Slave ( Hiatus )

Slave ( Hiatus )
Bagian 16


__ADS_3

Enjoy 🌟


Lucas menatap Daisy yang sudah terlelap tidur mata cantik itu terlihat sangat sembab bohong jika dia tidak terluka , baru saja tadi siang resmi bertunangan kini mendengar si pujaan hati telah mengandung membuat hati nya hancur , mungkin Lucas akan senang jika Dia yang akan menjadi ayah tapi si buah hati bukan darah daging nya .


" sekarang aku harus bagaimana sayang? jujur aku hancur saat ini , tapi di satu sisi aku juga sangat mencintai mu kenapa harus begini . " gunam Lucas


dia harus segera berbicara dengan nyonya Lee perihal ini tak apa Lucas yang akan bertanggung jawab .


" tidak papa tumbulah dengan sehat kamu tidak bersalah nak..ayah akan menyayangi mu , jangan buat mommy susah dan jangan banyak berulah . " Lucas mengusap dengan lembut perut Daisy


Lucas menarik selimut dan tak lupa mengecup kening si cantik lalu pergi keluar .


⭐⭐⭐


In Mansion


Arthur terus menatap surat pemeriksaan dengan nama Lee Daisy yang dinyatakan akan segera menjadi ibu , perasaan nya campur aduk mengetahui kabar ini milik siapa yang sedang di kandung oleh si cantik .


" kenapa belum tidur? " tanya Valen


" masih ada pekerjaan tidurlah dulu . " Arthur melipat kertas


" jangan terus bekerja santai lah sebentar sayang . " Valen memijat pundak sang suami


" agar cepat selesai . "


" apa tidak ingin bersenang2 hm? " jemari lentik Valen menyusuri dada bidang Arthur


" aku sibuk . "


" sungguh? " Valen duduk di pangkuan Arthur


" sudah ku bilang jangan mengganggu ku . " ujar Arthur dengan datar


" kamu ini kenapa semenjak pulang dari rumah sakit aneh ! , aku hanya ingin melayani mu layak nya seorang istri . "


" tapi aku sedang tidak ingin Valen Jung ! " bentak Arthur


si cantik terkejut mendengar bentakan itu matanya berkaca karena penolakan barusan .


" kau keterlaluan ! "


Valen langsung pergi dia menutup pintu dengan keras dan Arthur mengusak rambut dengan kasar


" aku harus segera tau ini benar2 membuat ku gila , tapi jika boleh berharap kamu milik papa baby Jung . "


Arthur memejamkan mata dia akan senang jika ternyata itu calon anak nya .


⭐⭐⭐


pagi pun mulai menyapa seorang wanita cantik masih duduk termenung ketika kini ada nyawa lain dalam tubuh nya , perasaan yang berkecamuk dia sudah membuat semua kecewa terlebih dengan Lucas .


" kenapa belum berangkat kuliah . " nyonya Lee masuk ke dalam kamar


beliau sudah bisa berjalan dengan normal .


" sebentar lagi bu . "


" apa kamu sedang masalah? atau mungkin bertengkar dengan Lucas . "

__ADS_1


" aku baik2 saja jangan khawtir bu , oh iya di mana Lucas? " tanya Daisy


" ibu juga tidak tau bahkan belum terlihat sejak tadi . "


" kalau begitu aku siap2 dulu ya bu . "


Daisy pun pergi ke kamar mandi dan segera bersiap nyonya Lee juga ikut membantu membuat sarapan , tak berselang lama Daisy keluar dan Lucas sudah lengkap dengan setelan kantor sambil membawa segelas susu .


" ini minum aku sengaja membuat ini sendiri agar ibu tak curiga . " ujar Lucas


mata cantik itu kembali berkaca kenapa dia membuat pria sebaik Lucas terluka .


" ada apa sayang? "


" aku tidak pantas untuk mu Lucas sekarang aku menjadi wanita tidak tau diri , bagaimana mungkin kamu masih menerima ku yang sedang mengandung anak bahkan status ayah nya tidak jelas . " ucap Daisy dengan lirih


" sudah ku bilang jangan membahas tentang ini buang rasa bersalah mu karena aku mencintai mu tanpa syarat , siapa bilang tidak jelas? dia anugrah dari Tuhan dan dia adalah anak ku apa itu masih kurang? " Lucas menangkup wajah Daisy


" apa yang harus ku lakukan untuk membalas semua kebaikan mu? mencintai ku bahkan merawat ibu , aku tau kamu sangat terluka tolong jangan menyiksa diri lebih jauh hikss..aku pantas di buang . "


" tidak ada ketulusan yang membutuhkan balasan walaupun memang benar ikhlas tak semudah kata wajar jika kecewa , tapi belajar menerima adalah jalan terbaik untuk membuat langkah semakin terasa ringan sayang , ayo hadapi bersama ada aku di sini jangan merasa sendiri jika ini sudah menjadi jalan yang harus di lewati . "


Daisy menangis dalam dekapan Lucas Terima kasih sudah menciptakan sosok pria seperti dia Tuhan .


