
Enjoy 🌟
Arthur mengantarkan Daisy pulang ternyata dia tinggal bersama Lucas si presedir berdecih karena pria itu bisa melihat Daisy setiap hari , tadinya akan naik taxi tapi Arthur tetap memaksa untuk mengantar agar aman dan cepat .
" terima sudah mengantar pulang . "
" ya bagimana keadaan nyonya Lee? "
" keadaan ibu sudah membaik sekarang sudah mulai terapi jalan . " senyum Daisy mengembang ketika membicarakan sang ibu
" saya senang mendengar nya pergilah masuk lain kali jangan keluar malam apalagi sendirian . " ujar Arthur
" iya Terima kasih presedir . "
sebelum pergi Arthur memberikan kecupan pada kening Daisy membuat si cantik terkejut dan setelah itu masuk kedalam .
" lama-lama aku bisa ikutan gila . " gunam Arthur
setelah itu mobil pun pergi dia harus segera pulang .
" kamu dari mana? kenapa baru pulang? " Lucas datang dari arah tangga
" kamu lupa tadi aku izin pergi minimarket . "
" hehe iya aku lupa sayang tapi udah kangen aja jangan lama2 kalau pergi . "
" berhenti bertingkah konyol Tuan Hwang . "
" aku memang rindu tadi ibu sempat mencari tapi sekarang sudah tidur . "
" ya ampun aku lupa tidak izin pada ibu . " ujar Daisy
" nyonya Hwang aku lapar . " bisik Lucas
" baiklah tunggu sebentar aku memasak . "
" tentu sayang . " Lucas mengecup pipi si manis
Daisy pun pergi ke dapur untuk memasak sedangkan Lucas menunggu di ruang tengah sambil melihat laporan , pekerjaan yang belum selesai selalu dia bawa ke rumah Lucas memang sedikit gila kerja telpon berdering .
Tifany Calling..
" ada apa? " tanya Lucas
" pasti belum membaca surel . "
" aku sedikit sibuk nanti aku baca perusahaan di sana lancar? "
" ya begitulah . "
" ada masalah? "
" tidak ada semenjak pergi ke seoul kamu belum kembali lagi ke Swiss , jangan lupa di sini juga perusahan mu . " ujar Tifany
" ya aku minta maaf pasti kamu kerepotan tenang gaji mu akan naik . "
" bukan masalah itu Luke aku merindukan mu . " suara itu terdengar memelan
" hm? kamu bilang apa barusan? "
" tidak ada sesekali kamu harus ke sini kalau begitu sudah dulu . "
" iya sampai bertemu nanti . "
Pip
sambungan telepon pun berakhir namanya Tifany Hwang teman pertama setelah Lucas menetap di Swiss , bahkan satu kampus dan berakhir menjadi sekertaris selalu mendampingi Lucas sampai saat ini .
⭐⭐⭐
In Mansion
Jeffran sedang membuat susu untuk Minji dia dengan telaten mempersiapkan semua kebutuhan sang istri , walaupun sedikit lelah karena urusan kampus tapi setidaknya dia memperhatikan pertumbuhan si buah hati .
" sayang sedang apa? " Minji menyusul ke dapur
" membuat susu . "
" aku bisa buat sendiri pasti kamu lelah . " ujar Minji
" tidak papa kamu sudah selesai makan? kita istirahat sekarang . "
mereka pun menuju kamar Minji naik ke ranjang sambil meminum susu buatan Jeffran si tampan pun ikut bersandar .
" Terima kasih honey . "
__ADS_1
" ya . "
" kata dokter aman jika ingin melakukan itu? kamu mau? " Minji mengusap dada bidang sang suami
" tidak kamu istirahat saja . "
" baby aman sungguh . " tanpa di minta naik ke pangkuan Jeffran
" istirahat..aku ada sedikit pekerjaan . " Jeffran menurunkan Minji
wajah cantik itu berubah kecewa dan Jeffran mengecup kening Minji sebagai permintaan maaf dan keluar dari kamar .
dia pergi keruangan kerja dan duduk di sana merenung kenapa rasanya masih asing padahal mereka pernah melakukan , setiap hari selalu merasa lelah dan sangat membosankan seolah dunianya kembali kelabu .
" aku merindukan mu.." gunam Jeffran tanpa sadar
di barengi malam yang sunyi mata tajam Jeffran secara perlahan terpejam .
⭐⭐⭐
tak ada beda dengan Arthur dia masih berkutat dengan berkas pertemuan singkat dengan Daisy sedikit mengobati rasa rindu nya , dia melirik jam ini sudah pukul sebelas malam pasti Valen sudah tidur mengingat Daisy tinggal dengan Lucas si dokter kesal .
" sayang apa belum selesai? " seorang wanita cantik masuk kedalam
" kenapa belum tidur? " tanya Arthur
" aku menunggu mu ini sudah malam simpan dulu pekerjaan nya . " ujar Valen
" hanya tinggal sedikit lagi . "
" yasudah aku akan menunggu mu kalau begitu . "
Arthur hanya menghela napas dia pun menyimpan berkas dan mengajak Valen tidur .
