
Enjoy
Arthur terdiam di ruang kerja nya memproses apa yang dia dengar tidak mungkin hal ini terasa mustahil bagaimana bisa banyak pertanyaan di benak nya , belum lagi Daisy yang kini menghilang sampai presedir Hwang mengamuk mendatangi rumah sakit padahal Arthur pun tidak tau apapun .
" ck memusingkan apa benar apa yang di katakan Devan . " ujar Arthur
" maaf presedir ini laporan yang Anda minta . " seorang perawat masuk ke sana
" Terima kasih taruh saja di meja nanti akan saya periksa . "
" baik jika begitu saya permisi . "
perawat itu pun keluar bersamaan dengan dokter Devan masuk keruangan mengantarkan laporan observasi pemeriksaan .
" saya ingin mengantarkan laporan ini . "
Arthur menatap lekat dokter tampan yang sedang bediri di hadapan nya itu .
" presedir?? " panggil Devan
" Ya silahkan duduk . "
" observasi bulan ini pasien ruangan 52 sudah membaik dan seminggu lagi bisa pulang , karena memperlihatkan perubahan yang signifikan . "
" sungguh dia wanita yang kau tiduri? "
" hah? "
" jangan mencoba untuk mengelak aku mendengar semua nya Kim . " Arthur menyalakan rokok
" ya begitulah . "
" dia istri sahabat ku baj*ngan . "
wajah dokter tampan itu seketika berubah dia sangat terkejut atas apa yang dia dengar saat ini
" aku tidak tau dia yang datang dan memaksa ku untuk melakuan tidur bersama , pikiran yang sedang tidak waras mana sempat menolak ! kau harus paham akan hal itu . "
" ck kenapa harus dia ! jangan2 bayi itu.. "
" ya benar yang sedang di kandung nya adalah darah daging ku . "
Arthur semakin tercengang dengan gamblang Devan menceritakan semuanya , bagaimana jika Jeffran tau maka di pastikan Minji akan bertemu dengan kematian .
...
Daisy sedang memandang ke arah jendela dia hanya diam tanpa melakukan apapun Jeffran sudah pergi ke kampus , dia melihat ke arah kakinya yang terpasang rantai dengan indah tidakah cukup di kurung kenapa harus di belenggu besi kokoh ini .
" Lucas..ibu.. " gunam Daisy
air mata selalu menemani setiap saat memikirkan nasib nya yang begitu penuh dengan lika liku , baru sebentar merasakan kebahagiaan kini sudah hilang sekejap mata .
Clekk
pintu terbuka seorang pria dengan tubuh tegap dan gagah masuk dia melempar jas dan tas nya ke sofa .
" Halo sayang.. " tangan kekar itu memeluk pinggang ramping Daisy
__ADS_1
" kenapa sudah pulang? "
" tentu saja aku merindukan mu " Jeffrey menggigit bahu mulus nan putih itu
" bisakah.."
" bisa apa hm? "
" kaki ku sakit lepaskan rantai nya aku mohon.. "
" nanti kamu nakal . "
tangan Daisy meremat tangan Jeffran yang sedang asik memcumbu leher jenjang si cantik , Daisy melihat ke arah pintu yang terbuka tanpa di kunci oleh Jeffran betapa ingin dia lari dari sana .
" tapi kaki ku sakit . "
" baiklah hanya sesaat sayang . "
Jeffran membungkuk membuka ikatan rantai dan akhirnya terbebas .
Bughh
Diasy menendang dada Jeffran membuat pria itu jatuh kebelakang dia pun segera lari sekujur tubuh nya bergetar .
" wanita sialannnn ! " raung Jeffran
lalu dia pun segera mengejar Diasy dan berhasil meraih tangan nya .
Prangg
Vas bunga mendarat di kepala Jeffran dan membuat pria itu langsung ambruk darah bercucuran .
Diasy kembali lari sekuat mungkin dia menuruni tangga dengan hati2 dan meraih pintu keluar , beruntung tidak ada penjagaan di sana berlari kencang mengabaikan rasa sakit di perut .
" sabar sayang mommy harus lari dulu hikss.. "
sedangkan Jeffran tetap bangkit meskipun berjalan sempoyongan wajah tampan itu penuh dengan darah , mata nya kian berubah menjadi mengerikan dia turun untuk segera menyusul dan mengejar Diasy .
" lihat saja akan ku lenyapkan bayi sialan mu itu Daisy dan ku buat kau mengandung anak ku saja wanita tidak tau diri ! "
Daisy yang berjalan tanpa arah tidak tau kemana dia akan lari dan terjatuh di tanah , dan berusaha bangkit .