⭐⭐⭐


In Campus


Jeffran sudah berkutat dengan kertas bahkan sepagi ini dia berada kampus banyak perkerjaan yang belum selesai , dia tak sempat membuat susu untuk Minji tapi Jeffran sangat mengetahui si buah hati baik2 saja .


" Profesor ini data yang anda minta . " seorang wanita masuk ke dalam


" nanti jangan lupa anda harus di ikut berkumpul di aula . "


" untuk apa? "


" kampus akan mengadakan festival dan anda memberikan kata sambutan . "


" ya baiklah buatkan saya kopi . "


perempuan itu lalu undur diri dan Jeffran melonggarkan dasi , karena merasa penat dia membuka jendela seketika terpaku pada seseorang .


dia segera turun untuk bisa melihat nya lebih dekat siapa lagi jika si pujaan hati , tapi kenapa wajah cantik Daisy pucat sekali pagi ini .


" permisi saya ingin roti dengan selai coklat . " pinta Daisy


" maaf nona hari ini kantin membuat sandwich tuna . "


" apa tidak ada coklat? " tanya Daisy


" tidak ada mungkin nona bisa mendapatkan di mini market depan kampus . "


wajah cantik itu terlihat kecewa tadi di rumah memang ada roti tapi dengan selai kacang , dia pun berjalan ke arah kelas tapi ada yang menahan tangan nya .


" ayo dapatkan roti dengan selai coklat . "


" Profesor? eum ti-dak usah nanti saja . " ujar Daisy dengan gugup


" kalau bisa sekarang kenapa harus nanti . "

__ADS_1


Jeffran dengan pelan menarik Daisy keluar kampus mencari makanan yang di inginkan , untung saja masih ada tak ada pembicaraan diantara mereka jujur si cantik senang keinginan nya terpenuhi .


" saya lihat kamu agak berisi . " ujar Jeffran


Detak jantung Daisy berdegup kencang apa tubuh nya mulai menunjukan perbedaan .


" aku gendut? " tanya Daisy dengan agak kesal


" bukan begitu maksud saya hanya saja ah sudah lupakan . "


" aku mudah lapar sekarang . "


" pantas saja Jovan memanggil mu putri beruang ternyata memang benar . " ucap Jeffran


" memang nya kenapa kalau aku berisi? apa tidak boleh wanita menambah berat badan ! cantik tidak harus terlihat kurus , standar kecantikan bukan hanya bisa di nilai dari tubuh semua wanita itu cantik apa adanya ! " omel Daisy


" hey topik saya tidak seberat itu kenapa sensitive sekali . "


" tidak tau Profesor menyebalkan sana pergi dari sini dasar jelek ! sudah datar seperti tembok , dingin mengalahkan es batu sana pergi ke kutub hidup saja dengan beruang dasar bodoh ! " cerca Daisy


Jeffran hanya cengo melihat perempuan cantik di depan nya mengomel , apa bodoh? hey tidak mungkin dia mendapat gelar di usia muda .


" ini jangan lupa bayar siapa suruh membawa ku kemari ! maaf saja ini bukan hutang , karena Profesor yang menawarkan Seo Jeffran buluk ! "


setelah memaki Daisy pergi duluan meningglakan si tampan dengan wajah tercengang .


" barusan itu apa? " tanya Jeffran


" pantas di ruangan tidak malah nongkrong di mini market Profesor Seo . " ujar seorang pria


" sedang apa di sini? "


" tentu saja mencari mu ada yang aku katakan . " Arthur pun duduk


" nanti saja aku sibuk . " Jeffran memakai kembali jas nya


" Daisy sedang mengandung . "


sontak langkah itu langsung terhenti mendengar ucapan dari sang sahabat karib .


" siapa? "


" Lee Daisy apa perkataan ku kurang jelas Profesor Seo? " ujar Arthur


" ini masih pagi jangan membual brengs*k ! "


" apa kau pikir aku pagi2 ke sini hanya untuk mengatakan omong kosong baj*ngan? "


Jeffran tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejut .


" aku penasaran milik siapa yang sedang tumbuh baby Seo atau baby Jung . " Arthur tersenyum sinis


" tentu saja itu milik si sial*n Lucas ! Daisy bisa saja tidur dengan pria itu , wanita sewaan memang tidak bisa di percaya . " ujar Jeffran


Arthur menatap tak heran pada Jeffran bagaimana dia dengan mudah mengatakan itu .


ketemu lagi ya


sehat selalu

__ADS_1


sampai bertemu di next episod


__ADS_2