Slave ( Hiatus )

Slave ( Hiatus )
Bagian 12


__ADS_3

Enjoy 🌟


sudah seminggu berlalu Daisy masih sibuk dengan tugas persentasi dia sedikit keteteran bagaimana tidak harus nya banyak orang , dia mengerjakan seorang diri karena tidak punya kelompok dan ada kabar baik si manis menerima lamaran Lucas .


" ini kapan selesai . " gunam Daisy


perpustakaan kampus cukup sepi jadi suasana begitu tenang .


" shh..perut ku sakit sekali apa sudah waktu nya makan siang . " Daisy meringis kala rasa sakit datang menyapa


dia pun memasukan kertas kedalam tas dan berjalan menuju ke kantin , perut nya terasa nyeri protes minta di isi .


Brak


karena terlalu fokus pada rasa nyeri Daisy menabrak seseorang tangan kekar melingkar di pinggang Daisy menahan supaya tidak jatuh .


" maaf Profesor . " ucap Daisy


" lain kali hati-hati tingkah ceroboh mu merugikan orang lain juga diri sendiri . " jawab Jeffran


" iya sekali lagi maaf . "


secara repleks Jeffran akan mengusap rambut Daisy tapi langsung sadar dan pergi keruangan atas .


" sehari saja tidak marah2 apa tidak bisa bagi dia . "


perempuan cantik itu pergi ke kantin memesan makanan setelah dapat dia duduk .


" hobby banget makan sendirian . " seorang pria datang bergabung


" biar gak ada yang minta . "


" dih kamu rakus banget bear . " goda Jovan


" jangan sampai aku memukul mu dengan nampan Seo Jovan ! "


lalu ada staf kantin mengantarkan makanan manis sebagai penutup .


" maaf untuk siapa? saya tidak memesan ini . " ujar Daisy


" ini khusus untuk nona selamat menikmati . "


Daisy dan Jovan hanya saling memandang sejak kapan kantin menyediakan makanan gratis lalu kenapa Jovan tidak pernah dapat , sedangkan seorang pria tersenyum melihat rekaman cctv di kantin si manis makan dengan baik .


⭐⭐⭐


Arthur sedang berjalan bersama Devan memeriksa beberapa pasien dan mengecek alat siapa tau ada yang harus di ganti .


" selamat siang presedir dan dokter Kim . " sapa perawat


" selamat siang bagaimana kondisi pasien di ruang 127? " tanya Arthur


" kondisi nya mulai membaik hanya dia masih sering berhalusinasi , mungkin harus sering melakukan tetapi . "


" lakukan terapi rutin dokter Kim . "


" akan saya lakukan presedir . " jawab dokter Kim


mata tajam Devan terpaku ketika melihat ke arah poli kandungan seorang perempuan cantik baru keluar dari sana , dia menyerahkan data pasien pada Arthur dan berlari menyusul menghiraukan sang presedir yang memanggil .


" dasar sialan aku belum selesai bicara . " maki Arthur


langkah di percepat dan berhasil meraih tangan si cantik .


" akhirnya kita bertemu . " ujar Devan


" ka-u lepaskan aku ! jangan sembarangan menyentuh . " wajah minji berubah menjadi pucat


" saya mencari mu tapi tak pernah ketemu sungguh takdir yang indah . "


" bahkan kita tak saling mengenal untuk apa mencari ku ! "


tubuh Minji bergetar kenapa harus bertemu dengan pria ini .

__ADS_1


" tunggu kita harus membahas sesuatu . "


" kita bertemu karena kesalahan jangan menganggap spesial , mulai sekarang jangan pernah menyapa kita hanya orang asing . "


" orang asing yang menjadi pria pertama yang menyentuh mu . " Devan memandang lekat ke arah Minji


" cukup lupakan semua itu aku mohon ! . " mata cantik Minji berkaca


" saya hanya ingin bertanggung jawab .


" aku tak butuh menghilanglah jangan muncul lagi anggap semua angin lalu . "


" kamu sedang mengandung? "


" bukan urusan mu ! "


Minji ingin segera pergi tapi Devan menahan tangan nya dengan erat .


" lepaskan atau aku teriak ini tindakan tidak sopan dokter ! "


" saya ingin semua jelas tapi jika sudah begini terserah , jika terjadi sesuatu datanglah pada saya . " ujar Devan


Devan melepaskan pegangan Minji terburu2 pergi hati nya berdetak dengan kencang .


" maaf tadi aku pergi begitu saja . " Devan kembali kedalam


" mengejar siapa? "


" wanita yang selama ini ku cari tapi dia malah pergi begitu saja . "


" kau bertemu dengan dia? dimana? aku penasaran ! " Arthur mencari dengan heboh


" sudah pergi . " ujar Devan


" kenapa begitu ! "


" dia tak butuh tanggung jawab presedir . "


" apa ku bilang kau saja yang berlebihan itu hanya cinta satu malam , sekarang jangan di pikirkan lupakan saja . "


" perempuan itu hamil? " tanya Arthur


" dia tak mengaku tapi bagiamana jika itu adalah darah daging ku ." wajah Devan berubah bingung


" tak mungkin jika itu anak mu pasti akan langsung minta tanggung jawab , membesarkan anak seorang diri tak mudah Kim bayi itu bukan milik mu . "


Arthur pergi ke ruangan Devan masih berpikir jika itu adalah anak nya bukankah perempuan itu harus meminta tanggung jawab .


