
Enjoy 🌟
setelah percakapan dengan Arthur si dosen tampan pun pulang banyak hal yang hadir di kepalanya , berita kehamilan Daisy membuat Jeffran terdiam banyak rasa hadir marah , kesal , juga bahagia .
" apa berita itu benar? " gumam Jeffran
dia memejamkan mata dan bersandar di kursi kerja , ketukan pintu terdengar dan Minji pun masuk .
" ini kopi nya . " ujar Minji
" Terima kasih . "
si cantik melihat wajah tampan sang suami terlihat lelah .
" apa ada masalah sayang? " tanya Minji sembari mengusap wajah rupawan suami nya
" tidak ada pergilah tidur . "
" baby rindu daddy . " wanita itu pun duduk di atas pangkuan Jeffran
mendengar kata baby hatinya kembali berdesir memikirkan kondisi Daisy , milik siapa yang telah hadir di sana .
" apa kondisi dia sehat? " tanya Jeffran
" tentu sayang dia baik2 saja . "
" aku ingin seorang jagoan . " secara refleks Jeffran berucap
" tapi seorang prinses pun dia tetap buah hati kita honey . "
" tetap seorang jagoan . "
Jeffran pun beranjak dan meninggalkan Minji di sana tanpa meminum kopi terlebih dulu , si cantik Risau dia juga belum tau jenis kelamin bayi yang masih tumbuh dalam rahim itu .
" mommy berharap kamu adalah seorang jagoan dan membuat daddy mu senang . " Minji mengusap pelan perutnya
dia ikut menyusul keluar betapa banyak ketakutan yang akan terjadi suatu saat nanti .
...
In Mansion Hwang
Daisy termenung di taman belakang dia sendirian di rumah nyonya Lee pergi berkunjung ke rumah teman lama , Lucas datang membawa susu dia juga sedih melihat wanita yang di cintai selalu saja bersedih .
" sudah ku bilang jangan terus bersedih sayang kasian baby . " Lucas duduk dan mengcup kening Daisy
" aku masih bingung harus bagaimana.. " ujar Daisy dengan lirih
" apa yang membuat bingung? ada aku di sini . " ucap Lucas
" bahkan aku masih malu dia ini milik siapa . " Daisy menangis kembali
" baby milik ku jangan khawatir aku adalah ayah nya . " Lucas pun memeluk Daisy agar lebih tenang
lalu salah satu maid datang memberi tau ada tamu yang datang , Lucas menyuruh untuk membawa tamu nya ke belakang .
" maaf mengganggu presdir Hwang . " seorang pria tampan tersenyum
" berani sekali kau kemari brengs*k ! " Lucas bangun dan emosi melihat Arthur
" santai saja Hwang saya datang baik2 kesini . " ujar Arthur
Arthur memandang Daisy dengan penuh kerinduan .
" panggil keamanan dan usir orang itu dari sini sekarang ! "
" aku ingin berbicara dengan Daisy sebentar saja. " ucap Arthur
" takan ku izinkan sialan ! kalian membuat dia menderita . " tolak Lucas
" Lucas tenang . " Daisy bangun dan menggenggam tangan si presedir Hwang
" saya janji takan macam2 "
Daisy menatap Arthur dalam mata nya terlihat kesungguhan .
" hanya sebentar saja . " pinta Daisy
__ADS_1
" kamu yakin? "
" iya Lucas . "
Lucas pun mengalah dan melayangkan tatapan tajam pada Arthur , mengisyaratkan untuk jangan macam2 .
" mari silahkan duduk dokter Jung . "
Arthur pun mendekat dan duduk ber 2 di bangku taman sambil melihat bunga2 cantik .
" saya sudah tau tentang berita kehamilan mu . " ujar Arthur
Daisy menunduk ternyata sudah secepat itu padahal rencana tidak akan memberitahu .
" kenapa tidak memberi tau saja lebih awal? "
" untuk apa? apa anda akan bertanggung jawab? aku rasa tidak perlu . " ujar Daisy
" saya tidak sebrengs*k itu bagaimana mungkin saya abaikan tentang semua ini ! "
" lagi pula aku tidak tau bayi siapa ! jadi apa yang harus di pertanggungjawabkan . "
" sayang.. " tatapan Arthur melembut dan menggenggam kedua tangan Daisy
sedangkan si manis sudah kembali menangis .
" saya senang sekali ketika mendengar kamu mengandung , itu artinya saya akan menjadi seorang ayah..jika benar dia adalah baby Jung saya akan langsung bertanggung jawab . " ujar Arthur
" lalu menyakiti istri sah mu sungguh aku benar2 wanita jahat ! , pergi aku tak butuh tanggung jawab mu belum tentu dia anak mu ! " di hempaskan nya tangan Arthur
Daisy berdiri dan akan pergi tapi tangan kekar Arthur memeluk dari belakang .
" saya mohon jangan begini sayang..biarkan saya ikut menjaga nya , hingga nanti waktu yang memberi tau semua tak ada kebohongan sedikitpun saya benar2 mencintai mu . " Arthur membenamkan wajah nya di pundak Daisy
sepasang mata juga melihat itu dengan pandangan terluka wanita yang begitu dia cintai bersama pria lain , andai Lucas bisa mengulang waktu dia tidak pergi dan mungkin saat ini Daisy sudah menjadi istri nya .
...
waktu cepat berlalu kini malam sudah menyambut setelah melakukan makan malam Daisy membereskan piring , Arthur pulang setelah berbicara panjang lebar si cantik masih tidak tau apa yang harus di lakukan .
