Slave ( Hiatus )

Slave ( Hiatus )
Bagian 13


__ADS_3

Enjoy 🌟


Arthur mengantarkan Daisy pulang ternyata dia tinggal bersama Lucas si presedir berdecih karena pria itu bisa melihat Daisy setiap hari , tadinya akan naik taxi tapi Arthur tetap memaksa untuk mengantar agar aman dan cepat .


" terima sudah mengantar pulang . "


" ya bagimana keadaan nyonya Lee? "


" keadaan ibu sudah membaik sekarang sudah mulai terapi jalan . " senyum Daisy mengembang ketika membicarakan sang ibu


" saya senang mendengar nya pergilah masuk lain kali jangan keluar malam apalagi sendirian . " ujar Arthur


" iya Terima kasih presedir . "


sebelum pergi Arthur memberikan kecupan pada kening Daisy membuat si cantik terkejut dan setelah itu masuk kedalam .


" lama-lama aku bisa ikutan gila . " gunam Arthur


setelah itu mobil pun pergi dia harus segera pulang .


" kamu dari mana? kenapa baru pulang? " Lucas datang dari arah tangga


" kamu lupa tadi aku izin pergi minimarket . "


" hehe iya aku lupa sayang tapi udah kangen aja jangan lama2 kalau pergi . "


" berhenti bertingkah konyol Tuan Hwang . "


" aku memang rindu tadi ibu sempat mencari tapi sekarang sudah tidur . "


" ya ampun aku lupa tidak izin pada ibu . " ujar Daisy


" nyonya Hwang aku lapar . " bisik Lucas


" baiklah tunggu sebentar aku memasak . "


" tentu sayang . " Lucas mengecup pipi si manis


Daisy pun pergi ke dapur untuk memasak sedangkan Lucas menunggu di ruang tengah sambil melihat laporan , pekerjaan yang belum selesai selalu dia bawa ke rumah Lucas memang sedikit gila kerja telpon berdering .


Tifany Calling..


" ada apa? " tanya Lucas


" pasti belum membaca surel . "


" aku sedikit sibuk nanti aku baca perusahaan di sana lancar? "


" ya begitulah . "


" ada masalah? "


" tidak ada semenjak pergi ke seoul kamu belum kembali lagi ke Swiss , jangan lupa di sini juga perusahan mu . " ujar Tifany


" ya aku minta maaf pasti kamu kerepotan tenang gaji mu akan naik . "


" bukan masalah itu Luke aku merindukan mu . " suara itu terdengar memelan


" hm? kamu bilang apa barusan? "


" tidak ada sesekali kamu harus ke sini kalau begitu sudah dulu . "


" iya sampai bertemu nanti . "


Pip


sambungan telepon pun berakhir namanya Tifany Hwang teman pertama setelah Lucas menetap di Swiss , bahkan satu kampus dan berakhir menjadi sekertaris selalu mendampingi Lucas sampai saat ini .


⭐⭐⭐


In Mansion


Jeffran sedang membuat susu untuk Minji dia dengan telaten mempersiapkan semua kebutuhan sang istri , walaupun sedikit lelah karena urusan kampus tapi setidaknya dia memperhatikan pertumbuhan si buah hati .


" sayang sedang apa? " Minji menyusul ke dapur


" membuat susu . "


" aku bisa buat sendiri pasti kamu lelah . " ujar Minji


" tidak papa kamu sudah selesai makan? kita istirahat sekarang . "


mereka pun menuju kamar Minji naik ke ranjang sambil meminum susu buatan Jeffran si tampan pun ikut bersandar .


" Terima kasih honey . "

__ADS_1


" ya . "


" kata dokter aman jika ingin melakukan itu? kamu mau? " Minji mengusap dada bidang sang suami


" tidak kamu istirahat saja . "


" baby aman sungguh . " tanpa di minta naik ke pangkuan Jeffran


" istirahat..aku ada sedikit pekerjaan . " Jeffran menurunkan Minji


wajah cantik itu berubah kecewa dan Jeffran mengecup kening Minji sebagai permintaan maaf dan keluar dari kamar .


dia pergi keruangan kerja dan duduk di sana merenung kenapa rasanya masih asing padahal mereka pernah melakukan , setiap hari selalu merasa lelah dan sangat membosankan seolah dunianya kembali kelabu .


" aku merindukan mu.." gunam Jeffran tanpa sadar


di barengi malam yang sunyi mata tajam Jeffran secara perlahan terpejam .


⭐⭐⭐


tak ada beda dengan Arthur dia masih berkutat dengan berkas pertemuan singkat dengan Daisy sedikit mengobati rasa rindu nya , dia melirik jam ini sudah pukul sebelas malam pasti Valen sudah tidur mengingat Daisy tinggal dengan Lucas si dokter kesal .


" sayang apa belum selesai? " seorang wanita cantik masuk kedalam


" kenapa belum tidur? " tanya Arthur


" aku menunggu mu ini sudah malam simpan dulu pekerjaan nya . " ujar Valen


" hanya tinggal sedikit lagi . "


" yasudah aku akan menunggu mu kalau begitu . "


Arthur hanya menghela napas dia pun menyimpan berkas dan mengajak Valen tidur .