⭐⭐⭐


🌟In Hwang Mansion🌟


hari semakin sore Daisy baru selesai menyuapi nyonya Lee beliau sedang terapi berjalan agar tidak terlalu lama di kursi roda , dia sedang di dapur mencuci piring meskipun banyak maid tapi dia tak ingin merepotkan .


" sedang apa sayang . " sepasang tangan kekar melingkar indah di pinggang Daisy


" Lucas kalau piring nya jatuh bagaimana ! " omel Daisy


" di sini banyak maid jangan mengerjakan semua ini dear . " Lucas mengecup pundak putih itu


" selama aku bisa mengerjakan nya kenapa harus menyuruh orang lain Tuang Hwang . "


" dimana ibu? "


" sedang beristirahat baru selesai makan setelah terapi berjalan . "


Lucas membalik tubuh Daisy sehingga mereka saling berhadapan tak bosan dia memandang wajah cantik ini .


" di kantor aku tak fokus karena selalu merindukan mu . " ujar Lucas


" berhenti menggombal ! " Daisy memukul dada bidang Lucas


" ini serius sayang kita percepat saja pernikahan ini ya? "

__ADS_1


" jangan terburu-buru Luke santai saja . "


" aku ingin bayi . " rengek Lucas


" mandi sana kamu ganti parfum ya? wangi nya aneh aku tidak suka . " ucap Daisy


" aku tidak ganti kenapa begitu? kamu sendiri yang bilang suka wangi ini . "


" tidak tau sudah sana mandi dan kita akan makan malam . "


" baiklah nyonya Hwang . "


Lucas pergi ke atas untuk segera mandi dia tak sabar untuk makan malam masakan Daisy itu enak


⭐⭐⭐


malam pun tiba Jeffran sedang makan malam dengan Minji dia melihat ke arah sang istri yang sedari tadi hanya diam .


" kenapa tidak di makan? apa mual lagi? " tanya Jeffran


" ah iya masih sedikit mual kamu lanjut saja sayang . " jawab Minji


setelah selesai Jeffran beranjak dan pergi ke dapur dia membuat teh hijau , mengajak Minji ke ruang tengah dan duduk di sana .


" aku buatkan ini semoga lebih baik . " Jeffran memberikan teh


" Terima kasih maaf merepotkan mu . "


" baby jangan nakal kasian mommy . " Jeffran mengusap perut Minji


Minji ingin menangis bagaimana jika nanti Jeffran tau yang sebenarnya melihat dia begitu menyayangi si jabang bayi , sungguh tak bisa membayangkan jika Jeffran akan membenci nya dan akan kehilangan dia .


" jika tidak mendingan kita kerumah sakit saja . " ucap Jeffran


" tidak sayang nanti juga akan membaik baby hanya rindu daddy nya . "


Jeffran pun kembali mengusap dengan lembut dan membisikan kata2 indah pada si buah hati Minji akan melakukan segala cara , dia harus tetap menjadi nyonya Seo dan memiliki Jeffran sampai kapan pun .


⭐⭐⭐


🌟 In Mini Market 🌟


Daisy sedang memasukan banyak susu pisang minuman favorit agar membuat dia semangat dalam belajar , setelah selesai langsung pergi ke kasir untuk membayar dan segera pulang sebelum Lucas mengomel .


" tolong bungkus dan sekalian saya bayar belanjaan nona ini . " ujar seseorang


Daisy menengok ke samping ketika ada yang membayar belanjaan dan terkejut .


" tidak usah presedir . " ucap Daisy


" saya tidak menerima penolakan . " Arthur memberikan black kard nya


kasir pun memasukan belanjaan Daisy mereka pun keluar dan duduk sebentar .


" Terima kasih . "


" ya . "


" kenapa belum kembali kerumah? apa perkerjaan hari ini banyak sekali . " Daisy membuka obrolan


" saya suka berkerja akhir2 ini jika diam maka wajah mu akan selalu terbayang . "


Daisy memainkan ujung baju nya karena gugup dia harus segera pergi .


" kalau begitu aku pergi dulu presedir hati2 di jalan . "


sebelum pergi Arthur menarik Daisy memeluk dengan erat menyalurkan rasa rindu yang tertumpuk .


" saya rindu kamu..semua hari yang saya jalani semua terasa kurang tanpa kehadiran mu . " suara Arthur sarat akan kerinduan


Daisy diam tak membalas pelukan Arthur dia sudah berjanji pada Lucas untuk melupakan masa lalu , tapi kenapa sulit sekali masa lalu seolah menghalangi untuk membuka lembaran baru terkadang Daisy merindukan Jeffran .


ketemu di sini hehe

__ADS_1


bye , bye


__ADS_2