" kamu istirahat saja . " Lucas datang menyusul ke dapur
" kamu tidak boleh lelah kasian baby . "
" justru tidak boleh diam saja nanti baby tau ibunya pemalas sekali . " ujar Daisy
Lucas tersenyum dan mencium kening Daisy menyalurkan rasa sayang yang begitu tulus , lalu dia mengecup sekilas bibir ranum itu dan mendapat protes dari si ibu muda .
" Tuan anda mendapat panggilan dari Swiss . " ucap sang bodyguard
" pergilah istirahat . "
" boleh tidak aku pergi ke minimarket depan? ingin membeli coklat . "
" aku akan menyuruh orang untuk membeli nya sayang . "
" aku ingin pergi sendiri ku mohon hanya sebentar , ini juga baru jam 7 malam setelah itu janji akan kembali . " bujuk Daisy
Lucas menghela napas tapi jika di tolak tak ingin membuat mood si cantik buruk .
" baiklah hati2 di jalan hubungi aku jika ada apa2 Oke . " ujar Lucas
" Terima kasih Luke . "
dengan semangat Daisy mengambil jaket dan segera pergi ke minimarket depan , angin berhembus membawa kesegaran di malam sunyi ini .
Daisy melihat ke atas bintang hadir menghiasi langit sehingga membuat nya semakin cantik , dia juga mengamati mobil2 yang masih berlalu lalang bahkan orang2 masih sibuk beraktivitas .
" selamat datang nona . " sapa seorang karyawan
si cantik tersenyum dan segera masuk ke dalam tapi seketika langsung terdiam ketika dia bertatapan , dengan sepasang manik tajam di sebrang sana rasa terkejut dan rindu bercampur menjadi satu .
Daisy segera berbalik tetapi tangan kekar seseorang menahan dia .
" lepaskan tangan saya Profesor . " ujar Daisy
" saya ingin bicara . "
__ADS_1
" tidak ada yang perlu di bicarakan lepaskan tangan ku ! "
Jeffran semakin mengencangkan pegangan nya agar Diasy tak lari , ini benar2 kesempatan emas sehingga tak sengaja bertemu dengan si pujaan hati .
" tangan ku sakit . " ujar Daisy dengan pelan
" maka dari itu diam dan jangan melawan ikut saya untuk bicara sebentar . "
pria itu membawa Daisy keluar dan mereka masuk kedalam mobil agar lebih nyaman .
" ada apa cepat katakan ! " ucap Daisy
" kenapa tidak memberi tau ku? "
" tentang apa . "
" perihal kamu mengandung . "
tangan Daisy meremat jaket cepat atau lambat pasti dia akan tau .
" untuk apa? apa kau akan mengakui anak ini jika benar dia adalah darah daging mu? "
" setidaknya jangan sembunyikan apapun dari ku Lee Daisy ! " Jeffran membentak si cantik
" kau sendiri yang bilang tak ingin tau apapun lagi tentang ku , lalu sekarang untuk apa? "
" mungkin saja itu anak Lucas ! "
" tak sedikit pun dia menyentuh ku dia adalah pria baik2 , aku juga malu untuk melakukan nya karena aku ini bekas ! . " mata Daisy berkaca-kaca
" lalu dia milik siapa? kenapa tidak melakukan pemeriksaan ! "
" tidak perlu aku tak butuh tanggung jawab mu dan Arthur ! , silahkan lanjutkan saja rumah tangga mu jangan pusingkan masalah ini . "
Daisy akan keluar tetapi mobil masih di kunci .
" buka pintu nya ! "
" katakan pada ku anak siapa itu ! "
" dia anak ku dan Lucas kau puas brengs*k ! " teriak Daisy
Jeffran meremat stir emosi sudah membungbung tinggi , dia menyalakan mobil dan membawa Daisy tak peduli dengan tolakan dari si manis .
tak lama kemudian mereka sampai di apartemen tempat Daisy dulu , Jeffran menyeret nya masuk kedalam setelah mengunci pintu dia membanting Daisy ke ranjang .
" berani sekali kau melakukan ini pada ku hm? " Jeffran membelai wajah Daisy yang sudah banjir air mata
" ak-u ingin pulang.. " suara Daisy bergetar menahan takut
" pulang kemana? bahkan dari dulu ini rumah mu sayang . "
" Lucas.. "
Plakkk
bunyi tamparan bergema sudut bibir Daisy robek dan berdarah rasa panas langsung menjalar .
" jangan menyebut nama pria lain ketika sedang bersama ku ! " amuk Jeffran
" hikss.. "
" diamlah sayang apa kamu tak merindukan ku? " Jeffran pun naik ke atas ranjang
tubuh Daisy bergetar sedangkan Jeffran sibuk membuka jaket serta baju Daisy , dan mengecup pundak mulus itu .
" tidak ***-eh baby nanti terluka hiksss.. "
" aku tidak suka kau melahirkan anak Lucas ! anak ini tidak boleh lahir , dia harus hilang dan tidak boleh tumbuh . "
Diasy memberontak dan menagis histeris ketika Jeffran mulai membuka seluruh pakainya , bahkan pria itu pun mulai membuka semua di dalam apartemen teriakan kesakitan dan kesedihan bercampur menjadi satu .
halo bertemu lagi dengan aku hehe
selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan
sehat selalu ya love
__ADS_1
sampai jumpa nanti .