
Enjoy 🌟
Lucas menatap Daisy yang sudah terlelap tidur mata cantik itu terlihat sangat sembab bohong jika dia tidak terluka , baru saja tadi siang resmi bertunangan kini mendengar si pujaan hati telah mengandung membuat hati nya hancur , mungkin Lucas akan senang jika Dia yang akan menjadi ayah tapi si buah hati bukan darah daging nya .
" sekarang aku harus bagaimana sayang? jujur aku hancur saat ini , tapi di satu sisi aku juga sangat mencintai mu kenapa harus begini . " gunam Lucas
dia harus segera berbicara dengan nyonya Lee perihal ini tak apa Lucas yang akan bertanggung jawab .
" tidak papa tumbulah dengan sehat kamu tidak bersalah nak..ayah akan menyayangi mu , jangan buat mommy susah dan jangan banyak berulah . " Lucas mengusap dengan lembut perut Daisy
Lucas menarik selimut dan tak lupa mengecup kening si cantik lalu pergi keluar .
⭐⭐⭐
In Mansion
Arthur terus menatap surat pemeriksaan dengan nama Lee Daisy yang dinyatakan akan segera menjadi ibu , perasaan nya campur aduk mengetahui kabar ini milik siapa yang sedang di kandung oleh si cantik .
" kenapa belum tidur? " tanya Valen
" masih ada pekerjaan tidurlah dulu . " Arthur melipat kertas
" jangan terus bekerja santai lah sebentar sayang . " Valen memijat pundak sang suami
" agar cepat selesai . "
" apa tidak ingin bersenang2 hm? " jemari lentik Valen menyusuri dada bidang Arthur
" aku sibuk . "
" sungguh? " Valen duduk di pangkuan Arthur
" sudah ku bilang jangan mengganggu ku . " ujar Arthur dengan datar
" kamu ini kenapa semenjak pulang dari rumah sakit aneh ! , aku hanya ingin melayani mu layak nya seorang istri . "
" tapi aku sedang tidak ingin Valen Jung ! " bentak Arthur
si cantik terkejut mendengar bentakan itu matanya berkaca karena penolakan barusan .
" kau keterlaluan ! "
Valen langsung pergi dia menutup pintu dengan keras dan Arthur mengusak rambut dengan kasar
" aku harus segera tau ini benar2 membuat ku gila , tapi jika boleh berharap kamu milik papa baby Jung . "
Arthur memejamkan mata dia akan senang jika ternyata itu calon anak nya .
⭐⭐⭐
pagi pun mulai menyapa seorang wanita cantik masih duduk termenung ketika kini ada nyawa lain dalam tubuh nya , perasaan yang berkecamuk dia sudah membuat semua kecewa terlebih dengan Lucas .
" kenapa belum berangkat kuliah . " nyonya Lee masuk ke dalam kamar
beliau sudah bisa berjalan dengan normal .
" sebentar lagi bu . "
" apa kamu sedang masalah? atau mungkin bertengkar dengan Lucas . "
__ADS_1
" aku baik2 saja jangan khawtir bu , oh iya di mana Lucas? " tanya Daisy
" ibu juga tidak tau bahkan belum terlihat sejak tadi . "
" kalau begitu aku siap2 dulu ya bu . "
Daisy pun pergi ke kamar mandi dan segera bersiap nyonya Lee juga ikut membantu membuat sarapan , tak berselang lama Daisy keluar dan Lucas sudah lengkap dengan setelan kantor sambil membawa segelas susu .
" ini minum aku sengaja membuat ini sendiri agar ibu tak curiga . " ujar Lucas
mata cantik itu kembali berkaca kenapa dia membuat pria sebaik Lucas terluka .
" ada apa sayang? "
" aku tidak pantas untuk mu Lucas sekarang aku menjadi wanita tidak tau diri , bagaimana mungkin kamu masih menerima ku yang sedang mengandung anak bahkan status ayah nya tidak jelas . " ucap Daisy dengan lirih
" sudah ku bilang jangan membahas tentang ini buang rasa bersalah mu karena aku mencintai mu tanpa syarat , siapa bilang tidak jelas? dia anugrah dari Tuhan dan dia adalah anak ku apa itu masih kurang? " Lucas menangkup wajah Daisy
" apa yang harus ku lakukan untuk membalas semua kebaikan mu? mencintai ku bahkan merawat ibu , aku tau kamu sangat terluka tolong jangan menyiksa diri lebih jauh hikss..aku pantas di buang . "
" tidak ada ketulusan yang membutuhkan balasan walaupun memang benar ikhlas tak semudah kata wajar jika kecewa , tapi belajar menerima adalah jalan terbaik untuk membuat langkah semakin terasa ringan sayang , ayo hadapi bersama ada aku di sini jangan merasa sendiri jika ini sudah menjadi jalan yang harus di lewati . "
Daisy menangis dalam dekapan Lucas Terima kasih sudah menciptakan sosok pria seperti dia Tuhan .
