
Enjoy 🌟
sebulan telah berlalu Diasy selalu mengucap syukur atas kesadaran ibunya seolah dunia kembali menjadi indah , ini bahkan sudah sebulan dia tak bertemu dengan Jeffran waktu itu dia meminta waktu untuk memikirkan semua .
tentu Jeffran marah karena kemungkinan Daisy akan memilih Lucas setelah pulang pria itu melampiaskan seluruh rasa marah nya di ranjang , dia bermain sampai puas bahkan tak mendengar ketika Diasy meminta berhenti bahkan mengabaikan tanpa menggunakan pengamanan .
" sayang apa kuliah mu lancar? " tanya nyonya Lee
" semua lancar bu apa kakinya masih sakit? "
" tidak sudah mendingan ibu senang kamu baik2 saja ketika ibu masih menutup mata , semua biaya perawatan dari presedir Jung bukan? "
hati Diasy berdetak apa sang ibu mengetahui apa yang terjadi?
" apa ibu mendengar sesuatu? "
" mendengar apa? ibu hanya bertanya sayang karena presedir Jung bilang kamu selalu membantunya , jadi sebagai tanda Terima kasih dia merawat ibu selama ini kamu di kelilingi orang2 baik . " nyonya Lee mengusap rambut Diasy
lalu pintu ruangan terbuka hari ini nyonya Lee akan pulang dari rumah sakit setelah tahap pemulihan .
" selamat siang bu aku merindukan mu . " Lucas mengecup kening nyonya Lee
" kamu semakin tampan saja nak . "
" tentu saja Hwang Lucas selalu terbaik sekarang ayo pulang dan melihat rumah baru . " ujar Lucas
bahkan nyonya Lee juga sangat senang ketika melihat Lucas kembali pulang dia membeli mansion baru untuk Diasy dan ibunya , agar tidak kembali menyewa lebih baik di belikan saja lalu seseorang kembali masuk ke dalam .
" selamat siang bu bagaimana kabar anda hari ini? . " sapa Arthur
" selamat siang presedir Jung kondisi saya sudah lebih baik , sekali lagi Terima kasih karena selama ini sudah membatu merawat saya . "
" tidak masalah saya mendapat hadiah yang sepadan dengan merawat anda . " Arthur tersenyum hangat
Lucas berusaha menahan rasa amarah yang akan muncul ketika mendengar ucapan itu .
" nanti jangan lupa mainlah ke rumah jangan sungkan ya . " ucap Nyonya Lee
" tentu dengan senang hati saya akan berkunjung ke sana . " jawab Arthur dia memberikan tatapan mengejek pada Lucas
" bu ayo kita pulang . " Lucas mendorong kursi roda
mereka berisiap akan pulang Diasy membawa sisa barang2 yang sudah di packing rapih .
" lihat perawatan saya berhasilkan? " Arthur merapihkan rambut panjang si pujaan hati
" Terima kasih . " ucap Diasy
" bukan itu yang ingin saya dengar sayang lihat kamu harusnya tau , siapa yang selalu bersama mu jadi apa masih ingin memilih Lucas? "
" aku belum tau . "
" baiklah saya takan memaksa tapi jujur ini semua belum berkahir . "
sebelum Daisy pergi Arthur menarik tengkuk si manis untuk memberikan cumbuan mesra memiringkan kepala untuk mencari spot terbaik , lalu melepas cumbuan itu membuat napas keduanya terengah Arthur membersihkan sudut bibir Daisy .
" hati2 di jalan sayang . "
tanpa menjawab Diasy keluar dari sana untuk menyusul Lucas ke parkiran .
⭐⭐⭐
__ADS_1
🌟 In Mansion 🌟
Lucas sudah sampai di mansion yang baru dia beli ini tidak seperti rumah tapi lebih mirip istana jajaran bodyguard sudah siap menyambut , pintu mobil di buka dia membatu nyonya Lee duduk semua membungkuk memberi salam ketika melihat tuan mereka pulang .
" apa ini rumah baru kita nak? "
" iya bu apa tidak suka? akan ku beli lagi yang baru . " ujar Lucas
" ish bukan begitu maksud ibu kenapa besar sekali bahkan ini terlihat seperti bukan rumah . "
" tidak papa jadi Diasy tidak perlu keluar untuk berolahraga , tinggal berkeliling di rumah ini untuk menurunkan berat badan nya . " Lucas tertawa pelan
" kamu ingin bilang aku gendut ya ! " protes Diasy
" tidak ada bilang begitu nona Lee . " sanggah Lucas
" ibu lihat Lucas mengejek kuuu ! "
nyonya Lee hanya tertawa mereka pun masuk kedalam Diasy tidak berkata2 rumah ini tidak kira2 luas sekali , beberapa maid menyajikan teh dan banyak makanan manis lalu duduk sebentar di ruang tamu .