" besok aku akan menjenguk Minji . "


" dia sakit? "


" tidak hanya ingin memberi selamat kamu lupa jika dia sedang mengandung sekarang . " Valen menarik selimut


" ah iya bahkan aku lupa jika si bodoh akan menjadi ayah . "


" kamu juga mau? bahkan kita jarang melakukan itu Jung . "


" tidak perlu buru-buru . "


⭐⭐⭐


pagi mulai menyapa setelah membantu nyonya Lee Daisy segera bersiap pergi ke kampus Lucas sudah pergi sejak tadi pagi , dia berpesan agar Daisy di antar oleh supir padahal bisa naik bus tapi dari pada Lucas marah dia menurut saja .


" akan berangkat sekarang nona? " tanya paman Han


" iya paman ayo berangkat sekarang . "


mereka pun segera berangkat ke kampus tak lama kemudian sampai di sana ternyata sudah ramai , dia tak langsung ke kelas dan duduk di depan perpus sambil memeriksa tugas dari Profesor Seo .


" kenapa masih di sini? kelas akan di mulai sebentar lagi . " ujar seorang pria


" selamat pagi Profesor iya sebentar lagi . " jawab Daisy


" saya tidak akan mengizinkan masuk bagi yang terlambat . "


Jeffran pun ikut duduk di sana bersama Daisy .


" apa Profesor tidak akan masuk? "


" saya ingin sarapan dulu . "


" kenapa di sini? "


" terserah saya mau di mana . "


Jeffran pun mulai membuka bekal yang dia siapkan sendiri hanya sandwich sial kenapa Daisy ingin makan itu juga .


" jika boleh bertanya di mana membeli sandwich nya? " tanya Daisy


" buatan sendiri . "


hati si manis mendadak sedih dia tidak bisa membeli mata cantik itu berkaca .


" hey kenapa menangis? " Jeffran mendadak panik


" aku mau sandwich tapi tidak ada yang jual . " pinta Daisy dengan pelan


" kenapa tidak bilang dari tadi ! " si dosen memberikan bekal nya

__ADS_1


seketika mata Daisy berbinar dan langsung membawa sandwich dari Jeffran , tak sadar pria itu tersenyum ketika melihat dia makan dengan lahap .


" ingin susu coklat . " rengek si manis


" saya tidak punya . "


" di kantin banyak tau belikan untuk ku . "


ntah di mana kesadaran Daisy saat ini dia menyuruh sang dosen membeli susu .


" baiklah makan dengan pelan takan ada yang mengambil sandwich nya . "


bahkan lebih ajaib lagi Jeffran tak protes dan menuruti keinginan Daisy pergi ke kantin membeli susu coklat .


" tunggu apa yang akan ku lakukan? hey perempuan bodoh , sadarlah apa baru saja kamu menyuruh pemilik kampus membeli susu ! "


dia sangat panik ketika baru menyadari tindakan kurang ajar nya lalu berlari ke kantin menyusul Jeffran .


" maaf say-a lancang menyuruh anda Profesor jangan hukum hiks . " tangis Daisy pecah dia sudah tidak tau diri


" sudah diam . "


tapi tangisan makin mengencang Jeffran gelagapan dia takut ada yang salah paham , dengan segera membawa Daisy pergi menuju ruangan pribadi .


" jangan menangis nona Lee . "


" maafkan saya sudah minta bekal dan menyuruh di belikan susu , saya juga tidak tau kenapa tiba2 melakukan ini . "


" tidak papa . "


" ughh.."


Daisy meringis ketika rasa sakit menyapa bagian perut .


" ada apa hm? " tanya Jeffran dengan khawatir


" perut saya sakit kalau begitu permisi . "


Jeffran menarik Daisy hingga duduk di pangkuan nya mereka terduduk di sofa .


" kenapa masih sakit . " di cengkraman lengan Jeffran sebagai pelampiasan


" kamu pasti telat makan ! "


dengan segera Jeffran mengusap lembut perut Daisy demi apapun rasanya sangat nyaman secara perlahan rasa sakit itu hilang , kewarasan Jeffran hilang ketika mencium wangi yang begitu dia rindukan .


" aku lancang sekali bukan? . "


" kita sama saja aku juga tidak bisa mengelak bahwa aku merindukam mu . "


" wanita simpanan memang benar2 pantas untuk ku..haha menyebalkan sudah tak punya harga diri . " air mata pun menetes


" jangan berkata seperti itu aku tidak suka ! . " sanggah Jeffran


" itu fakta Seo Jeffran . "


" diamlah . "


Daisy melepaskan pelukan dan berbalik menatap pada Jeffran bagimana dia menjelaskan suasana saat ini .


" jangan lupakan janji mu untuk menjadi ayah yang baik . "


Jeffran langsung terhenyak kenapa dia bisa melupakan itu .


" aku sudah menerima lamaran Lucas nanti jangan lupa datang ya , kami akan bertunangan dalam waktu dekat . "


" kenapa? jangan menikah dengan dia ! "


" aku juga berhak bahagia bukan? aku berjanji ini terkahir kali . "


Prangg


Jeffran melempar vas bunga ke jendela hingga kaca berserakan .


" kak apa kau gila bagaimana jika Daisy terluka ! " Jovan berlari masuk kedalam


kebetulan dia akan memberikan laporan dan terkejut ketika melihat Jeffran sedang marah .


" kalian berdua keluar . " ucap nya dengan nada dingin


Jovan menarik Daisy untuk pergi dia heran kakanya seperti orang tak waras , Jeffran mengambil botol obat dan meminum 3 pil sekaligus yang seharusnya hanya 1 .


ketemu di sini ya


selamat beraktivitas dan sehat selalu

__ADS_1


bye , bye


__ADS_2