Slave ( Hiatus )

Slave ( Hiatus )
Bagian 19


__ADS_3

Enjoy


dokter pun keluar menjelaskan bahwa calon baby masih bisa bertahan walapun lemah mereka melakukan berbagai cara untuk mempertahankan sang jabang bayi , di tambah Arthur yang terus meminta agar bayi itu selamat dia tidak mau harus berhasil pada seluruh dokter .


bunyi detak jantung yang tergambar di layar menandakan si cantik masih ada dalam raga nya Jeffran duduk dan menggenggam erat .


" maaf . " kata yang tidak pernah bosan dia ucapkan


Jeffran memandangi wajah Daisy yang di penuhi luka lebam bibir ramun itu terdapat luka robek karena tamparan dari nya .


" jika kamu mendengar kata2 ku ini tak mungkin terjadi , kenapa tidak mengerti jika aku benar2 mencintai mu? "


pria ini mengungkapkan isi hati pada perempuan yang kini tengah berbaring .


" bagaimana aku harus mengungkapkan ini semua? tak sedikit pun ku mencintai Minji aku hanya sekedar perhatian , sungguh tidak lebih dari itu dari awal bertemu hati ini masih tertulis dengan nama mu . "


Jeffran kembali menunduk katakan saja dia pria cengeng karena saat ini dia kembali menangis .


Clekk


pintu ruangan terdengar di buka lalu masuk seorang pria ke dalam .


" untuk apa kau menangis sialan ! kau yang membuat dia terluka apa sudah puas? Arthur berucap sinis


" semua tidak terjadi jika dia mengerti perasaan ku yang sesungguhnya . "


" apa kau sedang memberitau rasa cinta mu dengan menyiksa? apa kau waras Seo ! "


" aku mecintai Diasy.. "


" tentu saja dengan rasa cinta mu yang begitu besar kau akan membuat dia mati secara perlahan! , sifat mu yang tempramental harus bisa mengendalikan sekarang Daisy tidak sendiri ada kehidupan lain dalam dirinya ! "


" apa kau juga mencintai Daisy? " Jeffran melihat ke arah Arthur


si presedir terdiam sejenak mendengar pertanyaan dari sang sahabat karib .


" jika iya kau ingin apa? melenyapkan ku? "


" haha tidak boleh begitu kau sudah mempunyai Valen . " Jeffran tertawa dengan keras


" lalu bagaimana dengan kau yang juga mempunyai Minji , bahkan saat ini sedang mengandung calon anak mu ! "


tawa Jeffran pun terhenti sorot mata yang kembali menajam .


" aku akan menceraikan dia ketika anak ku sudah lahir dan menikahi Daisy apa kau puas? "


" presedir Hwang tidak akan tinggal diam . "


" aku tidak peduli . "


Arthur menghela napas dia lelah melihat kelakuan sahabat nya .


...


seseorang menghampiri Lucas dengan cepat ada informasi penting yang harus di sampaikan pria tampan itu masih merenung di ruang kerja .


" maaf menggangu waktu anda Tuan Ku . " ujar Eros sang tangan kanan

__ADS_1


" ada apa? " tanya Lucas dengan nada datar


" nyonya sudah di temukan hanya saja.. "


" hanya saja apa? katakan dengan Jelas ! " Lucas bertanya dengan tidak sabaran


" nyonya berada di rumah sakit dengan 2 orang pria . "


rumah sakit? kenapa Daisy ada di sana? seketika emosi Lucas membungbung tinggi dia memakai jas , lalu membuka Laci mengambil pisto dan pergi dari ruangan Eros yang melihat itu sontak panik .


" anda harus tenang Tuan jangan terbawa emosi apalagi membuat kekacauan di rumah sakit . " ujar Eros


" menyingkir dari ku pasti 2 baj*ngan itu yang membuat Daisy terluka ! " bentak Lucas


" saya paham tapi anda harus tenang jangan membuat anda dalam masalah . "


" apa yang mereka lakukan pada Daisy . " Lucas terdiam di depan pintu utama


" Tuan ku semua akan baik2 saja . " Eros menenangkan


" bagaimana jika terjadi sesuatu padanya dengan siapa aku di sini? pada siapa aku akan menceritakan semua . "


Eros menunduk sedih mendengar curahan hati sang presedir dia membantu mengusap bahu Lucas , lalu membuka kan mobil untuk mengantar bertemu Daisy ke rumah sakit .


tak lama kemudian mereka sampai di sana menuju ruangan kelas 1 Arthur sudah membawa Jeffran agar tidak bertemu Lucas .


" sayang apa yang terjadi? kenapa begini . " suara Lucas terdengar bergetar ketika melihat kondisi Daisy


Lucas terduduk lemas hati nya sakit melihat wanita yang begitu dia cintai terbaring di brankar.


Lucas merapatkan tangan di dada mata itu terpejam .