" Lee Daisy ! "
gema teriakan Jeffran begitu nyaring tubuh rapuh kian bergetar ketakutan mencoba untuk bangkit .
" ayo bantu mommy.. "
dengan tenaga yang tersisa Daisy kembali bangkit dan berlari yang terus melindungi perutnya agar aman .
...
In Mansion Hwang
Lucas sedang mencoba memenangkan nyonya Lee yang terisak mengetahui jika putri nya menghilang perasaan seorang ibu tentu selalu khawatir , bukan hanya nyonya Lee yang bersedih begitu juga dengan Lucas dia tidak berguna karena tidak mampu menjaga sang calon Istri .
" aku janji bu akan segera menemukan Daisy putri mu pasti baik2 saja . " Lucas menggenggam tangan nyonya Lee
__ADS_1
" perasaan ibu tidak pernah akan tenang Lucas di luar sana putri ku menghilang , bagaimana jika dia terluka ataupun sedang menghadapi bahaya hikss.."
" tenanglah bu akan ku obrak-abrik negara ini untuk menemukan Daisy , jangan menangis jika ibu begini aku tidak ada tempat untuk membuat ku selalu kuat . "
" bawa Putri ku kembali Lucas . "
Lucas segera memeluk nonya Lee justru Lucas adalah orang yang paling takut kehilangan si cantik , tak henti nya dia selalu berdoa untuk keselamatan Diasy apapun yang terjadi Lucas tidak menyerah untuk mencari .
tinggal satu orang lagi yang belum dia temui Seo Jeffran sosok yang sangat di curigai Lucas karena dia ketika bertemu Arthur , bahkan si dokter Jung sangat terkejut mendengar kabar Daisy menghilang ekspresi sangat terbaca jadi pastikan dia tidak terlibat .
" ibu harus istirahat tidak boleh lelah semua akan baik2 saja percaya pada ku . "
" iya ibu percaya temukan Daisy dengan cepat nak . "
" aku janji bu . " Lucas mengecup kening nyonya Lee
kepala perawat segera membawa nyonya Lee untuk segera beristirahat agar kesehatan beliau tidak kembali menurun .
" lantas apa yang akan kita lakukan ke depan nya Tuan . "
" awasi kediaman Seo Jeffran dan laporkan apapun itu pada saya , kita tidak bisa gegabah menemui nya begitu orang itu begitu tempramen juga sedikit tidak waras . "
" baik Presedir . "
si tangan kanan pun pergi melaksanakan titah untuk mengirim orang mengawasi rumah Seo Jeffran .
...
masih dengan perjuangan Daisy berlari langkah nya sedikit tertatih rasa sakit semakin bergejolak pada perutnya , dia terjatuh di atas semak jalan yang terletak di tengah hutan suara nya sudah habis berteriak meminta tolong tapi hanya kesunyian yang menyapa .
" sakit sekali.. "
Daisy merangkak bersembunyi di balik semak dia semakin putus asa ketika mendengar langkah yang semakin mendekat , apa yang harus di lakukan jika Jeffran menangkap nya hukuman apa yang akan di dapat .
" hikss ibu aku takut.."
" Lee Daisy . " panggilan rendah yang membuat merinding
si cantik semakin mundur mendengarkan panggilan itu , wajah cantiknya kini hanya terhiasi rona pucat keringat mengalir deras .
" ayo keluar maka akan ku ampuni sayang . " Jeffran berucap sambil menahan kening yang terus mengeluarkan darah
" aku mohon.. " ucap Daisy dalam hati
" aku bilang keluar Jal*ng ! atau kau akan menyesal ! " amuk Jeffran
Daisy memejamkan mata dia sudah pasrah dengan keadaan tidak tau harus bagaimana semua terasa buntu .
" jika nanti mommy tidak selamat maaf tidak bisa memperlihatkan indah nya dunia , rumah Tuhan jauh lebih bahagia untuk kita sayang ibu..Lucas maafkan aku . " ujar Daisy dengan lirih
Jeffran mulai memukul semak2 dengan batang kayu besar untuk mengetahui keberadaan Daisy ada dimana .
halo ketemu lagi sama aku Love
maaf ya pasti lupa jalan cerita nya jadi kalian baca ulang aja hehe
sehat selalu ya
__ADS_1
maaf jika ada kesalahan penulisan typo adalah seni
sampai bertemu di next episode