di terima akal sehat Jeffran sudah menikah usia pernikahan mereka 6 bulan .


tak bedanya dengan Arthur yang menyusul sahabatnya ke pelaminan usia pernikahan dia baru berjalan 4 bulan dengan cepat kedua pria ini berpaling , kehidupan yang sempurna dari lahir sudah mereka dapatkan di tambah istri cantik tidak tau lagi apa yang kurang .


" hari ini aku harus bertemu ibu . " ucap Daisy


" nanti aku antar ke rumah sakit . " jawab Jeffran


" istri mu sudah pulang? " tanya Arthur


" sudah semalam . "


" lalu pagi-pagi kau sudah kemari bukan nya menemani istri mu sarapan . " cibir si pria Jung


" apa beda nya dengan mu sialan bahkan kau tak pulang ! " omel Jeffran


" kalian sama-sama koslet jadi diamlah . " ucap Daisy


" saya masih mending di banding dia honey . " sela Arthur


" mending dari mana nya? kau baj*ngan dan aku brengs*k , iya benar kita itu sama jadi hentikan perdebatan ini . " jawab Jeffran


pagi ini Daisy harus sarapan di barengi dengan perdebatan kedua pria tampan terserah mereka ingin bagaimana , setelah itu dia berangkat ke kampus bersama Jeffran dan Arthur pulang untuk berganti baju .


...


In Mansion


seorang wanita cantik sedang menyirami tanaman gaun biru membalut tubuhnya yang jenjang dia terlihat asik dengan kegiatan di pagi hari , lalu tak lama kemudian sebuah mobil mewah masuk ke pekarangan dan menampakan pria tegap yang tak pulang semalaman .


" kenapa tidak pulang semalam? "


" di rumah sakit banyak kerjaan . " jawab Arthur


" oh begitu ya jangan terlalu sibuk perhatikan kesehatan mu , ayo masuk aku buatkan teh hangat . "


namanya Valen Jung wanita yang sah dinikahi 4 bulan lalu biasa mereka menikah karena tuntutan orang tua , memang hal yang membosankan tapi itulah yang terjadi sudah menjadi alasan klasik bagi mereka .


" ini teh nya . " Valen memberikan segelas teh pada suaminya


" Terima kasih . "


" tadi mama menelpon ingin sarapan bersama tapi kamu belum pulang , karena hal itu mereka ingin makan malam bersama sebagai gantinya . " ujar Valen


" iya boleh . "


" pasti mereka akan menyinggung hal yang sama Arthur . " Valen terlihat gugup

__ADS_1


" memang nya kau sudah siap melakukan nya dengan ku? " tanya Arthur


" belum . "


malam pertama? jangan harap mereka hanya tidur biasa karena Valen yang belum siap melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri , Arthur pun tak masalah karena memang dia tak menginginkan juga ntah apa alasan Valen belum siap .


" kalau begitu aku harus segera berangkat ke rumah sakit . "


dia pun pergi mandi dan akan segera berangkat kerja .


...


In Campus


Daisy mendengarkan materi dengan serius dia memang seseorang yang cerdas dosen sedang mengajar di depan membuat dia malas , hari ini kelas Jeffran ingin sekali membolos tapi akan banyak rentetan pesan yang masuk .


" Daisy sudah dapet kelompok belum? " tanya Daniel


" belum aku lupa . " bisik Daisy


" dengan ku saja kebetulan kurang satu jadi tim kita sudah pas . " ujar Daniel


" boleh Terima kasih sudah mengajak ku . "


Daisy tersenyum tanpa sadar ada seseorang yang menatap tak suka pada mereka .


" tolong perhatikan pelajaran nya ! jika masih mengobrol silakan keluar dari kelas saya . " peringat Jeffran


...


pelajaran pun selesai Daisy di panggil kembali ke ruangan sang Profesor .


" permisi anda memanggil saya? " ucap Daisy


" duduk . "


" ada apa cepat katakan . "


" untuk tugas kerja kelompok kamu tidak perlu lakukan saja sendiri . ujar Jeffran


" kenapa begitu? aku juga perlu orang lain dalam hal ini ! " protes Daisy


" tugas nya banyak jadi bagaimana aku bisa mengerjakan semua sendiri? , kebetulan Daniel mengajak untuk bergabung . "


" bukankah kamu pintar? jadi tak masalah . " Jeffran masih kekeh


" apa alasan aku tidak boleh kerja kelompok? " tanya Daisy


" aku tidak suka . "


" kau egois mengatur hidup ku sesuka mu ! "


" tentu saja aku berhak mengatur hidup mu karena kau itu.. " ucap Jeffran terhenti


" jal*ng mu aku tau..tidak perlu kau perjelas Seo Jeffran ! memang nya kenapa jika aku begitu , buktinya kau betah memakai ku di banding wanita yang sah kamu nikaaaahi ! " Daisy berteriak frustasi


plakk


suara tamparan begitu bergema Jeffran menampar Daisy hingga gadis itu terduduk di lantai , bahkan sudut bibir ranum itu sedikit robek dan berdarah luka memar mulai terlihat .