" sekarang ini adalah rumah ibu dan Diasy . " ucap Lucas
" ini terlalu mewah nak . "
" tidak bu rumah ini biasa saja . "
" kamu tinggal saja bersama ibu dan Diasy jangan kembali lagi ke Swiss . " nyonya Lee meraih tangan kekar Lucas
" apa boleh? "
" tentu saja ibu akan memasak makanan kesukaan mu jangan merasa sendiri , ada ibu di sini maaf membuat mu merasakan semua kesedihan sendiri nak . "
⭐⭐⭐
🌟 In Seo Mansion 🌟
Jeffran sedang merokok di taman belakang di temani oleh sebotol white Russian dia sedang berusaha untuk tetap waras , sebulan tak bertemu dengan Diasy membuat dia merasa gila dia terus berkutat dengan kertas .
" Tuan tolong nyonya tak sadarkan diri . " ucap salah satu maid berlari dengan panik
" kenapa begitu? "
" saya tidak tau Tuan cepat bawa nyonya ke rumah sakit . "
dengan segera Jeffran pergi ke kamar mata cantik Minji sudah terpejam dengan segera dia membawa pergi ke rumah sakit , tak lama kemudian mereka sampai beberapa perawat langsung datang membantu dan segera di bawa keruangan .
Jeffran menunggu ada sedikit rasa cemas ada dengan dia kenapa pingsan tiba2 lalu 2 orang pria datang menghampiri .
" sedang apa di sini Seo? " tanya Arthur
ternyata si sahabat karib yang menyapa .
" Minji pingsan ntah kenapa . " ujar Jeffran
" apa sudah tangani? bagaimana keadaan nya? "
" aku belum tau . "
" semoga tidak terjadi apa2 perkenalkan dia teman ku dari kecil . " ujar Arthur pada Devan
" senang bertemu dengan anda nama saya Kim Devan dari bagian kejiwaan . "
__ADS_1
" saya Seo jeffran . " mereka berjabat tangan saling mengenal
" kalau begitu saya permisi dulu silahkan lanjutkan obrolan kalian , presdir Jung saya pamit . " ujar Devan
Arthur mengangguk dia bergabung dengan Jeffran menemani di sana lalu dokter yang memeriksa Minji keluar .
" dengan suami nyonya Seo? "
" bagaimana keadaan istri saya? " tanya Jeffran
" mari bicara di dalam Tuan . "
" aku boleh ikut? " tanya Arthur
" terserah . "
mereka pun masuk kedalam Minji masih belum sadar dan di berikan cairan infus .
" istri anda baik2 saja wajar di alami oleh ibu yang sedang mengandung . " ucap sang dokter
dengan kompak Arthur dan Jeffran melihat ke arah dokter dengan pandangan terkejut .
" siapa yang mengandung? "
" tentu saja istri anda Tuan selamat ya , ini saya cetak photo USG bulatan kecil itu adalah calon buah hati anda . "
dokter meberikan photo pada Jeffran dia terdiam melihat nya tak sadar pria itu tersenyum sambil mengusap pelan gambar , tak di pungkiri Jeffran ingin segera menjadi ayah tapi karena tak mencintai Minji semua di tunda .
" nyonya boleh pulang setelah cairan infus habis kalau begitu saya permisi , mari presdir saya duluan . "
dokter itu pun keluar dari ruangan hanya tinggal mereka berdua .
" kau melakukan dengan Minji ? " tanya Arthur
" ya sekali dalam keadaan mabuk . "
" wah hebat sekali bikin langsung jadi ! sekarang bagaimana? "
" aku memang tidak mencintai nya tapi sekarang Minji sedang mengandung darah daging ku , jadi dia harus ku sayangi juga bukan? aku akan kembali padanya dan meninggalkan Diasy . " Jeffran menatap pada Arthur
" sungguh? aku tidak percaya kau bisa melupakan Diasy begitu saja . "
" akan ku coba untuk melepaskan dia sekarang sudah mempunyai Lucas jadi untuk apa? kau juga harus mengakhiri nya , lambat laun kau juga akan menjadi ayah Valen pasti akan segera memberikan teman untuk calon anak ku . "
" ntahlah ada sesuatu yang salah di sini Seo . " ujar Arthur
" yang salah apa? katakan dengan jelas . "
" aku juga tidak tau dimana yang salah ah sudah lupakan saja . "
" nanti malam aku akan meminta untuk bertemu Diasy dan mengakhiri ini semua , kembali seperti semula hubungan kami hanya sebatas mahasiswi dan dosen . "
" kau yakin? aku tidak mau berpisah dengan dia . " timpal Arthur
" tentu saja yakin aku ingin menjadi ayah yang baik untuk calon buah hati ku . "
Jeffran berdiri dan menghampiri Minji di usap pelan rambut legam itu Arthur merasa tetap ada yang salah tapi apa .
selamat beraktifitas dan sampai jumpa
bye , bye
__ADS_1