⭐⭐⭐
In Campus
Jeffran sudah berkutat dengan kertas bahkan sepagi ini dia berada kampus banyak perkerjaan yang belum selesai , dia tak sempat membuat susu untuk Minji tapi Jeffran sangat mengetahui si buah hati baik2 saja .
" Profesor ini data yang anda minta . " seorang wanita masuk ke dalam
" nanti jangan lupa anda harus di ikut berkumpul di aula . "
" untuk apa? "
" kampus akan mengadakan festival dan anda memberikan kata sambutan . "
" ya baiklah buatkan saya kopi . "
perempuan itu lalu undur diri dan Jeffran melonggarkan dasi , karena merasa penat dia membuka jendela seketika terpaku pada seseorang .
dia segera turun untuk bisa melihat nya lebih dekat siapa lagi jika si pujaan hati , tapi kenapa wajah cantik Daisy pucat sekali pagi ini .
" permisi saya ingin roti dengan selai coklat . " pinta Daisy
" maaf nona hari ini kantin membuat sandwich tuna . "
" apa tidak ada coklat? " tanya Daisy
" tidak ada mungkin nona bisa mendapatkan di mini market depan kampus . "
wajah cantik itu terlihat kecewa tadi di rumah memang ada roti tapi dengan selai kacang , dia pun berjalan ke arah kelas tapi ada yang menahan tangan nya .
" ayo dapatkan roti dengan selai coklat . "
" Profesor? eum ti-dak usah nanti saja . " ujar Daisy dengan gugup
" kalau bisa sekarang kenapa harus nanti . "
__ADS_1
Jeffran dengan pelan menarik Daisy keluar kampus mencari makanan yang di inginkan , untung saja masih ada tak ada pembicaraan diantara mereka jujur si cantik senang keinginan nya terpenuhi .
" saya lihat kamu agak berisi . " ujar Jeffran
Detak jantung Daisy berdegup kencang apa tubuh nya mulai menunjukan perbedaan .
" aku gendut? " tanya Daisy dengan agak kesal
" bukan begitu maksud saya hanya saja ah sudah lupakan . "
" aku mudah lapar sekarang . "
" pantas saja Jovan memanggil mu putri beruang ternyata memang benar . " ucap Jeffran
" memang nya kenapa kalau aku berisi? apa tidak boleh wanita menambah berat badan ! cantik tidak harus terlihat kurus , standar kecantikan bukan hanya bisa di nilai dari tubuh semua wanita itu cantik apa adanya ! " omel Daisy
" hey topik saya tidak seberat itu kenapa sensitive sekali . "
" tidak tau Profesor menyebalkan sana pergi dari sini dasar jelek ! sudah datar seperti tembok , dingin mengalahkan es batu sana pergi ke kutub hidup saja dengan beruang dasar bodoh ! " cerca Daisy
Jeffran hanya cengo melihat perempuan cantik di depan nya mengomel , apa bodoh? hey tidak mungkin dia mendapat gelar di usia muda .
" ini jangan lupa bayar siapa suruh membawa ku kemari ! maaf saja ini bukan hutang , karena Profesor yang menawarkan Seo Jeffran buluk ! "
setelah memaki Daisy pergi duluan meningglakan si tampan dengan wajah tercengang .
" barusan itu apa? " tanya Jeffran
" pantas di ruangan tidak malah nongkrong di mini market Profesor Seo . " ujar seorang pria
" sedang apa di sini? "
" tentu saja mencari mu ada yang aku katakan . " Arthur pun duduk
" nanti saja aku sibuk . " Jeffran memakai kembali jas nya
" Daisy sedang mengandung . "
sontak langkah itu langsung terhenti mendengar ucapan dari sang sahabat karib .
" siapa? "
" Lee Daisy apa perkataan ku kurang jelas Profesor Seo? " ujar Arthur
" ini masih pagi jangan membual brengs*k ! "
" apa kau pikir aku pagi2 ke sini hanya untuk mengatakan omong kosong baj*ngan? "
Jeffran tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejut .
" aku penasaran milik siapa yang sedang tumbuh baby Seo atau baby Jung . " Arthur tersenyum sinis
" tentu saja itu milik si sial*n Lucas ! Daisy bisa saja tidur dengan pria itu , wanita sewaan memang tidak bisa di percaya . " ujar Jeffran
Arthur menatap tak heran pada Jeffran bagaimana dia dengan mudah mengatakan itu .
ketemu lagi ya
sehat selalu
__ADS_1
sampai bertemu di next episod