" sudah berani berteriak? aku tidak suka di bantah ! jangan lupa untuk tau diri hidup mu itu aku beli . " Jeffran mencengkram pipi Daisy


" Terima kasih sudah mengingatkan tentang siapa aku..seseorang yang bahkan sudah tidak punya harga diri , maaf telah membantah jangan marah ya dengan wanita tidak tau diri ini . " Daisy tersenyum dan memegang kaki jeffran tapi pandangan itu terlihat kosong


hati Jeffran mendadak tak nyaman melihat tatapan terluka Daisy lalu dia pun berdiri dan pamit keluar , lalu berlari ke halte setelah bus datang Daisy pun naik untuk pergi ke rumah sakit tak lama kemudian sampai di sana .


dia naik ke lantai 17 dimana ruang khusus perawatan VIP lalu masuk kedalam melihat seorang wanita parubaya yang betah terpejam .


" ibu aku pulangg.." ucap Daisy dengan suara serak menahan tangis


seperti biasa tak ada jawaban hanya tedengar suara alat .


" kapan aku bisa mendengar suara mu lagi? menyambut kepulangan ku dengan pelukan hangat..hari ini sulit sekali , bukan nya ingin mengeluh tapi semua ini terlalu berat untuk ku hadapi sendiri aku tak memiliki siapa2 selain ibu maka bangunlah , banyak sekali yang ingin ku ceritakan sekarang aku berada di pase ingin menyerah sungguh hati ini sangat lelah bu . "


suara tangis yang begitu menyayat hati memenuhi ruangan dimana rasa sedih , terluka , lelah , kecewa menjadi satu .


" masih bertahan sampai sekarang bukan berati hati ku sekuat baja hanya saja aku sedang menghargai hidup yang ibu berikan , membawa ku untuk melihat dunia dengan taruhan nyawa mu tapi dengan keadaan sesulit ini aku juga tidak bisa . " gunam Daisy


wanita cantik ini membutuhkan seseorang untuk membuatnya bertahan dia berjuang sendiri menanggung semua beban di usia muda , lalu terdengar suara pintu terbuka seorang pria dengan jas putihnya masuk ke dalam .


" saya di sini jangan menangis . " Arthur menarik Daisy ke dalam pelukan nya

__ADS_1


" kenapa kalian jahat pada ku hikss . "


" maafkan Jeffran tadi hanya terbawa emosi . " ujar Arthur


" apa aku memang pantas di perlakukan seperti ini? " tanya Daisy


Arthur menatap mata cantik yang terlihat sembab dia hanya diam Jeffran menelpon bahwa tadi kelepasan karena kesal , sumpah serapah di layangkan pada si dosen lalu dia membawa Daisy duduk untuk memenangkan diri .


" kemari saya obati luka nya . " ucap Arthur


" aku tidak papa . "


" pasti sakit jangan berbohong Jeffran memang keterlaluan . "


" salah ku membuat nya marah . " Daisy melihat ke arah jendela


Arthur mengambil kotak p3k dan mengobati bibir Daisy yang terluka secara perlahan , hari mulai sore sebelum pulang Arthur mengecek monitor semua baik2 saja .


" aku bisa pulang sendiri . " ucap Daisy


" tidak papa sekalian saya antar . "


mereka pun menuju apartemen setelah sampai pria itu masuk kemudian membuka jas nya sedangkan Daisy pergi mandi , Arthur membuat teh hangat untuk meredakan rasa lelah lalu menuju ruang tamu .


" ingin menginap? " tanya Daisy


" tidak tau wangi sekali saya suka . " Arthur menarik Daisy sehingga duduk di pangkuan nya


" apa yang kamu sukai? "


" semuanya yang ada pada mu . "


Arthur menarik tengkuk Daisy memberikan cumbuan dengan segara tangan lentik si cantik mengalung pada bahu tegap itu , di cengkram nya rambut sang pria ketika gerakan itu semakin liar hingga cumbuan nya turun ke leher jenjang Daisy .


ketika adegan mulai panas terdengar dering ponsel dari ponsel Arthur .


Valen Calling..


" ada apa? "


" kamu tidak lupa jika malam ini akan makan bersama kan? "


" ah iya aku ingat . " Arthur hampir mengumpat tentu dia lupa


" cepatlah pulang kedua orang tua kita akan datang . "


" iya aku pulang sekarang . "


Pip


sambungan terputus Arthur terlihat kesal Daisy yang masih berada di pangkuan nya hanya diam


" saya harus pulang . "


" iya aku tau hati2 di jalan . " Daisy memberikan kecupan di bibir sexy Arthur


setelah mengantar ke depan Daisy masuk dan mengistirahatkan tubuh nya yang lelah .


...


malam semakin larut Jeffran sedang terduduk di pinggir ranjang memikirkan kejadian tadi siang sekarang dia tak bisa tidur , lalu seorang wanita masuk ke kamar dan naik keranjang bahkan Jeffran tak sadar sang istri sudah selesai mandi.


" apa ada masalah? " tanya Minji


" tidak ada . "


" kamu tak pandai berbohong . "


" tidurlah ini sudah malam aku harus menyelesaikan sesuatu . " ucap Jeffran


" kau tidak ingin memelakukan nya dengan ku? sudah 6 bulan menikah tapi tak ada malam pertama . " ujar Minji


" nanti saja aku sibuk . "


Jeffran meninggalkan Minji sendirian di kamar dia hanya menghela napas melihat suaminya yang pergi begitu saja , pernikahan mereka hanya sebuah perjanjian di atas kertas tapi tak di pungkuri Minji mencintai Jeffran .


ketemu di sini sama aku


makasih untuk semua dukungan nya


sampai bertemu di next episod

__ADS_1


__ADS_2