" Tuhan jangan kau berikan ujian yang begitu berat pada nya tak sedikit pun dia ingin memilih kehidupan yang salah jika ini adalah hukuman untuk dia , maka berikan saja pada ku karena semua salah ku yang tak bisa menempati janji untuk selalu menjaga dia hamba mohon.. " Lucas berdoa


suara yang begitu sarat akan putus asa terdengar .


" mama papa tolong katakan pada Tuhan jangan ambil Daisy tukar saja semua penderitaan dia dengan ku , bagaimana aku akan bahagia jika sumber bahagia ku adalah dia maafkan hamba mu ini yang banyak meminta .


Eros juga memejamkan mata ikut berdoa dan meminta agar Tuhan mengabulkan permintaan dari Lucas , Artur yang mengintip dari celah pintu tak sadar ikut menangis melihat ketulusan yang begitu besar dari Lucas .


....


Hari pun berlalu matahari sudah menampakan sinar Jeffran sudah pergi ke kampus bahkan tak menghiraukan panggilan dari Minji , dia harus rapat dengan dewan kampus karena kampus itu masuk untuk mengikuti Olimpiade .


tak sedikitpun materi masuk dalam pikiran Jenius Jeffran karena memikirkan satu nama


" jadi Profesor apa anda setuju dengan pelaksanaan ini? " tanya salah dewan direksi


" hm "


" baiklah akan kami siapakan untuk acara ini . "


semua orang pun keluar menyisakan Jeffran yang sendiri di ruangan lalu sebuah pesan pun masuk lalu dia membuka lantas menyimpan kembali , ruangan kembali terbuka seorang wanita cantik masuk membawa sambil membawa bekal makan siang dan tersenyum manis .


" sedang ada di sini? " tanya Jeffran


" sayang tadi kamu melewatkan sarapan jadi aku bawakan bekal saja . " ujar Minji

__ADS_1


lalu dia membuka wadah bekal nya usia kehamilan yang akan beranjak 3 bulan perut wanita itu cantik sudah mulai terlihat


" saya bisa makan di kantin . "


" tidak perlu sekarang aku bawakan bekal jadi makan di sini saja ya . "


Jeffran pun hanya diam Minji memberikan makanan si dosen tampan pun mulai makan , dia melihat ke arah Minji yang terlihat sedang meringis .


" ada apa? "


" tidak ada hanya terasa keram saja sayang lanjutkan makan mu . "


lalu Jeffran menarik kursi sang istri mendekat kemudian mengusap lembut perut bulat itu dengan lembut , demi apapun Minji terlihat sangat bahagia dengan perhatian yang di berikan suami nya .


" Terima kasih sayang ku . " Minji mengecup bibir Jeffran


" akhir-akhir ini saya akan sibuk mengurus olimpade . "


" tidak papa asalkan masih ingat dengan ku juga baby pasti dia sangat merindukan daddy nya . "


" setelah ini langsung pulang kerumah jangan kemana2 . "


" boleh aku ke rumah ibu? "


Jeffran pun hanya mengangguk dan menuruskan makan kegiatan seharian di habiskan di kampus melakukan berbagai kesibukan .


...


hari mulai gelap Lucas sedang membersihkan tangan Daisy yang masih betah dalam tidur tak pernah terlewat selalu berdoa .


" ayo sayang bangun apa tidak bosan tidur terus? . " Lucas mengecup tangan lentik itu


terdengar suara yang mendekat ke ruangan itu dan Lucas pun berdiri apa Eros sudah kembali dari mini market .


Bughh


belum sempat melihat siapa ada yang datang ada yang memukul dari belakang hingga Lucas langsung tak sadarkan diri , 3 orang berpakaian dokter masuk kedalam memindahkan Daisy secara perlahan untuk di segera bawa pergi .


" kami berhasil membawa nona Daisy Tuan dan sekarang akan segera ke sana . " salah satu dokter palsu menelpon seseorang


mereka pun bergegas membawa Daisy pergi meninggalkan Lucas begitu saja mobil membelah jalanan yang begitu sunyi , lalu memasuki kawasan yang banyak berdiri pohon tinggi dan rimbun sangat menakutkan tapi jika pagi pasti sangat menyegarkan .


tak lama kemudian mereka sampai seorang pria tampan sudah menunggu di depan rumah Villa yang mewah di tengah hutan pinus itu .


" jangan menyentuh dia biarkan saya membawa dia ! " perintah sang Tuan


kemudian dengan segera mengangkat Daisy pergi ke lantai atas membaringkan di kasur besar itu , dia memasangkan rantai pada kaki Daisy dan tersenyum bahagia akhir nya bisa memiliki sepenuhnya .


" selamat datang di rumah sayang . "


si pria yang terlihat gagah di bawah sinar rembulan dengan balutan baju tidur berwarna satin duduk di kursi , menuangkan wine sambil menyilangkan kaki aura gelap dan angkuh begitu terasa menatap Daisy dengan pancaran cinta bercampur obsesi .


hay love ketemu di sini


sehat selalu ya


sampai bertemu di next episode

__ADS_1


__ADS_2