" besok aku akan menjenguk Minji . "
" dia sakit? "
" tidak hanya ingin memberi selamat kamu lupa jika dia sedang mengandung sekarang . " Valen menarik selimut
" ah iya bahkan aku lupa jika si bodoh akan menjadi ayah . "
" kamu juga mau? bahkan kita jarang melakukan itu Jung . "
" tidak perlu buru-buru . "
⭐⭐⭐
pagi mulai menyapa setelah membantu nyonya Lee Daisy segera bersiap pergi ke kampus Lucas sudah pergi sejak tadi pagi , dia berpesan agar Daisy di antar oleh supir padahal bisa naik bus tapi dari pada Lucas marah dia menurut saja .
" akan berangkat sekarang nona? " tanya paman Han
" iya paman ayo berangkat sekarang . "
mereka pun segera berangkat ke kampus tak lama kemudian sampai di sana ternyata sudah ramai , dia tak langsung ke kelas dan duduk di depan perpus sambil memeriksa tugas dari Profesor Seo .
" kenapa masih di sini? kelas akan di mulai sebentar lagi . " ujar seorang pria
" selamat pagi Profesor iya sebentar lagi . " jawab Daisy
" saya tidak akan mengizinkan masuk bagi yang terlambat . "
Jeffran pun ikut duduk di sana bersama Daisy .
" apa Profesor tidak akan masuk? "
" saya ingin sarapan dulu . "
" kenapa di sini? "
" terserah saya mau di mana . "
Jeffran pun mulai membuka bekal yang dia siapkan sendiri hanya sandwich sial kenapa Daisy ingin makan itu juga .
" jika boleh bertanya di mana membeli sandwich nya? " tanya Daisy
" buatan sendiri . "
hati si manis mendadak sedih dia tidak bisa membeli mata cantik itu berkaca .
" hey kenapa menangis? " Jeffran mendadak panik
" aku mau sandwich tapi tidak ada yang jual . " pinta Daisy dengan pelan
" kenapa tidak bilang dari tadi ! " si dosen memberikan bekal nya
__ADS_1
seketika mata Daisy berbinar dan langsung membawa sandwich dari Jeffran , tak sadar pria itu tersenyum ketika melihat dia makan dengan lahap .
" ingin susu coklat . " rengek si manis
" saya tidak punya . "
" di kantin banyak tau belikan untuk ku . "
ntah di mana kesadaran Daisy saat ini dia menyuruh sang dosen membeli susu .
" baiklah makan dengan pelan takan ada yang mengambil sandwich nya . "
bahkan lebih ajaib lagi Jeffran tak protes dan menuruti keinginan Daisy pergi ke kantin membeli susu coklat .
" tunggu apa yang akan ku lakukan? hey perempuan bodoh , sadarlah apa baru saja kamu menyuruh pemilik kampus membeli susu ! "
dia sangat panik ketika baru menyadari tindakan kurang ajar nya lalu berlari ke kantin menyusul Jeffran .
" maaf say-a lancang menyuruh anda Profesor jangan hukum hiks . " tangis Daisy pecah dia sudah tidak tau diri
" sudah diam . "
tapi tangisan makin mengencang Jeffran gelagapan dia takut ada yang salah paham , dengan segera membawa Daisy pergi menuju ruangan pribadi .
" jangan menangis nona Lee . "
" maafkan saya sudah minta bekal dan menyuruh di belikan susu , saya juga tidak tau kenapa tiba2 melakukan ini . "
" tidak papa . "
" ughh.."
Daisy meringis ketika rasa sakit menyapa bagian perut .
" ada apa hm? " tanya Jeffran dengan khawatir
" perut saya sakit kalau begitu permisi . "
Jeffran menarik Daisy hingga duduk di pangkuan nya mereka terduduk di sofa .
" kenapa masih sakit . " di cengkraman lengan Jeffran sebagai pelampiasan
" kamu pasti telat makan ! "
dengan segera Jeffran mengusap lembut perut Daisy demi apapun rasanya sangat nyaman secara perlahan rasa sakit itu hilang , kewarasan Jeffran hilang ketika mencium wangi yang begitu dia rindukan .
" aku lancang sekali bukan? . "
" kita sama saja aku juga tidak bisa mengelak bahwa aku merindukam mu . "
" wanita simpanan memang benar2 pantas untuk ku..haha menyebalkan sudah tak punya harga diri . " air mata pun menetes
" jangan berkata seperti itu aku tidak suka ! . " sanggah Jeffran
" itu fakta Seo Jeffran . "
" diamlah . "
Daisy melepaskan pelukan dan berbalik menatap pada Jeffran bagimana dia menjelaskan suasana saat ini .
" jangan lupakan janji mu untuk menjadi ayah yang baik . "
Jeffran langsung terhenyak kenapa dia bisa melupakan itu .
" aku sudah menerima lamaran Lucas nanti jangan lupa datang ya , kami akan bertunangan dalam waktu dekat . "
" kenapa? jangan menikah dengan dia ! "
" aku juga berhak bahagia bukan? aku berjanji ini terkahir kali . "
Prangg
Jeffran melempar vas bunga ke jendela hingga kaca berserakan .
" kak apa kau gila bagaimana jika Daisy terluka ! " Jovan berlari masuk kedalam
kebetulan dia akan memberikan laporan dan terkejut ketika melihat Jeffran sedang marah .
" kalian berdua keluar . " ucap nya dengan nada dingin
Jovan menarik Daisy untuk pergi dia heran kakanya seperti orang tak waras , Jeffran mengambil botol obat dan meminum 3 pil sekaligus yang seharusnya hanya 1 .
ketemu di sini ya
selamat beraktivitas dan sehat selalu
__ADS_1
bye , bye